My Mother Is My Maid

My Mother Is My Maid
Bab 3 : Pelakor



*POV Author*


•••••••••••••••


"Rey stop!!"


Bukan nya stop Reyhand semakin menambah kecepatan berkendara nya.


"Gila!! lo bisa bunuh bayi kita!!!"


Cliiiiiiitttttttt..


Suara band mobil yang bergesekkan dengan Aspal karena Reyhand mendadak  ngerem, dan menepikan mobil nya ke pinggir jalanan yang begitu sepi dan di tumbuhi pepohan yang cukup rimbun.


Entah sudah berapa lama Reyhand berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa tujuan yang jelas, sehingga mengantar kan mereka ke tempat yang cukup jauh dari keramaian kota.


"Sekarang jelasin semua nya Claraa!! dengan jelas dan jangan bertele tele!!" ucap Reyhand sambil men cengkram kedua bahu Claraa.


"Aww sakit Rey lepas." ucap Clara.


Reyhand pun melepaskan cengkraman tangan nya, namun mata nya menatap Claraa dengan tatapan yang begitu tajam seolah ingin memakan Clara hidup hidup.


"Aa-aku,"


"Gua bilang jangan bertele tele!!" ucap Reyhand dengan nada suara yang cukup keras.


Nyali Claraa semakin menciut mendengar Reyhand membentak nya, karena baru kali ini Reyhand begitu kasar terhadap diri nya.


Claraa tidak ingin dalam situasi seperti ini terus, ia pun mulai ber akting agar Reyhand sedikit luluh dan tidak kasar kasar lagi.


"Akhhh perut ku." Ucap Claraa sambil memegangi perut nya.


Dan benar saja, hati nurani dan sikap ke manusiaan Reyhand masih ada dalam diri nya sehingga melihat Claraa yang tiba tiba kesakitan ia pun mendadak khawatir.


"Kamu kenapa Claraa?" ucap Reyhand dengan nada yang lembut


"Awww, perut ku Rey rasa nya seperti keram kesemuttan."


"Aduh kok bisa jadi kayak gini?"


Reyhand pun sangat bingung dan khawatir, ia melihat ke sekeliling jalanan mencari pertolongan namun sayang jalanan sangat sepi dan hanya ada hutan di sekeliling dan di sepanjang jalan. Seperti nya ia telah jauh melewati keramaian kota sehingga sekarang ia tiba di sebuah tempat yang asli nya tidak pernah ia kunjungi.


"Yaudah mending kamu coba tarik nafas yang dalam lalu hembuskan, di bawa rileks  jangan tegang." Ucap Reyhand memberi arahan.


Reyhand tidak mau jika terjadi apa apa dengan Claraa pasti ia yang akan di salahkan, maka dari itu ia mencoba untuk berdamai dengan amarah nya sejenak.


"Udah Rey, udah mendingan kok." Ujar Clara sambil tersenyum lemah agar Reyhand semakin bersimpati pada nya.


"Kamu serius? ini minum dulu."


Reyhand mengambil Aqua yang selalu siap berada dalam mobil nya.


Glekk .. glegekk .. glegekk..


Claraa meminum Air putih itu sampai habis tak tersisa karena pada dasar nya ia menahan haus yang melanda tenggorokkan nya sejak tadi.


"Pelan pelan." Ucap Reyhand sambil mengelap sisa air yang tumpah.


"Thanks Rey."


Reyhand hanya mengangguk kecil, dan wajah nya tidak segarang tadi. Di lahat nya kondisi Claraa sudah membaik, Reyhand pun kembali bertanya namun kali ini dengan suara yang lebih lembut, dan di sertai dengan sentuhan halus pada tangan Claraa.


"Jawab dengan jujur Claraa, apa benar kamu hamil?"


"Ya."


Claraa tersenyum dalam hati ia merasa telah berhasil membuat Reyhand masuk dalam perangkap nya.


Sedangkan Reyhand ia menjambak rambut nya dengan kasar seperti sedang frustasi. Yaa kali ini Reyhand frustasi benar benar frustasi.


Reyhand berfikir sejenak dan menenangkan hati nya agar ia tidak gegabah dalam bertindak.


"Mana bukti nya? bukan kah saat kita melakukan itu aku selalu menggunakan K*ndom jadi mustahil kamu bisa hamil!" ucap Reyhand, tiba tiba saja fikiran itu terlintas di otak nya.


"Kamu benar Rey, tapi apa kamu tahu kalau k*ndom yang kamu pakai itu tidak bocor?" ucap Claraa.


"Bisa saja kamu hamil dengan lelaki lain Claraa, ingat status mu bekerja sebagai apa!"


Reyhand mulai terpancing emosi nya. Dan Claraa ia tidak terima dengan ucapan Reyhand barusan, itu artinya sama saja Reyhand menghina diri nya.


"Cukup Reyhand!! aku memang pel*cur tapi asal kamu tahu semenjak kita bertemu aku tidak pernah tidur dengan lelaki mana pun kecuali kamu!!" ucap Claraa sambil meneteskan air mata nya.


"Aku butuh bukti Claraa, buktikan jika benar kamu hamil dan itu adalah Anakku maka aku akan bertanggung jawab tapi jika semua itu hanyalah rencana busuk mu aku tidak akan segan segan menjeblos kan mu ke penjara atas tuduhan yang tidak benar!!."


Claraa kalang kabut mendengar ancaman Reyhand. Bagaimana mungkin bagian ini tidak terfikir oleh nya.


Bukti.. bukti apa yang harus ia berikan pada Reyhand sedangkan diri nya memang benar menipu Reyhand. Namun seperti nya keadaan berpihak pada Claraa.


"Baik, aku akan memberi mu bukti dan setelah ini jangan pernah berharap kamu bisa lepas dari tanggung jawab mu Rey!!"


"Mana buktinya jangan hanya bicara omong kosong saja!"


"Antar aku pulang maka kamu akan mendapat kan bukti nya!"


Reyhand pun tidak banyak bicara lagi karena hari semakin gelap, ia segera menyalakan mesin  dan membanting stir memutar arah kembali ke kota.


Dalam perjalanan mereka sama sama terdiam larut dalam fikiran masing masing.


Kringggg.. kringgggg..


Dering ponsel Reyhand yang tiba tiba mengisi kesunyian malam meng kaget kan sepasang insan yang sedang di landa kegelisahan.


"Handphond lo bikin jantung gua mau copot." Ucap Clara sambil melirik ke arah Reyhand.


Reyhand tidak memperdulikan ucapan Claraa barusan, ia menepuk jidad nya kala ia mengetahui siapa yang menelfonnya sekarang.


"Astaga." Ucap nya, lalu ia menekan tombol hijau pada layar ponsel nya.


"Hallo?"


"Rey lu dimana? acara sudah mau mulai. Lagian lu pulang main pergi pergi aja nggak  pamit dulu nggak ada sopan santun banget lu!." cecar seseorang di seberang telfon.


Reyhand pun menjauh kan ponsel nya dari telinga nya karena suara seseorang itu sangat nyaring seperti kaleng rombeng yang membuat telinga Reyhand menjadi sakit dadakan.


"Iya sorry gua ada urusan mendadak tadi jadi nggak sempet pamit, sorry ya sorry banget kayak nya gua nggak kesana ngehadiri acara nya soalnya urusan gua disini belum kelar masih ribet."


"Alah lu ini sok banget, palingan juga sibuk sama cewek iya kan?? tapi ngomong ngomong cewek sexy tadi itu siapa Rey, kalo itu saudara lu atau gebetan lu mau gua beliin kain tambahan buat nutupin baju nya yang kurang bahan itu, hahahahaha."


Reyhand pun sebenar nya ingin tertawa namun ia tahan karena cewek sexy yang di bicarakan ada di sebelah nya.


"Bawel lu Git, pokok nya sampaikan salam gua buat Aina bilang gua sangat sangat minta maaf karena nggak bisa hadir di acara  yang sangat penting untuk nya dan untuk gua juga sii tapi ya udah lah nanti kado nya nyusul gitu."


"Yaudah terserah lu aja Rey."


"Gua lagi di jalan nanti gua hubungi lagi."


"Oke bye."


"Bye."


Panggilan pun berakhir, dan Reyhand kembali fokus menyetir tanpa memperdulikan tatapan Claraa yang penuh dengan tanda tanda.


Claraa tidak mendengar apa yang di bicarakan oleh seseorang yang menelfon tadi dan juga tidak tahu siapa yang menelfon, namun dari yang Reyhand ucapkan, dan Reyhand menyebut nama Wanita Claraa menduga bahwa itu adalah wanita yang bersama Reyhand sore tadi, wanita yang telah merebut Reyhand dari diri nya, yang Claraa ketahui bernama Aina, maka Claraa memutuskan akan membututi wanita pelakor itu dan melabrak nya habis habisan.


"Tunggu saja tanggal mainnya!"


Bersambung..