My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 24: balasan tidak terduga dan undangan makan malam



\~\~sudut pandang yuuta\~\~


aku dan yang lainnya saat ini berkumpul untuk mengetahui evaluasi pertandingan persahabatan kami tadi, tuan karls dan kepala sekolah terlihat membawa beberapa lembar kertas yang mungkin saja lembar penilaian kami semua.


“baiklah kami akan mengumumkan nama-nama murid yang mendapat nilai sangat bagus hari ini”kata tuan karls.


Semua murid terlihat bersemangat dan mulai membicarakan murid-murid yang menurut mereka nama nya akan di sebutkan oleh tuan karls dan kepala sekolah hari ini, aku menatap tuan karls dan kepala sekolah karena penasaran dengan nama-nama yang akan di sebutkan.


“kira-kira siapa yang akan di sebutkan ya?”gumam ku dengan penasaran.


“baiklah ada 10 nama yang akan kami sebutkan, mereka adalah murid-murid yang mendapat nilai terbaik di pertandingan persahabatan tadi”kata kepala sekolah.


Tuan karls kemudian mulai menyebutkan nama-nama murid yang mendapat nilai nilai terbaik di pertandingan tadi, dari nama murid yang di sebutkan mayoritas adalah para anak-anak bangsawan yang memang mayoritas memiliki kemampuan lebih unggul dari orang biasa.


“dan nama murid terakhir yang akan di sebutkan adalah yuuta hibiki dari akademi sihir”kata tuan karls.


Seketika semua pandangan mengarah pada ku, aku sangat terkejut mendengar nama ku di sebutkan dan menjadi salah satu murid yang mendapat nilai sangat bagus hari ini.


“yah itu lah nama-nama murid yang mendapat nilai terbaik hari ini, kalian semua juga sudah melakukan yang terbaik hari ini”kata tuan karls,


“baiklah kalau begitu ayo semua nya berkemas, kita akan kembali ke kota untuk beristirahat”kata kepala sekolah.


“baiklah!!”jawab semua murid secara serentak.


Kami semua kemudian membubarkan diri lalu berkemas untuk kembali ke kota, sambil membantu luchifer dan yang lain nya berkemas aku masih tidak percaya kalau aku salah satu dari 10 anak yang mendapat nilai terbaik di pertandingan tadi.


“hei yuuta kau sedang memikirkan apa?”tanya luchifer.


“ah tidak ada, hanya memikirkan apa yang akan ku lakukan setelah ini”jawab ku.


“begitu ya, ku pikir ada yang salah”kata luchifer.


Setelah membantu luchifer berkemas aku kemudian menghela nafas lega karena pekerjaan ku dan luchifer sudah selesai, aku menoleh dan ku lihat sasha dan marina juga sudah selesai berkemas.


“apa kalian sudah memastikan tidak ada barang yang tertinggal?”tanya ku kepada sasha dan marina.


“tenang saja, semua barang-barang sudah di kemas dan tidak ada yang tertinggal”kata sasha.


“oh ya di mana maria?”tanya ku dengan penasaran.


“ah ayah sedang berbicara dengan nya, kupikir mereka akan menyusul di belakang”kata marina.


“jadi begitu ya”kata ku dengan santai.


Tiba-tiba saja terdengar suara kuda berlari ke tempat semua murid berkemas, dengan penasaran aku berbalik dan menatap beberapa kereta kuda yang berdatangan dari kota ke tempat ini.


“siapa yang memanggil kereta kuda kesini?”tanya ku dengan heran.


“entahlah, mungkin saja para anak-anak bangsawan”kata sasha.


“yah kurasa kau benar”kata ku sambil mengamati kereta kuda itu.


Nampak nya beberapa keluarga bangsawan kerajaan sengaja memanggil kereta kuda itu kesini untuk menjemput anak-anak mereka, sebenarnya aku tidak berniat berkomentar soal apa yang di lakukan keluarga bangsawan kepada anak-anak mereka.


Tapi kalau dipikir-pikir apa yang dilakukan oleh keluarga bangsawan kepada anak-anak mereka itu sudah berlebihan, memanjakan mereka akan membuat sangat bergantung dengan semua fasilitas yang di berikan oleh keluarga mereka.


“hah... aku tidak bisa berkomentar apapun soal itu”kata ku sambil menatap kereta kuda itu.


“mereka terlalu manja kepada keluarga mereka”kata sasha.


“yah apapun itu, ayo kita kembali ke kota”kata ku.


“ayo”jawab mereka bertiga serempak.


Kami berempat kemudian mulai berjalan untuk kembali ke kota, saat kami berempat melewati salah satu kereta kuda terdengar suara beberapa anak bangsawan tertawa sambil menatap kami semua.


“oh lihat lah anak itu, betapa memalukan dia mengajak putri bangsawan untuk jalan kaki bersama nya kembali ke kota”kata salah satu anak bangsawan.


“seharusnya dia sadar diri kalau dia tidak pantas berinteraksi dengan para bangsawan”timpal anak-anak bangsawan lain.


Aku hanya bisa memejamkan mata ku sambil mencoba menenangkan diri setelah mendengar perkataan mereka, luchifer kemudian mendekati ku dan menatap ku dengan seksama.


“sudahlah jangan dengarkan mereka”kata luchifer.


“luchifer benar, tidak ada gunanya kau meladeni mereka”kata sasha.


Setelah mendengar perkataan luchifer dan sasha aku kemudian menghela nafas, aku kemudian menghentikan langkah ku yang membuat luchifer, sasha, dan marina menatap ku dengan kebingungan.


“nampak nya sudah waktu nya aku menunjukan siapa diriku kepada mereka”kata ku sambil merenggangkan jari tangan ku.


“ada apa yuuta?”tanya luchifer dengan kebingungan.


“apa kalian mau naik kendaraan yang lebih cepat dari pada kereta kuda untuk kembali ke kota?”tanya ku kepada mereka.


“huh memang nya ada?”tanya sasha.


Aku tersenyum lalu mengarahkan tangan ku ke depan, tiba-tiba saja sebuah lingkaran sihir dengan pola unik yang cukup besar muncul di hadapan ku .


“creation”


Setelah aku merapalkan mantra creation lingkaran sihir itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang, dari lingkaran sihir itu keluar sebuah mobil jeep berwarna abu-abu.


Luchifer, sasha, dan marina tidak dapat menyembunyikan rasa terkejut mereka melihat aku menciptakan mobil dengan sihir, semua orang yang ada di sekitar tempat kami juga terlihat terkejut ketika melihat mobil yang ku ciptakan dengan skill creation.


“y-yuuta benda besar apa ini?”tanya sasha dengan penasaran.


“ah di tempat asal ku ini di sebut mobil, ini adalah kendaraan yang cukup umum di gunakan untuk bepergian”kata ku dengan santai.


“j-jadi ini adalah sebuah kendaraan ya, bentuk nya cukup aneh”kata marina.


Aku kemudian mendekati mobil yang ku ciptakaan dengan skill creation lalu mengulurkan tangan ku hendak membuka pintu pengemudi, namun tiba-tiba saja luchifer menarik lengan jas seragam ku dengan ragu-ragu.


“huh ada apa luchifer?”tanya ku kepada luchifer.


“umm yuuta apa kendaraan itu cukup untuk kami bertiga?”tanya luchifer.


“tenang saja kendaraan ini memiliki kapasitas untuk 9 penumpang, bangku depat bisa di isi sebanyak tiga orang begitu juga bangku tengah dan belakang”kata ku dengan santai.


“begitu ya, kalau begitu ayo”kata luchifer.


Aku kemudian membukakan pintu mobil untuk mereka bertiga setelah itu aku masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi, dengan santai aku menghela nafas lega sambil menyandarkan punggung ku di kursi.


“ah kendaraan ini nyaman sekali, kurasa aku bisa istirahat selagi berada dalam perjalanan”kata sasha sambil menyandarkan punggung nya ke kursi mobil yang empuk.


“ini bahkan jauh lebih baik dari pada kereta kuda, oh ya yuuta apa aku boleh mengajak ibu bersama kita?”tanya luchifer.


“tentu saja, lagi pula kendaraan ini bisa menampung 9 orang penumpang”kata ku.


Dengan semangat luchifer kemudian membuka pintu lalu keluar menuju ke tempat ibunya, selagi menunggu luchifer kembali aku memutuskan untuk turun dari mobil dan menunggu di luar sedangkan sasha dan marina tetap berada di dalam mobil.


Sambil menunggu aku membuka ponsel ku untuk melihat-lihat pesan yang masuk kepada ku, setelah menunggu selama beberapa menit ku lihat luchifer kembali  bersama dengan ibunya, maria, dan kepala sekolah.


“ah akhirnya kau datang juga”kata ku sambil memasukan ponsel ku.


“jadi ini kendaraan yang di ceritakan oleh luchifer tadi”kata kepala sekolah sambil mengamati mobil jeep ku.


“bentuk nya sangat berbeda dari kereta kuda”kata maria.


Ibunya luchifer mengamati mobil ini sejenak lalu menatap ku dengan wajah sangat penasaran.


“yuuta apa kendaraan ini sungguhan milik mu seperti yang di ceritakan oleh luchifer?”tanya ibunya luchifer.


“ya itu benar, aku berpikir tidak masalah mengajak kalian kembali ke kota dengan mobil milik ku ini”kata ku.


“ah begitu ya, kurasa aku tidak masalah ikut dengan kalian”kata ibunya luchifer.


“bila kau bilang begitu kurasa aku juga tidak masalah”kata kepala sekolah.


“t-t-tunggu sebentar berapa orang yang bisa di bawa oleh kendaraan ini?”tanya kepala sekolah.


“mobil ku bisa menampung 9 orang penumpang, ada tiga bangku yang masing-masing bisa di tempati tiga orang”kata ku.


“begitu ya, kalau begitu aku akan duduk di belakang saja biarkan irene dan maria duduk di tengah”kata kepala sekolah.


“baiklah, kalau begitu ayo”kata ku.


Dengan santai aku membuka pintu belakang lalu melipat bangku yang ada di dekat jendela ke depan, kemudian kepala sekolah masuk ke dalam dan duduk di bangku belakang, setelah itu aku mengembalikan bangku yang ku lipat kembali lalu ibunya luchifer dan maria naik ke dalam dan duduk di dekat marina.


Setelah mereka masuk aku kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi, dengan santai aku kemudian memakai sabuk pengaman ku lalu menyalakan mesin mobil ini.


“hei getaran apa itu tadi?”tanya luchifer dengan sedikit takut.


“tenang saja, aku tadi hanya menyalakan mesin mobil nya”kata ku.


“ah begitu ya, tadi itu membuat ku takut saja”kata luchifer.


“hmm jadi kendaraan ini menggunakan mesin untuk menggerakan nya ya, menarik sekali”kata kepala sekolah.


Dengan santai aku kemudian menginjak pedal gas sambil mengubah transmisi mobilku, kemudian secara perlahan mobil ini mulai bergerak dan melaju melewati jalanan setapak kembali menuju ke kota.


“menggunakan kendaraan ini jauh lebih nyaman ketimbang menaiki kereta kuda”kata ibunya luchifer.


“yuuta apa kau sudah terbiasa mengendarai kendaraan ini?”tanya sasha.


“ya sebelumnya aku juga sudah pernah mengendarai mobil, di tempat asal ku kendaraan ini sudah jadi hal umum dan kau selalu bisa menemukan nya di melintas di jalan-jalan yang ada di kota”kata ku.


“begitu ya, pantas saja kau terlihat sangat terbiasa dengan kendaraan bernama mobil ini”kata sasha.


“oh ya katanya tadi kau terlibat masalah dengan para assassins”kata ibunya luchifer.


“ya itu benar, hah... sampai sekarang aku tidak habis pikir kalau seseorang mencoba mengirim assassins untuk membunuh ku”kata ku sambil menghela nafas.


“tapi tadi maria sudah mencoba memperingatkanku walaupun aku sudah menyadari mereka sedari awal”tambah ku.


“begitu ya, tidak biasanya kau mau melakukan nya kepada orang lain”kata ibunya luchifer sambil menatap maria.


“aku sebenarnya tidak berniat untuk melakukan nya, tapi....”kata maria.


“tapi apa?”tanya ku dengan penasaran.


“bukan  apa-apa, sudah fokus saja menyetir sana”kata maria sambil memalingkan wajah nya menatap keluar mobil.


Aku menghela nafas setelah maria berkata seperti itu, sedangkan ibunya luchifer hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat maria.


“ku dengar kau dekat dengan seorang anak laki-laki bertopeng rubah”kata ku sambil melihat maria dari spion dalam mobil.


“dari mana kau tahu tentang itu?”tanya maria dengan heran.


“aku tahu tentang itu dari dari marina”kata ku dengan santai.


“begitu ya”kata maria dengan tidak tertarik.


Sambil menyetir aku hanya bisa menghela nafas lalu tersenyum sambil menatap maria dari spion dalam mobil, setelah berkendara selama beberapa menit akhirnya kota sudah terlihat dari kejauhan.


“ahh sebentar lagi kita akan sampai di kota, aku tidak sabar untuk tidur sesampainya di penginapan”kata ku.


“kau berkata begitu seperti yang sudah bekerja keras saja hari ini, kau saja bertanding tidak sampai 20 menit tadi”kata sasha.


“kau tahu lebih cepat aku menyelesaikan pertandingannya, maka aku bisa bersantai sampai waktunya pulang”kata ku.


Tepat setelah mengatakan itu sasha memukul kepala ku dengan buku sihir nya sedangkan kepala sekolah melempar sebuah penggaris ke arah ku.


“hei itu sakit tau”kata ku dengan kesal.


“itu salah mu sendiri mencoba bermalas-malasan”kata sasha.


Aku memejamkan mata ku lalu menghela nafas panjang sambil mengusap kepala ku, tak lama kemudian kami sudah memasuki kota lalu sampai di depan penginapan tempat kami menginap.


“akhirnya sampai juga”kata luchifer dengan lega sambil merenggangkan tubuh nya.


“ dengan kendaraan milik yuuta kita sampai di penginapan jauh lebih cepat dari yang lainnya”kata kepala sekolah.


Aku turun dari mobil jeep ku lalu dengan santai menutup pintu mobil sambil menghela nafas lega, tak lama setelah kami tiba kereta kuda sewaan yang di tumpangi oleh para anak-anak bangsawan tiba di depan penginapan.


Para anak-anak bangsawan itu menatap ku dan mobil ku dengan terkejut melihat ku dan yang lain nya tiba lebih awal dari mereka, tanpa mempedulikan mereka aku kemudian memasukan mobil jeep ku ke dalam magic bag milik ku setelah itu bergegas masuk ke dalam penginapan.


Sambil berjalan kembali ke kamar tempat ku menginap dengan lelah aku merenggangkan tubuh ku lalu menghela nafas lega, setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya aku sampai di depan kamar tempat ku menginap.


Aku memasukan kunci lalu memegang gagang pintu hendak membuka nya, sebelum memutar gagang pintu aku menoleh ke kanan dan mengamati maria yang sedang membuka kunci pintu kamar nya lalu masuk ke dalam.


“sepertinya suasana hati nya sedang tidak bagus hari ini”batin ku.


Setelah melihat itu kemudian aku masuk ke dalam dan langsung menjatuhkan tubuh ku ke atas kasur, sambil menatap langit-langit kamar aku menghela nafas lalu menutup mataku dan memikirkan tentang maria.


“apa aku harus memberitahunya ya?”tanya ku pada diriku sendiri dengan ragu.


Di saat aku sedang memikirkan tentang itu tiba-tiba saja ponsel ku berbunyi, dengan santai aku meraih ponsel ku dan mengangkat panggilan masuk itu.


“halo ini yuuta”jawab ku dengan sedikit tidak semangat.


“halo yuuta ini aku dewa, kau terlihat tidak bersemangat apa terjadi sesuatu di sana?”tanya kakek dewa dari balik ponsel ku.


“ah tidak hanya masalah kecil saja, oh ya ada apa anda menghubungi ku?”tanya ku dengan penasaran.


“tidak ada apa-apa hanya ingin tahu keadaan mu saja, ku lihat kau sepertinya mulai menggunakan skill creation mu untuk membalas para anak bangsawan sombong itu”kata kakek dewa.


“hah.... mau bagaimana lagi, bila aku hanya diam saja mereka akan terus meremehkan dan merendahkan ku”kata ku dengan santai.


“aku jadi ingat sebuah pepatah melihat mu”kata kakek dewa.


“jangan bangunkan singa yang sedang tidur, bukankah begitu kakek dewa?”tanya ku sambil tersenyum.


“kau bisa menebak nya ya, singa di takuti karena mereka diam sedangkan anjing di permainkan karena mereka mengonggong dan menyalak”kata kakek dewa.


Di tengah pembicaraan kami tiba-tiba saja terdengar suara orang mengetuk pintu kamar ku.


“sepertinya ada seseorang yang mengetuk pintu, baiklah kalau begitu jumpa lagi yuuta”kata kakek dewa sambil menutup panggilan nya.


Aku menatap ponsel ku sejenak lalu bangkit dari kasur dan berjalan menuju ke pintu, dengan santai aku membuka pintu dan terkejut melihat maria yang berdiri di depan ku.


“kau itu lama sekali, apa kau tega membiarkan seorang perempuan menunggu?”tanya maria dengan kasar.


“ah maaf tadi aku sedang berbicara dengan seseorang, oh ya ada apa kau kesini?”tanya ku sambil menggaruk kepala ku.


“luchifer dan yang lain nya mengajak mu makan malam bersama kami nanti, apa kau mau bergabung?”tanya maria dengan wajah serius.


“entah lah kalau mereka tidak keberatan aku bergabung, bagaimana dengan mu?”tanya ku kepada maria.


Maria terlihat terkejut ketika aku menanyakan itu kepada nya, ia memejamkan matanya lalu memalingkan wajah nya dan bersiap untuk pergi.


“aku masih memikirkan nya, baiklah kalau begitu aku pergi dulu”kata maria sambil berjalan pergi.


“ah b-baik lah”kata ku dengan sedikit canggung.


Aku menatap maria yang berjalan pergi lalu kembali masuk ke dalam, dengan santai aku duduk di kursi yang ada di tengah kamar lalu menghela nafas panjang.


“rasanya sulit sekali untuk memutuskan hal itu, kurasa aku harus mandi dulu setelah itu memikirkan nya lagi”kata ku sambil bangkit dari kursi.


Aku bergegas bangkit dari kursi lalu menyambar handuk ku lalu berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu aku segera berganti baju lalu turun ke bawah untuk menemui luchifer dan yang lain nya.