My Superhero

My Superhero
Drama Pengantin Baru



Meskipun Fina memberikan kesaksian bahwa Septian tidak bersalah, namun nyatanya pihak kampus sudah tidak bisa memberikan toleransi lagi.


Septian lalu pergi ke kelas dan mengambil tas serta barang miliknya serta menarik tangan Angela.


"Bos ayo pulang"


Sampai tiba dirumah, Angela tak menghiraukan Septian. Dia masih diam dan terlihat menahan amarahnya bahkan sampai di dalam kamar.


"Kamu kenapa? Kok dari tadi cuma bisa manyun doang" tanya Septian.


Angela hanya diam dan tak menggubris ucapan suaminya itu.


"Ayolah, jangan manyun terus nanti cantiknya kalah sama Fina"


Mendengar kata itu Angela sudah tidak bisa menahan emosinya dan langsung melemparkan gelas berisi air di meja dekat ranjangnya.


"Braaaaaaak" suara gelas pecah yang jatuh kelantai setelah mengenai perut Septian.


"Aaaaaaaaaa" teriakan nyaring Septian sambil terjatuh dan membuat heboh seisi rumah yang langsung mulai berdatangan.


"Dih segitu doang teriaknya sampai sekampung kedengaran" ucap Angela masih dengan amarah.


Namun ekspresinya berubah setelah melihat kucuran darah segar mengalir dilantai bercampur dengan pecahan gelas tadi.


"Ada apa? Kenapa sampe teriak-teriak?" ucap ibunya Angela setelah masuk ke kamar.


Dan alangkah terkejutnya mereka semua, ketika melihat Septian terjatuh disamping pecahan gelas dan berlumuran darah serta meringis kesakitan kemudian pingsan tak sadarkan diri.


Saat sedang menunggu Dokter keluar dari ruangan, Febrian dengan penuh amarah menatap Angela dan berkata "Apa yang kak Angela lakukan pada kakakku?"


"Aku tidak melakukan apa-apa" ucap Angela terbata-bata.


"Apa salah kakakku sama kak Angela? Sampai dia harus mengalami kesulitan seperti ini?


"Aku juga tidak tahu dia kenapa"


"Asalkan kak Angela tahu, kakakku tidak pernah mengeluarkan darah setetes pun. Jika terjadi apa-apa dengannya, aku sendiri yang akan membuat kak Angela menyesal seumur hidup" ucap Febrian meninggalkan mereka.


Mendengar itu Angela tidak tahan dan langsung menangis sejadi-jadinya.


"Kak Lala jangan nangis, Nana tahu kok, kak Lala gak salah" ucap Nana sambil memeluk kakaknya.


"Pak mari keruangan saya" ucap Dokter yang akan membuka pintu.


"Kalian boleh masuk untuk melihat, namun diharapkan untuk tidak berisik" ucap Dokter lalu meninggalkan mereka di susul pak Demian di belakangnya.


"Bagaimana keadaannya" tanya pak Demian.


"Dia baik-baik saja pak, hanya ditusuk pisau namun sudah saya tangani"


"Ditusuk?"


"Iya pak, tapi tidak kena organ dalam, namun dia menahan agar darah tidak keluar dengan menggunakan sabuknya"


"Kok bisa?"


"Iya pak, saya juga heran, karena pasti akan sangat sakit jika terjadi pada orang biasa.Dan juga saya harapkan jangan sampai dia terluka dan mengeluarkan banyak darah"


"Kenapa"


"Karena dia memiliki golongan darah yang sangat langka yaitu golongan darah emas atau rh-null, jadi kalau dia sampai kekurangan darah itu bisa berbahaya, mengingat susahnya mencari pendonor dengan golongan darah yang sama"


INFO YANG SEDIKIT BERMANFAAT


Golongan darah Rh-null adalah yang paling langka di dunia. Jenis darah ini diperkirakan hanya dimiliki 1 dari 6 juta orang.


Selama ini, hanya 43 orang yang pernah teridentifikasi mempunyai golongan darah Rh-null.


Selain langka, kelainan yang diakibatkan masalah genetik ini juga bisa menjadi donor darah universal dari sistem penggolongan darah rhesus.


Artinya, baik rhesus positif atau negatif, bisa menerima donor darah dari Rh-null layaknya golongan darah O pada sistem ABO.


Istilah darah emas tidak secara harafiah seseorang mempunyai darah berwarna emas. Julukan tersebut diberikan karena golongan darah ini langka dan sangat bermanfaat layaknya emas, maka Rh-null disebut darah emas atau golden blood.


Jadi, darah emas bukan berarti darah pemiliknya berwarna emas. Istilah tersebut hanyalah untuk menunjukkan betapa berharga dan langkanya darah jenis tersebut.


Meski sangat penting untuk transfusi, darah emas juga bisa berbahaya bagi pemiliknya.


KEMBALI KE LAPTOP


"Iya saya paham"


"Ya sudah pak, obatnya nanti saya antar ke kamar nona saja"


"Aaaaaw" erangan Septian yang baru sadar serta memegang bagian perut yang terluka, dan membuat semua orang di kamarnya merasa lega termasuk termasuk Fina yang sedari tadi sudah ada di sana.


"Tidak apa-apa, kakak hanya terjatuh tadi"


"jangan bohong kak, kak Fina sudah menjelaskan semuanya pada kita, dan om tadi sudah memanggil polisi dan pergi ke kampus kakak"


"Sudah tidak apa-apa, Fin panggilkan om dan tante serta Roby, saya mau bicara"


"Iya aku ngerti, maaf ya aku ceritain ini semua" ucap Fina berlalu keluar.


Setelah om Demian dan bu Fira (istrinya sekaligus mamanya Angela) serta Roby masuk.


"Nana, sini peluk kak Septian"


Tanpa menjawab Nana langsung memeluknya.


"Sekarang Nana sekolahnya dirumah saja ya, Nanti belajarnya sama kak Febri sama ka Roby juga" ujar Septian sambil mengelus rambutnya.


"Kenapa kak"


"Bukannya Nana mau latihan berantem-beranteman"


Hanya dijawab oleh anggukan.


"Nanti kak Febri sama kak Roby yang ngajarin Nana berantem (Ilmu bela diri), tapi ingat kalau Nana sudah besar dan jadi jagoan Nana tidak boleh jadi orang jahat, harus tetap nurut sama ayah dan ibu"


"iya kak, Nana janji gak bakalan jadi orang jahat"


"Ya sudah, sekarang Nana belajar sama kak Febri sama kak Roby, kak Septian mau ngobrol sama kak Lala, sama ayah dan ibu juga"


Setelah mereka bertiga keluar pak Demian membuka suara terlebih dahulu "Kenapa nak? Ada masalah apa?"


"Tidak ada yah, Septian cuma mau minta izin buat tinggal di apartemen sama Angela"


Ucapan itu membuat jantung Angela Serasa mau copot begitupun kedua orang tuanya.


"Loh kenapa, kalian sudah tidak betah disini?"


"Bukan begitu yah, tapi Septian mau kita mandiri, biar Angela tidak selalu bergantung sama ayah dan ibu"


"Ya sudah, tapi sabtu dan minggu kalian harus pulang ke sini"


"Baik yah, dan Septian mau meminta Angela berhenti kuliah. Biar Septian bisa jagain Angela setiap saat. Dan untuk perusahaan, Septian mau kita berdua yang mengelolanya. Karena mau bagaimanapun juga Angela punya hak yang sama atas perusahaan" ucap Septian yang membuat Angela terkaget-kaget namun tidak bisa berbicara sepatah katapun.


"Jika itu keputusan kalian kami berdua hanya bisa setuju saja. Tapi ingat, jangan pernah berpikir kalian bisa lolos dari pengawasan ayah"


"Septian sudah menduganya yah"


"Terus kapan kalian pindah?"


"Maunya sih sekarang, tapi takut kalian khawatir jadi besok saja yah"


"Ya sudah, sekarang kamu makan lalu minum obatnya. Ibu mau beresin keperluan kalian buat besok" ucap bu Fira lalu menarik tangan suaminya untuk keluar.


"Kenapa ngajak pindah mendadak, terus nyuruh aku berhenti kuliah, sudah gitu tanpa persetujuanku dulu?" ucap Angela kesal.


"Ya maaf, inikan buat kebaikan kita" ucap Septian pelan.


"Heh kebaikan kita?? harusnya keputusan ada diskusi kita, bukan kamu saja. paling juga mau nyari-nyari kesempatan" ucap Angela curiga.


"Ngaklah, aku khawatir kalau kamu kuliah sendiri. Aku kan sudah sama ayah dan ibu, bukan mau nyari kesempatan"


"Terserah, tapi awas saja kalau macam-macam, jangan salahkan aku jika aku berbuat jahat"


"Dih malah ngancam, mana sini makanannya, mendingan makan daripada dengerin ibu-ibu ngomel gak gelas"


"Bilang sekali lagi" ucap Angela sudah mengepalkan tangannya.


"hehe, enggak kok istriku yang cantik, ayo makan" ucap Septian tertawa kecil.


"Gak mau makan saja sendiri" ucap Angela dengan melipatkan tangannya di dada.


"Maksudnya ayo suapin" ucap Septian manja.


"Gak ada, makan sendiri atau tahu akibatnya" ucap Angela yang sudah berdiri.


Melihat hal itu Septian tidak menjawab dan langsung tertunduk lesu tanpa mengambil makananya.


Namun hal itu justru membuat hati Angela tersentuh, mungkin karena kasihan pada suaminya yang sakit, atau memang perasaan yang sudah semakin mendalam. Entahlah hanya Angela saja yang tahu.


Kemudian tanpa sadar Angela sudah duduk dan langsung menyodorkan sendok berisi makanannya.


"Aaaaaa"


Next..........