
*POV Author*
••••••••••••••
Pagi ini Ponsel Claraa tidak lagi berhenti berdering, padahal jam masih menunjukkan pukul lima tiga puluh, bahkan matahari saja belum keluar.
"Siapa sih ganggu aja!"
Clickkkk..
Claraa mematikan ponsel nya tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang menelfon nya pagi pagi begini.
Lalu ia melanjutkan tidur nya lagi, karena baru sekitar satu jam yang lalu ia bisa memejamkan mata nya.
Sedangkan,
"Astaga anak ini benar benar!!" ucap Reyhand melihat ke arah ponsel nya yang menunjukkan tulisan panggilan di tolak.
Reyhand tidak bisa tidur semalaman ini, pikiran nya bercabang kemana mana. Saat Reyhand mencoba untuk memejamkan matanya senyum Aina hadir dalam kegelapan malam dan itulah yang terjadi dengan nya sepanjang malam.
Saat pagi menghampiri bumi, Reyhand sudah tidak sabar untuk bertemu Claraa. Sebelum semua nya terbukti Reyhand tidak akan pernah tenang. Ia terus memikirkan Claraa dan juga Aina.
"Claraa, bagaimana kalau dia emang beneran hamil anak gua?"
"Akhhhh sial sial sial!!" umpat Reyhand, lalu tangannya memukul mukuli tembok yang tidak bersalah.
"Den Reyhand ada apa? kenapa gedor gedor dinding? tanya Bik surti, Art yang bekerja di Apartemen Reyhand.
"Nggak bik." jawab Reyhand singkat.
Lalu Bik Surti tidak bertanya lagi, ia melanjutkan pekerjaan nya yaitu menyapu setiap sudut ruangan, mencuci pakaian, dan masih banyak lagi.
Reyhand yang sudah bosen menunggu matahari keluar akhirnya ia bergegas membersihkan diri lalu keluar dari kamar menemui Bi Surti.
"Bi bikin sarapan apa?" Tanya Reyhand
"Bibi belum bikin sarapan Den, kan biasa nya juga Den Reyhand belum bangun jam segini." Bi surti pun heran melihat Tuan muda nya ini sudah bangun tidur bahkan sudah mandi dan sudah rapi.
"Iyaa bi, hari ini lagi ada acara penting di kantor." Ucap Reyhand berbohong.
Mana mungkin Reyhand mau berkata jujur pada Bi Surti, bisa bisa nanti di suru Nikahin Claraa pula.
"Ohhh begitu .. Ya sudah Den Reyhand mau sarapan apa nanti bibi bikinkan?"
"Nasi goreng aja bi, pedesin ya sama telor mata sapi nya setengah mateng aja."
"Oke siap Den, ditunggu ya." Ucap Bi Surti, lalu ia bergegas ke dapur memasak Nasi goreng untuk Tuan muda nya.
Tidak ada yang Reyhand lakukan, ia pun iseng menanyai kabar Aina sang pujaan hati nya.
"(selamat pagi dek)"
Reyhand mengetik pesan itu sambil tersenyum.
Send..
Pesan terkirim, namun masih centang satu, yang artinya ponsel Aina sedang tidak aktif.
Lalu ia teringan akan Claraa, apa salah nya ia libur kerja dan mengajak Claraa untuk bertemu pagi ini.
Reyhand pun mencari nomor seseorang lalu menelfon nya.
Tut.. tut.. tuttt.. tuttt ..
Tiga nomor telah ia hubungi namun tidak ada satu pun yang mengangkat panggilan nya.
"Apakah semua orang itu sama kalo tidur bangunnya siang??" gumam Reyhand sendiri.
Reyhand pun meletakkan ponsel nya di atas meja, ia berjalan ke dapur melihat bi Surti yang sedang memasak Nasi goreng untuk nya.
"Den, tunggu lima menit lagi ya." Ucap Bi Surti sambil tangannya menggiling cabai.
"Iya bi, santai aja jangan buru buru nanti malah keasinan." Ujar Reyhand, namun bibir nya tertawa kecil.
Reyhand pun mengambil gelas dan sendok, lalu ia mengambil dua sendok gula dan satu sendok kopi dari toples, tidak lama kemudian ia menuangkan air panas ke gelas lalu mengaduk nya. Jadilah satu gelas Kopi hitam yang kental kesukaan nya.
Reyhand membawa gelas berisi Kopi hitam itu ke meja makan, sambil menunggu Nasi goreng nya datang ia akan menikmati secangkir Kopi hitam dulu.
"Syuruppppp ahh"
Ucapnya saat mencicipi sedikit Kopi hitam itu.
Clukkk..
Suara ponsel berbunyi ketika kunci nya berhasil di buka.
Namun sayang Reyhand harus menelan pil kekecewaan lantaran tidak ada satu pesan pun yang masuk. Termasuk pesan dari Aina yang sangat ia nantikan.
Reyhand pun iseng melihat lihat insta story wa dari teman teman nya,
Intan, Lily, Bunga, Tiara, Ajeng, Bimo, Ruday, Alip
"Gitot." Ucap nya,
"Tumben banget anak itu bikin Insta story."
Lalu di click nya dan muncullah sebuah foto yang begitu romantis
"Alah alay banget si." umpat Reyhand sambil memperhatikan foto itu.
"Den ini Nasi goreng nya." ucap Bi Surti sambil meletakkan satu piring Nasi Goreng di hadapan Reyhand.
"Ohhh iya Bi terimakasih."
"Iya Den," bibi akan meninggal kan meja makan namun,
"Bibi mau kemana?" Tanya Reyhand
"Bibi mau lanjutin pekerjaan bibi dulu Den."
"Nanti aja Bi beres beres nya, Nasi goreng nya masih ada kan?? Bibi ambil dan temenin aku sarapan."
"Ta-tapi Den." Jawab bi Surti gugup.
"Nggak ada tapi tapian Bi, temenin aku sarapan pokok nya!" perintah Reyhand dengan tegas.
Bibi pun tidak mau membantah, ia ke dapur mengambil satu piring Nasi Goreng untuk diri nya dan menyantap nya bersama Reyhand.
"Nasi Goreng bibi rasa nya sangat mirip dengan Nasi Goreng buatan Ibu ku."
"Uhukkk." Bibik tersedak makanan nya kala ia mendengar yang Reyhand ucapkan barusan.
"Bi kenapa?? Ini minum dulu." Tanya Reyhand sembari tangan nya menuangkan air putih ke gelas lalu memberikan nya untuk Bi Surti.
Glegek .. glegekk..
Hanya dua tegukkan, lalu di letakkan kembali gelas itu di atas meja.
"Bibi hanya kaget mendengar yang Den Reyhand ucap kan." Ujar Bi Surti sambil menundukkan kepalanya.
Sedangkan Reyhand ia hanya tersenyum dan melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda.
"Ngomong ngomong Bibi sudah lama bekerja dengan keluarga ku namun baru sekarang kita bisa makan bareng."
"Itu karena Den Reyhand sibuk bekerja dan jarang pulang, jadi kita jarang ketemu Den.."
"Iya Bii, hidup ku hanya di penuhi dengan kerja kerja dan kerja."
"Maaf bukan maksud bibi mau ikut campur urusan pribadi Den Reyhand, tapi menurut Bibi Den Reyhand jangan hanya fokus pada urusan bisnis dan pekerjaan saja, tapi cobalah untuk mencari pendamping hidup Den. Karena saat kita memiliki pendamping hidup, maka semua akan terasa lengkap dan insyaallah bahagia." Ucap Bibi menasehati Reyhand.
"Iya bi ini juga lagi nyari tapi masih belum ada yang pas." Ujar Reyhand sembari memasukkan satu sendok nasi goreng kedalam mulut nya.
"Den Reyhand mau pendamping hidup yang seperti apa?" Tanya Bi Surti
"Yang pastinya yang lurus lurus aja bi dan nggak neko neko."
"Nah maka dari itu mulai sekarang rubahlah hidup Den Reyhand menjadi lebih baik lagi, tinggalkan bermain perempuan, tinggalkan semua kebiasaan buruk. Dan tata masa depan Den Reyhand agar lebih bermanfaat. Maka tanpa Den Reyhand mencari sampe keliling dunia Pendamping hidup yang baik akan datang di kirim oleh Tuhan untuk Den Reyhand." ujar bibi sambil tersenyum.
Perasaan Reyhand menjadi tersentuh kala ia mendengar Nasehat dari Bi Surti, Bibi yang telah mengurus nya dari bayi, dan sekarang umur nya telah memasuki hampir kepala tiga tetapi Bi Surti masih setia bekerja pada keluarga nya.. Sungguh pengabdian yang setia.
"Iyaa bi, aku akan berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik , dan berguna untuk semua orang."
Bi Surti Tersenyum mendengar yang Reyhand ucapkan barusan, tanpa ia sadari air mata nya menetes terjun bebas begitu saja.
Lalu Bi Surti bergumam dalam hati,
"(Kamu sudah dewasa anakku)"
Bersambung..