My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 06 : kembali pulih dan bertemu dengan anak perempuan angkuh



~~ sudut pandang yuuta ~~


"hoams"


aku menguap dan membuka mata ku dengan sangat ngantuk, saat ini aku berada di akademi tempat luchifer sekolah dan hari ini aku berniat bertemu dengan kepala sekolah untuk membicarakan soal undangan masuk ke akademi ini, dengan agak mengantuk aku bangkit dari kasur dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka ku.


"penampilan ku terlihat menyeramkan"gumam ku sambil mengamati wajah ku di cermin.


aku menghela nafas dan beranjak pergi dari kamar mandi untuk berganti pakaian, saat aku tengah berganti pakaian tiba tiba pintu terbuka dan terlihat luchifer dengan nampan berisi sup dan teh berdiri di depan pintu.


"selamat pagi luchifer"sapa ku.


"selamat pagi yuuta kupikir kau belum bangun pagi ini"kata luchifer sambil meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja.


"ah aku sejak dulu terbiasa bangun sangat pagi"kata yuuta.


"begitu ya, aku bawakan sup untuk sarapan pagi mu"kata luchifer.


aku segera duduk di meja kecil yang ada di tengah ruangan dan segera memakan sup yang di bawakan oleh luchifer, sambil makan aku memikirkan jawaban ku sekali lagi soal ajakan kepala sekolah.


"hei yuuta apa kau akan menerima undangan itu?"tanya luchifer.


"um memang kenapa luchifer?"tanya ku balik.


"tak ada apa apa hanya ingin tahu saja"kata luchifer


"begitu ya, sebaiknya kau tunggu saja hingga aku menemui kepala sekolah nanti"kata ku.


setelah aku mengatakan hal itu aku bergegas menghabiskan sup buatan luchifer,kemudian aku merebahkan tubuh ku ke kasur sambil mengamati langit langit kamar.


"luchifer apa kau mau ikut aku jalan jalan pagi ini?"tanya ku.


"kemana?"tanya luchifer balik.


"ke kota sekalian aku mau cari udara segar di luar"kata ku.


"um mungkin tak bisa setelah ini karena aku ada latihan pagi ini"kata luchifer.


"begitu ya sayang sekali"kata ku.


luchifer membereskan mangkuk sup dan cangkir teh bekas sarapan ku dan berjalan menuju ke pintu untuk keluar.


"kalau begitu aku pergi dulu"kata luchifer.


"ya sampai nanti"kata ku.


luchifer keluar dari kamar ini dan aku segera bangkit untuk jalan jalan pagi di kota, dengan santai aku membuka pintu kamar dan keluar dari tempat itu.


"padahal aku ingin berterimakasih dengan luchifer karena telah merawat ku dengan mengajak nya jalan jalan tapi sayang sekali"kata ku.


aku berjalan di lorong akademi untuk menuju keluar, luchifer sudah menunjukan jalan menuju ke gerbang untuk keluar dari akademi jadi aku hanya mengikuti jalan yang pernah ku lewati saja, sambil berjalan aku memikirkan beberapa hal dan aku teringat sesuatu hal.


"oh ya sihir di dunia ini bagaimana ya?"tanya ku dalam hati.


jujur aku masih belum paham soal sihir di dunia ini walau aku bisa menggunakan nya, dengan serius aku memikirkan soal itu dan terlintas di pikiran ku untuk mencoba salah satu yang ku tahu.


"hmm kurasa tak masalah"gumam ku.


aku menghentikan langkah kaki ku dan diam di tempat sambil mengingat mantra yang ingin ku rapal.


"gate"


sebuah lingkaran sihir muncul di bawah ku dan menelan ku ke dalam, tak lama kemudian aku mendapati diriku yang sudah berada di alun alun kota secara tiba tiba, aku mengamati sekitar dan menatap beberapa orang yang melihat ku muncul secara tiba tiba di tempat ini.


"jadi mantra itu sihir Teleportasi"gumam ku.


aku menghela nafas dan bergegas pergi dari sana sebelum keberadaan ku menarik perhatian banyak orang, sambil berjalan aku berpikir apa yang akan ku lakukan di kota pagi ini, terlihat beberapa toko baru buka dan orang orang mulai keluar rumah untuk bekerja.


aku meraba pinggang ku dan menyadari sesuatu yang ku tinggal kan di kamar, sial aku lupa membawa bahamut bersama ku, aku mendengus kesal dan terus berjalan di jalanan kota sambil menikmati pagi hari ku yang cukup tenang ini.


"oh ya cara menggunakan sihir creation itu gimana ya?"tanya ku.


aku memasukan tangan ku ke saku dan menyadari hal lain yang ku lupakan pagi ini, aku menggaruk kepala ku dengan kesal karena ponsel ku juga tertinggal di kamar, sungguh hari ini cukup sial juga untuk ku.


"duh bagaimana ini?"gumam ku sambil menggaruk kepala ku.


aku cukup panik karena ponsel dan bahamut tertinggal di kamar, aku diam beberapa saat dan memutuskan untuk kembali ke alun alun, setelah berjalan beberapa menit akhirnya aku tiba di alun alun kota tempat ku Teleportasi tadi.


"ada masalah apa luchifer dengan anak anak itu?"tanya ku dalam hati.


aku menggeleng gelengkan kepala ku dan memutuskan untuk pergi ke sana karena aku takut terjadi hal yang tak di ingin kan.


"gate"


aku merapal gate dan dengan tiba tiba sudah berada di tengah tengah luchifer dan anak anak itu, dengan santai aku menatap luchifer yang terkejut karena aku tiba tiba muncul dengan sihir gate.


"y..yuuta bagaimana kau bisa ada di sini?"tanya luchifer.


"aku kan sudah bilang pada mu aku jalan jalan di kota, kebetulan dari kejauhan aku melihat mu di sini"kata yuuta.


luchifer menatap ku dengan terkejut, tanpa mempedulikan luchifer aku berbalik dan menatap kelompok anak anak yang tadi sedang debat dengan luchifer.


"baiklah ada masalah apa kalian dengan luchifer?"tanya ku dengan suara bernada dingin.


kelompok anak anak itu terkejut karena aku bertanya seperti itu, kemudian seorang gadis dari kelompok yang tadi berdebat dengan luchifer maju ke hadapan ku, seragam nya terlihat cukup berbeda dari seragam luchifer dan kesan nya sedikit mewah, ia berdiri di hadapan ku dan menatap ku dengan sebuah senyuman sinis.


"aneh juga seorang anak laki laki membela perempuan seperti luchifer, apa yang ia lakukan pada mu hingga kau mau repot repot membela nya?"tanya anak perempuan itu.


"tidak ada hanya membantu nya layak nya seorang teman, dan kebetulan juga aku berhutang Budi kepada nya"kata ku.


"begitu ya, kurasa aku dan teman teman ku akan pergi karena kau terlihat cukup menakutkan"kata perempuan itu dengan nada merendahkan.


anak perempuan itu berbalik dan berjalan dengan langkah langkah angkuh nya di ikuti oleh teman teman nya, aku menatap anak perempuan itu dan mengepalkan telapak tangan ku karena kesal dengan hinaan nya.


anak itu berhenti dan berbalik menatap ku, ia menatap ku dan tersenyum dengan sangat sinis kearah ku.


"nama ku Sasha ishgar siapa nama mu?"tanya anak perempuan itu.


"yuuta hibiki"jawab ku dengan singkat.


"yuuta ya nama yang aneh, kalau begitu sampai nanti"kata Sasha.


ia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan ku di sana, setelah ia agak jauh aku berbalik dan menatap luchifer untuk meminta penjelasan soal siapa mereka dan ada urusan apa hingga terjadi kegaduhan.


"hei luchifer bisa kau jelaskan siapa dia?"tanya ku.


"dia adalah sepupu ku"kata luchifer.


"eh begitu ya dan kulihat tadi kalian terlihat tak terlalu akur"kata ku dengan heran.


luchifer memalingkan wajah nya dari ku, aku memejamkan mata ku dan menghela nafas panjang.


"hei luchifer ingin kembali ke akademi?"tanya ku.


"ya memang kenapa?"tanya luchifer balik.


"tak apa apa sekarang pegang pundak ku"kata ku.


"kenapa?"tanya luchifer lagi.


"sudah lah lakukan saja"kata ku.


luchifer menatap ku dengan ragu dan ia memegangi pundak ku di ikuti dua teman nya memegangi pundak nya, aku memasukan tangan ku ke saku celana ku dan menghela nafas.


"gate"


seketika kami berempat sudah berpindah dari alun alun ke halaman akademi, luchifer dan dua teman nya menatap ku dengan heran karena mereka sudah berada di akademi dalam sekejap mata.


"yuuta bagaimana kita bisa berada di sini?"tanya luchifer.


"aku menggunakan mantra sihir 'gate' untuk memindahkan kalian ke sini"kata ku dengan santai.


luchifer dan dua teman nya menatap ku dengan terkejut dan terheran heran, aku menggaruk kepala ku dan menatap mereka dengan sangat bingung degan tatapan mereka.


"tunggu bagaimana kau bisa berada di akademi?"


aku menoleh ke arah sumber suara dan mendapati Sasha berdiri menatap ku dengan bingung, ekspresi nya cukup aneh ketika ia terkejut.


"ah kau tak perlu tahu soal itu"kata ku dengan santai nya.


tanpa mempedulikan mereka yang kebingungan aku berjalan pergi dari sana meninggalkan mereka untuk menghadap ke kepala sekolah dan juga mengambil bahamut dan ponsel ku yang tertinggal.