
Setelah tiba di rumah, mereka semua heran dengan kedatangan Angela dan Septian.
"Ada apa? kok gak ngasih kabar dulu kalau mau ke sini?" ucap pak Demian.
"Kami ke sini mau minta izin, mau pergi ke Bandung yah?" ucap Septian menatap Angela.
"Nana mau ikut kak Lala ke Bandung. Bolehkan yah?" ucap Nana menatap ayahnya.
Pak Demian tidak menjawab malah menatap Septian. Kemudian Septian mendekati Nana.
"Nana tidak bisa ikut ke Bandung? ucap Septian.
"Kenapa kak? Nana pengen ikut, kalau Nana tidak diajak. Nana gak mau belajar lagi" ucap Nana cemberut.
Septian kebingungan harus menjawab apa, namun sesaat melihat ayahnya mengangguk.
"Ya sudah, Nana boleh ikut. Tapi harus patuh sama kak Febrian, kalau tidak nanti kakak gak akan ajak Nana lagi"
"Yeee, Nana ikut. Terima kasih kak Septian" ucap Nana memeluk Septian.
Melihat itu orang tuanya tertawa melihat tingkah lucu dari putri bungsu mereka.
"Septian juga mau nitip perusahaan yah, soalnya kami ke Bandung mungkin beberapa hari. Sekalian bulan madu yah" ucap Septian setengah berbisik.
"Ya sudah, tapi ingat. Jagain adik kalian, kalau ada apa-apa disana, cepat beritahu kami"
"Baik yah, Septian akan ingat"
"Terus hati-hati disana, jangan lupa oleh-olehnya" ucap ibunya Angela.
"Emang ibu mau oleh-oleh apa?" tanya Angela.
"Ibu gak minta yang mahal-mahal. Ibu cuma minta cucu aja"
Deg......
Seperti sebuah tamparan keras mendarat di pipi Angela yang membuat dirinya terdiam.
"Ibu mau yang ganteng atau yang cantik?" ucap Septian tersenyum.
"Yang ganteng dong, kan ibu gak punya anak laki-laki"
"Ya sudah, do'ain saja ya bu. Semoga kami cepat dikasih momongan" ucap Septian memegang tangan istrinya.
"Iya, pasti ibu do'ain"
"Terima kasih ma" ucap Angela setelah sadar dari lamunannya.
"Oh iya, Ibu mau siapkan keperluan buat Nana sama Febrian" ucap ibunya berlalu.
"Yah, Septian mau ajakin bi Minah buat ngurusin Nana, soalnya gak semua hal bisa dibantu Febrian. Boleh yah?" ucap Septian.
"Boleh, sekalian Roby ajakin buat nemenin Febrian" ucap pak Demian.
"Sayang jadi tetep bawa motor gak?" ucap Angela menatap suaminya.
"Kamu ikut mobil sama mereka saja, aku bawa motor biar bisa ke tempat yang tidak bisa masuk mobil" ucap Septian.
"Gak mau, aku mendingan naik motor aja. Biar bisa lengket terus sama suamiku"
"Tapi kalau hujan harus pindah ke mobil?" ucap Septian.
"Iya sayang"
"Kakak mau bulan madu di Bandung? kok aku gak yakin" ucap Febrian yang mulai berbicara karena sedari tadi hanya fokus menyimak.
"Nanti kamu juga tahu" ucap Septian.
"Kalau kakak naik motor, berarti gak bisa bareng?"
"Kalau kamu duluan, kamu pergi ke hotel yang biasa"
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, merekapun sampai di depan hotel, tempat yang sering dikunjungi Septian dan keluarga.
"Sayang ini tempatnya?" tanya Angela pada suaminya.
"Iya, baguskan?"
"Bagus banget, aku suka?"
"Kalau begitu, ayo masuk" ucap Septian menggandeng tangan istrinya.
"Tapi Nana sama yang lain mana?" ucap Angela melihat sekeliling.
"Mereka sudah di dalam, tadi aku lihat mobilnya di parkiran"
"Saya mau pesan kamar" ucap Septian pada petugas hotel.
"Baik atas untuk atas nama siapa?" ucap teteh tersebut.
"Septian"
"Oh, Septian. Tadi sudah ada yang memesankan, namanya Febrian. Ini kuncinya"
"Terimakasih"
Setelah masuk mereka mandi dan langsung beristirahat.
Saat Septian telah berbaring di kasur, kemudian sang istri mulai menyerang, dengan menciumi sang suami serta menindih tubuhnya.
Hingga beberapa waktu berlalu Septian menghentikan istrinya dan membalikan tubuhnya, yang sekarang berada diatas tubuh sang istri.
"Bukannya sudah dikasih tahu, kalau kamu mau bilang saja, jangan maen serang gitu aja" ucap Septian geram.
"Maaf, habisnya aku gak bisa tahan lagi pas lihat wajahmu tadi" ucap Angela sambil menunduk.
"Iiish kamu ya, makin kesini makin nakal"
"Maaf, aku..... " ucap Angela terpotong garena dengan ganas Septian telah menciuminya.
Angela yang kaget mencoba memberontak namun tidak bisa, dan setelah beberapa saat akhirnya sang suami menghentikan aktivitasnya.
"Tuhkan, kamu juga melawan kalau diserang secara tiba-tiba" ucap Septian menatap sang istri.
"Akukan kaget, kenapa kamu juga ikut-ikutan maen serang?" ucap Angela.
"Aku ngikutin cara kamu, biar kamu tahu rasa"
"Emmm, terserah kamu sajalah, aku cuma bisa pasrah" ucap Angela.
Karena Hari telah menjelang malam, merekapun telah tertidur pulas sampai esok pagi.
Tok.....tok... tokk...
Suara ketukan pintu yang semakin lama semakin keras.
"Kakak, buka pintunya. Nana mau masuk sama kak Febri" ucap Nana berteriak.
"Ngapain Nana pagi-pagi kesini" ucap Angela.
"Nana mau ajakin kak Lala jalan-jalan"
"Jalan-jalan kemana?" ucap Angela membuka pintu
"Gak tahu kak, kak Febri yang tahu" ucap Nana menerobos masuk setelah pintu terbuka.
"Eh Nana mau kemana?"
"Mau minta uang sama kak Septian"
"Kan kak Septian juga ikut, kenapa minta disini?" ucap Angela heran.
"Kak Septian gak ikut, cuma kak Lala sama Nana, bi Minah dan juga kak Roby."
"Kak Febri juga gak ikut" tanya Angela.
"Kak Febri perginya sama kak Septian" ucap Nana.
"Pergi kemana? kok kak Septian gak ngasih tahu kak Lala?"
"Gak tahu, katanya penting. Jadi kita gak boleh ikut, cuma mereka aja"
"Kepentingan apa Febrian?" ucap Angela melirik kearah Febri yang datang bersama Nana tadi.
"Tanya saja sendiri sama suami kakak" ucap Febrian dingin.
"Kak Septiannya kemana kak, Nana cariin dari tadi gak ketemu" ucap Nana setelah kembali dari pencarian sang kakak ipar.
"Tuh" ucap Angela menunjuk pada sang suami yang habis mandi dan ganti baju.
"Kak, Septian" ucap Nana menghampiri.
"Ada apa adik kecil kakak" ucap Septian menggendong Nana.
"Nana minta uang ya kak" ucap Nana mengulurkan tangannya.
"Tumben Nana minta uang sama kak Septian. Emang mau beli apa?"
"Mau beli oleh-oleh buat ayah dan ibu"
"Ya sudah, nanti kalau mau beli apapun. Bilang sama kak Lala, nanti di beliin." ucap Septian melirik istrinya dan menurunkan sang adik.
"Ya sudah, ayok kak Lala kita pergi" ucap Nana berlari dan menarik tangan Angela.
"Tunggu, kak Lala mau bicara sama kak Septian sebentar" ucap Angela melirik kearah suaminya.
"Sayang, kamu mau ngajak Febrian kemana?"
"Ada keperluan sebentar, nanti aku nyusul" ucap Septian
"Awas jangan lama-lama, kan kita baru pertama kali ke Bandung"
"Iya. Kalau ada apa-apa, telepon saja"
Angela menjawab hanya dengan mengangguk dan berlalu pergi, setelah mengambil beberapa barang yang telah ia persiapkan.
Next.......