MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND

MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND
Episode 17



Malam itu Renata sedang berjalan-jalan di pinggir pantai sembari menikmati suara ombak yang menghantam batu karang. Karena memang belum terlalu larut, masih banyak pasangan-pasangan yang sedang memadu kasih maupun orang-orang yang hanya berjalan-jalan seperti dirinya.


Sedangkan disisi lain, Brian sudah menyelesaikan meetingnya. Dia yang sudah diminta Renata untuk menjemputnya, barusaja sampai dirumah kediaman keluarga Renata.


Dia langsung disambut oleh orangtua Renata yang ternyata sedang duduk diluar rumah sembari menikmati suasana malam.


"Renna gak ada didalam, Brian. Dia pergi ke pantai."


"Baiklah, ayah.. Aku akan menemui Renna dulu."


Brian meninggalkan pekarangan rumah dan berjalan menuju pantai. Sepanjang jalan, banyak orang-orang yang menatapnya, terutama para wanita.


Tidak butuh waktu lama bagi Brian menemukan Renata, dia segera melihat sosok wanitanya itu sedang berdiri menatap laut yang memancarkan cahaya bulan.


Brian langsung mendekati Renata dan memeluknya dari belakang. Renata tentu saja kaget dan reflek menoleh kebelakang.


"Brian!!.. Kau mengagetkanku saja." Memukul Brian pelan.


"Maaf baby..." Senyum Brian.


"Kau pasti belum mandi kan?."


"Aku barusaja sampai dan langsung kesini. Tentu saja aku belum mandi."


"Kalau begitu ayo kita pulang."


"Sebentar lagi, kita jalan-jalan dulu disini."


Brian melepas pelukannya pada Renata dan beralih mengenggam tangan Renata sembari berjalan berdampingan. Terlihat senyum kebahagiaan diwajah mereka berdua.


"Apa kau pernah mencintai seseorang sebelumnya, Brian?." Tanya Renata.


"Pernah, dulu sekali. Memangnya kenapa?."


"Apa dia manusia sepertiku?."


"Ya.. Dia sama sepertimu. Tapi aku tidak sampai menikah dengannya, kaulah wanita pertama yang akan jadi istriku."


"Lalu apa yang terjadi pada wanita itu?"


"Mm.. Dia meninggal. Kau tau sendiri, kalau umur manusia dan kami itu jauh berbeda."


"Kau tidak takut?."


"Takut apa?."


"Aku suatu saat pasti akan meninggal juga, bahkan aku akan terlihat tua nantinya."


"Aku pasti takut kau tinggalkan.. Namun aku akan menerima semuanya, walau itu menyakitkan bagiku kehilanganmu. Aku tidak begitu percaya namanya reinkarnasi. Tapi aku akan menunggumu di kehidupanmu selanjutnya."


"Kau tidak akan menikah lagi?."


"Aku akan menikah lagi denganmu nantinya."


"Bagaimana kau akan tau kalau itu benar-benar aku?."


"Aku pasti akan tau kalau itu kamu dengan sekali lihat."


"Aku bisa pegang ucapanmu kan?."


"Tentu saja."


"Baiklah.. Kalau begitu sekarang ayo kita pulang. Kau harus membersihkan dirimu."


"Ayo kita pulang. Naiklah kepunggungku, aku ingin menggendongmu." Tiba-tiba berjongkok didepan Renata.


"Ish apa-apaan sih, Brian. Malu tau."


"Ayo naik.. Aku tidak akan pulang sebelum kau naik ke punggungku." Paksa Brian.


Renata terpaksa mengikuti ucapan Brian. Dia naik kepunggung Brian dan digendong oleh Brian. Awalnya dia malu, namun lama kelamaan dia merasa nyaman dan menyenderkan kepalanya dipundak Brian.


Renata menolak, karena dia sudah mandi dari sore tadi.


"Aku tidak akan mandi jika kau tidak ikut mandi." Ucap Brian.


"Tapi aku sudah selesai mandi, Brian."


"Aku tidak mau tau."


"Kau mandilah sendiri.. Habis itu aku akan melayani mu. Aku janji."


"Benarkah?." Semangat Brian.


"Iya, makanya kau mandi sana cepat."


Tanpa pikir panjang, Brian masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya dengan hati senang. Dia sudah tidak sabar untuk menerkam Renata.


Saat keluar dari kamar mandi, dia melihat Renata yang sedang membersihkan make upnya.


"Tunggu.. Aku akan membersihkan riasanku dulu." Ucap Renata menyadari Brian yang mendekat.


Brian yang sudah tidak sabaran itu tentu saja tidak memperdulikan ucapan Renata. Dia segera mengangkat tubuh Renata dan membawanya ke ranjang.


Renata yang memakai piyama tipis itu langsung jatuh diatas ranjang setelah Brian menjatuhkannya. Bak binatang buas yang mendapatkan mangsanya, Brian menyobek pakaian Renata hingga terlihatlah tubuh Renata yang mulus dan ramping.


"Santai Brian.. Kenapa kau malah merobek pakaianku?."


Brian yang seakan tidak mendengar ucapan Renata, mulai melancarkan aksinya hingga membuat Renata kewalahan. Padahal dia sudah sering melakukannya bersama Brian, tapi setiap melakukannya, dia pasti langsung tidak berdaya dengan keganasan Brian.


Semakin lama, Brian semakin agresif dan mereka sudah melakukan beberapa ronde dalam berbagai posisi. Tapi Brian seakan-akan tidak pernah puas dan terus melancarkan aksi-aksinya.


Malam itu dilewati Renata dan Brian dengan penuh gairah. Sampai akhirnya keduanya sama-sama tumbang dengan bercucuran keringat.


"Hah hah.. Terimakasih baby.. Kau sudah membuatku sangat puas malam ini." Ucap Brian memeluk Renata dan terakhir menciumnya.


"Kali ini benar-benar berbeda dengan biasanya, kau harus tanggung jawab jika besok aku tidak bisa berjalan."


"Aku akan menggendongmu, baby."


Renata akhirnya tertidur dalam pelukan Brian, begitu juga dengan Brian yang ikut tertidur.


Esok harinya, mereka terbangun hampir tengah hari. Brian yang bangun lebih dulu mengucek matanya dan melihat Renata masih terpejam dihadapannya.


Sebelum dia turun dari ranjang, dia mencium kening Renata terlebih dahulu. Lalu dia berjalan kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tak lama, Renata juga terbangun dan saat menyadari tubuhnya masih tidak menggunakan apa-apa selain selimut, dia segera meraih pakaian dalamnya dan memasang kemeja Brian yang tergeletak di atas sofa.


"Kau sudah bangun ternyata. Kenapa tidak masuk saja kekamar mandi, padahal pintu kamar mandi tidak ku kunci." Ucap Brian keluar dari kamar mandi dan mendapati Renata duduk di sofa.


"Justru aku sengaja menunggumu keluar, kalau tidak nanti kejadian semalam akan terulang lagi."


Brian tersenyum mendengar ucapan Renata.


"Kalau begitu pergilah bersihkan dirimu, habis itu kita pergi untuk fitting gaun pengantin nantinya."


"Baiklah.. Aku akan mandi. Kau siap-siap saja dulu."


Renata masuk kekamar mandi dan tidak lupa mengunci pintunya. Dia tidak ingin Brian menyelinap masuk.


Sementara Renata mandi, Brian yang sudah rapi keluar dari kamar dan pergi ke lantai bawah.


"Kamu makan dulu sana Brian, Ibu sudah menyiapkan masakan buat kalian." Perintah ibu Renata yang sedang duduk sembari menonton tv.


"Makasih bu." Brian berjalan ke meja makan dan mengambil piring yang sudah tersedia disana.


Saat Brian sedang makan, Renata turun sembari mendekati Brian. Tanpa ada ucapan apa-apa, mereka sibuk dengan makanan mereka masing-masing.


Selesai makan, mereka berdua pamit untuk pergi kekota lagi. Karena ada banyak jadwal untuk mereka lakukan hari ini.