MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND

MY PERFECT 'ALIEN' HUSBAND
Episode 12



Brian yang sedang bersantai diruang tamu rumahnya sembari menunggu Rennata terlihat bersemangat setelah mendengar suara bel.


"Kau tinggal masuk saja, kenapa harus memencet bel segala?." Ucap Brian tersenyum sembari membuka pintu.


Brian terdiam saat melihat orang yang berdiri didepan pintu bukanlah Rennata. Dengan wajah pucat, Brian menelan salivanya dan menunduk.


"Sayang, kenapa kau tidak pernah pulang?. Apa kau tidak merindukan mama?." Ujar seorang wanita yang menyebut dirinya mama. Tentu saja yang datang adalah orangtua Brian.


Brian kembali teringat saat dia diusir dari rumahnya karena kesalahan yang tidak dia lakukan. Dan setelah 100 tahun, dia baru kembali bertemu kedua orangtuanya itu.


"Pantas saja kau tidak pernah kembali, ternyata kau disini juga hidup enak." Ucap Ayah Brian sembari masuk kedalam rumah. Kemudian diikuti mamanya dengan menggandeng tangan Brian.


"Apa kau segitu tidak senangnya bertemu kami lagi?. Sampai kau terlihat sangat tertekan seperti itu." Tambah Ayah Brian duduk dikursi.


"Bukan begitu, aku hanya tidak menyangka Ayah dan Mama akan datang malam ini." Canggung Brian.


"Apa benar kau akan menikah?.. Kami benar-benar kecewa bahwa kami tau soal ini dari adikmu. Dan bahkan kau menikah dengan manusia."


"Iya benar aku akan menikah. Aku hanya tidak ada keberanian datang kerumah, Ayah."


"Ayah minta maaf soal kejadian itu, Ayah hanya marah dan sampai mengusirmu. Bahkan adikmu itu sekarang sangat sehat."


Brian kaget mendengar penuturan Ayahnya, bagaimana mungkin adiknya yang terluka parah itu sekarang sangat sehat.


"Maksud Ayah?."


"Adikmu itu tidak meninggal, dia hanya terluka sangat parah dan sekarang dia bahkan sudah sembuh."


"Maafkan Ayah Brian, dan apa kau mau kembali kerumah lagi seperti dulu?."


"Aku tidak marah pada Ayah, tapi aku tidak bisa tinggal disana. Aku sudah memiliki kehidupanku sendiri disini, mungkin sesekali aku akan berkunjung."


"Lalu apa benar calonmu itu adalah seorang manusia?"


"Iya, aku bahkan hari ini akan mengatakan semua tentangku padanya."


"Apa kami boleh bertemu dengan dia?."


"Tentu saja, dia sebentar lagi akan pulang. Dan apa aku boleh bertemu dengan adik-adikku yang lain?."


"Datanglah kapan saja kau mau."


🏵🏵🏵🏵🏵🏵


Rennata yang menerima berkas dari Erick segera membukanya. Dan dia sangat kaget melihat selembar foto tentang kejadian yang membuatnya trauma.


"Kau jangan bercanda, mana mungkin Brian melakukan semua itu." Ucap Rennata mencoba mengelak. Walau disana sudah ada bukti-bukti yang akurat.


"Percayalah padaku, aku tidak mungkin membohongimu. Kau boleh lihat semuanya dan kau juga boleh tanya langsung padanya."


Rennata terdiam dan berdiri dari duduknya. Dia memasukkan berkas itu kedalam tasnya dan pergi meninggalkan Erick sendirian. Rennata yang masih tidak percaya, memberhentikan taxi dan meminta untuk membawanya ke alamat orangtuanya.


Dia bukannya ingin melarikan diri dari Brian. Namun dia belum dapat menerima kenyataan bahwa kekasihnya itu adalah sosok yang membuatnya trauma dan bahkan sampai membunuh orang.


Jam menunjukkan jam 12 malam, Rennata mengetuk pintu rumahnya setelah sebelumnya membayar taxi.


"Apa yang terjadi?. Kenapa kau datang sendirian tengah malam begini?" Tanya Ibu Rennata setelah membuka pintu dan melihat putrinya berdiri disana.


Rennata hanya diam dan masuk kedalam rumah menuju kamarnya.


"Apa kau sudah makan?."


Rennata hanya mengangguk. Melihat Rennata seperti itu, ibunya sudah tau kalau anaknya itu sedang butuh waktu sendiri.


Dikamarnya, Rennata duduk di ujung ranjang sembari melamun. Dia kembali ingat kejadian dimalam itu, dimana dia melihat seorang pria yang dicekik dan dibakar. Dan yang paling membuatnya kaget adalah, api itu keluar dari tangan pria yang membakar orang tersebut.


Anehnya lagi, esoknya bahkan tidak ada satu pun bekas kejadian yang dia lihat malam itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi?. Dan bagaimana kau menjelaskan hal ini, Brian?."


🏵🏵🏵🏵🏵🏵


Brian yang tidak bisa menghubungi Rennata, itupun panik dan pergi kerumah Erick. Disana dia langsung menemui Erick. Namun semua sia-sia, karena Erick juga tidak ada disana.


Karena pekerjaan yang sempat tertunda, terpaksa Brian mengulur waktu untuk mencari Rennata. Walau dia sudah mendapat info keberadaan Rennata dari Mark adik Rennata.


Hari pun berlalu dengan cepat, sudah seminggu semenjak Brian dan Rennata terpisah. Setelah menyelesaikan pekerjaannya dan meminta asistennya untuk membereskannya, Brian pergi kerumah Rennata.


Banyak hal yang harus dia tanyakan pada Rennata. Dengan perasaan gugup karena sudah panik karena kehilangan Rennata tiba-tiba, Brian berlari keluar mobil dan berjalan kerumah Rennata.


"Apa Rennata didalam, Tante?." Tanya Brian yang bertemu dengan ibu Rennata diluar.


"Eh nak Brian. Rennata barusaja kepantai."


"Aku akan menyusulnya,tante."


Brian berlari menuju pantai untuk bertemu Rennata. Saat melihat Rennata dan hendak menghampirinya, Brian melihat sosok yang dikenalnya dan memeluk Rennata. Sosok itu adalah Erick, dan dia sangat terpukul melihat Rennata dipeluk Erick.


BERSAMBUNG...