MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND

MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND
Episode 38



Malam ini akan diadakan acara atas kelahiran cucu pertama di keluarga kerajaan. Bahkan dari sore sudah banyak kolega yang datang ke istana. Semua pangeran juga sudah rapi bahkan dari siang tadi.


Tanpa terasa malam pun datang. Acara akan dimulai sebentar lagi. Di kamarnya, Rennata dan Brian sudah sama-sama bersiap untuk menghadiri pesta penyambutan untuk anak mereka.


"Ayo kita ke aula, sayang." Ajak Brian pada Rennata yang sudah selesai berdandan.


"Rendra sama Naela gimana?."


"Mereka bakalan dibawa sama pengasuh nanti."


Akhirnya Rennata dan Brian keluar dari kamar mereka lalu berjalan menuju aula istana. Saat mereka masuk ke dalam aula, semua yang melihat kehadiran mereka pun menyapa mereka.


"Sayang, aku akan menemui Angel sebentar." Ucap Rennata setelah melihat Angel sepupu Brian sedang mengobrol dengan beberapa tamu yang terlihat seumuran dengannya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan berdiri di dekat baginda Raja dan Ratu." Pamit Brian dan di balas anggukan oleh Rennata.


Mereka berdua pun berpisah. Rennata segera berjalan ke arah Angel. Di sepanjang jalan, semua orang yang dilewatinya selalu menyapanya dengan sopan. Bahkan ada juga beberapa dari mereka mengajak Rennata untuk bergabung. Namun dengan halus dan sopan Rennata menolaknya.


"Selamat malam, tuan putri." Sapa Angel beserta tamu yang berada bersama Angel.


"Malam semuanya." Balas Rennata tersenyum.


"Tuan putri, maaf aku tidak bisa menemui tuan putri selama ini." Ucap Angel menundukkan kepalanya.


"Panggil kakak kayak biasanya saja, Angel."


"Kan tidak sopan memanggil istri pangeran seperti itu."


"Tidak apa-apa, lagian kan kita sudah sangat dekat. Lalu kenapa kamu gak main ke istana untuk menemuiku?."


"Baiklah jika begitu, kak. Maaf aku memang belum sempat menemui kakak selama ini."


"Kenapa?. Apa terjadi sesuatu?."


"Tidak, kak. Hanya saja aku agak sibuk belakangan ini." Senyum Angel.


"Ya sudah jika begitu."


"Lalu apa benar kakak melahirkan anak kembar?." Antusias Angel.


"Lihat saja nanti." Senyum Rennata.


"Kak." Panggil Micko yang datang mendekat pada Rennata dan Angel.


"Iya, kenapa?." Sahut Rennata.


"Kakak diminta kak Brian untuk naik ke podium, katanya baby sedang dalam perjalanan kesini."


"Oh baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu, Angel."


"Baiklah, kak."


Rennata pun berjalan meninggalkan Angel. Dia segera naik ke podium dan berdiri di sebelah Brian.


Beberapa saat kemudian, pengasuh istana masuk ke dalam aula dengan membawa dua bayi yang sedang tertidur di dalam gendongan mereka. Semua yang melihat kedatangan bayi-bayi lucu itupun seketika merasa takjub karena memang sangat jarang bangsa mereka memiliki anak kembar, apalagi kembar dengan jenis kelamin berbeda.


Semua tamu yang hadir disana sangat antusias ketika mereka diizinkan untuk melihat si kembar lebih dekat. Tentu saja dengan kebisingan yang ada disana mampu membuat si kembar terbangun dari tidur mereka. Namun tidak seperti biasanya, mereka tidak satupun ada yang menangis. Rennata sangat lega bahwa anak-anaknya tidak menangis saat itu.


Acara pun berakhir dengan baik. Si kembar juga sudah kembali tertidur setelah Rennata memberikan ASI pada mereka di ruangan khusus yang tertutup rapat.


Brian dan Rennata pun kembali ke kamar setelah berpamitan pada orangtua mereka. Si kembar juga sudah dibawa ke kamar oleh para pengasuh sejak tadi.


"Kamu terlihat sangat lelah, sayang." Ucap Brian melihat istrinya yang terlihat kelelahan.


"Ini lebih melelahkan daripada acara pernikahan kita." Jawab Rennata lesu.


Tanpa aba-aba, Brian langsung saja menggendong Rennata hingga membuat Rennata kaget.


"Kenapa malah menggendongku tiba-tiba?." Jengkel Rennata memukul Brian.


"Apa salahnya, kan aku menggendong istriku sendiri. Lagian kamu juga tidak akan merasa lelah lagi." Senyum Brian mulai berjalan sembari menggendong Rennata.


Rennata hanya tersenyum lalu menyenderkan kepalanya di tubuh Brian. Dia sangat senang kembali diperlakukan sangat baik oleh Brian.


Sesampainya di kamar, Brian menatap ke arah Rennata yang masih dalam gendongannya. Dan seperti dugaannya, istrinya itu sudah tertidur lelap. Brian tersenyum lalu dengan perlahan mulai memindahkan Rennata ke atas ranjang. Setelah berhasil memindahkan istrinya itu, dia mencium kening Rennata lalu setelahnya mulai mencopot sepatu yang masih terpasang di kaki istrinya itu.


Setelah menyelimuti istrinya itu, Brian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dengan mengisi bathub dengan air hangat, Brian langsung saja masuk ke dalam bathub saat dia merasa airnya sudah cukup.


Cukup lama Brian berendam disana, mungkin karena banyaknya hal yang dia alami akhir-akhir ini, seluruh tubuhnya merasa sangat capek.


Brian akhirnya menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamar mandi setelah sebelumnya memakai piyamanya. Saat dia berada di dekat box bayi milik Rendra, dia melihat putranya itu terbangun. Dengan bergegas dia menggendong Rendra agar tidak menangis dan malah membangunkan Rennata yang kelelahan.



"Putraku yang tampan. Kamu terbangun karena daddy membuka pintu kamar mandi terlalu keras ya?. Maafkan daddy sayang. Sekarang kita tidur lagi ya." Bisik Brian mencoba menidurkan Rendra lagi. Dan sesekali dia melirik ke box milik Naela untuk sekedar memastikan putrinya itu tidak terbangun juga.


Jam menunjukkan pukul 3 dinihari. Rennata yang terbangun pun tidak melihat Brian di sampingnya. Dia yang menyadari masih memakai pakaian yang dia gunakan saat pesta semalam itu pun berinisiatif untuk menggantinya.


Saat dia berjalan di dekat box bayi tempat si kembar tidur, dia melihat Brian yang tertidur di sofa dengan masih menggendong Rendra ditangannya.


Rennata pun tersenyum melihat hal itu. Dia sudah bisa memastikan bahwa Brian sangat menyayangi si kembar. Dia pun mendekati Brian dan dengan perlahan mengambil alih Rendra dari genggaman Brian.



Rennata pun memindahkan Rendra ke dalam box bayi, lalu setelahnya pergi ke kamar ganti untuk mengganti pakaiannya.


Selesai mengganti pakaiannya, Rennata keluar dari kamar ganti dan mendekati Brian yang masih tertidur di sofa.


"Sayang." Panggil Rennata dengan sedikit menggoyangkan tubuh Brian. Dan benar saja, Brian langsung terbangun.


"Mmm, kenapa sayang?."


"Ayo pindah ke ranjang, tidak baik tidur di sofa."


Akhirnya Brian dan Rennata berjalan ke ranjang mereka lalu kembali tertidur dengan posisi Brian yang memeluk Rennata. Brian yang memang masih mengantuk itupun langsung kembali tertidur pulas. Dan tidak lama kemudian disusul oleh Rennata.


Namun baru saja Rennata memejamkan matanya, dia segera terbangun saat mendengar suara tangisan kedua bayinya. Dia langsung melepaskan pelukan Brian dan berjalan dengan cepat ke box bayi. Rennata langsung panik saat melihat ke arah box bayi milik Naela. Dan dia pun berlari untuk mengambil kedua anaknya sembari berteriak memanggil Brian.