
~~ sudut pandang marina ~~
*DOR...
Suara tembakan yang sangat keras menggema ke penjuru tempat, tak lama kemudian nampak gagang pedang yang hancur dan serpihan pedang berjatuhan ke tanah.
“apa yang terjadi, bukan kah para tentara bayaran sudah menyegel wilayah sekitar agar tidak ada orang yang datang?”tanya bangsawan itu kepada laki-laki yang berdiri di samping nya.
“m-maaf tuan nampak nya ada seseorang yang menerobos”kata laki-laki yang berada di samping bangsawan itu.
“dasar payah, cepat perintahkan pasukan mu untuk mencari orang yang menerobos tempat ini”kata bangsawan itu dengan panik.
“hah... kalian tidak perlu repot-repot untuk mencari ku”
Dengan terkejut aku menoleh dan menatap yuuta yang berjalan dengan santai menunjukan dirinya, bangsawan itu nampak terkejut mengetahui kalau orang yang menerobos tempat ini adalah seorang murid akademi sihir.
“b-bagaimana bisa kau masuk kesini, b-bukankah pasukan ku sudah melarang mu masuk ke sini?”tanya bangsawan itu.
“ah soal itu aku sudah mengurus mereka tadi”kata yuuta dengan santai.
Bangsawan itu mengamati yuuta sejenak lalu menatap rendah yuuta sambil tersenyum meremehkan nya, yuuta menatap bangsawan itu lalu menghela nafas panjang.
“kenapa kau tersenyum sendiri, apa kau mengidap gangguan mental kalau iya aku akan menghubungi seseorang untuk mengantarkan mu ke rumah sakit jiwa”ejek yuuta dengan santai.
“tidak sopan, berani nya kau mengatakan hal seperti itu kepada ku asal kau tahu saja aku ini seorang bangsawan tau”kata bangsawan itu dengan kesal mendengar ejekan yuuta.
“huh bangsawan?, kurasa penjahat adalah panggilan yang lebih cocok untuk mu”kata yuuta dengan santai.
Aku yang sudah pasrah seketika terkejut setelah mendengar apa yang di katakan oleh yuuta barusan, bangsawan itu mulai terlihat kesal dengan ucapan yuuta barusan.
~~ sudut pandang yuuta ~~
“dasar rakyat jelata tidak tahu diri, pasukan beri anak itu pelajaran yang pantas untuk nya”perintah bangsawan itu.
Pasukan bangsawan itu kemudian mulai mengelilingi ku sambil mengacungkan senjata mereka kepada ku, aku menghela nafas lalu dengan tenang menjentikan jari ku seperti waktu itu.
Mereka semua kemudian terhempas menjauh dari ku dengan sangat keras, bangsawan itu nampak terkejut melihat apa yang telah ku lakukan kepada bawahan nya.
“b-bagaimana bisa kau melakukan nya?”tanya bangsawan itu dengan tidak percaya.
“aku tidak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaan mu itu, sekarang sebaiknya kau menyerahkan diri mu kepada kerajaan”kata ku kepada bangsawan itu.
Bangsawan itu dan pasukan bayaran nya terkejut lalu tertawa setelah mendengar perkataan ku tadi,
“apa kau tidak sadar dengan posisi mu itu, kau hanyalah seorang anak rakyat jelata”kata bangsawan itu sambil menghina ku.
“huh apa kau yakin ingin tetap melawan seorang berlevel 500?”tanya ku.
Bangsawan dan pasukan nya kembali tertawa setelah mendengar ucapan ku barusan, kalau di pikir-pikir sih semua orang yang mendengar itu pasti akan tertawa terlebih lagi bila yang mengatakan nya adalah anak seumuran ku.
“level 500?, anak ini sudah gila”kata bangsawan itu sambil tertawa.
Aku menghela nafas lalu memutuskan untuk memperlihatkan kekuatan ku pada bangsawan sombong itu, dengan sedikit kesal aku mulai mengeluarkan aura sihir untuk menunjukan perbedaan kekuatan ku dengan nya.
Aura sihir yang sangat besar kemudian keluar dari dalam diriku membuat tanah yang ku pijak langsung retak dan menghempaskan pepohonan yang ada di sekitar ku ke udara, tawa bangsawan itu seketika sirna dan para tentara bayaran menatap ku sambil gemetar ketakutan.
“aku tidak berniat untuk menggunakan kekerasan disini, jadi sebaiknya kau menyerahkan diri kepada kerajaan”kata ku dengan tatapan tajam.
“apa kau pikir kekuatan seperti itu bisa membuat ku takut, kau tahu aku masih punya sesuatu yang lebih kuat dari mu”kata bangsawan itu.
Bangsawan itu kemudian mengeluarkan sebuah pedang emas dengan sangat bangga, aku yang melihat pedang emas itu sedikit merasa aneh karena untuk apa emas di gunakan untuk membuat pedang.
“ini adalah pedang sihir terkuat di dunia excalibur, kau tidak akan bisa mengalahkan kekuatan pedang ini”kata bangsawan itu dengan bangga.
“ni orang otak nya udh pindah ke dengkul kah, kok rasanya bodoh sekali ya mengarahkan pedang palsu itu kepada ku”batin ku.
Aku menepuk dahi ku setelah melihat pedang emas itu lalu menghela nafas panjang, excalibur tidak seluruh nya terbuat dari emas dan kalau pun itu pedang asli pastinya akan mengeluarkan aura yang berbeda dengan pedang sihir biasa.
[macam tak betul ni orang]
Dengan santai Aku membidik senapan anti materialku kearah pedang sihir palsu itu lalu menembak pedang itu hingga hancur berkeping-keping, bangsawan itu nampak terkejut setelah melihat pedang milik nya hancur hanya dengan satu tembakan.
“berhenti lah membuat omong kosong, menyerahlah dan semuanya akan berakhir dengan mudah”kata ku sambil memanggul senapan anti material di pundak ku.
“aku tidak sudi untuk di tangkap, pasukan serang anak itu”perintah bangsawan itu kepada para tentara bayaran.
Para tentara bayaran kemudian berlari kearah ku sambil mengayunkan senjata mereka kepada ku, aku menghela nafas melihat para tentara bayaran yang hendak menyerang ku lalu bersiap dengan pedang katanaku.
Dengan santai aku mencabut pedang katana ku lalu melesat dengan sangat cepat kearah para tentara bayaran, satu persatu dari mereka mulai tumbang setelah terkena tebasan pedang katanaku.
“d-dia bukan manusia, dia adalah monster”kata salah satu tentara bayaran yang nampak terkejut melihat kecepatan gerakan ku.
*zrashh...
Kepala tentara bayaran itu terlempar ke udara lalu tergeletak begitu saja di tanah, para tentara bayaran yang melihat teman-teman nya terbunuh memutuskan untuk kabur dari sini.
“hei kenapa kalian malah kabur, cepat habisi anak itu”teriak bangsawan itu kepada para tentara bayaran yang kabur.
“kami memang bekerja untuk mencari uang, namun asal kau tahu saja nyawa lebih utama daripada uang”kata salah satu tentara bayaran kepada bangsawan itu sebelum berlari meninggalkan nya.
Semua tentara bayaran memutuskan untuk kabur menyelamatkan diri mereka bahkan mereka juga meninggalkan para para sandera begitu saja, bangsawan itu kemudian menatap ku dengan sangat ketakutan.
“k-k-kumohon ampuni aku, aku akan memberimu banyak uang bila kau melepaskan mu”kata bangsawan itu sambil memohon kepada ku.
“apa kau pikir aku akan tertarik dengan uangmu itu, dasar bangsawan menyedihkan”kata ku sambil mengacungkan pedang ku ke leher bangsawan itu.
aku kemudian mengangkat pedang ku hendak menebas leher nya namun tiba-tiba saja marina menahan tangan ku.
~~ sudut pandang marina ~~
“sudah cukup yuuta , hentikan”kata ku sambil menahan tangan yuuta.
Yuuta kemudian menurunkan pedang nya lalu memasukan pedang katana nya kembali, setelah itu menatap ku dengan penasaran sekaligus keheranan.
“kenapa kau menghentikan ku?”tanya yuuta.
“kau tidak perlu membunuh nya, dia sudah tidak bisa melawan lagi”kata ku kepada yuuta.
Yuuta nampak sedikit terkejut mendengar perkataan ku barusan, dia kemudian menghela nafas lalu berjalan menghampiri ku dan tiba-tiba saja menggenggam tangan ku.
Yuuta kemudian menarik tangan ku lalu menukar posisinya dengan ku, awalnya ku pikir yuuta hanya iseng melakukannya namun saat itu juga aku mengerti kenapa yuuta ingin sekali membunuh bangsawan itu.
*jleeb...
Tiba-tiba saja bangsawan itu mengeluarkan sebuah belati dari balik pakaian nya lalu menusuk perutnya yuuta, setelah menusuk yuuta bangsawan itu kemudian kabur meninggalkan yuuta yang saat ini sedang berlutut di tanah sambil memegangi perutnya yang tertusuk.
Aku yang melihat kejadian itu segera menghampiri yuuta untuk membantunya, sambil menahan rasa sakit yuuta berusaha bangkit kembali untuk mengejar bangsawan itu.
“hei jangan pergi kau, akh...”teriak yuuta kepada bangsawan itu sebelum akhirnya mengerang kesakitan.
“yuuta jangan terlalu banyak bergerak, saat ini kau sedang terluka”kata ku kepada yuuta.
Tanpa pikir panjang aku langsung menggunakan sihir penyembuh kepada yuuta untuk mengobati lukanya, singkat cerita luka yuuta berhasil di sembuhkan namun karena luka yuuta cukup dalam membuatnya harus di perban karena sihir tidak terlalu efektif untuk mengobati luka seperti itu.
Aku duduk sambil menatap yuuta yang nampak sedang mengamati mayat-mayat para tentara bayaran itu dengan serius, saat aku hendak menghampiri nya yuuta bangkit berdiri lalu mengarahkan tangan nya kearah mayat-mayat itu.
“retrival”
Setelah merapal mantra itu tiba-tiba saja lingkaran sihir yang cukup besar muncul di tanah, tak lama kemudian para tentara bayaran yang sudah mati secara perlahan hidup kembali sehingga membuat semua orang yang ada di sini terkejut.
“y-yuuta kau menghidupkan mereka kembali”kata maria dengan terkejut.
Aku yang melihat itu hanya bisa diam menatap yuuta dengan terkejut sekaligus kagum, tidak lama setelah melakukan itu tubuh yuuta tiba-tiba saja kehilangan keseimbangan dan jatuh tidak sadarkan diri ke tanah.
“yuuta!!”teriakku dengan panik.
Dengan panik aku segera menghampiri yuuta yang jatuh pingsan, di saat yang bersamaan bibi irene dan kepala sekolah menghampiri yuuta dan mengecek keadaan yuuta lalu menghela nafas.
“bibi apa yang terjadi pada yuuta?”tanya ku dengan khawatir.
“dia pingsan karena terlalu banyak menggunakan sihir, seharusnya tidak ada yang perlu di cemaskan karena dia hanya perlu istirahat saja”kata bibi irene.
Aku menghela nafas lega setelah mendengar itu karena ini bukan masalah yang serius, dengan khawatir aku kemudian menatap dan mengusap wajah yuuta yang saat ini jatuh pingsan.
“lagi-lagi kau membuat semua orang khawatir, dasar bodoh...”kata ku sambil menatap yuuta.
~ skip scene ~
~~ sudut pandang yuuta ~~
“ugh”
Aku membuka mata ku sambil memegangi kepalaku, dengan penasaran kemudian aku bangun dan mendapati diriku sudah berada di kamar penginapanku.
“bukankah aku tadi ada di tempat latihan, kenapa sekarang aku berada di penginapan?”tanya ku dalam hati.
Dengan sedikit penasaran aku mengecek keadaan ku dan menatap perban yang membungkus perut ku, sesaat kemudian aku mulai ingat apa yang terjadi pada ku sebelum terbangun di sini.
Disaat yang bersamaan pintu kamar terbuka dan nampak marina yang berdiri menatapku dengan terkejut, marina berjalan menghampiri ku lalu langsung memeluk ku dengan erat.
“kau akhirnya bangun”kata marina sambil memeluk ku.
“umm marina apa yang terjadi padaku tadi?”tanya ku dengan penasaran kepada marina.
“apa kau tidak ingat, kau jatuh pingsan setelah menghidupkan kembali para tentara bayaran”kata marina.
Marina kemudian menceritakan apa yang terjadi padaku apa yang terjadi, aku menghela nafas karena setelah diriku pingsan tuan sean bersama dengan pasukan kerajaan datang.
“sekarang tuan sean sedang bersama dengan ayah dan yang lainnya di bawah”kaat marina.
“begitu ya”kata ku sambil menghela nafas.
Aku kemudian menoleh menatap marina yang duduk diam di sebelah kasur ku sambil menundukan kepala.
“ada apa marina?”tanya ku kepada marina.
“maaf karena aku kau jadi terluka seperti ini”kata marina dengan wajah murung.
Aku yang mendengar itu hanya tersenyum lalu dengan santai mengelus kepala marina, wajah marina seketika memerah malu saat aku mengelus kepala nya.
“kau tidak perlu meminta maaf soal yang tadi, itu bukan kesalahan mu”ucap ku kepada marina.
Marina hanya bisa diam sambil menyembunyikan wajah nya yang memerah malu setelah aku mengatakan itu, dengan santai aku kemudian turun dari kasur lalu meraih kemeja milik ku.
“y-yuuta mau pergi ke mana kau?”tanya marina dengan penasaran.
“aku ingin turun kebawah menemui yang lainnya, apa kau mau ikut?”tanya ku kepada marina.
Saat aku menunggu jawaban dari marina tiba-tiba saja dia langsung memeluk ku dari belakang, aku dapat merasakan saat ini jantung nya sedang berdebar kencang saat ia memeluk punggung ku.
“m-marina?”tanya ku dengan sedikit kebingungan.
“bisakah kau tetap seperti ini sedikit lebih lama lagi?”kata marina sambil membenamkan wajahnya ke punggung ku.
Baik aku maupun marina tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata apapun, untuk memecah kesunyian aku memutuskan untuk memulai pembicaraan dengan marina.
“h-hei marina ada apa?”tanya ku kepada marina dengan penasaran.
Setelah memeluk ku selama beberapa menit pada akhirnya marina melepaskan pelukannya dari ku lalu saat aku berbalik tiba-tiba saja marina menarik kerah kemeja ku lalu menciumku.
Marina kemudian langsung berlari pergi meninggalkan ku di kamar dengan wajah memerah malu, dikamar aku hanya bisa terdiam tidak percaya setelah tiba-tiba saja marina menciumku.
“k-kenapa dia tiba-tiba saja mencium ku?”tanyaku dengan tidak percaya.
[dasar, tidak peka]
“apa kau tahu sesuatu system?”tanya ku kepada system.
[cobalah cari tahu saja sendiri alasan gadis itu mencium anda, sesekali pekalah dengan perasaan anak perempuan]
Aku hanya bisa tersenyum kecut ketika mendengar perkataan system barusan, sambil memikirkan hal itu aku memutuskan turun ke bawah untuk menemui tuan karls, dan yang lain nya.