
"Berhenti yah," ucapan seorang wanita yang berhasil menghentikan kakek Kazuki.
Lalu masuk dua orang, yaitu pak Demian beserta istrinya bu Fira.
Kemudian bu Fira berlutut di kaki tuan Kazuki dengan tangisan histeris.
"Hentikan yah, jangan sakiti mereka lagi," ucapan bu Fira dengan tangisannya.
Kakek Kazuki terkejut melihat kedatangan putri sulung beserta menantunya.
"Apa benar ucapan bocah itu, kalau gadis ini cucu-cucuku," gerutu kakek Kazuki dalam hati.
Kemudian Nana ikut berlutut dan menangis,
"Benar kek, kami cucumu," ucap Nana tersedu-sedu.
Kakek Kazuki tidak habis pikir dengan kemampuan spesial Nana.
"Ayah, maafkan Fira. Kami pergi ke keluarga Sagara bukan karena menginginkan sistem IGS. Tapi, karena Fira mencintai mas Demian, Fira tidak mau berpisah dengan mereka yah," ucap bu Fira.
"Apa ucapanmu benar?" tanya kakek Kazuki.
"Benar yah, Lisa juga sekarang bersedih, karena sudah 33 tahun belum menikah, takut ayah melarangnya juga," jawab bu Fira.
Kakek Kazuki sangat syok ketika mengetahui tentang kesulitan yang dialami putri bungsunya itu.
Sempat ia menyadari kesalahannya, namun ia marah ketika mengingat kembali masa lalunya.
"Ini semua atas kesalahan ayahmu padaku, jadi terimalah semua ini," ucap kakek Kazuki sambil menatap pak Demian.
Orang tua Septian, pak Demian serta Febrian dan Angela tidak berani membantah ucapan tersebut.
Karena ditakutkan akan terjadi hal yang lebih membahayakan bagi mereka.
Namun, berbeda dengan Septian yang saat itu masih tergeletak dilantai, tersenyum kecut saat mendengarkan tuduhan seperti itu.
"Kau salah kek. Ini semua karena rasa irimu sendiri pada kakekku," ucap Septian.
"Omong kosong apalagi yang akan kau ucapkan?" tanya kakek Kazuki.
"Aku tidak bicara omong kosong, itu kenyataannya," ucap Septian.
Mereka semua terkejut karena mendengar Septian yang terus membantah.
Entah karena mereka tidak mengetahui apa yang terjadi dulu, atau karena mereka sedang ketakutan.
Dor.......
Suara tembakan dari pistol kakek Kazuki kearah Septian.
Namun beliau panik, ketika melihat Septian bisa bergerak sangat cepat layaknya teleportasi.
INFO DULU GAES.
Teleportasi adalah pengalihan materi dari satu titik ke titik lain tanpa melewati jarak antara kedua titik. Proses ini kurang lebih instan, mirip dengan konsep apport, kata yang sebelumnya digunakan dalam konteks spiritualisme. Teleportasi digunakan secara luas dalam karya fiksi ilmiah dan fantasi.
Kata ini teleportasi diciptakan pada tahun 1931 oleh penulis Amerika Charles Fort untuk menggambarkan penghilangan aneh dan penampilan dari anomali, yang ia menyarankan agar dapat menggabungkan, Ia menggabungkan dengan Yunani pada awalan tele - (berarti jauh) dan bahasa latin verba portare (yang berarti membawa).
Kekuatan berpindah waktu dalam waktu cepat dan singkat bisa dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan teleportasi. Hanya cukup dengan memejamkan mata dan memikirkan tempat yang dituju dan kemudian berlari, dalam sekejap kamu akan berpindah tempat sesuai keinginan kamu.
Kendati demikian, para ahli belum lama ini mengatakan bahwa kemampuan berpindah tempat yang disebut dengan teleportasi seperti yang muncul di film-film fiksi ilmiah maupun fantasi, tidak mungkin terjadi di dunia nyata. ... Selama ini, manusia hanya bisa melakukan teleportasi data melalui photon di kabel optik fiber.
KEMBALI KE LAPTOP.
Setelah Septian berada di belakang kakek Kazuki, ia lalu melepaskan dan memberikan jam tangan miliknya.
"Ini adalah Kazuki overtime, penemuanmu yang sangat hebat," ucap Septian.
kakek Kazuki tidak menjawab dan melihat jam tersebut setelah mengambilnya.
Kemudian Septian melepaskan jam tangan dari putranya yang dari awal sudah tertidur.
Kemudian memberikan jam tangan tersebut kepada kakek Kazuki.
"Kalau ini Overtime Dirgantara, lebih canggih dari itu, dan sudah disempurnakan tanpa ada sedikitpun kelemahan atau dampak negetive," ucap Septian.
"Dia tidak mencurinya dariku?" tanya kakek Kazuki
"Tidak, dia tahu kalau kakek butuh puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun untuk membuat jam itu. Namun dia berhasil membuatnya setelah pembuatan sistem selesai," jawab Septian.
"Kenapa dia tidak memberitahuku dari dulu?" tanya kakek Kazuki.
"Karena kakek yang terlalu terobsesi sama sistem, bahkan kakek tega memisahkan kami demi keinginan kakek. Asal kakek tahu, ayah dan ibuku sampai kapanpun tidak akan bisa menyempurnakannya. Karena ini sudah diatur sama pembuatnya," jawab Septian.
Setelah mendengar penjelasan panjang dari Septian, kakek Kazuki akhirnya menyadari kesalahannya.
Kemudian ia meminta maaf kepada Septian dan semua orang disana.
Namun itu semua sudah terlambat. Pasalnya, kini Septian telah jatuh dan berlumuran darah di bagian perutnya.
Melihat itu, Angela menangis sangat histeris sampai Septian kecil terbangun dari tidurnya.
Septian lalu di bawa ke rumah sakit terdekat disana.
Saat mereka menunggu kabar dari Septian, Febrian berbicara dengan tatapan kosong.
"Kak Septian tidak akan selamat," ucap Febrian tanpa ekspresi.
"Apa yang kamu bicarakan Febrian?" tanya ayahnya yaitu pak Ferdian.
"Dia telah kehabisan banyak darah, tidak ada yang bisa menolongnya," jawab Febrian.
"Dia anak yang kuat, dia pasti selamat," ucap pak Ferdian.
"Apa ayah lupa, kalau dia pemilik golongan darah emas," tanya Febrian.
Mengingat golongan darah Septian yang sangat amat langka, pak Ferdian beserta istrinya terdiam.
"Maafkan aku kak, disaat aku kesusahan kau selalu jadi pahlawanku. Namun disaat seperti ini aku hanya bisa diam saja," ucap Febrian dengan tetesan air matanya.
Kemudian pak Ferdian menghampiri adiknya, yaitu pak Demian.
"Aku sudah menitipkannya padamu, kenapa kau tidak bisa menjaganya," ucap pak Ferdian sambil menarik kerah baju pak Demian.
Pak Demian tidak berani menjawab hanya terdiam tanpa sepatah katapun.
"Sudah mas, ini salah kita tidak bisa menjaganya. Jangan salahkan Demian lagi, kasihan dia," ucap Istrinya menenangkan.
Kemudian disaat mereka sedang beradu argumen dan saling menyalahkan, tiba-tiba terdengar suara yang mengacaukan mereka.
"Ma, ayo pulang," ajak Septian kecil sambil menarik-narik baju Angela.
Angela terdiam dan tidak menggubris ucapan putra kecilnya.
Kemudian Nana menghampiri dan Septian kecil dan memberitahukan kalau papanya sakit.
"Mama lagi nungguin papa yang lagi sakit, Septian pulang sama tante Nana aja yuk," ajak Nana.
"Tidak mau, Septian mau pulang sama mama sekarang. Septian mau ngobrol," jawab Septian kecil.
"Ngobrolnya sama tante saja yuk," ajak Nana.
"Gak mau, pokoknya mau ngobrol sama mama," ucap Septian menegaskan.
Angela yang pusing dengan tingkah putranya, kemudian berbicara dengan sedikit membentak.
"Mau ngobrol apa, bicara disini saja jangan bikin mama marah," ucap Angela kesal.
Septian kecil terdiam mendengar bentakan dari mamanya, yang ia tidak pernah dapatkan sebelumnya.
Kemudian Septian kecil menangis kencang dan langsung dipeluk oleh Nana.
"Kenapa mama marahin Septian?" tanya Septian kecil.
"Mama bukan marah, mama lagi sedih karena papa sakit," jawab Nana.
"Septian ngajakin pulang cuma mau bilang, kalau papa sembuhnya lama," ucap Septian kecil yang masih menangis.
Next......