My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 19,4 : perjalanan menuju ke moonlight lake valley #4



sudut pandang yuuta


Saat ini aku sedang berjalan menuju ke kereta kuda setelah berjalan-jalan sebentar di sekitar tempat yang di gunakan oleh rombongan untuk beristirahat, dari kejauhan terlihat semua murid sudah berkumpul di dekat kereta kuda untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal.


“oi yuuta sebelah sini!”panggil marina sambil melambaikan tangan kearah ku.


Dengan santai aku berjalan kearah marina yang sudah berkumpul dengan maria, sasha, dan


luchifer, beberapa murid terlihat menatap ku dengan tatapan sinis dan tak senang melihat ku berada di antara mereka.


“mereka nampak sangat tidak suka dengan ku”batin ku.


Setelah beberapa anak sudah berkumpul terlihat kepala sekolah dan tuan karls yang berdiri di depan sambil memastikan semua murid sudah berkumpul, ku lihat beberapa anak bangsawan sedang berbisik-bisik merencanakan sesuatu sambil menatap ku.


Sepertinya anak-anak bangsawan sangat tidak menyukai ku terlebih lagi setelah apa yang ku


lakukan di arena saat uji praktek dan pesta perayaan kelulusan malam itu yang buntut nya berujung pada penyerangan kepada marina dan sasha di akademi.


“anak-anak bangsawan memang sangat merepotkan”keluh ku.


Setelah tuan karls dan kepala sekolah memastikan semua murid dari akademi sihir dan


ksatria berkumpul mereka berdua kemudian memberikan sedikit arahan kepada kami


semua, dalam rombongan ini juga terlihat kereta-kereta kuda milik para utusan keluarga kerajaan yang ikut untuk mengawasi anak-anak mereka.


Setelah kepala sekolah dan tuan karls memberikan sedikit arahan kepada kami tepat saat hendak membubarkan diri tiba-tiba saja seorang anak bangsawan mengangkat tangan nya keatas hingga menarik perhatian semua orang yang ada di sini.


“apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?”tanya kepala sekolah.


“kepala sekolah kami para bangsawan keberatan anak bernama yuuta berangkat bersama kita”kata anak itu.


Kepala sekolah dan tuan karls terlihat terkejut mendengar apa yang di katakan oleh anak itu, ku lihat beberapa anak bangsawan terlihat sangat setuju dengan apa yang di katakan oleh anak itu.


“ni anak punya masalah apa dah dengan ku? -_-”batin ku.


“apa alasan mu menolak dia ikut dengan kita?”tanya tuan karls.


“kami para bangsawan merasa dia itu tidak pantas berada di sini, terlebih lagi dia berani melawan para kami yang memiliki derajat lebih tinggi dari nya”kata anak itu.


“sebaiknya kau jangan menilai seseorang dari apa yang kau lihat, kau tidak tahu siapa yuuta sebenarnya”kata sasha.


Seketika semua anak menatap sasha yang barusaja mengatakan hal itu kepada anak itu, aku ingat kalau tuan wilhelm,tuan karls, luchifer, sasha, dan marina sudah pernah datang dan masuk ke dalam mansion pribadi ku.


“apa yang di katakan oleh sasha itu benar, walau dia memakai seragam biasa namun kau tidak tahu siapa dia di luar akademi”kata tuan karls.


“tapi tuan karls kami tidak suka melihat anak kampungan seperti dia ada di antara kita semua”kata anak itu.


Anak itu terlihat terus mempertahankan argumen nya untuk membuat ku tidak bisa ikut dengan yang lain nya menuju ke moonlight lake valley, apa yang di katakan oleh sasha dan tuan karls itu memang ada benar nya.


“bila memang tidak mau aku ikut ya sudah, aku bisa berangkat sendiri”kata ku dengan suara keras.


Tuan karls dan kepala sekolah terkejut mendengar perkataan ku, para anak-anak bangsawan


terlihat senang mendengar perkataan ku.


“tunggu yuuta bukan kah sebaik nya kau ikut saja dengan rombongan akademi?”tanya luchifer.


“ya luchifer benar, kau tidak perlu mengalah kepada mereka”kata marina.


“tenang saja kalian pikir siapa aku ini, pergi ke neraka sendirian pun akan ku lakukan kalau itu keinginan mereka”kata ku sambil tersenyum.


semua orang menatap ku dengan terkejut mendengar perkataan ku begitu pun para anak bangsawan yang tidak menduga hal ini, luchifer, sasha, marina, dan maria terlihat tidak senang mendengar hal itu dari ku.


“bila kau ingin berangkat sendiri aku ikut dengan mu”kata luchifer.


“aku juga akan ikut dengan mu”kata marina.


“tidak perlu, sebaiknya kalian tetap bersama yang lainnya saja”kata ku.


“t-t-tunggu yuuta bukan kah sebaiknya kau berangkat bersama dengan yang lain nya, toh juga kau masih bisa naik tanpa harus satu kereta dengan anak-anak bangsawan?”tanya kepala sekolah.


“tidak perlu terima kasih, kurasa mereka tidak akan senang bila aku tetap ikut dengan kalian semua”kata ku.


Dengan santai aku berjalan menuju ke kereta kuda tempat ku tadi terbaring pingsan untuk mengambil pedang katana milik ku, sambil berjalan aku memikirkan bagaimana cara nya agar aku tetap bisa pergi ke moonlight lake valley sendiri.


“mau tidak mau sepertinya aku harus menggunakan skill creation untuk menciptakan sebuah kendaraan untuk ku”gumam ku.


Itu lebih baik dari pada harus kembali ke kota dan menyewa kuda untuk menuju ke moonlight


lake valley, setelah berjalan selama beberapa menit akhir nya aku tiba di kereta kuda dan segera mengambil pedang katana milik ku.


“yuuta”


Aku berbalik dan menatap luchifer yang sedang menghampiri ku di ikuti dengan marina dan sasha di belakang nya.


“apa kau serius akan berangkat sendiri?”tanya sasha.


“ya begitu lah, mereka juga terlihat puas dengan keputusan ku ini”kata ku sambil menghela nafas.


“tapi yuuta berangkat sendirian itu sangat berbahaya, apakah kau akan baik-baik saja dengan hal itu?”tanya luchifer.


“santai saja dimana ada bahaya di situ aku berada”kata ku sambil mengangkat jempol ku.


“jangan berkata seperti itu, dasar bodoh”kata marina.


“lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?”tanya sasha.


“aku mungkin akan kembali ke kota menggunakan gate”kata ku sambil menatap sasha.


“kenapa kau tidak melawan perkataan anak itu, bukan kah kau bisa melakukan nya?”tanya marina.


Aku memejamkan mata ku lalu tersenyum sambil menatap marina dan mengelus kepala nya.


“untuk di hormati kau tidak perlu menggunakan kekuatan dan kekerasan tapi gunakan lah hati dan pikiran mu untuk membuat mereka menghormati mu”kataku.


Setelah mengatakan itu aku kemudian berjalan menjauh dari mereka, aku dengan santai menatap sasha, marina, dan luchifer yang tidak senang melihat ku kembali ke kota.


“sampai jumpa di moonlight lake valley, tenang saja aku janji akan menyusul kalian ke sana”kata ku.


Dengan santai aku melambaikan tangan ku kepada mereka bertiga lalu merapal gate menuju


ke kota, sesaat kemudian aku sudah berada di depan pintu rumah ku, pintu terbuka dan nampak tuan sean yang berdiri menatap ku.


“selamat datang tuan yuuta, sepertinya anda terkena masalah lagi”kata


tuan sean.


“yah seorang anak bangsawan mengusir ku secara tidak langsung dari rombongan kereta akademi kerajaan, apa anda punya saran agar aku bisa tetap pergi ke sana?”tanya ku.


“tenang saja tuan anda tetap bisa pergi ke sana, mari ikuti saya”kata tuan sean sambil mengajak ku mengikuti nya.


Kami berdua berjalan memasuki rumah menuju ke halaman belakang, sesampai nya di


halaman belakang aku terkejut karena mendapati sebuah helikopter yang sudah menunggu di halipad yang ada di belakang rumah ku.


“sejak kapan aku memiliki helipad dan helikopter pribadi?”batin ku.


Dengan sedikit heran aku mengikuti tuan sean berjalan mendekati helikopter itu, ini


adalah ulah kakek dewa yang mengirimkan banyak hal yang tak terduga kepada ku.


“yah kurasa nanti saja aku bertanya soal ini, sekarang kurasa aku tahu bagaimana cara membuat para anak bangsawan itu terdiam”gumam ku.


*di tempat luchifer


sudut pandang luchifer


Aku duduk sambil merapatkan kedua lutut ku dan memikirkan bagaimana dengan keadaan yuuta,


di depan ku terlihat sasha yang sedang membersihkan tongkat sihir nya.


“apa menurut kalian bertiga yuuta akan sungguhan menyusul kita ke moonlight lake valley?”tanya ku kepada sasha dan marina.


“dia sudah bilang akan menyusul kita, dia pasti berada di sana”kata marina.


“bila si bodoh itu tidak menepati janji nya akan ku bakar habis menggunakan crimson fire dia”kata sasha.


“tenang saja dia sudah berjanji pada kalian bertiga, dia pasti akan datang dengan membawa sebuah kejutan untuk para anak-anak bangsawan itu”kata kepala sekolah.


Mendengar itu tidak membuat ku tidak semangat sama sekali, saat tengah memikirkan tentang yuuta


tiba-tiba saja seekor burung hantu terbang masuk ke dalam dan bertengger di


hadapan kami.


“eh seekor burung hantu, kenapa dia ada di sini?”tanya ku dengan heran.


“entah sebaiknya ku usir saja”kata sasha hendak mengusir burung hantu itu.


“tunggu sasha, coba lihat di kaki burung hantu ini”kata marina.


Aku menatap kaki burung hantu itu dan terkejut melihat gulungan kertas yang di bawa oleh


nya, dengan santai aku mengambil gulungan kertas itu dan mengamati gulungan


kertas itu yang tak lain adalah sebuah surat.


“i-i-ini sebuah surat dari yuuta, dia meminta kita untuk membawa burung hantu peliharaan nya bersama kita”kata ku.


“t-tunggu jadi ini burung hantu peliharaan yuuta, aku tak melihat nya saat kita berkunjung ke rumah nya”kata sasha dengan sedikit heran.


“sepertinya yuuta memberikan kebebasan kepada burung hantu ini untuk terbang kemana pun yang dia mau”kata tuan karls.


Dengan kagum aku menatap burung hantu ini, secara tiba-tiba burung hantu ini terbang


dan bertengger di pundak ku sambil merentangkan sayap nya.


“dia sama jahil nya dengan yuuta”kata ku sambil mencoba membenarkan posisi ku.


Mendengar itu semua yang berada di dalam kereta tertawa sambil melihat kelakuan burung


hantu ini, entah kenapa aku merasa yuuta memang sengaja mengirim burung hantu


ini untuk ikut dengan ku.


“entah kenapa aku merasa dia  sedang mengawasi kami semua di sini?”batin ku.