
Setelah tiba di apartemen, Septian menyuruh istrinya untuk segera mandi terlebih dahulu. Sedangkan dirinya akan menghidangkan masakannya.
Sehabis bersih-bersih dan makan malam, Septian langsung berbaring diatas kasur.
"Sayang, kok kamu pinter masak" ucap Angela sambil memeluk suaminya dari samping.
"Ibu yang mengajarkan kami memasak sedari kecil" ucap Septian tanpa menoleh.
"Kalau gitu ajarin aku masak ya. Biar bisa masakin buat kamu"
"Nanti aku ajarin, sekarang belum ada waktu"
Bukannya menjawab, Angela justru dengan cepat menindih tubuh suaminya serta menciumnya.
Septian hanya bisa kaget dan pasrah melihat kelakuan buas sang istri belakangan ini.
Angela menatap suaminya dengan senyuman puas setelah ia berhenti menciumnya.
"Kenapa sih yang? Maen serang aja. Kan aku jadi kaget" ucap Septian.
"Bukannya tadi pas di kantor bilang, kalau bakal lanjut di apartemen" ucap Angela.
"Ia sih, cuma aneh saja. Kenapa kamu jadi buas begini, bikin serem aja"
"Hehe aku juga gak tahu, mungkin aku sudah sangat menyayangimu. Jadi aku merasa kecanduan melakukan hal itu padamu" ucap Angela tersenyum kecil.
"Iya, tapikan bisa bilang dulu. Jangan maen serang aja, ngagetin tahu" ucap Septian sambil mencubit hidung sang istri.
"Iya nati pasti bilang dulu, dan sekarang aku sudah siap sayang" ucap Angela sambil mengedipkan matanya.
"Siap tidur?"
"Bukan, Ituloh yang kamu inginkan dari dulu"
"Apa? aku lupa"
Tanpa menjawab Angela langsung melepaskan bajunya, yang membuat suaminya kaget berat.
"Pake bajunya yang, aku sudah tahu. Tapi gak bisa sekarang" ucap Septian.
"Kenapa sih yang? Bukannya kamu yang ingin seperti ini dari dulu?" ucap Angela.
"Nanti saja sayang" ucap Septian setelah mencium kening istrinya.
"Kapan? Jangan lama-lama"
"Iya sekarang kita tidur" ucap Septian memeluk dan menurunkan tubuh sang istri dari atas tubuhnya.
Apa sekesal ini sih ditolak pas lagi kepengen, apa ini yang dirasakannya saat aku terus menolak? Aku jadi merasa bersalah padanya.
Setelah terbangun dan selesai sarapan, Septian terlihat menyiapkan beberapa bajunya ke dalam sebuah tas punggung.
"Sayang, apa di rumah kamu masih ada baju? ucap Septian.
"Masih banyak, kenapa emang?
"Sekarang kamu tinggal di rumah dulu ya"
"Aku? Emangnya kamu mau kemana?"
"Nanti aku jelasin dirumah, sekalian mau titipin kamu sama ibu"
"Gak bisa. Bilang sekarang juga atau aku marah" ucap Angela menatap tajam suaminya.
"Ambil ini, beli apapun yang kamu mau. Pinnya tanggal pernikahan kita" ucap Septian sambil menyerahkan black card miliknya.
INFO DULU
Apa itu Black card.
Black card adalah kartu kredit eksklusif yang hanya ditawarkan bank kepada nasabah berpenghasilan tinggi.
Mengutip laman situs XXX, kartu black card adalah kartu kredit kelas atas yang bernilai tinggi dan tidak diterbitkan untuk semua pelanggan. Bank hanya memilih beberapa nasabah kelas atas untuk diundang untuk menggunakan black card.
Jenis kartu kredit ini bernilai tinggi dan sebagai bentuk penghargaan bank atas nasabah yang berkomitmen finansial, baik dalam menyimpan uang di bank penerbit, berinvestasi di lembaga keuangan, atau membelanjakan kartu kreditnya dalam setahun.
Kartu black card juga merupakan kartu kredit elit dengan fitur yang eksklusif, unik, dan mewah. Fasilitas yang diberikan untuk pemilik kartu black card sangat banyak dan tidak akan ditemukan di fasilitas kartu kredit jenis lain.
Misalnya, akses VIP ruang tunggu atau lounge di bandara, tiket acara khusus, diskon belanja, hingga perlakuan khusus di departemen store.
Namun, black card hanya bisa didapatkan melalui referral, artinya hanya pihak bank yang dapat menentukan nasabah yang memenuhi syarat untuk dikirimkan undangan black card.
Dengan demikian, dapat disimpulkan pemilik black card adalah pengusaha kelas atas dan para eksekutif perusahaan besar yang memiliki aset ribuan dollar AS.
Biaya black card yang mahal tentu akan sepadan dengan layanan yang diberikan. Misalnya, layanan pramugari saat perjalanan, beberapa merek, bahkan memberikan layanan penyewaan pesawat jet.
Kendati demikian, tetap harus dipikirkan dengan matang jika menerima undangan kartu black card. Sebab meski lebih unggul dari kartu kredit premium, black card juga mengharuskan pemiliknya membayar biaya tahunan yang tinggi.
KEMBALI KE LAPTOP
"Apa ini termasuk penyuapan" ucap Angela mengambil kartu tersebut dari suaminya.
"Mana ada suami yang menyuap istrinya sendiri. Ada-ada aja"
"Terus buat apa ini"
"Akukan suami kamu, jadi harus nafkahin kamu. Massa gak tahu"
"Iya terima kasih suamiku yang ganteng"
"Sama-sama. Sekarang cepet kita ke rumah"
"Tunggu, kamu belum jelasin yang" ucap Angela mengingat kenapa ia harus pindah.
"Masih inget juga, kirain sudah lupa hehe" ucap Septian tersenyum kecil.
"Cepet bilang kenapa aku harus tinggal di rumah"
"Aku mau ke Bandung, gak lama paling juga tiga hari"
"Hah, ke Bandung. Ngapain yang kok gak ngajak" ucap Angela kaget.
"Ada urusan sayang, kamu dirumah saja. Aku takut istriku kenapa-napa"
"Akukan sudah bisa beladiri, kan kamu juga yang ngajarin waktu itu"
"Tetap saja aku takut, lagian kemampuan kamu itu gak boleh di pake sembarangan, bahaya kalau banyak orang yang tahu"
"Gak mau tahu, pokoknya aku ikut atau aku ngikutin kamu dari belakang" ucap Angela memalingkan wajah.
"Kok akhir-akhir kamu suka maksa sih yang?"
"Pokoknya kalau aku gak diajak, aku tetap ngikutin kamu titik"
"Kenapa sih yang, kita ini tim, jadi kamu harus bekerja sama. Kamu di rumah saja dan izinin aku pergi" ucap Septian memohon.
"Justru karena kita satu tim, maka kamu harus ajakin aku kemana kamu pergi meskipun berbahaya sekalipun" ucap Angela menatap suaminya.
"Ya sudah. Tapi ke sana kita naik motor, dan gak ada penawaran lagi"
"Mau jalan kaki juga gak apa-apa, asalkan sama suamiku yang ganteng ini hehe" ucap Angela tersenyum pada suaminya.
"Kenapa nasibku seperti ini, punya istri yang suka maksa" ucap Septian sambil memeluk istrinya.
"Biarin, yang penting kita tetap bersama"
"Iya, tapi ingat. Di sana kamu harus patuh, jangan lakuin yang aneh-aneh" ucap Septian.
"Siap bos" ucap angela memberikan hormat dengan tubuh tegak.
"Tapi ayah bakalan ngizinin gak" ucap Angela cemas.
"Pasti kalau aku yang minta, lagian kalau kamu ikut. Nanti aku bilang kalau kita mau bulan madu" ucap Septian.
"Yeeee, bulan madu, bulan madu" ucap Angela kegirangan.
"Kenapa aku memilih alasan seperti ini? Bisa-bisa disana aku di serang terus menerus. Kenapa juga aku malah setuju? Harusnya aku nolak tadi" Ucap Septian dalam hati.
Next........