My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 25 : sosok di balik anak laki-laki bertopeng misterius



\~\~sudut pandang luchifer\~\~


Aku menghela nafas sambil duduk di meja makan, sesekali aku mengalihkan pandangan ku ke arah tangga berharap yuuta dan maria ikut makan malam bersama kami.


“apa mereka akan ikut makan malam hari ini?”tanya ku dengan ragu.


“bila yuuta mungkin saja mau ikut, tapi kalau maria kita tidak tahu dia mau ikut atau tidak”kata sasha.


“hah... sejak dua tahun kami tidak pernah makan malam bersama”kata tuan karls.


“ya itu benar, tapi aku tahu siapa yang bisa mengajak maria ikut makan malam hari ini”kata marina.


“maksud mu anak laki-laki bertopeng misterius itu, anak itu hanya akan muncul di depan maria saja mana mungkin dia muncul di sini juga”kata tuan karls.


“aku masih tidak mengerti dengan apa yang kau maksud”kata ibu.


“kalian tidak menyadari nya, padahal anak itu sangat dekat dengan kita semua”kata marina.


Tuan karls yang duduk di depan meja makan masih tidak mengerti dengan perkataan marina, tak lama kemudian terlihat yuuta dengan memakai sebuah jaket putih turun dari lantai atas lalu berjalan menuju ke arah kami.


“kau itu lama sekali, dari mana saja kau?”tanya sasha sambil menatap yuuta yang baru duduk.


“aku tadi masih mandi, jadi aku agak terlambat datang kesini”kata yuuta sambil menggaruk kepala nya.


Setelah yuuta duduk ia mengamati sekeliling lalu menatap ku dengan penasaran.


“apa maria tidak ikut makan malam?”tanya yuuta dengan penasaran.


“hah.... tadi aku sudah mengajak nya, seperti biasa dia tidak akan ikut makan malam”kata marina pasrah.


“begitu ya”kata yuuta sambil menghela nafas.


Aku menoleh dan menatap yuuta yang duduk di samping ku, dia terlihat sedang memikirkan tentang sesuatu di benak nya itu hal itu terlihat dari ekspresi yuuta yang terlihat sedang serius.


“apa kau ada sesuatu yang mengganggu mu?”tanya ibu kepada yuuta.


“ah tidak ada, hanya sedang memikirkan beberapa hal kecil saja”kata yuuta sambil menggaruk pipinya.


“oh ya yuuta apa tadi maria menemui mu?”tanya ku.


“ya, dia yang memberi tahu ku kalau kalian mengajak ku makan malam bersama tadi”kata yuuta sambil menyandarkan punggung nya ke kursi.


“begitu ya”kata ibu sambil menghela nafas.


Sambil menyandarkan punggung nya tuan karls menghela nafas panjang, tuan karls pasti sangat ingin sekali makan malam bersama dengan maria, aku kemudian menatap yuuta yang terlihat sedang memejamkan matanya sambil menyandarkan punggung nya ke kursi.


“ahh... sekali saja aku ingin melihat wajah anak bertopeng misterius itu”kata tuan karls.


“kalian tahu, padahal anak laki-laki itu sudah ada di sini sedari tadi”kata marina dengan santai.


Ayah, ibu, kepala sekolah, dan tuan karls memikirkan perkataan marina sejenak lalu menatap satu-satunya anak laki-laki yang ada di sini yaitu yuuta, yuuta terlihat kebingungan ketika semua nya menatapnya.


“huh kenapa kalian menatap ku seperti itu?”tanya yuuta dengan heran.


“yuuta apa kau adalah anak bertopeng yang selalu menemui maria?”tanya ibu sambil menatap yuuta.


Yuuta terkejut ketika mendengar pertanyaan ibu itu, dia kemudian memalingkan wajah nya sambil menggaruk-gruk pipinya.


“yuuta ku mohon beritahu mereka, aku mohon”kata marina sambil memohon kepada yuuta.


“hanya kami yang tahu tentang hal ini, jadi kau tenang saja”kata sasha meyakinkan yuuta.


Yuuta kemudian menghela nafas panjang kemudian mengeluarkan sebuah topeng kitsune dari magic bag miliknya lalu meletakan nya di atas meja, tuan karls terlihat terkejut melihat topeng itu lalu menatap yuuta dengan tidak percaya.


“topeng itu, jadi selama ini anak laki-laki bertopeng yang selalu di ceritakan oleh maria itu adalah kau?”tanya tuan karls kepada yuuta.


“ya itu benar, dua tahun lalu aku bertemu dengan maria yang sedang menangis di dekat jendela kamar nya”kata yuuta.


yuuta kemudian mengambil topeng kitsune itu lalu memakai nya, ibu dan tuan karls terlihat terkejut melihat sosok yuuta yang memakai topeng milik nya.


“nora?”


Dengan terkejut yuuta berbalik dan menatap maria yang diam mematung menatap dirinya, suasana berubah menjadi hening seketika dan yuuta terlihat terkejut menatap maria yang sudah ada di belakang nya.


“jadi itu sungguhan kau yuuta”kata maria.


Aku, marina, dan sasha panik karena kami tidak menduga kalau ini semua akan terjadi, dengan cepat maria berbalik lalu berlari menaiki tangga kembali ke kamar nya sambil menangis.


Yuuta melepas topeng nya dan meletakan nya di atas meja lalu bergegas pergi menyusul maria, marina hanya terduduk diam merasa bersalah setelah melihat apa yang terjadi di sini.


~~ sudut pandang maria ~~


Aku mengunci kamar ku lalu membenamkan wajah ku ke bantal sambil menangis, aku sudah menduga kalau yuuta adalah nora namun saat ini aku tidak tahu apa alasan yuuta menyembunyikan ini semua dari ku.


“kenapa kau menyembunyikan nya dari ku dasar bodoh”gumam ku sambil menggenggam erat bantal ku.


*tok-tok


Tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu kamar ku, karena saat ini suasana hati ku sedang buruk aku tidak berniat untuk membukakan pintu dan memutuskan untuk mengusir nya.


“aku saat ini tidak ingin bertemu siapapun, pergilah!!!”bentak ku dengan suara keras.


Ketukan itu berhenti dan suasana berubah menjadi sangat hening setelah aku membentak orang yag mengetuk pintu kamar ku.


“hei maria ini aku yuuta”ucap yuuta dari balik pintu.


Aku terkejut karena orang yang mengetuk pintu kamar ku adalah yuuta, dengan sedikit ragu aku bangkit dari kasur hendak membuka pintu namun saat tangan ku hendak menyentuh gagang pintu aku mengurungkan niat ku itu.


“kenapa kau kesini?”tanya ku dengan suara datar dari balik pintu.


“a-aku ingin bicara dengan mu”kata yuuta.


“tidak ada yang perlu di bicarakan, pergilah”kata ku dengan singkat.


“maria aku hanya ingin bicara pada mu-”kata yuuta dengan nada memohon.


“aku bilang tidak ada yang perlu di bicarakan, pergilah dari sini!!”bentak ku dengan kasar sambil menahan air mataku.


Seketika suasana berubah menjadi hening, aku hanya bisa mengusap air mata ku sambil bersandar di pintu kamar ku.


“maaf”


Sebuah kata singkat terucap dari yuuta yang masih ada di balik pintu, aku terdiam sambil mengusap air mata ku setelah mendengar kata itu dari yuuta.


“kenapa kau tidak memberitahu ku kalau nora itu adalah dirimu?”tanya ku sambil menahan air mata ku.


“aku tidak ingin membuat mu terkejut, dan juga...”kata yuuta.


“dan juga apa?”tanya ku dengan penasaran.


“aku tidak ingin membuat mu merasa bersalah karena sudah bersikap kasar kepada ku”kata yuuta.


Aku terdiam sejenak lalu tersenyum setelah mengatakan dia mengatakan itu kepada ku, dengan santai aku kemudian berdiri lalu membuka pintu kamar ku untuk melihat yuuta.


Yuuta terlihat terkejut melihatku membukakan pintu kamar ku untuk nya, dengan cepat aku mencengkram kerah jaket nya lalu menarik nya ke dalam kamar ku dan memeluknya dengan erat.


“maaf tidak memberitahu mu maria”kata yuuta lagi.


“sudah lah, kau tidak perlu memikirkan tentang itu lagi”kata ku sambil tersenyum.


Aku kemudian melepaskan pelukan ku lalu menatap wajah yuuta, secara perlahan aku kemudian mendekatkan bibir ku kepada yuuta untuk melakukan hal yang ingin ku lakukan sejak dulu.


*gubrakk!!


Dengan terkejut aku dan yuuta menatap ke belakang, terlihat sasha, luchifer, marina, kepala sekolah, dan bibi irene jatuh tersungkur di depan kamar ku saat mencoba untuk mengintip.


“k-k-kalian semua?”tanya ku dengan terkejut.


Dalam sekejab wajah ku seketika memerah malu dan dengan spontan aku mengepalkan tangan ku lalu menghajar yuuta hingga terpental ke atas dan tergantung di langit-langit kamar.


“e-eh.. y-yuuta m-maafkan aku”kata ku dengan panik.


~ skip scene ~


Saat ini aku sedang bersama dengan yang lain nya untuk makan malam bersama, di samping ku terlihat yuuta sedang mengelus dagu nya yang tadi habis ku hajar di kamar.


“umm apa dagumu masih sakit?”tanya ku dengan khawatir.


“t-tenang saja ini bukan apa-apa untuk ku”kata yuuta dengan tenang.


Ayah tertawa setelah mendengarkan cerita dari bibi irene tentang kejadian yang terjadi di kamar tadi, aku hanya bisa duduk sambil menahan malu di hadapan mereka semua.


“hari ini kau sial sekali ya yuuta”kata ayah.


“yah kurasa begitu”kata yuuta dengan santai.


Tak lama kemudian pelayan datang sambil membawa makanan kami semua, dengan sedikit canggung aku kemudian menatap semua orang ada di sini.


“ada apa maria?”tanya yuuta sambil memegang sendok makanan nya.


“a-ah tidak ada apa-apa, kalau begitu ayo kita makan”kata ku sambil memakan makan malam ku.


Aku memakan makanan ku sambil menatap semua orang yang ada di sini, sasha dan luchifer sedang asyik mengobrol sedangkan ayah mulai berdebat dengan tuan wilhelm sambil minum teh.


Aku hanya bisa tersenyum sambil menatap mereka semua, kurasa tidak ada salah nya berkumpul dengan yang lain nya seperti ini.