My Mother Is My Maid

My Mother Is My Maid
Bab 21 : Cinta or Obsessi?



POV Author


••••••••••••••••


Suasana hening untuk beberapa saat. Dokter Zainal pun duduk mendekati Mbak Gita yang menjaga jarak.


"Stop jangan deket deket!" Gertaknya ketika Dokter Zainal mendekatinya.


"Udah dong marahannya, maafin aku ya.." Bujuk Dokter Zainal.


"Nggak! Kamu itu nyebelin! Nyebelin! Nyebelin!" Gerutu Mbak Gita seraya mencubiti pinggang Calon suaminya.


"Aw, aduh, ampun sayang ampun.."


"Makanya kalo orang lagi cerita itu di dengerin! Di tanggepin! Ini kamu malah diem aja, sekali tanggepin jawabnya Sudah, kan nyebelin. Kalo nggak ada yang marah pengen aku tonjok."


"Siapa?"


"Ya kamu! Mana mungkin tembok, aa"


Belum sempat Mbak Gita melanjutkan omelannya, Dokter Zainal tiba tiba melakukan serangan intim.


Yaa Dokter Zainal mendekatkan wajah nya pada wajah Mbak Gita, alhasil jantung Mbak Gita berdegup tidak karuan. Selang beberapa detik  kemudian,


Cup.


Bibir tipis menggoda  Mbak Gita, di curi oleh Dokter Zainal.  Awalnya saat dua bibir itu menyatu yang di rasakan ke dua insan ini sangat gerogi, dan canggung, karena selama mereka pacaran tidak pernah melakukan hal seperti ini.


Namun lama kelamaan alunan mulai terbentuk, dan menikmati setiap sentuhan yang terjadi.


Cukup lama, dua menit berlalu,


"Huhh.."


Ciuman terlepas dan keduanya menarik oksigen banyak banyak karena kehabisan nafas.


Kecanggungan terjadi lagi, namun sebagai lelaki Dokter Zainal berusaha untuk bersikap layaknya jentelmen.


Ia mengambil ponsel dari dalam saku celanya, lalu membuka aplikasi Youtube dan mencari lagu romantis, untuk memecahkan suasana canggung ini.


"Kasih Jangan kau pergi"


Muncullah beberapa lagu, dan Dokter Zainal mengklik list teratas..


Alunan musik mulai terdengar, lagunya slow dan sangat cocok dengan keadaan hubungan mereka berdua saat ini.


"Wajahmu selalu terbayang


Dalam setiap angan


Yang tak pernah bisa hilang


Walau sekejap


Ingin selalu dekat denganmu


Enggan hati berpisah


Larut dalam dekapanmu


Setiap saat


Setiap saat


Oh kasih, janganlah pergi


Tetaplah kau selalu di sini


Jangan biarkan diriku sendiri


Larut di dalam sepi


Kasih, janganlah pergi


Tetaplah kau selalu di sini


Jangan biarkan diriku sendiri


Larut di dalam sepi


Larut di dalam sepi


Kasih, jangan kau pergi


Terlelap dalam belaianmu


Takkan pernah kulepas


Biarlah diriku kau manja


Dalam pelukan


Gemulai setiap gerakanmu


Membuatku selalu rindu


Kukecup lembut bibirmu


Kusayang padamu


Kusayang padamu


Oh kasih, janganlah pergi


Tetaplah kau selalu di sini


Jangan biarkan diriku sendiri


Larut di dalam sepi


Kasih, janganlah pergi


Tetaplah kau selalu di sini


Jangan biarkan diriku sendiri


Larut di dalam sepi


Larut di dalam sepi


Kasih, jangan kau pergi


Oh kasih, janganlah pergi


Tetaplah kau selalu di sini


Jangan biarkan diriku sendiri


Larut di dalam sepi


Kasih, janganlah pergi


Tetaplah kau selalu di sini


Jangan biarkan diriku sendiri


Larut di dalam sepi


Hanyut di dalam sepi


Kasih, jangan kau pergi


Kasih, jangan kau pergi"


Clik,


Dokter Zainal mematikan lagu yang ada di ponselnya dan kembali menatap Mbak Gita dengan tatapan sayu..


"Sayang Please maafin aku. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, please" Ungkap Dokter Zainal sembari menunjukkan popy eyesnya.


Mbak Gita hanya diam.


Dokter Zainal pun meraih kedua tangan Mbak Gita dan mengecupnya mesra, lalu ia berkata,


"Maaf kan aku"


Dan Mbak Gita masih diam seribu bahasa.


Lalu di kecup nya lagi tangan Mbak Gita seraya berkata,


"Menikahlah dengan ku."


Jantung Mbak Gita semakin kuat berdetak, terasa seperti di pompa.


Ia pun sudah bosan dengan diamnya, karena Dokter Zainal tidak paham apa sebab Mbak Gita tidak memaafkannya.


"Kamu tahu Mas, aku begini karena apa?" Tanya Mbak Gita, pandangan mata nya lurus menatap kedepan.


"Karena aku cuekkin kamu, saat kamu lagi curhat panjang kali lebar tadi kan?"


"Astaga, laki laki emang susah banget ya untuk peka terhadap situasi dan kondisi." Gerutu Mbak Gita, sembari bibir tipis nya manyun kedepan.


Dokter Zainal tidak tahan dengan kelakuan Mbak Gita, ia merasa begi gemas terhadap calon istrinya ini.


"Sayang jangan manyun manyun nanti aku khilaf lagi gimana?" Ujarnya tanpa dosa.


Mbak Gita tidak habis  fikir dengan jalan pemikiran lelaki yang ada di sebelahnya ini, bisa bisa ia berfikir mesum di saat begini.


"Ini sudah malem Mas, lihat sudah setengah sebelas." Ujar Mbak Gita, ia sudah muak berada di situasi seperti ini, ia ingin mendinginkan otak nya dulu agar bisa berfikir lebih jernih.


"Pokoknya, nggak akan pulang sebelum kamu maafin Mas." Ungkapnya dengan suara manja.


"Astaga Mas, jangan seperti anak kecil. Kita ini sudah sama sama dewasa. Kamu bisa berfikir, mengkoreksi diri dan aku juga begitu. Jadi aku mohon pulanglah sebelum ada yang melihat dan di sangka kita ngapa ngapain disini.


"Baiklah kalo itu yang kamu mau. Saya pamit!" Ujarnya dengan suara dingin.


Tanpa melihat ke arah Mbak Gita, Dokter Zainal langsung mengambil kunci mobil dan menyalakannya, lalu pergi dari kediaman orang tua Mbak Gita.


"Astaga! Bisa bisa gila aku berhadapan dengan manusia kutub seperti kamu Mas!"  Gerutu Mbak Gita, ia pun tidak memperdulikan Dokter Zainal, karena matanya sudah tinggal lima watt, alias ngantuk berat.


Ia pun masuk ke dalam rumah dan menguncinya.


Suasana rumah sangat sepi, hanya terdengar suara jangkrik yang saling bersahutan.


Mbak Gita mengambil wudhu, lalu tidur. Ia sudah tidak sabar untuk menjelajah alam mimpi yang indah. Karena hari ini ia begitu lelah dan juga ia baru saja menerima kenyataan yang begitu pahit.


Sedangkan di Kontrakan Clara,


Wanita bertubuh sexy itu sedang memainkan perannya sebagai pemuas nafsu.


Ia bermain lihay di atas tubuh lelaki paruh baya itu.


"Ahhhh.."


******* demi ******* memenuhi ruangan yang sempit ini.


Ya, saat ini Claraa masih menerima tawaran siapa yang mau membayarnya atas jasanya, asal bermain di kontrakkannya.


Ia telah membohongi Reyhand tentang kehamilannya dan juga berbohong  tentang dirinya yang telah berhenti menjual diri. Semua itu ia lakukan agar Reyhand tidak pergi meninggalkannya.


Claraa begitu terpikat pada pesona Reyhand, namun sayang Reyhand tidak pernah menganggap Claraa, ia hanya menganggap  bahwa hubungan mereka hanya sebatas patner ranjang, tidak lebih.


Entah itu cinta atau Obsesi, namun yang jelas Claraa akan melakukan segala cara agar Reyhand menjadi miliknya. Termasuk pura pura hamil adalah bagian dari rencana busuknya.


"Ahhhh terus sayang! Lagi! Lagi! Lagi! Ahhhh" Racauan dari mulut lelaki paruh baya ini terus terdengar.


Clara pun semakin semangat juang memberikan kepuasan pada pelanggan nya ini. Hanya demi uang satu juta.


Andai Reyhand tahu bahwa kelakuan Claraa sangat berbanding terbalik dengan apa yang biasa ia lihat. Sudah di pastikan Reyhand akan membunuh Claraa saat ini juga.


Kringggggg!


Dering ponsel milik lelaki paruh baya yang sedang memadu kasih bersama Clara, tiba tiba berbunyi menandakan  satu panggilan masuk.


Mereka berdua tidak memperdulikan siapa yang menelfon. Malah semakin asyik berlabuh pada permainan hot yang Claraa ciptakan.


Sedangkan Mamah Zainal di rumah, semakin gusar perasaannya kala suaminya tidak mengangkat panggilan darinya.


"Sudah hampir jam 1, kemana kamu Pah?"


Bersambung..