My Superhero

My Superhero
Pindah Rumah



Setelah keluar dari rumah Angela, saat Septian hendak menaiki motornya tiba-tiba masuk beberapa mobil yang cukup mewah, lalu turun beberapa gadis menghampirinya yang tak lain ialah Fina, Dewi dan anak kelas lainnya.


"Kamu ngapain disini? dan sejak kapan kamu tahu rumah Angela?" ucap Fina disertakan anggukan Dewi, mereka terlihat curiga karena Septian datang sendiri tanpa mau bareng dengan mereka.


"Aku tadi gak sengaja ketemu adeknya Angela di mall dan mengantarnya pulang. jadi sekalian menjenguknya"


"Kamu gak ngampus hari ini, malah asik mall ?" sindir Fina yang terlihat kesal, karena dia awalnya tertarik pada Septian.


"Gue di skors 3 hari, udah masuk sana gue mau pulang" ucap Septian yang lalu melajukan motornya tanpa menghiraukan mereka lagi.


"Tok......tok.....tok"


Suara ketukan pintu rumah yang kemudian dibuka sama bi Minah serta menyuruh mereka langsung masuk saja ke kamarnya Angela.


Sementara Septian yang sudah sampai di apartemen terheran melihat adiknya yang tengah fokus melihat beberapa foto dikasurnya.


"Eh kak lihat hasil kerjaku beberapa hari ini" ucap Febrian sambil menunjuk beberapa foto tadi.


"Gimana kerjaanmu? apa ada hasil yang bagus?"


"Aku udah cari tahu orang ini, setelah disediki orang ini bernama Roby mantan tentara khusus namun di keluarkan karena di tuduh melecehkan seorang gadis remaja."


"Terus dia hanya orang suruhan gitu?"


Lalu Febrian menunjukan satu foto wanita sedang berada di depan sebuah perusahaan yang bernama IGS OFFICE, lalu bertanya "Apa kakak kenal orang ini? orang ini sepertinya bos dari si Roby ini"


"bu Lisa, dia dosen di kampus kakak dan juga wali kelas kakak, mana mungkin dia pelakunya"


"Aku juga gak yakin sih kak karena sepertinya dia gak pernah punya dendam sama keluarga kita, tapi aku melihat dua orang ini sering keluar masuk beberapa kali ke perusahaan IGS OFFICE"


"Itu perusahaan ayah dan om Demian yang tidak lain adalah calon mertuanya kakak"


"Berarti om Demian pelakunya kak"


"kakak juga sempat berpikiran seperti itu namun sepertinya bukan om Demian pelakunya"


"Kenapa kak bukannya buktinya sudah jelas kalau om Demian pelakunya"


"Kalau om Demian pelaku pembunuhan ayah dan ibu, mungkin saja kakak percaya dengan alasan ingin menguasai perusahaan


Kakak cuma berpikiran kalau om Demian itu di kambing hitamkan oleh pelaku aslinya, karena mana mungkin om Demian mau membunuh anaknya sendiri"


"Iya juga ya, terus siapa pelakunya apa pria dan perempuan ini"


"Ya bukanlah, bu Lisa sama pria itu cuma orang suruhan saja"


"Ya sudah kita tangkap saja lalu kita tanyakan langsung siapa pelakunya" ucap Febrian bersemangat.


"Gak bisa dek, mereka gak akan ngaku, mereka pasti dibayar mahal dan mereka punya prinsip dari pada mengaku lebih baik mereka mati, jadi gak ada gunanya cara itu"


"Terus apa langkah selanjutnya kak?"


"Tunda dulu sampai 3 hari ke depan, lusa kakak akan menikah dan mulai besok kita tinggal di rumahnya om Demian"


"Gak mendadak, kan dari dulu ayah sama ibu sudah bilang, kamu aja yang lebay"


"Oh iya satu hal lagi, ingat baik-baik jangan sampai ada orang lain yang tahu akan kemampuan kita. terus nanti kamu bantu kakak cari tahu apa kekuatan istri kakak dan juga adiknya, mengerti"


Febrian membalas "Iya kak" dengan disertai anggukan.


Setelah hari yang panjang dan melelahkan, mereka pun tertidur setelah makan malam. Hingga tak terasa hari telah berganti, dan Septian yang selalu bangun lebih dulu dan seperti biasanya dia selalu memikirkan strategi perang sebelum memulai aktivitasnya.


Ayah, ibu ternyata aku belum siap jika tanpa kalian. Aku sekarang senang bisa memenuhi keinginan kalian karena besok aku akan menikahinya, tapi kenapa kalian gak bisa hadir. Sebenarnya aku tidak merindukan kalian hanya saja aku selalu kasihan melihat Febrian yang selalu merindukan kalian. Aku juga tidak mempunyai dendam pada siapapun namun aku hanya ingin tahu jawaban dari kata "nanti juga kamu tahu" yang selalu ayah ucapkan.


Setelah bergumam cukup panjang dan akhirnya Febrian bangun, segera Septian pun mengajak adiknya pergi ke rumah om Demian untuk tinggal disana.


Setelah sampai di kediaman om Demian, Septian pun memperkenalkan Angela dan keluarganya pada Febrian.


Namun setelah sarapan dan perbincangan mereka cukup panjang akhirnya Angela menarik tangan Septian untuk mengobrol berdua di taman belakang rumah mereka.


"Kamu kenapa kok maen setuju aja pernikahannya diadakan besok" ucap Angela kesal sambil melingkarkan tangannya di dada dengan wajah sedikit cemberut.


"Emang aku harus gimana, harus nawar atau nolak"


"Ya paling enggak minta waktu kek, beberapa bulan gitu" ucap Angela yang masih kesal namun bukannya di anggap serius Septian malah menggodanya.


"Emang gak mau nih nikah sama cowok ganteng? entar kalo udah diambil orang nangis" ucap septian tersenyum merayu.


"Aku serius ihh kamu malah becanda"


"Aku juga mau nikah sama kamu serius kok bukan bercanda, hehe"


"Serius dong! kalau enggak aku kabur dari rumah, lihat aja" ancaman Angela membuat Septian berhenti merayunya.


"Mungkin kamu belum bisa nerima pernikahan ini, karena kamu punya pacar, atau apalah itu sebenarnya, Namun aku juga tahu bagi sebagian besar cewek itu nikah sama cowok yang belum ia cintai itu berat, tapi kita gak bisa berbuat apa-apa, jalanin aja dulu siapa tahu kita cocok dan emang berjodoh"


Setelah mendengarkan kata-kata mutiara dari cowok ganteng didepannya Angela terdiam sejenak karena merasa ucapannya ada benarnya juga, lalu ia memberikan senyuman licik seperti seorang tokoh Antagonis di film-film atau sinetron di dunia pertelevisian Indonesia.


"Baik aku akan menerima pernikahan ini karena aku lihat tampang kamu lumayan, terus cukup tajir dan pernah nolongin aku. Tapi ada syaratnya"


"Dih ganteng gini dibilang lumayan, emang apa syaratnya"


"Iyalah terserah, syaratnya kalau kita sudah nikah kamu jangan berani macem-macem, gak boleh nyentuh aku terus kamu harus nurut dan melakukan apapun yang aku perintahkan, setuju"


"Dih syarat macam apa itu? kamu gitu aku nanti bukan jadi suami kamu tapi jadi budak kamu kalau gitu, ya kali mau setuju"


"Gak setuju ya" ucap Angela dengan senyum menyeringai dan mendekatkan wajahnya kearah Septian.


"Iya setuju tapi, kalau kamu yang macem-macem duluan, terus nyentuh aku duluan, aku gak yakin bisa tahan godaan. jadi jangan memulai yaaaa" ucap Septian yang balik tersenyum menyeringai dan mendekatkan wajahnya kearah Angela yang perlahan mulai memundurkan wajahnya.


"Ih apaan sih dasar genit, rasain ini" ucap Angela melemparkan batu yang berada di dekat kolam di taman tersebut.


Next........