MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND

MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND
Episode 19



Brian, Renata dan Mark sampai di rumah kediaman keluarga Renata dan Mark. Mark yang sudah lama tidak pulang segera keluar dari mobil dan berlari ke dalam rumah.


Renata dan Brian hanya tersenyum melihat tingkah Mark. Mereka pun mengikuti Mark dari belakang dan masuk ke dalam rumah.


"Ibu!!.." Teriak Mark saat melihat ibunya sembari memeluk sosok ibunya itu.


"Mark!.. Sayang. Duh ibu kangen banget sama kamu." Membalas pelukan Mark.


"Maaf aku gak bisa nemuin ibu sama ayah terus." Sedih Mark.


"Tidak apa-apa.. Kami tau kamu sibuk."


Mereka semua duduk di kursi ruang tamu setelah di ajak Rose ibu dari Renata dan Mark.


"Bu.. Malam ini aku sama Brian nginap disini lagi ya?." Ucap Renata.


"Kenapa harus izin sama ibu?. Kalian boleh tinggal disini sampai kapan pun. Ini kan juga rumah kalian."


"Ayah mana, Bu?." Tanya Mark tidak melihat keberadaan ayahnya.


"Belum pulang kantor. Paling bentar lagi pulang."


"Kamu bakal nginap kan Mark?." Tanya Renata.


"Iya kak.. Besok pagi kak Robert yang jemput."


"Kamu gak ajak Robert sekalian nginap disini?." Usul Renata.


"Emang boleh?."


"Tentu saja.. Coba hubungi dia."


Mark mengeluarkan ponselnya dan menelfon Robert. Setelah tersambung, Mark segera mengatakan maksud dia menelfon.


"Halo kak."


"Iya halo, Mark.. Kau sekarang dimana?." Tanya Robert dari seberang telfon.


"Aku di rumah kak.. Apa kakak ada jadwal malam ini?."


"Enggak Mark.. Ini aja udah mau balik ke rumah."


"Kalau gitu kakak kesini aja.. Nginap di rumah aku.. Disini juga ada kak Renna sama kak Brian."


"Bolehkah?." Semangat Robert.


"Boleh kak.. Aku shareloc ya kak."


"Oke."


Telfon dimatikan dan Mark segera mengirim lokasi rumahnya pada Robert.


"Aku ke kamar dulu ya, Bu?.." Ucap Renata berdiri dari duduknya.


"Iya.. Kamu ganti pakaian dulu sana."


Renata hanya mengangguk. Dia berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah kamarnya di lantai dua.


"Daritadi sibuk banget kayaknya, Brian." Ucap Rose melihat Brian yang daritadi sibuk memainkan ponselnya.


"Eh iya nih bu... Masih ada pekerjaan dikit." Senyum Brian.


"Kamu ibu bikinin kopi ya?."


"Iya bu, makasih."


Sedangkan Renata yang sampai dikamarnya segera meletakkan tasnya di lemari tas khususnya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah mandi dia memakai pakaiannya dan berbaring di kasur. Dia ingin tidur untuk sebentar saja.


Saat mulai tertidur, dia merasakan pelukan di pinggangnya. Dia yang sudah tau itu adalah Brian, berbalik dan membuka matanya.


"Apa kamu mengantuk?." Tanya Brian tepat berhadap-hadapan dengan Renata.


"Aku ingin tidur sebentar saja."


"Tidurlah kalau begitu. Aku akan mandi dan mengganti pakaian. Selamat tidur baby." Mencium kening, pipi, dan terakhir bibir Renata.


Renata hanya tersenyum menatap Brian lalu kembali memejamkan matanya. Dia merasa sangat beruntung bisa memiliki Brian dan selalu diperlakukan spesial olehnya.


Brian yang sudah memastikan Renata tertidur itupun dengan pelan turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi.


Langkahnya terhenti saat melihat sebuah mobil yang dia kenal masuk ke halaman rumah. Dia berjalan mendekati mobil tersebut dan menunggu pemilik mobil keluar.


"Kenapa kau kesini?." Tanya Brian pada pemilik mobil yang ternyata adalah Erick.


"Hei Brian.. Udah jangan tegang gitu.. Aku cuma mampir karena kangen sama mom dan dad."


"Hmm.. Baiklah."


"Bagaimana persiapan pernikahanmu?."


"Semua udah beres.. Tinggal resepsi doang."


"Apa kalian juga adain disini?."


"Aku pengennya juga di adain disini, tapi Renata nolak."


"Wajar ajasih.. Dia pasti capek juga ngadain banyak pesta. Aku bakal ke dalam, kau tidak ikut?".


"Tidak.. Aku masih ada sedikit pekerjaan.. Kau masuk saja sendiri."


Erick meninggalkan Brian dan masuk ke dalam rumah. Di dalam dia mencari keberadaan ibu Renata.


"Mom." Panggil Erick saat dia melihat ibu Renata keluar dari kamar.


"Astaga anakku Erick.." Menghampiri Erick dan memeluknya. Dan mereka pun saling berpelukan. "Kamu kemana aja gak pernah main kesini lagi?."


"Aku lagi sibuk akhir-akhir ini Mom.."


"Ayo kita duduk dulu."


Mereka berdua asyik mengobrol hingga tidak terasa hari sudah sore.


Renata yang terbangun karena suara berisik di ruang tamu itu pun bangun dari ranjangnya dam berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Setelah itu dia berjalan keluar kamar dan menuju ke ruang tamu untuk melihat dengan siapa ibunya mengobrol. Karena dia sudah bisa menebak itu bukanlah Brian.


"Lho Erick!.. Tumben main kesini." Ucap Renata saat sampai di ruang tamu dan melihat Erick sedang mengobrol dengan ibunya.


"Aku tadi pulang ke rumah, trus ke inget mom sama dad, makanya mampir kesini." Jelas Erick.


"Baiklah.. Oh ya, Bu.. Brian mana?."


"Dia tadi keluar, mungkin di gazebo."


"Aku keluar kalau gitu bu."


Renata meninggalkan Erick dan ibunya, lalu berjalan keluar rumah. Benar saja kata ibunya, Brian ada di gazebo dan sedang fokus dengan laptopnya.


"Baby." Memeluk Brian dari belakang. Karena memang posisi Brian yang menyender membelakanginya.


"Eh, kamu udah bangun?. Sini duduk." Ajak Brian.


"Kerjaannya masih banyak?." Tanya Renata berjalan naik ke gazebo dan duduk disebelah Brian.


"Dikit lagi sih."


"Kita ke pantai yuk?.. Liat sunset."


Brian yang tidak bisa menolak ajakan Renata hanya menginyakan ajakan Renata. Dia menutup laptopnya dan mengajak Renata berdiri.


Saat mereka mulai berjalan keluar pekarangan rumah, mereka dihampiri Erick.


"Kalian mau kemana?." Tanya Erick.


"Kepo banget sih. Mau kemana kita itu bukan urusanmu." Sewot Brian.


"Kami mau ke pantai, Rick."


"Ikut ya?." Semangat Erick.


"Ngapain juga ikut-ikut.. Gak usah.."


"Gak usah berantem.. Kalau mau ikut ayok.."


Akhirnya Erick ikut ke pantai bersama Renata dan Brian. Di sepanjang perjalanan, Brian terlihat kesal dan hanya diam. Berbeda dengan Erick yang terlihat bersemangat dan selalu menggoda Brian.


Di pantai, mereka bertiga duduk di pasir pantai sembari menunggu sunset. Renata yang berada di tengah-tengah Erick dan Brian terlihat fokus memandangi lautan yang luas.