
"Iya Nana tidak salah kok, kak Febrian juga tahu" ucap Febrian pada Nana.
"Nanti aku bersihin bajunya, sekarang minta maaf sama dia" ucap Febrian ada wanita itu sambil menunjuk kearah Nana yang sudah mulai menangis.
"Anak ini yang nabrak aku, terus bajuku yang terkena es krim. Dan sekarang kamu nyuruh aku buat minta maaf? Gila kamu ya" ucap wanita tersebut.
"Ya sudah kalau gak mau, aku juga gak akan ganti rugi" ucap Febrian.
"Kalau begitu jangan harap kamu bisa keluar dari sini, apalagi anak ini" ucap wanita tersebut sambil menunjuk Nana.
"Baik, kalau begitu keluarkan semua orang di perusahaan ini yang akan membantumu" ucap Febrian menantang.
seakan menerima tantangan, wanita itu akhirnya memanggil beberapa petinggi perusahaan.
Setelah beberapa orang tersebut datang. Febrian lalu menceritakan semuanya secara detail, namun mereka ikut menyalahkan Nana dan membela wanita tersebut.
"Mana ganti ruginya? 3 kali lipat" ucap wanita tersebut.
"10 kali lipat pun aku bayar, aku akan menyuruh orang untuk membawanya" ucap Febrian sambil menelepon seseorang yang pastinya kakaknya sendiri.
"Kak, aku dilantai satu sama Nana. Tidak sengaja Nana menabrak seorang wanita dan menyebabkan bajunya kotor, terus dia minta ganti rugi 3 kali lipat" ucap Febrian.
"Terus Nana gak kenapa-napa" ucap Septian.
"Tidak apa-apa. Cuma lagi nangis, karena dibentak terus hampir didorong, untung aku segera datang"
Setelah mendengarkan hal itu, Septian lalu beranjak turun bersama Angela yang sudah geram, setelah mendengarkan penjelasan dari suaminya.
Saat tiba di lantai satu. Wanita itu sangat kaget, bahkan beberapa orang yang baru datang tadipun ikut terkejut.
"Nana tidak apa-apa" ucap Septian menggendong Nana.
"Tidak kak, hiks" ucap Nana masih menangis.
"Ya sudah sekarang Nana masuk ikut ka Lala, nanti kak Septian yang minta maaf sama kakak yang ini" ucap Septian sambil melirik wanita itu.
Hal itu membuat wanita tersebut seperti mati kutu, karena mengetahui anak gadis serta pemuda tadi, adalah adik dari CEO baru yang tadi sempat ia bicarakan dengan temannya.
Setelah itu Angela mengajak Nana masuk ke dalam ruangan suaminya.
"Bisa tolong belikan es krim serta sebuah boneka berukuran sedang, buat adik saya" ucap Septian pada petugas salah satu petugas keamanan
"Baik, pak" ucapnya dan berlalu pergi.
"Kenapa mereka juga ada disini" ucap Septian ada adiknya, sambil melirik orang dibelakang wanita tersebut.
"Mereka orang-orang yang membenarkan perbuatan wanita itu" ucap Febrian ketus.
"Maaf tuan, maaf kami. Kami bersalah" ucap mereka terkecuali wanita tersebut.
Septian tak menghiraukannya, justru mendekati wanita itu dan lalu menunduk sambil berkata "Mohon maaf atas kesalahan adik saya, dan mohon biarkan saya mengganti kerugian nona"
Wanita tersebut semakin kaget dan juga keheranan, namun ia memilih untuk bersikap biasa saja.
"Iya, saya sudah memaafkannya, tidak usah ganti rugi. Saya permisi dulu" ucap wanita itu sambil berbalik badan.
"Tunggu, Mohon lihat ini" ucap Septian yang memberikan bukti pengiriman uang kepada rekening wanita tersebut.
"Ini untuk apa? pak"
"Ini sebagai permohonan maaf serta untuk mengganti baju nona yang kotor" ucap Septian tersenyum.
Setelah itu wanita tersebut tersenyum, merasa dirinya sudah menang, namun sepertinya ia salah setelah Septian berkata "Apa nona tidak mau meminta maaf pada adik saya?"
"Iya pak, nanti saya akan minta maaf" ucap wanita tersebut.
"Nanti? Kenapa harus nanti? dan tidak tadi saja?" ucap Septian yang membuat semua orang disana terdiam.
"Nona tahu, yang tadi nona lakukan pada adik saya bisa membahayakan mentalnya" ucap Septian menatap tajam wanita tersebut.
"Saya salah, tolong maafkan saya" ucap wanita tersebut yang sudah berlutut.
"Saya tidak butuh maaf darimu, pergi berikan es krim ini sekarang, lalu minta maaf padanya"
"Baik pak" ucap wanita itu pergi sambil membawa es krimnya.
"Jika terjadi hal seperti di manapun dan kapanpun itu. Jangan harap kalian bisa tetap berada di perusahaan ini" ucap Septian.
"Kalian ikut saya keruang rapat" ucap Septian melirik beberapa petinggi perusahaan tadi.
Sebelum rapat selesai, Septian memperkenalkan kepada mereka semua, bahwa Febrian sekarang adalah sekretarisnya.
Hal yang sangat mengejutkan semua yang disana termasuk adiknya sendiri.
Setelah rapat selesai, mereka berduapun pergi keruangan dimana Angela dan Nana berada, dengan membawa sebuah boneka.
"Adik cantiknya kak Septian lagi makan apa" tanya Septian.
"Makan es krim, dikasih kakak yang tadi" ucap Nana seperti sudah melupakan kejadian tadi.
"Ini hadiah buat adik cantiknya kakak" ucap Septian sambil memberikan boneka yang ia pegang dibalik punggungnya.
"Yeee dikasih boneka. Lucu bonekanya kayak Nana" ucap Nana kegirangan.
"Kok kak Lala gk dikasih" ucap Angela cemberut pada suaminya.
"Iya buat kak Lala, mana kak?" ucap Nana.
"kak Septian lupa, lain kali saja ya" ucap Septian tersenyum kecil.
"Gak. Maunya sekarang" ucap Angela merajuk.
"Nih, boneka ini Nana kasih kak Lala aja" ucap Nana menyodorkan boneka itu pada kakaknya.
"Kak Lala gak mau itu, kak Lala maunya dibeliin sama kak Septian sekarang" ucap Angela.
"Tapi kak Septian tadi bilang lupa, nanti aja ya kak" ucap Nana membela kakak iparnya.
"Ya sudah kak Lala ngambek aja" ucap Angela cemberut sambil melingkarkan tangan di dadanya.
Melihat Istrinya sepeti itu, Septian seperti memikirkan sebuah ide jahat.
Kemudian menyuruh Nana untuk mengajak Febrian pulang karena harus belajar.
Dan setelah mereka keluar, Septian lalu mendekatkan wajahnya pada istrinya yang sudah panik.
"Katanya mau tadi ada yang mau ngambek" ucap Septian.
"Gak ah, kamu salah denger tadi" ucap Angela semakin panik karena wajah mereka sudah semakin berdekatan.
Cup.....
Sebuah ciuman kilat dari Angela lalu berkata "Udah itu aja, gak mau ngambek-ngambekan lagi"
"Yakin gak mau lagi?"
"Gak mau"
"Ya sudah" ucap Septian hendak menjauh.
Namun tiba-tiba Angela menjatuhkan tubuh suaminya diatas sofa dan lalu menindihnya.
Dengan buasnya Angela menciumi suaminya, tanpa sadar Septian ikut membalas ciumannya sambil melingkarkan tangan pada leher sang istri.
"Nakal juga kamu sayang" ucap Septian disela-sela adegan romantisnya.
"Biarin, habis kamu gak peka sih" ucap Angela manyun yang disambut ciuman hangat dari suaminya
A few moment later.....
"Sudah dulu sayang, nanti lanjut di apartemen saja. Suamimu ini sibuk sekarang"
"Aaaah, Lagi" ucap Angela memelas.
Septian tidak menjawab dan langsung menciumi sang istri sesuai keinginannya, sampai sang istripun merasa puas atas perlakuan suaminya.
"Terima kasih suamiku yang ganteng"
"Sama-sama istriku yang suka memaksa"
"Ih kok gitu. Kalau gak mau kenapa gak bilang saja tadi, aku juga gak akan maksa"
Namun Septian tidak menjawab dan malah mencium keningnya dan berkata "Aku akan terus berusaha membahagiakanmu"
Next.....