
Siang itu Brian sedang bersantai di ruangannya. Dia segera menoleh kearah pintu karena dia mendengar pintu terbuka. Brian segera berdiri saat melihat siapa yang datang.
"Ada perlu apa kau datang kesini?."
"Aku hanya mengantar surat pengunduran diri dari kekasihku."
"Kenapa kau yang mengantar ini?.. Dimana Rennata?." Tanya Brian pada laki-laki yang masuk, yang tak lain adalah Erick.
"Dia ada di rumahku.. Untuk apa kau sangat antusias mencarinya?."
"Dia tidak bisa keluar dari perusahaan ini, dia sudah menekan kontrak.. Kalau dia nekat keluar, dia harus membayar 10x lipat dari gajinya."
"Baiklah, aku akan pastikan uangnya masuk hari ini juga di rekeningmu." Ucap Erick pergi meninggalkan ruangan Brian.
Brian sangat kesal melihat Erick yang sudah keluar dari ruangannya. Tidak lama setelahnya, dia mendapat notifikasi di ponselnya. Notifikasi itu berisi pemberitahuan sejumlah uang yang masuk ke rekeningnya atas nama Erick.
"Sialan, dia benar-benar mencari masalah denganku!." Emosi Brian hingga tanpa dia sadari amarahnya membuat kekuatannya yang selama ini dia sembunyikan keluar dan membakar apa saja yang ada disekitarnya.
Orang-orang yang melihat asap keluar dari ruangan Brian segera berlarian dan memanggil pemadam kebakaran.
"Pak.. Pak.. Apakah anda didalam??." Teriak seorang karyawan didepan pintu. Karena memang pintunya dikunci dari dalam.
Bersamaan dengan pemadam kebakaran yang datang, semua media ikut datang untuk meliput.
Rennata yang kebetulan sedang menonton televisi, tidak sengaja melihat berita live tentang kebakaran hebat di perusahaan milik Brian.
"Astaga, apa yang terjadi?. Bagaimana dengan Brian?." Panik Rennata menggenggam tangannya. Entah kenapa dia sangat khawatir akan terjadi sesuatu pada Brian.
"Ren, aku pulang!." Sahut Erick yang baru datang sembari berjalan kearah Rennata. Dia sempat terdiam melihat siaran langsung tentang kebakaran di perusahaan Brian. "Apa dia semarah itu?." Sinis Erick.
"Siapa yang marah?." Heran Rennata yang menyadari kedatangan Erick.
"Ahh bukan siapa-siapa sayang. Apa kau sudah siap pergi bekerja?."
"Tentu saja, tapi apa semua akan baik-baik saja?." Khawatir Rennata.
"Tentu saja .. Nah, ayo kita berangkat." Ajak Erick menggandeng tangan Rennata.
Sesampainya mereka di kantor milik Erick, Erick langsung memperkenalkan Rennata pada semua karyawan di perusahaannya.
Mereka menyambut kedatangan Rennata di perusahaan itu, tapi tidak sedikit pula yang membenci kehadiran Rennata disana.
"Ayo semua kembali bekerja, dan kamu bisa mengikuti manajer Yuna." Ucap Erick pada Rennata. Rennata memang ditempatkan pada posisi manajer pemasaran oleh Erick.
"Baik Pak." Sopan Rennata pada Erick. Walau status Erick adalah kekasihnya, namun dikantor Erick tetaplah bosnya. Dan dia pun sudah meminta Erick untuk merahasiakan hubungan mereka pada orang-orang kantor.
Walau ada penolakan oleh Erick pada awalnya, namun akhirnya Erick mau mengikuti keinginan Rennata.
🏵🏵🏵🏵🏵🏵
Sore itu Robert pulang ke rumah. Saat menginjakkan kakinya di teras rumah, Robert merasakan hawa panas yang tak biasa.
Dia sudah mendapat firasat bahwa telah terjadi sesuatu pada kakaknya, hingga hawa panas yang hanya dimiliki kakaknya itu keluar.
Walau sangat lelah dengan segala aktifitasnya, Robert terpaksa mengeluarkan kekuatannya untuk menetralkan area disekitarnya. Dia tidak kuat untuk merasakan hawa panas itu.
"Kak.. Kau ada masalah apa?. Aku sangat benci dengan panas yang kau keluarkan ini." Teriak Robert masuk kedalam rumah dan tentu saja sambil menetralkan area sekitarnya.
"Aduh jangan begitu dong kak.. Aku kan cuma nanya, apa yang terjadi pada kakakku sayang."
"Kau masuk sana ke kamarmu.. Aku tidak ingin diganggu!."
"Aku dengar perusahaanmu terbakar kak.. Apa itu ulahmu sendiri?. Dan apa kau juga berniat membakar rumah ini?."
"Ahhh bacot banget sih kau!... Itu bukan urusanmu, sana pergi!!!."
Karena tidak ingin Brian lebih marah lagi, Robert segera berlari kekamarnya. Baru saja masuk dan berbaring dikamarnya, sebuah pesan masuk keponselnya.
"Baru juga sampe rumah, kenapa malah disuruh kumpul lagi sih." Keluh Robert setelah membaca pesan yang ternyata dari manajernya untuk segera berkumpul disebuah cafe yang dia tau ada didekat kantor agensinya.
Dengan malas, Robert berdiri dari tidurnya. Karena tidak ingin mengeluarkan kekuatannya lagi, Robert keluar dari rumah dengan kecepatan yang bahkan melebihi kecepatan apapun yang ada dibumi.
Sebenarnya semua bangsanya dapat melakukan hal itu, dan bahkan di planetnya mereka hanya melakukan itu untuk pergi kemanapun.
Karena lupa bahwa dia sedang dibumi, Robert pergi kecafe tanpa menggunakan motornya dan menggunakan kekuatannya.
"Astaga, lupa kalau lagi di bumi!.". Ucap Robert berhenti didepan cafe.
Robert segera masuk kedalam. Disana dia hanya melihat Reyhan yang tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Sini Kak." Panggil Reyhan yang ternyata sudah sampai terlebih dahulu.
"Apa kau tau kenapa kita disuruh kumpul lagi?." Tanya Robert setelah dia duduk didepan Reyhan.
"Aku juga gak tau kak.. Kita tunggu manajer saja."
Taklama semua datang satu persatu dan terakhir datang manajer mereka bersama seorang anak laki-laki yang terlihat paling muda diantara mereka.
"Maaf membuat kalian menunggu dan menyuruh kalian berkumpul lagi."
"Tidak apa-apa manajer."
"Kenalin semua, ini anggota terakhir kalian. Silahkan kenalan."
"Sore semuanya. Aku Mark, dan aku berumur 16 tahun. Mohon bimbingannya." Salam anak laki-laki yang datang bersama manajer mereka tadi.
Setelah mereka semua berkenalan, walau masih terlihat agak canggung, mereka sudah tertawa dan membiasakan diri.
"Nah karena semua sudah kaling kenal, sekarang ayo kita putuskan siapa yang bakal bertanggung jawab pada grup ini dan menjadi leader." Ucap manajer yang membuat semua menatapnya.
"Bagaimana kalau kak Robert saja, karena selain dia yang paling dewasa, dia juga memiliki visual yang sangat tampan."
"Bagaimana Robert?."
"Ahh aku sih oke-oke aja, tapi apa semuanya juga nerima aku jadi leadernya?."
Semua mengangguk dan setuju dengan Robert menjadi pemimpin grup. Dan mulai saat itu Robert menjadi pemimpin grup sekaligus kakak bagi anggota grupnya.
BERSAMBUNG.....
Story by Ferlind Kim
Selesai baca divote sama komentarnya ya all.. biar author semangat lanjutinnya 😊☺