
"Dasar bodoh, Saya menyuruh kalian supaya membawa dia ke sini secara baik-baik. Bukan berkelahi seperti preman, gimana sih?!!!" teriak pak Demian dengan penuh esmosi.
Angela dan ibunya sudah sedari tadi melihat itu, karena pembicaraan mereka cukup kencang.
"Maaf tuan kami......" ucapannya terpotong karena melihat sebuah mobil dan motor sport masuk lalu keluar seorang gadis kecil dan juga seorang pemuda.
"Nanti kita lanjutkan, Sana kerja lagi kalian" ucap pak Demian menyuruh para pengawalnya untuk pergi, dia pun menghampiri Nana dan tamu nya.
"Ayo kak cepat " ucap Nana sambil menarik lengan Septian.
"Ayah ibu" ucap Nana memeluk orang tuanya sedangkan Septian dan Angela masih terdiam dengan saling bertatapan karena keheranan.
"Nana pulang sama siapa nak?" tanya ibunya melirik kearah Septian.
"Ini kak Septian bu temennya Nana, tadi kak Septian ngambilin boneka ini di mesin capit. Soalnya kak Ian sama kak Dani tidak bisa" ucap Nana sambil menunjukan kedua bonekanya.
"Hallo om, tante," sapa Septian.
"Hallo nak Septian, silahkan..." ucapan ibunya terpotong.
"Gue dikacangin ceritanya" ketus Angela.
"Hallo kak Angela" ucap Septian yang membuat mereka tersenyum kecuali Angela.
Kemudian Septian berjongkok lalu memegang tangan Nana sambil menatapnya lalu berkata "Nana, ini kakaknya Nana yang mau dijadiin pacar kak Septian?"
"Iya kak, kakak mau kan jadi pacarnya kak Angela. Cantik kan kayak Nana, tapi kak Septian jangan marah soalnya kak Angela galak, kak" ucap polos Nana membuat mereka kembali tertawa.
"kakak mau jadi pacarnya kak Angela, tapi kak Angelanya mau gak jadi pacarnya kakak?" tanya Septian menggoda.
"Kak Angela mau kan jadi pacarnya kak Septian? mau ya. kak Septian baik kok kak, Nana yakin" bujuk Nana pada kakaknya.
Sontak hal itu membuat pipi Angela memerah dan Jantungnya berdegup kencang.
"Gak mau Nana aja yang pacaran sama kak Septian, kakak mendingan istirahat aja masih sakit" ucap Angela masuk dan diikuti oleh Nana yang tanpa henti terus memohon kakaknya untuk berpacaran dengan Septian.
"Duduk dulu nak, ada yang mau bapak bicarakan"
"Ayo masuk, ibu mau memeriksa Angela dan menyiapkan minun" ucap ibunya lalu masuk.
"Kita to the point aja ya, lusa setelah Angela pulih kalian menikahnya gimana?"
Septian yang mendengarnya sedikit terkejut, namun sejurus kemudian dia menatap tajam pak Demian lalu berkata "Baik jangankan lusa sekarang juga bisa, asalkan om memberikan saya jawaban yang memuaskan atas pertanyaan saya bagaimana?"
"Baik, apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Kenapa saya tidak melihat om, ketika orang tua saya meninggal? Padahal om bukan hanya rekan kerjanya tapi juga kerabatnya?" pertanyaan Septian tanpa ragu membuat pak Demian sedikit tersentak.
Namun dengan santai pak Demian menjawab "nanti kamu juga tahu"
Hal itu sontak membuat Septian sangat amat terkejut, karena itu adalah ucapan latihan atau dengan kata lain itu adalah ucapan yang hanya di ucapkan oleh ayahnya, untuk terus melatih Septian menjadi orang hebat tanpa bantuan orang lain. Dan perkataan itu juga langsung membuat dirinya sedikit terharu karena mengingat sang ayah yang sudah tiada.
"Kenapa diam, jawaban om tidak salahkan?"
"Baik, saya ikut om saja mengingat ini amanah yang sangat berarti bagi saya"
"Kalau begitu, sekarang kamu ajak adikmu, yang nama nya Febrian juga tinggal disini. Biar kalian bisa jagain Angela dan Silvana sekalian juga bisa bantuin om dan tante"
"Ya sudah om masuk dulu, kamu masuk juga lihat bagaimana kondisi calon istrimu" ucap pak Demian lalu beranjak pergi.
Namun sebelum masuk ia berpapasan sama bi Minah, yang membawa nampan berisi minuman lalu berkata "Ini minumannya Den."
"Bawa aja ke kamarnya Angela bi, saya mau ke sana sekalian bibi tunjukin kamarnya"
"Tok.....tok.......tok, Non ini bibi"
"Masuk saja bi" jawab Angela singkat,
"Bi, gak usah. biar saya saja yang masuk, bibi boleh turun. Biar ini saya yang bawa" ucap Septian berbisik lalu mengambil nampan dan membawanya ke dalam kamar.
"Ngapain kamu maen masuk kamar orang tanpa izin?" tanya Angela ketus yang menujukan wajah kaget.
"Tadi kamu sudah bilang masuk"
"Itukan, bi Minah bukan kamu"
"Ya sudah kalau begitu, ini minumnya Non. Maaf kalau saya lancang, saya keluar dulu kalau nanti ada perlu panggil saja" ucap Septian merayu menirukan gaya bi Minah.
Setelah berbalik dan hendak pergi, tiba-tiba bagian bawah bajunya ditahan oleh Angela dan menyuruh untuk duduk di sampingnya.
"Terima kasih" ucap Angela sambil menunduk.
"Masa cuma ngasih minuman doang harus segitunya bilang makasih"
"Bukan itu, aku bilang terima kasih karena kamu sudah nolongin aku waktu di kampus" ucap Angela pelan, terlihat sekali dia sangat malu saat mengatakan itu.
"Oh gitu emmmm sama-sama, tapi aku minta imbalannya dong" ucap Septian tersenyum.
"Kok kitu kayak gak ikhlas aja"
"Aku ikhlas kok cuma sekarang emang lagi pengen imbalan aja kalau bisa yang paling mahal, kamu kan orang kaya."
"Kamu mata duitan juga ternyata, iya apa tapi jangan yang kemahalan, nanti aku diomelin ayah"
"Imbalannya kamu harus jawab pertanyaan Nana sekarang juga"
"Hah, pertanyaan apa coba yang jelas?"
"Pertanyaan yang ini, ehem-ehem kak Angela mau ya jadi pacar kak Septian, orangnya baik kok Nana yakin" ucap Septian menirukan suara Nana.
"Dih gak mau ah, masa pertanyaan gak jelas dari anak kecil gitu harus dijawab" ucap Angela memalingkan wajahnya yang mulai memerah.
"Ayo dong jawab kalau enggak aku ngadu sama Nana nih mau?" ucap Septian sambil sedikit tertawa, terlihat sekali dia suka menggoda Angela karena ekspresi muka gadis itu sangat imut.
"Dih udah maksa mau ngadu lagi uda....." ucapan Angela terpotong karena pintu kamarnya terbuka dan melihat Nana berserta ayah dan ibunya sedang menguping pembicaraan mereka.
"Maaf" ucap ibunya lalu menutup pintu dan mereka pun berlalu pergi.
Hal itu membuat Angela semakin merasa malu, Namun tiba-tiba Ting.... Sebuah pesan masuk di handphone Septian dari adiknya.
"Kak cepet pulang sudah sore ada yang mau aku omongin juga sama kakak, jangan lupa bawa makanan"
"Aku pulang ya, sudah sore. Eh iya jangan lupa makan biar cepet sembuh terus istirahat yang cukup"
"Itu mah gak di kasih tahu juga, aku lakuin sendiri"
"Salam ya buat om dan tante, bilangin kalau aku sudah pulang dan besok kesini lagi"
"Iya bawel, pulang aja sana daripada gangguin orang"
Sebelum pergi Septian mendekati Angela dan berbisik, "jangan kangen ya, dadah pacar baru."
Next............