MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND

MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND
Episode 20



Hari ini merupakan hari bahagia bagi Renata dan Brian. Karena mereka akan melangsungkan pernikahan. Sejak pagi Renata sudah sibuk menyiapkan semuanya. Dia juga sudah dirias dan tinggal memakai gaun pengantinnya.


Acara akan dilangsungkan disebuah gedung yang sudah Brian sewa sebelumnya. Di kediamannya, Brian sudah siap untuk berangkat ke gedung tempat acara akan berlangsung.


Seluruh keluarga Brian juga sudah datang sejak semalam. Bahkan Robert juga menginap di rumah Brian. Adiknya itu sudah mengosongkan jadwalnya dan juga mengajak seluruh membernya untuk hadir di acara.


Brian menyuruh sopir pribadinya untuk menjemput Renata dan kedua orangtuanya di hotel yang disewa oleh Brian untuk Renata dan kedua orangtuanya. Dia juga menyuruh agar Renata langsung dibawa ke gedung acara.


Renata yang sudah selesai memakai gaun pengantin itu pun menunggu jemputan sembari jantungnya yang mulai berdebar kencang. Dia sangat gugup sekaligus senang untuk memulai acara pernikahannya.


Tidak menunggu lama, jemputan pun datang. Renata beserta orangtuanya segera keluar dan langsung saja naik ke dalam mobil. Mobil segera melaju ke arah gedung tempat acara akan berlangsung.


Setelah semua berkumpul, acara pun dimulai. Semua tamu tertegun menatap ke arah Renata saat dia mulai masuk dan berjalan menuju Brian. Karena memang sosok Renata yang sangat cantik dan anggun.


Brian tidak dapat menahan senyumnya melihat kecantikan Renata. Dia mengulurkan tangannya saat Renata sudah berada di dekatnya. Janji sumpah pernikahan pun juga berjalan lancar.


Semua tamu undangan mulai menyantap hidangan yang disediakan. Satu persatu orang juga mulai mendekati Brian dan Renata untuk memberikan selamat pada mereka.


Tidak sedikit juga yang memuji kecantikan Renata. Bahkan beberapa rakyat dari planet asal Brian, mengakui betapa cantiknya istri pangeran ke enam itu.


Mark dan Robert juga tampil untuk menyumbangkan lagu pada Brian dan Renata. Pandangan semua orang teralihkan pada mereka berdua, karena suara mereka yang sangat merdu.


"Apa Erick tidak datang?." Tanya Brian yang tidak melihat Erick sejak tadi.


"Tumben nyariin Erick, kalau ketemu aja berantem terus."


"Bukan gitu, kita kan udah undang dia, masa dia gak datang."


"Mungkin dia ada kepentingan lain."


"Ehem." Dehem seorang pria dari belakang Renata dan Brian.


"Panjang umur juga ni anak." Ucap Brian saat melihat Erick yang berdiri dibelakang mereka.


"Jadi kalian ngomongin aku dibelakang?."


"Bukan, ini tadi si Brian nyariin kamu." Jelas Renata.


"Tumben.. Kangen ya?." Goda Erick.


"Idih.. Sorry ya.."


Erick dan Renata hanya tertawa memperhatikan ekspresi Brian. Tak lama kemudian, Erick memberikan kunci pada Renata.


"Ini kado kalian dari aku. Selamat ya?.." Ucap Erick.


"Ini kunci mobil?.." Kaget Renata. Dia tidak menyangka akan diberikan kado mobil oleh Erick.


"Iya, itu kunci mobil."


"Bukan kuncinya doang kan?." Curiga Brian.


"Ya elah.. Masa ngasih kuncinya doang, ini mobil keluaran terbaru tau."


"Makasih ya, Rick?." Senyum Renata.


"Oke sama-sama.. Kalau gitu aku gabung sama mom dad dulu ya?."


"Oke.."


Erick pergi meninggalkan Brian dan Renata. Dia segera berjalan ke meja tempat ibu dan ayah Renata sedang duduk.


🏵🏵🏵🏵🏵🏵


Acara pernikahan Renata dan Brian berjalan dengan baik. Saat ini di ruangan itu hanya tinggal keluarga Brian dan Renata, karena semua tamu sudah pulang.


Sesampainya di rumah Brian, Renata langsung pergi ke kamar untuk mengganti pakaian dan membersihkan dirinya. Sedangkan Brian menemani kedua orangtuanya mengobrol di ruang keluarga.


"Apa kamu gak mau tinggal di istana bersama Renata?.. Sepertinya Renata sangat suka berada di rumah kita."


"Mungkin kami sesekali akan menginap disana.. Tapi untuk menetap disana itu tidak mungkin.."


"Kami bisa menerima keputusanmu itu. Tapi sering-seringlah datang ke istana."


"Baik, Ayah."


"Lalu berikan kami cucu yang banyak." Senyum ayah Brian.


"Pasti, Yah.. Aku tidak akan kalah dari ayah." Semangat Brian.


30 menit kemudian datanglah Renata dan langsung duduk disebelah Brian.


"Apa ayah dan mama akan menginap?." Tanya Renata.


"Kami harus kembali ke istana. Karena kami harus mempersiapkan pernikahan kalian di istana."


Renata hanya mengangguk mendengar jawaban ibu mertuanya itu. Setelah mengobrol banyak hal, kemudian kedua orangtua Brian pamit untuk kembali ke istana.


Sekarang hanya tinggal Renata dan Brian. Mereka masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.


"Kamu mandi dulu sana." Perintah Renata pada Brian.


"Baiklah.. Ayo kekamar." Ajak Brian.


Renata berjalan di sebelah Brian sembari pinggangnya dirangkul Brian.


Dikamar, selagi Brian mandi, Renata duduk di atas ranjang sembari menyenderkan tubuhnya. Selain itu dia juga mengutak ngatik ponselnya untuk membalas beberapa pesan yang masuk di ponselnya.


"Kenapa pake handuk doang?.. Sana pake piyamanya." Ucap Renata melihat Brian keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya.


"Untuk apa repot-repot make baju.. Ini kan malam pertama kita." Senyum Brian mendekati Renata.


"Malam pertama apanya.. Kita kan sudah sering melakukannya."


"Malam pertama setelah kita resmi jadi suami istri, sayang."


"Lalu?."


"Ayo kita bikin Renata sama Brian junior."


"Jangan malam ini deh.. Aku masih capek banget." Tolak Renata.


"Sekali aja ya?.." Rajuk Brian.


Renata tetap menggeleng lalu berjalan ke ruangan pakaian untuk mengambil piyama Brian. Dia juga memasangkan piyama tersebut pada Brian.


Melihat Brian cemberut dan memalingkan wajahnya, Renata tersenyum lalu mencium pipi dan bibir Brian. Brian yang terpancing itupun membalas ciuman Renata.


"Sekarang kita tidur ya?." Ajak Renata, dan Brian hanya mengangguk.


Renata membenamkan tubuhnya di ranjang lalu memeluk Brian yang berada disampingnya. Tentu saja Brian membalas pelukan Renata.


Renata memejamkan matanya dengan wajah yang dibenamkan di dada bidang milik Brian. Brian mengelus lembut rambut Renata dan tersenyum saat menyadari istrinya itu sudah tertidur.


Dia ikut memejamkan matanya dengan posisi masih memeluk Renata. Dia juga sudah menahan nafsunya untuk tidak melakukan hal intim pada Renata. Walau sulit karena Renata memakai piyama yang menerawang.


Malam itu Brian dan Renata tidur dengan posisi memeluk satu sama lain.


Keesokan paginya, Brian mendapat telfon dari Robert. Dengan malas dia mengangkat telfon itu. Sesaat kemudian dia kaget mendengar apa yang di ucapkan adiknya itu. Renata yang sudah bangun itu juga penasaran dengan apa yang didengar Brian dari Robert sampai Brian kaget seperti itu.