My Mother Is My Maid

My Mother Is My Maid
Bab 22 : Lelaki hidung belang



POV Author


••••••••••


Bulan masih menyinari gelapnya malam, dan matahari belum keluar dari persembunyiannya, begitu juga dengan makhluk yang ada di mukabumi ini, mereka masih nyaman pada alam mimpi mereka masing masing.


Namun tidak berlaku untuk Aina, tengah malam begini ia di sibukkan dengan aktivitas malamnya yaitu mengganti popok sibuah hatinya setelah itu menyusuinya.


Vallen tumbuh dengan sehat dan ceria walaupun tanpa sosok ayah di sisinya. Begitu juga dengan bundanya, yaitu Aina, setelah beberapa hari lalu ia merasa begitu frustasi namun tidak dengan saat ini.


Perlahan hatinya bisa menerima kenyataan bahwa suami tercinta nya benar benar pergi dan tidak tahu bagaimana kabar nya saat ini. Aina berusaha untuk melupakan cinta pertamanya itu, walaupun sulit namun ia akan terus berusaha. Karena jika ia masih mengharapkan suaminya, itu akan membuat jiwanya menjadi rapuh, benar benar rapuh.


"Bubuk ya nak.." Bisik Aina di telinga putrinya, ia membaringkan Vallenia yang telah berlabuh ke alam mimpi,  di sebelahnya.


Puk.. puk.. puk..


Aina menepuk nepuk bok*ng putrinya agar tidurnya lebih nyenyak.


Setelah itu, Aina turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Ia akan membuang air kecil lalu berwudhu.


Ia rindu pada Tuhannya, ia akan mencurahkan segala keluh kesahnya di sepertiga malam ini, dan memohon petunjuk tentang jalan hidup nya yang begitu Pilu.


Setelah selesai berwudhu, Aina membentang sajadah menghadap arah kiblat.


Ia mulai mengerjakan Sholat Tahajud.


Cara  mengerjakannya yang baik adalah setiap dua rakaat diakhiri satu salam. Sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah SAW :“ Sholat malam itu, dua-dua.” (HR Ahmad, Bukhari dan Muslim)


Aina mulai membaca Niat Sholat Tahajud,


"Ushalli sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillaahi ta‘aala"


Artinya: “Aku mengerjakan sembahyang sunnah tahajud dua rakaat karena Allah SWT.”


Lalu Takbiratul Ihram, Membaca Doa Iftitah, Membaca Surat Al Fatihah. Setelah membaca Surat Al fatihah, pada rakaat pertama Aina membaca Surat Al Baqarah ayat 284-285.


Lalu ia Ruku dengan membaca doa Subhaana rabbiyal 'adhiimi wabihamdih (3x),  dan I'tidal dengan membaca doa Sami'allahu liman hamidah.


Aina pun Sujud dengan membaca doa Subhaana rabbiyal a'laa wabihamdihi (3x). Ia duduk di Antara Dua Sujud dengan membaca doa.


Lalu Sujud kedua, berdiri untuk mengulang rakaat kedua dan ketiga.


Pada rakaat kedua setelah membaca Surat Al Fatihah Aina membaca Surat Ali Imran 18-19 dan 26-27 dan pada Rakaat ketiga Aina membaca Surat Al Ikhlas lalu di akhiri dengan Salam.


Selesai melaksanakan sholat tahajud dilanjutkan dengan membaca dzikir setelah sholat. Astaghfirullah 'adhiim sebanyak tiga kali.


Setelah itu Aina membaca doa sholat tahajud,


اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ


اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ


Allaahumma lakalhamdu anta qayyimus samawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, laka mulku samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, walakal hamdu, anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu, anta malikus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu, antal haqqu, wawa’dukal haqqu, waliqaa uka haqqun, waqauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wannabbiyuuna haqqun, wa muhammadun sallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, wassa’atu haqqun.


Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa’alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wabika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu wamaa akhrartu, wamaa asrartu wamaa a’lantu, antal muqaddimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.


Artinya,


“Ya Allah, bagi Mu segala puji, Engkau penegak langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mu lah segala puji, kepunyaan Engkaulah kerajaan  langit, bumi, dan apa yang ada padanya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Pemberi cahaya langit dan bumi dan apa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Penguasa langit dan bumi.


Bagi-Mulah segala puji, Engkaulah Yang Maha Benar, janji-Mu itu benar, bertemu dengan-Mu adalah benar, firman-Mu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu benar, kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mulah saya berserah diri, kepada-Mulah saya beriman, kepada-Mu saya bertawakal.


Kepada-Mu saya kembali, kepada-Mu saya mengadu, dan kepada-Mu saya berhukum. Maka, ampunilah dosaku yang telah lampau dan yang kemudian, yang saya sembunyikan dan yang terang-terangan, dan yang lebih Engkau ketahui daripada saya. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengemudiankan, tidak ada tuhan melainkan Engkau”.


Keutamaan Sholat Tahajud


Sholat tahajud merupakan sholat sunnah paling utama setelah sholat fardhu berdasarkan ahdits Nabi SAW. Hal ini karena sholat tersebut dilakukan pada tengah malam di kala orang masih terlelap. Bagi yang rutin menjalankan sholat tahajud dengan mengharap ridho Allah SWT, akan mendapat kemuliaan.


Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai sholat yang paling utama sesudah shalat fardu. Nabi SAW kemudian menjawab melalui sabdanya: "صَلَاةُ اللَّيْلِ". Artinya : Shalat sunat malam hari.


"Alhamdulillah" Ujar Aina, lalu ia membuka mukena dan melipatnya kembali.


Perasaannya saat ini sudah lumayan tenang dan tidak segelisah saat tadi sebelum ia Sholat tahajud.


Aina pun kembali ke tempat tidurnya, dan mencium pipi gembul Vallenia lalu ia menarik selimut dan melanjutkan pergi ke pulau kapuk menjelajah alam mimpi yang indah, tak seindah hidupnya saat ini.




Pagi yang cerah dan sinar matahari yang hangat masuk ke dalam celah celah kamar kontrakkan milik Claraa. Wanita berbut selimut tebal itu masih belum terbangun dari tidur panjangnya. Ia kelelahan karena lelaki yang membokingnya semalam benar benar menghajar sel\*ngk\*nga\*n miliknya.




"Hoammm" Ia menguap lebar menandakan matanya masih mengantuk, namun dering ponsel miliknya sangat mengganggu tidur nyenyaknya sehingga matanya menjadi terjaga.



"Astaga!" Lirih nya, kala ia sadar jika saat ini ia hanya berbalut selimut dan masih dalam pelukkan seorang wanita namun ia terkejut karena wanita itu bukanlah istrinya.



"Siapa kamu!" Bentaknya.



Lelaki itu menarik selimut untuk menutupi tubuh bugilnya, alhasil selimut itu terlepas dari tubuh Claraa dan menampakkan pemandangan yang begitu menyejukkan mata bagi lelaki hidung belang.



Claraa kaget mendengar suara lelaki yang ada di sebelahnya ini, ia langsung terbangun dari tidurnya, dan tidak menyadari jika saat ini dirinya tanpa busana.



"Hei!" Lirih Claraa dengan suara serak khas bangun tidur.



Gelora dalam diri lelaki itu kembali bangkit kala ia mendengar suara Claraa yang menurutnya sexy dan juga tubuh Claraa yang tanpa busana.



"Kamu udah bangun?" Tanya Claraa sambil tersenyum manja ke arah lelaki itu.



Lelaki itu baru ingat jika semalam, setelah mengantar istrinya pulang kerumah ia mampir ke bar untuk menghilangkan setres yang memenuhi otaknya. Ia memesan bir hingga delapan botol ia habiskan sendirian.



Alhasil dirinya menjadi mabuk, dan saat itulah Claraa menjalankan aksinya menggoda lelaki untuk mendapatkan uang.



Claraa pun membawa lelaki itu ke kontrakkannya, dan mereka melakukan kencan yang begitu panas hingga saat menjelang subuh keduanya baru berhenti.



Dan pagi ini, kejadian itu terulang kembali. Pergelutan panas antara Claraa dan lelaki hidung belang yang sedang setres dalam menghadapi masalah yang menimpanya saat ini.



Lelaki itu tidak lain adalah Prabu wijaya, ayah dari Zainal suami Ratna, atau mamahnya Zainal.



Juga Ayah dari Reyhand.



"Ahhhh" Suara \*\*\*\*\*\*\* itu lolos dari mulut Claraa, kala lelaki itu menikmati gunung kembar milik Claraa.



Namun kenikmatan itu tidak berjalan mulus karena,



Tok! tok! tok!



Pintu Kontrakkan Claraa di ketuk oleh seseorang, alhasil nafsu yang sudah memuncak tadi menjadi lenyap seketika.



"Siapa yang bertamu pagi pagi begini? Mengganggu kesenangan ku saja!"



Bersambung..