
Sekarang berbalik Angela yang seperti disambar petir di siang hari, mendengar ucapan dari suaminya yang membuat ia sangat terkejut sekaligus bahagia.
Dan setelah tertidur beberapa saat, tiba-tiba Angela menangis kemudian terbangun kerena mengalami mimpi buruk.
Septian yang menyadari akan hal itu, langsung memeluk Angela dengan erat, sambil mengusap rambutnya.
"Kamu kenapa, bermimpi buruk?" tanya Septian yang dijawab anggukan dari istrinya.
"Tidak apa-apa, cuma mimpi kok. Jangan takut, ada aku disini" ucap Septian sambil mengusap air mata istrinya.
Setelah beberapa saat Angelapun mulai merasa tenang, akhirnya Septian mengajak untuk kembali tidur.
Pada saat ia berdiri, "Bobonya disini, aku takut." ucap Angela sambil memegang baju suaminya.
"Ya sudah, tapi aku mau ambil selimut dulu. Kamu tunggu sebentar ya"
Setelah tertidur cukup lama, bahkan sampai siang hari mereka belum juga terbangun. Entah karena memang kecapean habis latihan kemarin, atau karena mimpi semalam.
Ting......
Suara pesan masuk dari hp Septian yang membangunkan dirinya.
Setelah terbangun ia tampak kaget melihat dirinya sedang berpelukan dengan sang istri.
Dia mematap istrinya dengan kagum, karena ia melihat seorang yang sangat cantik bisa tidur bersamanya.
"Cantik, tapi sayang. Sudah galak, jutek pula" ucap Septian pelan sambil menyelipkan rambut istrinya kebelakang.
"Aku gak galak, apalagi jutek" ucap Angela gak terima dengan perkataan suaminya.
"Apa aku membangunkanmu" ucap Septian kaget karena istrinya terbangun.
"Tidak. Aku sudah bangun dari tadi"
"Emm. Jadi, lagi nyuri kesempatan gitu" ucap Septian merayu namun hal yang aneh terjadi ketika Septian hendak melepaskan pelukannya.
"Emang gak boleh? Nyuri kesempatan sama suami sendiri?" ucap Angela mengeratkan pelukannya.
"Boleh sih. Tapi kenapa, apa kamu sakit?"
"Enggak, aku sehat"
"Tapi......" ucapan Septian terputus ketika sang istri langsung menciumnya.
Setelah berciuman cukup lama. Septian menghentikan ciumannya karena takut terjadi adegan yang lebih dalam.
"Kamu gak biasanya seperti ini? Apa yang terjadi?" ucap Septian pada istrinya.
"Apa kamu gak suka seperti ini?"
"Suka, suka banget malah. Cuma, aku pengen tahu aja apa alasannya?"
"Aku juga gak tahu, tapi aku merasa pernikahan kita gak bahagia. Bukan karena tidak ada cinta, tapi karena aku yang takut akan perasaanku" ucap Angela sambil menunduk.
"Jadi dari dulu kamu juga cinta sama suamimu yang tampan ini"
Angela tidak menjawab dan hanya mengangguk kecil.
"Baguslah kalau begitu, biar aku tidak usah merayumu dulu kalau ada maunya"
"Tapi aku belum siap untuk itu" ucap Angela melihat suaminya dengan tatapan memohon.
"Aku juga tahu. Meskipun istriku yang cantik ini sudah siap secara fisik, bahkan untuk sampai punya anak sekalipun. Namun secara mental kamu belum siap"
"Dari mana kamu tahu?"
"Tahu dong, kan suamimu ini tidak hanya tampan tetapi juga pintar"
"Iya sayang"
"Apa. Coba sekali lagi, aku tidak dengar" ucap Septian merayu.
"Aku cuma bilang iya, gitu doang kenapa diulang"
"Ya sudah kalau gak mau, tapi jangan marah kalau ada cewek lain yang bilang sayang"
"Jangan. Awas aja kalau bener, aku bakal marah sama kamu" ucap Angela mengancam.
"Iya sayang tenang saja. Cuma kamu orang yang paling aku sayangi"
"Ih, ternyata suamiku yang sok tampan ini ternyata pintar menggombal juga"
"Bukan gombal sayang tapi......" ucapan Septian terpotong.
Bruk...bruk.....bruk.....
"Kakak, buka pintunya" ucap Febrian dari luar menggedor pintu.
"Ngapain sih dek, gangguin pengantin baru saja" ucap Septian yang beranjak membukakan pintu.
"Kan aku sudah kirim pesan tadi, Nana memaksaku kesini" ucap Febrian.
Setelah pintu terbuka.
"Kak Septian, kak Lala mana?" ucap Nana manja.
"Ada didalam, yuk masuk" ucap Septian menggendong Nana.
"Kan kamu bisa langsung masuk, kenapa gedor-gedor pintu segala" ucap Septian menatap adiknya.
"Kunci yang aku pegang sudah di kasih kak Angela. Lagian sekarang kan kakak sudah tinggal berdua, jadi aku gak bisa maen masuk-masuk aja" ucap Febrian sembari mengambil air minum dari dalam kulkas.
"Pintar kamu sekarang ya" ucap Septian mulai menurunkan Nana.
"Nana, bagaimana apartemen kakak, bagus gak?" ucap Septian mengalihkan pembicaraan.
"Bagus banget, Nana suka. Apakah Nana boleh tinggal disini sama kak Lala"
Septian tercengang dan mati kata
"Tidak bisa Nana, ayah sama ibu kan gak akan ngizinin" ucap Angela baru datang sambil membawa beberapa cemilan dan minuman.
"Tapi Nana pengen tinggal sama kak Lala" ucap Nana memelas.
"Nanti Nana bisa nginap disini, tapi tidak bisa tinggal bareng" ucap Angela menjelaskan.
"Ya sudah, Nana malam ini nginap disini ya?"
"Lain kali saja, nanti kak Lala sama kak Septian sibuk, besokkan harus ke kantor. Nana mau ikut" ucap Angela mulai mengalihkan pembicaraan.
"Emang Nana boleh ikut?"
"Boleh, nanti Nana perginya bareng kak Febrian sama kak Roby" ucap Septian.
"Kenapa selalu melibatkan aku sih kak" ucap Febrian.
"Besok kakak jelaskan di kantor, jangan lupa kamu izin dulu sama ayah buat ngajak Angela." ucap Septian.
"Iyah, tapi kalau gak di izinin. Gimana?" ucap Febrian.
"Bilang saja aku kakak yang nyuruh, ayah pasti ngizinin "
Keesokan harinya di peruhaan IGS, beberapa karyawan sangat antusias menyambut kedatangan CEO baru.
"Tampan banget, masih muda lagi"
"Itu yang disampingnya siapa? pacar atau istrinya"
"Coba kalau aku yang disana"
Ucapan beberapa karyawan yang tidak mengetahui bahwa Angela adalah istri dari sang CEO di perusahaan tersebut. Mengingat pada waktu pernikahannya, Angela tidak hadir dalam acara, serta pernikahannya hanya dihadiri sebagian pimpinan penting saja.
Saat Septian dan Angela masih menunggu adiknya diruangan, terjadi kegaduhan di dalam perusahaan.
Aaaww....
Teriakan wanita dewasa yang tertabrak oleh seorang gadis kecil.
"Kamu anak kecil kalau jalan lihat-lihat" ucap wanita tersebut.
"Maaf kak, Nana tidak sengaja" ucap gadis itu gang ternyata Nana.
"Maaf-maaf tuh lihat baju saya jadi kotor" ucap wanita itu sambil menunjuk kearah bajunya.
"Tapi Nana beneran tidak sengaja kak, Maafin Nana" ucap Nana memelas.
"Is siapa lagi sih yang ngizinin anak kecil masuk kesini" teriakan wanita itu sambil melihat sekeliling.
"Nana bantu bersihin ya kak" ucap Nana sambil mendekati wanita tersebut.
Namun justru wanita itu hendak mendorong Nana, untungnya ada tangan yang menahannya, yang tak lain pastinya Febrian.
"Aw, lepaskan tanganku" ucap wanita itu.
"Apa seperti ini sikapmu ketika menghadapi anak kecil" ucap Febrian.
"Terus kenapa, gak suka? Lihat nih baju aku kotor, gara-gara anak ini" ucap wanita tersebut..
"Nana tidak sengaja kak" ucap Nana yang matanya mulai berkaca-kaca.
Next.......