
*POV Author*
•••••••••••
Di kediaman Pak Basuki saat ini begitu ramai, karena acara Syukuran Putri pertama Aina yang di ketahui bernama Vallenia Azzahra begitu meriah. Canda tawa mengisi suasana malam yang begitu sejuk ini. Aura kebahagiaan begitu terpancar di setiap wajah mereka. Namun tidak ada yang tahu arti dari senyuman wanita yang baru menjadi Ibu ini.
Iyaa dia adalah Aina, berpenampilan sederhana dan selalu tersenyum di sepanjang Acara. Namun siapa sangka arti dari senyuman itu hanya untuk menutupi kesedihan yang sedang melanda perasaan nya.
Pembukaan, pembacaan kalam ilhal, Sambutan oleh Ayah, Tausiah yang menyejukkan hati, Doa yang di lantunkan, dan penutupan. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan sedikit pun.
Walaupun pertanyaan demi pertanyaan mengenai Suami Aina masih berlanjut, ia tidak mau ambil pusing dan masa bodo dengan tanggapan mereka. Yang terpenting bagi Aina saat ini hanya lah Putri nya, putri semata wayang nya.
"Nak, si Vallen tidurin di kamar aja kasihan di sini dingin."
"Iyaa bu."
Lalu Aina beranjak meninggalkan Ruang keluarga yang masih ramai di penuhi dengan canda tawa Sanak Saudara Ayah dan Ibu.
Jam baru menunjukkan pukul sembilan malam, setelah menyusui Vallenia entah kenapa rasa kantuk begitu melanda Aina saat ini, lalu tanpa sadar ia pun ikut terlelap di sebelah putri nya.
Sedangkan Mbak Gita ia masih sibuk berpacaran dengan Dokter Zainal di teras sebelah rumah.
"Nal ayo pulang Mamah udah ngantuk nih." Ucap Mamah Zainal yang tiba tiba muncul dari jendela
"Astaga Mama!! bikin kaget aja, ngapain si nongolin kepala kayak anak tuyul gitu." Ujar Dokter Zainal, Mbak Gita yang mendengar umpatan Dokter Zainal untuk Mamah nya pun hanya bisa menahan tawa.
"Makanya Mama banyak duit, orang Mama yang jadi Tuyul nya."
"Ngawur aja. Nanti lah Mah pulang nya baru juga jam sembilan.
"Maka nya buruan di halalin si Gita biar bebas berduaan tanpa ada yang mengganggu!"
"Waduhhhh." Ucap Mbak Gita keceplosan.
"Kok waduh yank? emang kamu nggak mau aku halallin?" ujar Dokter Zainal, mata nya pun menatap tajam Mbak Gita.
"Biasa aja tanya nya mas, mau aku colok mata mu?!"
"Ampunnn dah Ibu Negara kalo marah serem juga yak?"
"Makanya jangan aneh aneh!"
"Bagus Gita, jadi perempuan itu emang harus tegas biar nggak di tindas sama lelaki, apa lagi kalo lelaki nya Zainal, tonjok aja nggak pp." ucap Mama Zainal.
"Dasar Mamah Durhaka."
Mereka bertiga pun kompak tertawa.
Sedangkan di kediaman Claraa,
"Aku tunggu di sini saja." Ucap Reyhand, ia enggan masuk ke kontrakkan Claraa.
"Baiklah."
Kebetulan sekali Reyhand tidak membuntuti nya, jadi Claraa bisa memutar otak untuk mengibuli Reyhand malam ini tentang bukti kehamilannya.
"Ayooo pikir pikirrr Claraaa berfikir!" ucap Claraa bermonolog sendiri sambil badan nya mondar mandir di kamar nya seperti setrika.
Lima menit kemudian.
"Ahaaa kenapa tidak terfikir oleh ku."
Claraa pun mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas lalu menghubungi seseorang.
Tuttt .. tuttttt
Tidak menunggu lama panggilang pun langsung tersambung.
"Hallo?" ucap seseorang itu, yang terdengar suara nya seperti laki laki.
lalu
"Bla.. bla .. bla .." Claraa menjelaskan tentang posisi nya saat ini yang sedang genting karena terjebak dalam permainan nya sendiri kepada seseorang yang ada di seberang telfon .
"Lalu?" tanya lelaki itu.
"Aku ingin kamu kesini dan," belum sempat Claraa menyelesaikan ucapan nya namun telah di potong oleh lelaki itu.
"Baiklah aku mengerti, aku akan ke sana tapi siapkan uang dua juta malam ini juga." Ujar lelaki itu dengan sangat santai, berbeda dengan Claraa yang sangat kaget sampai mata nya melotot mendengar permintaan lelaki ini.
"Gila lo!" umpat Claraa
"Aku kasih dua pilihan, mau atau tidak?"
Claraa menimang nimang tawaran ini, kalo dia kasih uang dua juta untuk lelaki ini maka habis lah uang nya, tapi kalo dia nolak bagaimana nasib nya malam ini. Mana mungkin ia bisa lolos dari Reyhand.
"CLARAAA!!!" panggil Reyhand dari teras kontrakkan.
Claraa semakin panik di buat nya, sampai pada akhir nya ia berfikir tidak ada cara lain selain memberikan uang dua juta untuk lelaki ini, yang terpenting ia bisa lolos dari Reyhand malam ini saja.
"Yang penting duitttt." ujar lelaki itu, lalu ia langsung memutuskan panggilan telfon.
"Sial!!" umpat Claraa.
Sambil menunggu lelaki itu datang, Claraa akan bersembunyi di kamar mandi. Walaupun Claraa belum mengetahui rencana apa yang akan di lakukan lelaki itu Claraa tetap yakin jika ia pasti akan lolos dari Reyhand malam ini.
"Claraa di mana lo!!" ucap Reyhand emosi karena telah menunggu Claraa begitu lama di teras kontrakkan nya.
"Apaaa??? gua di kamar mandi lagi b*ker sakit banget perut gua Rey." ucap Clara.
Untung saja ia lebih dulu masuk kamar mandi kalo nggak bisa abis dia sama Reyhand.
"Alahhh alesan!!! Buruan keluar kalo nggak gua berantakin ni isi rumah lo!!" ucap Reyhand sambil menggedor pintu kamar mandi.
"Berantakkin aja emang gua pikirin. Aduhhh si Tito lama pula mati gua kalo dia sampe nggak datang." ucap Claraa bermonolog sendiri.
"Claraaa!!!!" ucap Reyhand.
"Iya sabar Rey, bisa bayangin nggak lo emas gua mau keluar tapi gara gara denger suara lo yang cempreng nya kayak Toa masjid dia jadi masuk lagi kan!!"
"Anjirrrr." emosi Reyhand seketika hilang mendengar ucapan Claraa barusan.
Reyhand pun akhir nya hanya bisa menunggu lagi dan lagi di ruang tamu sampai pada akhir nya ia ketiduran.
"Woiiii keluar Zina aja kalian makanya nikah!!" ucap seseorang dari luar.
Clara pun tersenyum di dalam kamar mandi karena ia tahu betul itu suara siapa.
Reyhand yang ketiduran karena kelamaan menunggu Claraa pun kaget mendengar orang teriak teriak malam malam begini.
"Astaga sudah pukul sebelas malam!" ucap Reyhand menepuk jidad nya.
Dan orang itu langsung menerobos masuk ke dalam kontrakkan Claraa.
Terlihat ada empat orang lelaki yang umur nya sekitar empat puluh tahun berdiri di hadapan Reyhand yang nyawa nya belum terkumpul semua.
"Lo ngapain malem malem begini masih ada disini? Kalian berZina kan!!" tuduh lelaki suruhan Claraa.
"Enggak Bang, mana ada kami berzina. Saya disini lagi ada perlu penting banget dengan Claraa, tapi dari tadi Claraa sakit perut jadilah dia b*ker dulu dan saya menunggu nya disini tapi ketiduran." Reyhand mencoba menjelaskan yang sebenar nya terjadi, namun
"Alahhh alasan aja lo!! sudah sana pulang nggak baik malem malem gini masih ada di rumah perempuan, kalo kalian udah mukhrim baru terserah!!" Ucap lelaki itu sambil menggeret Reyhand ke arah pintu keluar.
"Bang nggak bisa gini, tanya sama Claraa kami nggak ngelakuin apa apa." Reyhand melepaskan cengkraman lelaki itu dari tangan nya.
"Maling mana ada yang ngaku!! udah pulang pulang dari pada gua teriakkin seluruh kampung bakal bangun dan lo akan di arak tanpa baju di badan!"
"Waduh."
Reyhand pun akhirnya memilih untuk pulang saja, soal Claraa besok ia akan mengajak nya bertemu di luar.
Brummmmm ..
Tanpa menoleh atau menegur Claraa yang hanya diam berdiri di belakang nya Reyhand langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"Gila orang kaya mah gitu sesuka hati ny." Ucap temen Tito.
Setelah Reyhand pulang, Tito lelaki suruhan Claraa tadi menagih uang yang telah di sepakati sebelum nya.
"Gimana akting gua bagus kan??" Ujar Tito sambil tersenyum memainkan kumis nya.
"Iya bagus.. Yaudah kalian pulang sana gua capek mau istirahat."
"Enak aja main usir sesuka hati, duit mana duit!"
"Yaelahh!! Ni dua juta sesuai permintaan lo tadi, tapi awas jangan sampai Reyhand tahu kalo lo itu hanya suruhan gua!!"
"Iyaa beresss." Ujar Tito langsung menyambar uang yang lembar merah nya cukup tebal itu dari tangan Claraa.
Lalu ia segera pergi dari kontrakkan Claraa.
"Dasar mata duitan, pemabok, awas aja kalo sampe buka mulut, gua pites pites kepala lu!" umpat Claraa setelah rombongan Tito sudah tidak terlihat.
Bukan nya terimakasih sudah di selamat kan dari Reyhand kini Clara malah terus melanjutkan umpatan umpatan kasar untuk Tito, karena uang dua juta itu. Untung saja Tito and the genk sudah pulang kalo tidak bisa bisa Claraa jadi santapan nafsu mereka malam ini.
Claraa pun menutup pintu dan mengunci nya, ia masuk kekamar untuk merebahkan tubuh nya yang sangat lelah karena aktifitas seharian ini.
Saat ia akan terlelap, ponsel nya berbunyi menandakan satu pesan masuk.
Tinggg..
Ia lalu mengambil ponsel nya yang ada di atas nakas lalu melihat siapa yang mengirimi nya pesan malam malam begini dan teryata,
"Oh My God Reyhand!!"
Bersambung..