
aku sekarang berjalan di kota sambil mencari penginapan untuk tinggal sementara,tadi luchifer berpisah dengan ku di alun alun kota untuk segera melaporkan soal beruang itu kepada kepala sekolah nya.
jujur suruh mencari sendiri rasanya membuat ku ingin mati saja,berkeliling di kota yang tak ku kenal membuat ku terlihat seperti seorang anak yang tersesat.aku lupa menanyakan dimana akademi luchifer kepada nya,yah karena dia juga terlihat sedang buru buru jadi aku hanya bisa menghela nafas penuh penyesalan tak menanyakan hal itu.
\(traang\)
aku menatap ke depan dan ku lihat beberapa orang dengan pedang sedang bertarung melawan anak anak seumuran dengan ku yang memakai sebuah seragam khusus,aku menduga mereka adalah murid akademi dan dengan santai aku berjalan menuju ke tempat itu.sebenarnya aku tak mau masuk masalah besar tapi berhubung yang di keroyok oleh orang orang dewasa bersenjata adalah cewek maka aku akan kesana atas dasar ingin membantu,aku melewati salah satu dari orang yang menyerang anak anak itu dan dengan segera aku menghindar karena orang itu menyerang ku dengan brutal.
"oi kalau bertarung lihat lihat dong"teriak ku.
"bodo amat kami akan membantai siapapun yang lewat"kata orang itu.
"nih orang sehat kah?"tanya ku dalam hati.
aku mencabut pedang ku dan melawan orang itu dengan serangan milik ku,pedang ku terlihat sedikit bercahaya dan orang orang itu menatap ku dengan tajam.
"hei dia pemilik pedang yang sama seperti murid akademi tapi dia terlihat lebih kuat sepertinya kita harus merebut pedang itu"kata orang itu kepada teman teman nya.
aku hanya bisa menatap mereka dan berusaha untuk mencerna maksud dari 'pedang yang sama seperti murid akademi'.
"mati lah dasar sampah"kata orang orang itu.
aku diam dan menatap mereka sambil berpikir tentang taktik ku melawan mereka dan akhirnya aku ingat satu hal milik pedang ku.
"impact"
pedang ku meredup dan secara bertahap sekitar ku menjadi lebih lambat dari pada ku,tanpa pikir panjang aku mengarahkan gagang pedang ku ke kepala mereka semua hingga akhirnya mereka hanya melewati ku tanpa menyerang ku.mereka tergeletak di jalan dan ku lihat di kepala mereka terdapat benjolan yang agak besar,tadi aku berpikir untuk melumpuhkan mereka dengan memukul kepala mereka dengan gagang pedang ku agar pingsan.
"yah masalah selesai tanpa ada pertumpahan darah"kata ku.
aku berjalan pergi untuk menghindari masalah yang lebih besar lagi dari yang tadi,ku lihat langit sudah menunjukan rona oranye dan aku segera bergegas untuk mencari penginapan agar aku tak tidur di taman atau gang kecil yang kotor.aku terus berjalan hingga aku teringat satu hal yang mungkin penting untuk menginap di sebuah penginapan.
"apa dewa memberiku uang ya?"tanya ku.
aku meraba saku celana ku dan aku dapat merasakan dua benda ada di saku ku,dengan sedikit heran aku mengambil nya dan hanya bisa melongo karena dewa memberiku dua koin emas asli.tanpa pikir panjang aku berjalan lagi untuk mencari penginapan,aku lebih memilih penginapan murah saja karena dengan satu koin emas aku bisa tinggal lebih dari satu tahun di kota ini.
aku berhenti di sebuah penginapan sederhana bernama silverstar,aku masuk kedalam dan di sambut oleh seorang gadis di meja resepsionis.
"selamat datang di penginapan kami biaya satu malam 5 koin perak"kata gadis itu.
aku berpikir cepat tentang lama aku menginap di sana,setelah berpikir agak lama aku memutuskan untuk menginap dua Minggu.setelah menerima kembalian aku bergegas menuju ke kamar ku di lantai dua,tubuh ku sudah sangat lelah dan mata ku sudah mulai berat.setelah mencari nomor kamar ku aku segera masuk dan menutup nya dan segera berbaring di kasur dengan lelah,tak lupa aku meletakan pedang ku di samping kasur dan beranjak untuk mengunci kamar ku setelah itu aku membenamkan tubuh ku di kasur dengan lelah.
\[keesokan pagi\]
\[30 menit kemudian\]
aku berdiri di sebuah bangunan yang mungkin tak terlalu asing bagi ku,bangunan guild ini terlihat seperti sebuah pasar karena sebagian penduduk memadati guild dengan senjata mereka masing masing.aku berjalan masuk dan ku lihat banyak sekali orang yang sedang berkumpul di tempat ini,tanpa mempedulikan hal ini aku berjalan menuju ke meja resepsionis untuk mendaftar.
"permisi apa aku bisa mendaftar di guild?"tanya ku.
"ah ya tentu saja bisa"kata petugas resepsionis di balik meja.
aku mengisi dokumen untuk mendaftar dan kebetulan mengarang nya karena aku berasal dari dunia lain,setelah mengisi dokumen itu aku di minta menyentuh sebuah batu datar yang di bawa oleh petugas resepsionis.aku menyentuh batu itu dan sebuah panel dengan beberapa tulisan muncul di depan ku.
nama: yuuta hibiki
umur: 16 tahun
title : \-
job class: \-
LV: 500
ras: manusia,half elf,half god
HP: ∞
MP: ∞
STR: \- VIT: \- INT: \- AGI: \- DEX: \- LUC: \-
unique skill: astral knight,unlimited magic,mana controling, Manipulation
skill: sword art skill master,mind reader.
aku hanya bisa melongo karena itu adalah bilah status ku,aku menatap bilah itu dan mendapati status seperti di game RPG.aku menatap resepsionis dan dia menatap ku dengan sangat santai,ku lihat dia membawa sebuah kertas yang mungkin akan menjadi dokumen terakhir.
"boleh aku tanya satu hal?"tanya resepsionis itu.
"ah ya tentang apa?"tanya ku.
"apa kau memiliki pengalaman bertarung mungkin kau pernah belajar dengan keluarga mu atau memburu hewan?"tanya resepsionis.
"ah soal itu aku sudah belajar pedang sejak umur 5 tahun dan sudah pernah membunuh beruang iblis"kata ku.
"....."
seketika semua orang menatap ku dan resepsionis mematung mendengar kata kata ku, sebenarnya itu alasan bagus karena skill sword art ku adalah tingkat master dan juga aku memang sudah membunuh Beruang iblis sungguhan.
resepsionis menuliskan sesuatu di dokumen itu dan memberiku sebuah kartu berwarna hitam yang terbuat dari Obsidian,entah apa maksud dari kartu ini tapi aku hanya menerima nya saja.
to be continued