MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND

MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND
Episode 35



Setelah si kembar tertidur di box bayi, Brian dan Rennata bisa bernafas lega lalu merebahkan tubuh mereka di atas ranjang. Brian pun menarik tubuh Rennata agar lebih dekat dan memeluknya.


"Ada apa?. Kenapa tiba-tiba sangat manja?." Menatap wajah Brian yang tepat berada di depan wajahnya.


"Aku hanya merindukanmu. Dan aku sangat merasa bersalah sudah menelantarkanmu."


"Sudahlah, jangan diingat lagi. Yang penting jangan pernah di ulang lagi."


"Oh iya, kenapa kamu menjauh dari kak Richard?."


"Menjauh?. Aku tidak menjauh dari kak Richard."


"Aku tadi bertemu dengannya, dan dia bilang kamu membencinya. Apa karena dia membuatku masuk rumah sakit?."


"Aku memang sempat marah padanya, tapi aku tidak pernah bilang bahwa aku membencinya."


"Jangan marah lagi pada kak Richard. Apa yang dia lakukan sudah benar. Aku memang pantas mendapatkan hal itu. Dan lagi dia tidak memberitahu oranglain, kan?."


"Hmmm, aku akan menemuinya besok."


Brian tersenyum lalu mencium seluruh wajah istrinya itu. Dia pun tidur dengan memeluk Rennata.


Keesokan harinya, Rennata pergi mencari Richard kakak iparnya untuk minta maaf atas apa yang dia lakukan. Dia pun menemukan Richard yang sedang berbincang dengan beberapa pengawal. Tanpa pikir panjang, dia mendekati Richard lalu memberi salam.


Richard yang kaget melihat kedatangan Rennata itu pun terdiam lalu kemudian meminta semua pengawal meninggalkannya berdua dengan Rennata.


"Kenapa kakak terlihat kaget begitu?." Tanya Rennata saat dia hanya tinggal berdua dengan Richard.


"Ahh tidak."


"Aku minta maaf atas sikapku pada kakak sebelumnya, aku terlalu terbawa emosi."


"Apa kau menemuiku karena hal itu?. Kau tidak salah, justru seperti yang kau tau akulah yang salah karena membuat Brian seperti itu."


"Tidak kak. Aku benar-benar minta maaf untuk itu. Kakak jangan menghindar lagi, kembalilah seperti biasanya."


"Mmm, aku juga minta maaf atas apa yang telah ku lakukan."


"Sekarang kita lupain aja semua itu kak."


"Baiklah. Lalu kenapa kau berjalan sendirian?. Bagaimana dengan Naela dan Narendra?."


"Mereka kutitipkan pada Brian."


"Kembalilah ke kamarmu. Jangan meninggalkan mereka terlalu lama."


"Iya, Kak."


Rennata pun pergi meninggalkan Richard dan berjalan kembali menuju kamarnya. Saat didepan aula kerajaan, dia melihat semua orang sedang sibuk mengurus untuk acara yang akan dilakukan besok. Dimana akan diadakannya pesta atas kelahiran Naela dan Narendra.


Pandangan Rennata terhenti saat melihat kedua orangtuanya yang sedang mengobrol dengan kedua orangtua Brian. Karena sangat merindukan ayah dan ibunya, Rennata spontan berlari masuk mendekati mereka.


"Ayah, Ibu!." Panggil Rennata sembari memeluk kedua orangtuanya.


"Renna, jangan berlari seperti itu. Kamu kan baru melahirkan beberapa hari yang lalu. Jika terjadi sesuatu bagaimana?." Omel Rose pada putrinya itu.


"Aku baik-baik saja, Bu." Senyum Rennata.


"Dimana Rendra dan Naela?."


"Kami berencana akan kesana saat semua ini selesai."


"Kita pergi sekarang saja." Ajak Rennata menarik tangan kedua orangtuanya, tidak lupa dia juga mengajak kedua orangtua Brian untuk ikut ke kamarnya.


Mereka pun akhirnya mengikuti Rennata ke kamar untuk menemui si kembar. Rennata tidak henti-hentinya memeluk ibu dan ayahnya.


Dikamar, Brian yang sedang menggendong kedua bayi kembarnya itupun menyambut kedatangan mertua dan orangtuanya. Dia segera menyerahkan kedua bayinya itu pada orangtua Rennata.


"Mereka berdua sangat tampan dan cantik." Ucap ayah Rennata yang disetujui semua yang ada disana.


Naela dan Narendra pun dibawa keluar oleh orangtua Rennata dan Brian. Sedangkan Rennata dan Brian memilih tinggal di kamar.


"Kamu belum mandi kan?. Pergilah mandi sekarang, bukankah kamu harus ke bumi juga?." Tanya Rennata sembari menyikat rambutnya.


"Aku tidak akan kembali ke bumi jika tidak bersamamu, masalah kantor pun sudah kuberikan pada wakilku."


"Baiklah. Kalau begitu pergilah mandi sekarang. Aku juga mau mandi."


"Kalau begitu kita mandi berdua saja." Senyum Brian.


"Jangan berfikir yang aneh-aneh. Aku belum bisa melakukan hal yang kamu inginkan. Aku barusaja melahirkan."


"Siapa juga yang mikir aneh-aneh. Aku juga tau kalau kita belum boleh melakukan hubungan suami istri. Tapi selain itu kan tidak apa-apa."


"Apa yang ingin kamu lakukan?."


"Sudahlah, nanti kamu juga tau. Sekarang ayo kita ke kamar mandi." Tarik Brian memaksa Rennata ke kamar mandi.


Rennata yang memang tidak bisa melawan itu hanya mengikuti Brian ke kamar mandi. Brian pun tidak lupa mengunci pintu kamar mandi saat dia sudah berada disana.


Sebelum melepaskan pakaiannya, Brian terlebih dulu mencium lembut bibir milik Rennata. Selagi mulutnya sibuk dengan mulut Rennata, dia pun mulai melepaskan satu persatu pakaian milik Rennata.


Rennata pun tidak mau kalah dengan Brian, dia juga mulai melucuti seluruh pakaian Brian. Tidak butuh waktu lama mereka berdua sama-sama sudah terbawa nafsu, namun Brian tentu saja dengan sekuat tenaga menahan hasratnya untuk menusuk istrinya itu.


Brian pun berhenti dengan bibir istrinya itu, dia menatap Rennata sejenak lalu kembali memulai aksinya.


"Sekarang ini ada isinya, ya?." Tunjuk Brian pada gunung milik Rennata yang lebih besar dari biasanya.


"Heem.. Apa kamu mau mencobanya, bayi besarku?."


"Bolehkah?." Senyum Brian memainkan tangannya di area gunung kembar itu.


"Cobalah, baby."


Tanpa pikir panjang, Brian langsung menerkam salah satu gunung kembar tersebut. Dan hal itu tentu saja membuat Rennata semakin merasakan kenikmatan.


Hampir satu jam lebih mereka habiskan dikamar mandi. Akhirnya mereka selesai dan keluar darisana.


Setelah memakai pakaian yang rapi, mereka berdua pun keluar dari kamar untuk menyusul kedua orangtua mereka. Seperti dugaan mereka, Naela dan Narendra sedang menangis di gendongan kakek dan neneknya.


Rennata pun langsung mengambil salah satu anaknya dan menyusuinya di tempat yang sepi dan tertutup. Taklama, Brian masuk dengan membawa bayinya yang lain untuk disusui oleh Rennata.


"Apa susunya masih ada?." Tanya Brian.


"Tentu saja masih ada."


Brian pun mengambil Naela yang sudah kembali tertidur setelah minum susu dan menyerahkan Narendra.