
*POV Author*
*********
Setelah mendapatkan telfon dari Claraa, Reyhand segera pergi ke tempat yang telah di tentukan oleh Claraa. Perasaan Reyhand menjadi tidak menentu. Sepanjang perjalanan hati nya terus dag dig dug.
Sebentar lagi ia sampai di lokasi, semakin dekat semakin berdebar detak jantung nya.
"Tuhan lindungi hambamu yang tidak berdosa ini." gumam Reyhand sebelum keluar dari mobil.
Reyhand pun membuka pintu lalu keluar menuju Cafe Taria. Terlihat dari kejahuan wanita berpakaian kurang bahan itu melambaikan tangan ke arah Reyhand, siapa lagi kalau bukan Claraa.
"Rey, sini." Panggil Claraa sambil melambaikan tangannya.
Claraa begitu antusias menyambut kedatangan Reyhand, namun berbanding terbalik dengan Reyhand, ia malah memasang wajah datar seperti sedang tidak bersahabat.
Reyhand duduk di hadapan Claraa tanpa menyapa nya.
"Mau minum apa?" Tanya Clara sambil memperlihatkan buku Menu.
"Langsung aja, gua sibuk hari ini." Ucap Reyhand, masih dengan wajah tanpa ekspresi.
"Kenapa harus buru buru? Ini adalah hari bahagia untuk kita Rey."
"Udah nggak usah banyak omong, mana buktinya?"
"Ada kok," ucap Claraa sambil membuka tas yang bermerek Dior itu. "Senyum dulu dong." Goda Claraa.
"Apaan si!! Gua ini mau kerja Claraa jadi jangan bikin gua terlambat dengan tingkah konyol lu ini!"
"Okee, okee. Nii." Ucap Claraa, dan tangannya meletakkan benda yang berukuran kecil + tipis namun panjang.
Reyhand melihat benda itu dengan heran, karena baru pertama kali ia melihat nya. Walaupun ia mantan Cassanova namun ia tidak pernah melihat benda seperti ini.
"Apa ini?" Tanya Reyhand, namun matanya terus memperhatikan benda itu.
"Kamu lihat ini garis nya ada dua."
"Lalu?"
"Itu artinya aku positif hamil Reyhand, hamil anak kamu!"
Deg..
Sungguh bukan ini yang Reyhand harapkan, apakah setelah ini ia akan menikahi Clara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun dari dalam lubuk hatinya ia benar benar belum siap karena ia tidak mencintai Claraa dan yang jelas Ia masih trauma dengan Pernikahan.
Reyhand takut nasib nya akan sama seperti Mamah nya yang Berujung Gantung diri karena Frustasi, tidak kuat menghadapi cobaan cobaan hidup dalam berumah tangga.
Namun tidak ada pilihan lain selain mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Oke, kalo itu benar anak gua gua akan tanggung jawab tapi,"
"Tapi apa?"
"Lu harus tutup mulut."
Claraa pun tidak terima dengan yang di ucapkan Reyhand barusan
"Enak aja lu bilang gua harus tutup mulut!" Ucap Claraa
"Lu tau ini adalah Aib bego, kalo sampe kesebar lu hamil di luar nikah apa lu nggak malu? dan orang orang juga akan ngehina lu!" ucap Reyhand berbisik bisik namun suaranya terdengar tegas.
"Asal lu Nikahi gua, tidak ada yang namanya aib Reyhand."
Reyhand menelan saliva nya mendengar kata Nikah yang Claraa ucapkan. Tidak ia tidak mau menikah dengan siapa pun kecuali dengan pujaan hatinya yaitu Aina.
"Nanti gua pikir pikir dulu Claraa."
"Enak banget lu bilang mau pikir pikir dulu. Menurut lu ni bayi dalam perut apa nggak akan besar ha?? Pokoknya gua nggak mau tahu Rey lu harus secepatnya Nikahin gua atau,"
"Lu nggak usah macem macem Claraa, cukup diam dan tunggu saja gua pasti akan tanggung jawab kok!" Ucap Reyhand sedikit emosi dan tangannya mencengkram dagu Claraa begitu kuat.
"Aww sakit Rey, lepas!"
"Ini adalah bentuk awal jika lu berani buka mulut!"
"Rey tunggu mau kemana?" Panggil Claraa sambil terus membuntuti Reyhand dari belakang.
"Stop Claraa jangan ikutin gua!" bentak Reyhand
Claraa syok mendengar Reyhand membentak nya. Oke sekarang Claraa tahu bahwa sifat Reyhand ini paling tidak suka jika di paksa. Baiklah Claraa akan bermain lebih cantik lagi.
Lalu, air mata buaya itu mulai menjalankan perannya.
"Akhhh sial!!!" Ucap Reyhand kesal.
Reyhand paling tidak bisa melihat perempuan menangis. Hati nya seketika menjadi lemah.
"Hei udah jangan nangis. Bukan maksud gua buat ngebentak lu Claraa tapi fikiran gua lagi stres dan emosi gua nggak bisa di kontrol."
Tangis Claraa semakin menjadi melihat respon Reyhand yang perduli terhadap nya.
Reyhand pun memeluk Claraa dan mengusap lembut punggung nya.
Claraa yang di perlakukan semanis itu pun tersenyum licik dalam pelukkan Reyhand.
"Ternyata ini kelemahan mu Rey, haha tunggu saja lu pasti akan jatuh dalam pelukan gua!" Ucap Claraa bergumam dalam hati nya.
"Mungkin ini juga bawaan bayi nya Rey, gua jadi selemah ini." Ujar Claraa di sela tangis nya.
"Oke gua minta maaf ya." Reyhand melepaskan pelukkan nya dan menatap wajah Claraa. Di mata Claraa, Reyhand melihat seperti ada kebohongan namun fikiran Reyhand membantah semua itu, sedangkan hati nya masih belum bisa menerima kenyataan ini..
"Hu'um." Claraa hanya menganggukkan kepala nya, dan tangisnya sudah mereda.
Reyhand pun menghapus sisa air mata Claraa yang masih meninggalkan jejak di pipi Claraa.
"Uhh manis sekali, dasar lelaki bodoh lelaki lemah!" Umpat Claraa dalam hatinya.
"Sekarang lu gua anter pulang ya."
"Kamu mau kemana?" Tanya Claraa, ia merubah panggilan nya untuk Reyhand.
"Gua mau kerja Claraa." Jawab Reyhand cuek.
"Aku ikut yaa please." Ucap Clara memohon sambil menunjukkal poppy eyes nya
"Lu pikir tempat kerja gua ajang untuk pacaran??"
"Tapi ini keinginan bayi kita Rey, kamu nggak boleh nolak atau dia akan ngences setelah lahir nanti." Ucap Claraa.
Reyhand pun memutar otaknya, ini masih pagi sedangkan dia tadi sudah izin tidak masuk kerja hari ini, karena setelah menemui Claraa ia ingin menemui Aina untuk melihat Vallenia dan juga melihat Aina dan juga melepaskan Rindu nya.
"Bilangin sama bayi nya, gua harus kerja untuk beli kebutuhan buat dia dan untuk makan mamah nya." Ucap Reyhand mencoba untuk membujuk Claraa.
Walaupun terdengar agak kasar namun Claraa bahagia mendengar nya. Setidaknya Reyhand akan terus memikirkan tentang dirinya.
"Baiklah kalau begitu, tapi nanti kita makan siang bareng ya, please.."
"Oke, nanti gua kabari." Ucap Reyhand mencari aman.
"Yeayy tengkyu sayang." Ujar Claraa girang, dan tanpa Reyhand duga Claraa mencium pipi nya.
"Ini tempat umum Claraa, jaga sikap lu!" Ucap Reyhand penuh penekanan.
Reyhand menggerutu dalam hati "Bisa bisanya Claraa melakukan ini di tempat umum, jelas semua orang melihat tingkah nya, nggak ada malu atau emang sudah putus urat malu nya??"
"Aku bahagia Rey, ini adalah bentuk bahwa aku sayang kamu."
Reyhand pun rasanya ingin muntah mendengar gombalan Claraa barusan.
"Oke terserah lu, yang jelas sekarang gua udah telat, dan satu pesen gua yang harus lu ingat Claraa,"
"Apa?"
"Jaga kandungannya."
Bersambung..