My Superhero

My Superhero
IGS



"Bukankah IGS itu kepanjangan dari Independent Group Social?" jawab Febrian.


"Kalian kalau mau tahu, cukup diam saja." ucap Septian menyela.


"IGS, keluarkan sebuah tempat tidur bayi," perintah Septian pada sistem.


"Baik tuan," suara sistem sambil mengeluarkan ranjang kecil dari bagian samping monitor yang kembali tertutup setelahnya.


"Waw, keren sekali," ucap Nana.


Setelah Septian membaringkan putra kecilnya yang sudah tertidur sedari tadi. Ia kemudian mendekati dan menatap monitor.


"IGS, kapan terakhir kali tuan Ferdian beserta istrinya kemari?" tanya Septian.


"Empat tahun lalu tuan," suara sistem.


"Apa yang mereka tanyakan atau perintahkan kepadamu?" tanya Septian.


"Mereka menanyakan tentang kecocokan tuan Septian dan nona Angela," suara sistem menjawab.


"Kenapa orang tuamu menanyakan kecocokan kita pada sistem ini?" tanya Angela pada Septian.


"Karena sistem dapat melakukan itu, setelah menerima informasi dari tuan Ferdian," sistem menjawab karena ia sangat responsive.


"Jadi, tuan Ferdian menjodohkan kami setelah melihat kecocokan dari sistem?" tanya Septian.


"Benar tuan, menurut sistem dari beberapa data dan informasi yang didapat, tuan dan nona Angela 82% sangat cocok," suara sistem menjawab.


"Tunggu, kenapa sistem memanggil kami tuan dan nona?" tanya Angela.


"Karena sistem sudah diatur untuk menerima perintah dari tuan Septian dan nona Angela," suara sistem menjawab.


"Terus siapa saja yang bisa menggunakan sistem disini?" tanya Angela.


"7 orang nona," suara sistem menjawab.


"Bisa kasih tahu saya siapa saja?" pinta Angela.


Ting.......


Suara loading sistem kemudian memunculkan 7 foto orang tersebut beserta namanya.


"Kok tidak ada foto aku sama Nana kak?" tanya Febrian.


"Tenang saja, nanti kakak akan memasukannya beserta jagoan kecil kita," jawab Septian.


Angela tidak mengetahui foto orang yang pertama, serta sepasang suami istri disana selain ayah dan ibunya.


"Tuan Sagara ini siapa?" tanya Angela.


"Beliau adalah pembuat sistem IGS, dia juga merupakan ayah dari tuan Ferdian dan Demian. Jadi, beliau adalah kakek tuan Septian dan nona Angela," suara sistem membalas.


"Apa, berarti kami sepupu?" tanya Angela.


"Benar nona," suara sistem mengiyakan.


Angela dan Nana terdiam karena kaget mendengar jawaban dari sistem, namun Febrian sepertinya sudah menyadari akan hal itu.


"Sekarang tuan Sagara berada dimana?" tanya Septian untuk menutupi identitasnya.


"Beliau dikabarkan meninggal 25 tahun lalu, akibat kebakaran di labolatorium," jawab sistem.


"Perlihatkan orang terdekat kakek Sagara kecuali keluarganya," pinta Septian.


Kemudian sistem memuat data dulu sebentar sebelum menjawab, dikarenakan pertanyaannya cukup berbobot.


Ting.......


Lalu munculah foto seorang pria tua yang seumuran dengan kakek Sagara.


"Beliau adalah Kazuki Dirgantara, teman dari tuan Sagara sejak kecil," suara sistem setelah menunjukan foto orang tersebut.


"Sekarang dia ada dimana?" tanya Septian.


"Empat tahun lalu, beliau terlihat berada di sebuah Menara ternama, Malaysia. Sekarang sistem tidak mengetahuinya." jawab sistem.


"Masuk ke sistem keamanan disana, kemudian tampilkan beberapa aktivitas tuan Kazuki beberapa tahun terakhir," pinta Septian.


"Tidak ada hasil," jawab sistem.


"Tingkatkan kemampuanmu tiga kali lipat," pinta Septian.


Proses peningkatan membutuhkan waktu beberapa saat, mohon menunggu.


Tulisan di monitor sistem lengkap dengan gambar persentase peningkatan yang masih berada diangka 20%.


"Sayang, apa dia bisa meretas sistem keamanan?" tanya Angela menatap suaminya.


"Bukankah itu tindakan ilegal dan melanggar hukum?" tanya Febrian.


"Iya kalau dipake buat kejahatan, kitakan tidak melakukannya," jawab Septian.


"Cuma ini saja kemampuannya kak?" tanya Nana.


"Tidak, sistem juga mempunyai banyak data rahasia. Seperti kasus-kasus korupsi, penggelapan uang negara, penjualan senjata dan obat-obatan terlarang secara ilegal," jawab Septian.


"Wah, kak Septian sekarang menjadi sangat hebat. Nana jadi semakin mengagumi kakak," ucap Nana kemudian memeluk Septian.


"Ehem," suara Angela dengan tatapan cemburu membuat Nana melepaskan pelukannya.


Setelah melepaskan pelukannya, kemudian sistem menunjukan beberapa data setelah prosesnya selesai.


"Tiga tahun lalu, tuan Kazuki membeli tiket pesawat tujuan jakarta dan memesan hotel selama lima belas hari,"


"Dua tahun lalu, membeli peralatan pembuatan sistem yang menghabiskan jutaan dollar dari pabrikan ternama, Jepang,"


Suara sistem saat menunjukan data yang ia peroleh dari rekening pribadi tuan Kazuki.


"Baik, sekarang tampilkan hari terakhir tuan Demian kemari beserta istrinya," pinta Septian.


"Tepat satu bulan lalu tuan," suara sistem menjawab.


"Apa yang mereka lalukan?" tanya Septian.


"Mereka menanyakan kemungkinan tuan beserta orang tuan Ferdian dan sang istri untuk selamat dari kejadian yang terjadi?" suara sistem menjawab.


"Berapa jawabannya?" tanya Septian.


"Kemungkinan tuan Septian selamat adalah 1%, sedangkan tuan Ferdian 34%," jawab sistem.


"Baiklah, sekarang saya minta lima tiket pesawat ke Malaysia beserta hotel disana," pinta Septian.


"Baik tuan, mohon isi siapa saja yang berangkat dan berapa lama tuan disana?" jawab sistem.


Setelah Septian menyebutkan siapa saja yang pergi dan berapa lama disana, sistem akan memberikannya ke ponsel Septian yang sudah terkoneksi tanpa ia sadari.


Setelah mendapatkan informasi serta kebutuhan disana, Septian akhirnya mengajak mereka untuk pulang.


Setibanya dirumah, Angela dan Septian bergegas ke kamar untuk menemani putra kecilnya tidur.


Sedangkan Nana dan Febrian memilih untuk makan siang bersama dengan orang tuanya.


Setelah Angela membaringkan putranya di box tempat tidur, ia kemudian menghampiri suaminya yang sudah berbaring.


"Kamu gak makan siang sayang?" tanya Angela kemudian memeluk suaminya.


"Tidak ah, makan mulu nanti gendut kayak kamu," jawab Septian sambil menoleh kearah istrinya.


"Coba bilang sekali lagi siapa yang gendut," tanya Angela dengan tatapan dan senyuman misterius.


"Gak bercanda sayang, hehe," jawab Septian tersenyum kecil.


"Aaaaaa," teriakan Septian setelah Angela mencubitnya dengan keras.


"Mamaaa" teriakan Septian kecil yang terbangun akibat teriakan ayahnya.


"Tuhkan, dia jadi bangun," ucap Septian.


"Kamu sih teriaknya kekencengan," ucap Angela menyalahkan Septian lalu menggendong putranya.


"Jagoan mama sudah bangun?" tanya Angela.


"Papa kenapa teriak ma?" jawab Septian kecil bertanya.


"Papa di cubit sama mama yang galak ini," ucap Septian.


"Coba bilang sekali lagi," pinta Angela setelah menurunkan Septian kecil di kasur.


"Sayang jagain papa, mama mau jahatin papa?" ucap Septian sambil berlindung dibelakang putranya.


"Mama jangan galakin papa, nanti papa pergi ninggalin kita lagi," ucap Septian kecil dengan mata berkaca-kaca dan kemudian menangis.


"Sayang kenapa nangis? Apapun yang terjadi papa tidak akan meninggalkan kalian lagi," ucap Septian lalu memeluk putranya.


Sedangkan Angela terdiam sejenak mendengar ucapan putranya, kemudian ia menghampiri dan memeluk mereka berdua.


"Papa janji tidak akan meninggalkan kami lagi?" tanya Septian kecil dalam pelukan dan tangisannya.


"Papa janji sayang, bakalan selalu ada buat jagoan kecil papa dan mama," jawab Septian mengeratkan pelukannya.


Next........