My Mother Is My Maid

My Mother Is My Maid
Bab 1 : Akal bulus Clara



*POV Author*


•••••••••••••


Seseorang yang mengintai Reyhand dari kejahuan belum juga pergi, ia terus mengintai sampai tujuan nya tercapai.


"Kamu nggak peka Na dengan tingkah si Reyhand?" tanya Mbak Gita


"Apaan si Mbak? tingkah nya yang mana menurut ku biasa saja, udah aku mau nidurin Vallen dulu ." Ucap Aina, lalu ia pun meninggal kan Mbak Gita dan Reyhand.


Suara canda dan tawa terdengar jelas dari kejauhan. Suasana Rumah Pak Basuki begitu ramai karena sanak saudara sedang berkumpul. Pak Basuki adalah anak tertua dari empat bersaudara, sedang kan Ibu Maryati anak kedua dari empat bersaudara juga. Jadi bisa kalian bayangkan betapa ramai nya.


Dan Vallen adalah Cucu pertama dari keluarga pak Basuki.


Mereka datang untuk menjenguk Vallenia sekaligus menghadiri acara Syukuran yang akan di adakan nanti malam selepas Ba'da Magrib.


"Kalo lagi kumpul gini rasa nya gua pengen nangis." Ucap Mbak Gita.


Kini ia mulai terbiasa untuk bersikap seperti dulu lagi,  menganggap Reyhand hanya sebatas sahabat, dan rasa suka nya Mbak Gita kubur dalam dalam.


"Lah kenapa?" tanya Reyhand.


"Karena Anita hanya bisa melihat dari kejahuan tanpa bisa ikut bergabung di sini." Ucap Mbak Gita menegakkan kepalanya memandang lurus ke depan.


"Kita do'a kan saja yang terbaik untuk nya, gua yakin dia juga bahagia di sana walaupun kita udah beda alam sama dia." Ujar Reyhand sambil menyeruput kopi buatan Aina tadi.


"Aamiin.. Semoga khusnul khotimah kamu dek." Ucap Mbak Gita sambil  bibir nya tersenyum walaupun hanya sedikit.


"Udah oi jangan melow melow deh!" ucap Reyhand sambil melempari Mbak Gita dengan Kacang Koro.


"Lo nggak akan paham rasa nya kehilangan Rey, mending lo makan aja ni kacang koro biar muka lo makin banyak tumbuh jerawat nya!" ucap Mbak Gita sambil memasukkan sepuluh biji kacang koro ke dalam mulut Reyhand.


"Aiss anjirrr lo ya! Uhukk.. Uhukk."


"Hahahaha."


Mbak Gita tertawa puas melihat Reyhand batuk karena keselek kacang koro sepuluh biji.


"Ni minum."


glegek.. glegek.. glegek ..


Satu gelas kecil Es Jeruk Reyhand habis kan.


"Dasar lo temen durhaka!"


"Hahahaha.. hahahaha.."


Lagi Mbak Gita tertawa puas melihat Reyhand sewot karena ulah nya.


Hati Mbak Gita terasa plong ketika ia mencoba untuk meng ikhlas kan sesuatu yang bukan milik nya. Dan mencoba untuk menerima Jodoh dari Tuhan yaitu Dokter Zainal yang telah dengan sabar menanti nya.


Sedangkan seseorang itu masih mengintai Reyhand, ia merasa iri melihat wanita yang bersama Reyhand saat ini, ia pun berniat akan meng labrak wanita yang bersama Reyhand suatu saat nanti.


Kriingg.. kringg ..


Ponsel Reyhand berdering,  lalu ia mengambil dan melihat ternyata


"Claraa?" ucap Reyhand dengan raut wajah tidak suka.


Click, ia menekan tombol merah pada layar ponsel nya. Seketika Nada dering pun tidak bersuara lagi.


"Kenapa malah di rijek?" tanya Mbak Gita.


"Orang tidak penting." ucap Reyhand


Lalu


Kringggg .. kringgg ..


Ponsel nya berdering kembali pertanda panggilan masuk dan ternyata orang yang sama yaitu Claraa.


"Angkat aja Rey siapa tahu penting." Ucap Mbak Gita


"Nggak penting ya nggak penting Gita!" ucap Reyhand dengan nada suara  agak tinggi.


"Yaudah Terserah!" ucap Mbak Gita,


lalu ia mengambil ponsel nya yang dari tadi ia cuekkin karena sibuk mendekorasi ruang tamu dan teras.


Data seluler telah aktif,


Berbagai Notifikasi masuk memenuhi layar ponsel nya.


Banyak pesan whatsap masuk dari grup teman sekantor nya, ada juga dari teman Instagram nya, tidak ada yang menarik lalu saat ia akan menyimpan kembali ponsel nya, satu pesan masuk dari seseorang yang akan ia cintai yaitu Dokter Zainal.


Jika di hari sebelum nya saat menerima pesan dari Dokter Zainal perasaan Mbak Gita biasa saja lain hal dengan hari ini, ia merasa begitu ter sanjung membaca kata demi kata yang di kirim Dokter Zainal untuk diri nya.


"Kesambet lo senyum senyum sendiri. Mana sini gua liat " ucap Reyhand tiba tiba merebut ponsel Mbak Gita.


Mbak Gita yang tidak sadar dengan serangan Reyhand tiba tiba saja ponsel milik nya telah berpindah tangan.


"Kepo amat si lu!! sini balikin nggak!" ucap Mbak Gita sambil menarik narik baju Reyhand.


"Gua mau liat dulu lo ngapain tadi sampe senyum senyum gitu, jangan jangan lo nonton bok*p!"


"Gila aja lo!! lo pikir gua otak selangk*ngan kayak lo!"


Mbak Gita begitu kesal karena ulah Reyhand yang kurang ajar ini. Namun lain hal dengan fikiran seseorang yang masih mengintai gerak gerik Reyhand, ia begitu tidak menyukai dengan apa yang ia lihat sekarang.


Tiba tiba terlintas ide gila dalam benak nya. Ia pun berdiri dan melepaskan selendang yang ia pakai untuk menutupi wajah nya tidak lupa pula ia mempertebal bedak dan lipstik nya serta rambut pendek nya.


Lalu ia mulai berjalan geol geol mendekati Reyhand yang sedang berebutan ponsel dengan Mbak Gita.


"Rey!"


Seketika Mbak Gita dan Reyhand menjadi diam seperti patung.


"Claraa!! ngapain lo di sini." Ucap Reyhand dengan wajah panik nya karena ia takut Aina melihat Claraa berada di sini.


Dan ternyata seseorang  yang mengintai Reyhand sejak tadi adalah Claraa si patner Ranjang nya.


Reyhand pun meletak kan ponsel Mbak Gita di atas meja lalu ia menarik tangan Claraa menjauh dari rumah Aina.


Mbak Gita tidak mau ikut campur urusan Reyhand, ia lalu duduk di kursi dan melanjutkan chattingan yang sempat tertunda tadi karena ulah Reyhand Si bocah Tengil.


"Gua ingetin sekali lagi jangan pernah lo nemuin gua kayak gini, gua nggak suka Claraa!" ucap Reyhand sambil melepaskan tangan Clara dengan keras.


Kini mereka telah menjauh dari rumah Aina dan sedang berada di belakang mobil Reyhand yang terparkir di pinggir jalan.


"Kenapa lo takut gua kacauin semua nya?" Ucap Claraa dengan wajah angkuh nya.


"Lo!!!"


Hampir saja Reyhand akan menampar Claraa namun ia urungkan karena ia sadar sekarang sedang berada di pinggir jalan dan ada saja orang yang belalu lalang  lewat.


"Ternyata dia wanita yang telah berhasil merebut kamu dari aku Rey." ucap Clara dengan suara nya yang lembut sambil tersenyum angkuh.


"Bukan urusan lo!! sekali lagi lo kayak tadi tunggu aja, gua pastiin besok lo nggak akan lihat matahari lagi!!"


Reyhand mengancam Claraa dan ia akan kembali lagi ke rumah Aina namun


Tin .. tin..


Sebuah mobil berhenti di depan mereka. Lalu keluar seorang laki laki yang menurut Reyhand tidak asing, dan seorang ibu ibu yang seumuran ibu Maryati atau ibunya Aina.


"Kalo mau bertengkar jangan di pinggir jalan Mbak, Mas selesain di rumah, malu di lihat orang." ucap lelaki tak Asing itu.


Lalu ia pun berlalu masuk ke rumah Aina meninggal kan rasa penasaran untuk Reyhand.


"Siapa?, seperti pernah bertemu tapi dimana?" ucap Reyhand berguman sendiri.


"Rey ihhh" panggil Claraa dengan suara manja nya.


Reyhand pun berhenti mengingat tentang lelaki yang barusan telah masuk ke rumah Aina bersama seorang ibu ibu.


"Apa si!! kamu nggak denger orang itu tadi bilang apa ha? malu Claraa malu!!"


Reyhand pun membuka pintu mobil lalu masuk dan menyalakan mesin nya. Mood nya telah hancur karena Claraa.


Namun belum sempat ia menginjak pedal gas Claraa telah membuka pintu mobil dan ikut duduk di kursi sebelah kemudi.


"Turun!!" ucap Reyhand dengan wajah kesal nya.


Tanpa mengulur waktu lagi Claraa langsung melancarkan akal bulus nya tadi yang membuat Reyhand hampir terkena serangan jantung.


"Aku HAMIL Reyhand!!"


Bersambung..