MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND

MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND
Episode 41



Seminggu lagi, si kembar berumur 1 tahun, sudah banyak hal Rennata dan Brian lalui dalam mengurus kedua bayi mereka. Ditambah lagi berbagai macam kekacauan yang telah si kembar lakukan dengan banyaknya kekuatan yang mereka miliki mampu membuat Rennata dan Brian kewalahan.


"Aku sudah menemukan konsep yang akan kita buat untuk merayakan ulangtahun si kembar nanti." Ucap Rennata setelah mereka selesai sarapan.


"Aku serahkan semua padamu, sayang." Senyum Brian yang memang menyerahkan segalanya pada istrinya itu.


Saat mereka tengah mengobrol itu, mereka mendengar tangisan yang keras dari kamar si kembar. Dengan cepat, mereka segera berlari ke kamar untuk menenangkan buah hati mereka itu. Karena terlambat sedikit saja, pasti akan terjadi kekacauan yang akan dilakukan Rendra dan Naela.


Saat mereka sampai di kamar tersebut, mereka hanya menemukan Rendra yang menangis di ranjang bayinya, dan mereka tidak melihat Naela di kamar itu. Dengan panik, Rennata mencari keberadaan putri kecilnya itu sembari memanggil-manggil namanya. Namun semua nihil, karena dia tidak menemukan Naela dimana pun.


Rennata sudah tidak menahan airmatanya lagi, dia menangis dengan kencang karena tidak menemukan putrinya itu. Brian yang juga ikut panik itupun segera mengeluarkan kekuatannya untuk melihat apa yang terjadi pada putrinya. Dia sangat keget ketika melihat seorang laki-laki membawa putrinya lalu menghilang begitu saja.


"Sepertinya putri kita diculik, dan yang melakukannya bukan manusia, dia dari bangsaku." Ucap Brian dengan wajah yang sudah sangat marah.


"Lalu bagaimana?, apa kau tau siapa pelakunya?." Tanya Riana di sela-sela tangisnya.


"Aku tidak mengenalnya, tapi aku akan mengirimkan informasi ini ke kerajaan."


Brian pun memeluk Rennata yang masih menangis itu, dia tentu saja juga merasakan apa yang dirasakan oleh Rennata. Orang tua mana yang akan tenang saja jika anaknya menghilang.


Seluruh keluarga segera berkumpul di rumah Brian setelah mendapat berita itu, mereka semua sibuk melakukan berbagai hal agar tau siapa orang yang telah menculik Naela. Hingga kemudian datanglah Micko yang merupakan adik Brian.


"Apa kakak benar-benar sudah membunuh orang yang telah melukaiku dulu?." Tanya Micko pada Brian yang mampu mencuri perhatian semua orang yang ada disana.


"Aku sudah sangat yakin dengan hal itu, memangnya kenapa?." Jawab Brain yakin dengan apa yang dia lakukan dulu.


"Setelah melihat ingatan yang kakak kirim itu, aku sangat yakin jika laki-laki yang ada disana adalah orang yang sama dengan laki-laki itu."


"Tidak mungkin, karena aku benar-benar sudah membunuhnya."


"Ayah rasa adikmu ada benarnya, Brian. Ayah akan mencoba mencari keberadaannya."


Brian tentu saja semakin kesal dengan fakta yang di dengarnya, dan dia juga sangat heran bagaimana mungkin orang yang telah dibunuhnya bisa hidup lagi. Bahkan keluarganya saja yang memiliki hal istimewa itu tidak bisa melakukan hal itu.


Riana yang juga mendengar hal itu semakin panik jika terjadi hal buruk pada Naela, bisa saja Naela dibunuh oleh orang itu.


"Ayah sudah menyuruh semua prajurit untuk mencari keberadaan orang itu, dan kau juga harus menyebarkan berita ini agar semua orang di bumi juga ikut membantu dalam menemukan putrimu." Ucap William.


"Aku akan menelfon seorang reporter untuk menyebarkan berita ini." Ucap Robert yang juga ada disana.


*******


Hari pun berlalu dengan cepat, sudah 2 hari Naela menghilang. Dan walaupun beritanya sudah menyebar kemana-mana, tapi keberadaan Naela masih belum di temukan. Rennata pun juga mulai stres memikirkan dimana anaknya, bahkan dia juga tidak nafsu makan dan hanya mengurung dirinya di kamar sembari terus memeluk selimut putrinya.


Brian pun segera menyerahkan Rendra pada ibunya yang memang masih berada disana bersama anggota keluarga yang lain.


"Kau mau kemana, Brian?." Tanya William sang ayah melihat Brian yang terburu-buru.


"Aku sudah mendapatkan dimana Naela berada, dan aku akan menjemputnya kesana."


"Jangan pergi sendiri, itu sangat berbahaya. Sudah jelas motifnya adalah ingin balas dendam padamu."


"Dia ingin aku datang sendiri, jadi aku akan kesana, Yah. Apapun resikonya aku harus menyelamatkan putriku, walaupun nyawaku taruhannya."


Tanpa mendengar apa-apa lagi, Brian segera menggunakan kekuatannya untuk segera kesana. Wlliam yang membaca ingatan Brian itupun juga mengirimkan telepati kepada seluruh prajuti di kerajaannya untuk mengikuti Brian secara diam-diam.


Brain pun sampai di sebuah hutan setelah mengikuti instruksi tempat dimana Naela berada. Namun disana dia bertemu dengan seorang pria yang tentu saja dia kenal. Dia adalah pria yang telah dia dibunuh di masa lalu.


"Kita ketemu lagi, Brian Ehner." Senyum pria itu di depan Brian.


"Kenapa kau bisa ada disini?, aku sudah yakin membunuhmu saat itu."


"Kau pikir semudah itu membunuhku?. Tidak Brian, kekuatanku jauh lebih tinggi darimu."


"Siapa kau?, kenapa kau selalu menggangguku?."


"Tanyakan saja pada orang tuamu, apa yang telah mereka lakukan padaku. Dan aku juga tidak melakukannya padamu saja, tapi pada seluruh keturunan William Ehner."


"Brengsek, aku tidak ingin mendengarkan apapun ocehanmu, sekarang dimana putriku?."


"Hahahah, dasar bodoh. Aku tidak akan menyerahkannya padamu, karena aku akan membunuhmu. Itulah tujuanku, dan setelah kau ku bunuh, aku akan membunuh putrimu."


Brian yang sudah tersulut emosi itu pun segera berlari untuk menghajar pria yang ada di hadapannya. Namun berapa kali pun dia mencoba menyerangnya, pria itu selalu bisa menghindar dan malah berbalik menyerangnya hingga membuatnya terluka cukup parah.


Untung saja saat Brian mulai sekarat dan tak sadarkan diri, semua prajurit yang mengikutinya segera datang dan melawan pria tersebut. Brian juga langsung dibawa pergi setelah mereka menemukan keberadaan Naela.


Kini Brian dan Naela sudah berada di rumah, semua pun panik melihat kondisi Brian yang sangat parah. Dengan cepat, mereka membawa Brian ke planet asal mereka untuk segera di obati. Rennata yang mendengar keributan di bawah itu pun segera keluar dari dalam kamar.


Dia segera berlari ke bawah saat melihat Naela yang berada di gendongan Micko. Dengan menangis, dia menggendong Naela dan terus menciumnya. Belum kering airmatanya, dia pun mendengar apa yang terjadi pada Brian. Dia pun kembali menangis karena hal buruk yang menimpa keluarganya.


"Sebaiknya untuk saat ini kamu dan anak-anak kembali tinggal di istana, Na." Saran Jane yang sangat mengkhawatirkan kondisi menantu dan cucu-cucunya.


Tanpa menjawab Riana hanya mengangguk setuju ,bagaimana pun dia memang tidak mungkin bersikeras tinggal disini. Karena dia pun berfikir jika tempat paling aman baginya dan anak-anak memang adalah di istana.


Hari itu juga, Rennata dan anak-anaknya dibawa pulang ke istana. Dan demi keamanan rumah, William meminta beberapa pengawal istana untuk menjaga rumah milik Brian dan juga milik Robert. Karena bisa saja, Robert akan menjadi target.