
~~ sudut pandang yuuta ~~
Aku membuka kedua mataku setelah terhisap kedalam celah dimensi itu, hal pertama yang ku lihat adalah butiran salju yang jatuh mengenai wajahku.
“ughh huh salju?”tanyaku dalam hati.
Saat itu aku langsung bangkit dan sebuah angin yang sangat dingin berhembus menerpa tubuhku, dengan tubuh menggigil kedinginan aku mengamati sekitar dan mendapati diriku berada di tempat bersalju.
“sebentar dimana aku sekarang?”tanya ku dengan kebingungan.
Beberapa saat kemudian aku sadar kalau saat ini aku berada di daerah gunung bersalju, karena semakin banyak salju yang berjatuhan menandakan akan ada badai salju aku berniat untuk mencari tempat untuk berlindung sementara waktu.
Setelah mencari aku memutuskan untuk berlindung di dalam sebuah gua kecil, saat berjalan tadi aku sempat memungut beberapa ranting pohon yang bisa ku jadikan api unggun.
“baiklah api unggun nya sudah menyala, dengan ini aku tidak perlu khawatir kedinginan”ucap ku sambil menghangat kan diri di dekat api unggun.
Sambil duduk di dekat api unggun aku membuat jaket musim dingin beserta sebuah tas ransel menggunakan skill creation ku, di luar gua badai salju nampaknya tidak akan berhenti untuk beberapa saat.
“hei system apa kau masih bersama ku?”tanya ku kepada system.
[aku masih bersamamu, saat ini kita berada di tempat yang sangat asing]
“ngomong-ngomong sudah berapa lama aku tak sadarkan diri tadi?”tanya ku kepada system.
[kira-kira dua hari kalau aku tidak salah, anda tiba-tiba tidak sadarkan diri ketika terhisap celah dimensi itu]
“dua hari huh, itu lama sekali”ucap ku sambil menghela nafas.
Untuk saat ini aku tidak tahu dimana aku berada sekarang, selagi menunggu badai salju berhenti aku menggunakan skill creation untuk membuat beberapa mie instan dan makanan kaleng untuk perbekalan saat ini serta tidak lupa aku juga memanggil bahamut untuk ku bawa.
Setelah beberapa jam badai salju itu pada akhirnya berhenti dan dengan lega aku melangkah keluar dari gua itu untuk memastikan badai salju itu sudah berlalu, saat ini hal pertama yang harus ku lakukan adalah turun dari pegunungan bersalju ini.
[jadi apa anda masih berpikir untuk mencari ibu dari anak perempuan bernama maria itu?]
“ya tentu saja, aku memang sengaja membiarkan diriku terhisap oleh celah dimensi itu”ucap ku kepada system.
[apa kau yakin meninggalkan pedang katana mu disana, ku pikir tempat ini cukup berbahaya]
“tenang saja bahamut bersama dengan ku”ucap ku kepada system.
Aku terus berjalan namun langkah ku terhenti ketika melihat sebuah sebuah padang salju yang cukup luas, di tempat itu aku dapat menemukan beberapa reruntuhan bangunan dan juga barang-barang seperti peralatan kimia dan beberapa botol kaca untuk laboratorium.
“reruntuhan bangunan, apa disini sebelumnya ada sebuah bangunan?”tanya ku dalam hati.
Saat aku aku melangkah kan kaki ku aku merasa sedang menginjak sesuatu, dengan penasaran aku kemudian mengaduk-aduk salju dan menemukan sebuah kalung dengan bingkai foto berbentuk lingkaran yang terlihat telah tertimbun di salju cukup lama.
“kalung huh, apa disini juga sebelumnya ada yang tinggal huh?”tanya ku dengan kebingungan.
[entah lah coba kita buka bingkai foto berbentuk lingkaran itu, mungkin saja kita bisa mengetahu siapa pemilik nya]
Aku mengamati kalung itu sejenak lalu membukanya dan terdapat sebuah foto keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan kedua putrinya, aku mengamati foto itu dan menyadari sesuatu ketika menatap foto kedua anak perempuan yang ada di bingkai kalung itu.
“tunggu wajah ini bukan kah maria dan marina, kenapa mereka berdua ada di foto ini?”tanya ku dengan kebingungan.
Aku memutuskan untuk menyusuri daerah sekitar sini dan saat itu tertegun ketika melihat lambang akademi sihir terukir pada salah satu reruntuhan dinding, setelah melihat semua ini aku menyadari kalau ini adalah reruntuhan laboratorium akademi sihir.
“jadi semua reruntuhan nya berada disini, itu artinya ibunya maria juga berada disini”ucap ku dengan tidak percaya.
[tuan aku melihat sebuah syal yang terikat pada sebuah dahan pohon mati]
Aku menoleh dan tidak jauh dari ku terdapat sebuah pohon mati yang telah tumbang, di sana aku melihat sebuah syal panjang yang terikat pada salah satu dahan pohon mati itu dan segera mengambilnya.
“syal juga, tidak salah lagi ibunya maria pasti masih hidup”ucap ku.
[kalau begitu ayo kita turun dari gunung ini, mungkin saja kita bisa menemukan petunjuk lain]
Aku memasukan kalung berbingkai foto itu kedalam saku jaket ku lalu melingkarkan syal itu di leherku setelah itu aku berjalan meninggalkan tempat itu, setelah berjalan selama beberapa menit aku sampai di pinggir sebuah tebing kecil dan terdiam ketika melihat pemandangan yang ada di depan ku.
Sebuah pemandangan hutan tundra dengan beberapa gunung besar yang menjulang tinggi, saat aku sedang memperhatikan gunung-gunung yang menjulang tinggi aku melihat sebuah kota kecil dari kejauhan.
“di sini juga ada sebuah kota kecil?”ucap ku dengan tidak percaya.
[lebih baik kita pergi kesana untuk bertanya dimana kita sekarang]
“ide bagus, kalau begitu ayo pergi kesana”ucap ku kepada system.
Aku kemudian berjalan menuruni gunung untuk pergi menuju ke kota kecil itu, sambil berjalan aku terkagum-kagum dengan pemandangan bagus yang ku lihat sepanjang perjalanan.
“hmm apakah ponsel ku masih berfungsi ya?”tanya ku dalam hati.
Degan tenang aku meraba-raba saku celana ku dan pada akhirnya menemukan ponsel milik ku, awalnya aku berpikir ponsel itu tidak akan berfungsi namun apa yang ku pikirkan barusan itu salah besar karena ponsel itu masih bisa menyala dan berfungsi seperti biasa.
“hmm apakah aku bisa menghubungi tuan sean dan kak naomi ya?”tanya ku dalam hati.
Sambil berjalan aku mencoba untuk mengirimkan sebuah pesan kepada tuan sean, setelah pesan ku terkirim aku berjalan sampil terus mememperhatikan ponsel ku bila saja tuan sean membalas pesan ku.
*ting...
Ponsel ku berbunyi dan saat itu ada sebuah pesan singkat dari tuan sean yang masuk menanyakan tentang keadaan ku saat ini, dengan tenang aku kemudian menjelaskan tentang apa yang terjadi dan keadaan ku saat ini melalui pesan singkat.
Tentu saja aku memberitahu tentang apa yang ku temukan barusan serta mengirimkan foto kalung dengan bingkai foto kecil berbentuk lingkaran yang ku temukan tadi, setelah pesan ku terkirim aku memasukan ponselku kembali kedalam saku.
“kuharap pesan itu akan membuat mereka sedikit tenang dengan keadaan ku saat ini”gumam ku.
~ skip scene ~
aku duduk di sebuah batang pohon yang telah tumbang sambil menunggu teko air mendidih untuk membuat teh hangat, sambil menunggu aku mencoba untuk bersantai setelah berjalan menuruni gunung selama beberapa jam tadi.
“ah aku sudah lupa rasanya kapan terakhir kali aku berjalan menuruni gunung seperti tadi”gumam ku.
Karena aku lapar aku mengambil sebuah makanan kaleng dari ransel ku lalu meletakanya di dekat api unggun untuk menghangatkan nya, saat aku sedang menunggu makanan kaleng ku hangat tiba-tiba saja seorang anak perempuan muncul di hadapan ku entah dari mana.
*“huh anak kecil?\, kenapa dia ada disini?”*tanya ku dalam hati.
Baik aku maupun anak perempuan itu hanya saling menatap dalam diam, jujur saja aku ingin menghampiri dan bertanya kenapa dia berada disini namun aku yakin dia tidak sendirian berada disini dan juga tidak ingin menyebabkan kesalahpahaman.
Saat itu tiba-tiba saja seorang perempuan yang seumuran dengan ku muncul dan menghampiri anak perempuan itu, anak perempuan itu menyadari kehadiran ku dan berjalan menghampiri ku bersama anak perempuan itu.
“umm apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?”tanya anak perempuan itu.
“ah begitu ya, maaf karena adik perempuan ku tiba-tiba muncul dan menatap mu tadi”ucap anak perempuan itu.
“a-ah tidak apa-apa aku tidak terganggu dengan kehadiran nya”ucap ku sambil tersenyum.
“kalau kau tidak keberatan apa aku boleh ikut duduk di sini untuk sementara waktu?, adik perempuan ku terlihat sudah kedinginan karena berada disini”tanya anak perempuan itu.
“tidak masalah”jawab ku singkat.
Kami bertiga kemudian duduk mengelilingi api unggun untuk menghangatkan tubuh, karena air sudah mendidih aku kemudian membuatkan teh untuk diriku dan mereka berdua.
“kau seharusnya tidak perlu repot-repot membuatkan kami berdua minuman hangat”ucap anak perempuan itu.
“ah kau tidak perlu memikirkan nya, ngomong-ngomong apa yang kalian berdua lakukan di tengah tempat seperti ini?”tanya ku kepada anak perempuan itu.
“aku sedang mengumpulkan kayu untuk penghangat di rumah nanti, oh ya maaf karena aku masih belum memperkenalkan diri kepada mu namaku sarah dan adik perempuan ku bernama emily”ucap anak perempuan bernama sarah itu.
“namaku yuuta hibiki, panggil saja yuuta”ucap ku dengan santai.
“baiklah. Yuuta kira-kira apa yang akan kau lakukan setelah ini?”tanya sarah kepada ku.
“dari kejauhan tadi aku melihat sebuah kota kecil di dekat ini, kurasa itulah tujuan ku setelah ini”jawab ku.
“ah kau ternyata berniat pergi menuju ke kota tempat kami tinggal, jarang sekali ada orang yang datang kesana sebelumnya”ucap sarah.
“jadi kalian tinggal di kota kecil itu ya, sepertinya ini adalah sebuah kebetulan”ucap ku.
Saat itu aku dan sarah terus mengobrol santai sampai tiba-tiba saja Emily menarik-narik jaket musim dingin yang sarah kenakan dan menunjuk keatas, aku terkejut ketika melihat asap hitam yang membumbung tinggi yang asalnya tidak jauh dari tempat ku berada.
“asap itu jangan-jangan mereka kembali, emily kita harus kembali ke kota”ucap sarah kepada emily.
Dengan terburu-buru sarah dan emily beranjak dari tempat mereka duduk dan berpamitan kepada ku untuk kembali, tentu saja asap hitam itu membuat ku merasa ada sesuatu yang buruk sedang terjadi.
“kurasa aku akan menyusul sarah dan emily”gumam ku.
Aku beranjak dari tempat ku duduk lalu berlari mengikuti jejak kaki sarah dan emily, setelah berlari selama beberapa menit aku pada akhirnya sampai di depan kota kecil itu dan bertemu dengan seorang laki-laki yang terlihat panik.
“apa yang terjadi di kota ini?”tanya ku kepada laki-laki itu.
“ada para perampok yang datang menjarah kota”jawab laki-laki itu dengan
Aku yang mendengar itu langsung bergegas berlari memasuki kota untuk mencari sarah dan juga emily, saat aku itu dari kejauhan aku bisa melihat sarah dan emily yang mencoba melindungi seorang perempuan tua dari salah seorang perampok.
Tanpa pikir panjang aku mengarahkan tangan ku kearah perampok itu untuk menyerang menggunakan sihir.
“lightning arrow”
Saat itu tiga buah anak panah petir melesat kearah perampok itu dan saat mengenai nya dan langsung melumpuhkan nya, setelah perampok itu berhasil dilumpuhkan aku kemudian bergegas menghampiri sarah dan juga emily.
“hei apa kalian baik-baik saja?”tanya ku kepada sarah dan emily.
“kami baik-baik saja”jawab sarah.
“apa yang terjadi sebenarnya?”tanya ku kepada mereka.
“kawanan bandit barusaja menyerang dan mencoba menjarah kota, kami tidak bisa melakukan apapun karena mereka sangat kuat”ucap sarah.
“jadi seperti itu ya, kalau begitu sebaiknya kalian bertiga berlindung di tempat yang aman”ucap ku.
“lalu apa yang akan kau lakukan?”tanya sarah.
“aku akan mengurus kawanan bandit itu, kebetulan juga aku adalah seorang ksatria”jawab ku kepada sarah.
Sarah dan emily kemudian membawa perempuan tua itu pergi bersama mereka, tanpa berlama-lama aku kemudian bergegas pergi menuju ke alun-alun kota dimana seharusnya para bandit itu berada.
setelah berlari selama beberapa menit pada akhirnya aku sampai di alun-alun kota dan bisa menemukan para kawanan bandit itu sedang mengumpulkan hasil jarahan mereka, tidak jauh dari mereka terlihat para penduduk yang di tangkap dan dikurung di dalam sebuah kurungan yang terbuat dari kayu.
Dengan tenang aku kemudian berjalan maju memperlihatkan diriku kepada para bandit yang berkumpul di alun-alun kota, mereka semua nampak terkejut ketika melihat kedatanganku ke tempat ini.
“ah jadi kalian kawanan bandit yang menyerang dan menjarah kota huh, sepertinya kalian semua sangat senang melakukan nya “ucap ku kepada para bandit.
“lihatlah bocah ingusan itu, sepertinya dia terlalu bodoh datang sendirian kesini”ucap salah satu dari mereka.
“sendirian pun aku tidak masalah menghadapi kalian semua, tapi harus ku ingatkan jangan menyesal kalau terjadi sesuatu pada kalian”ucap ku dengan tenang.
Tepat setelah mengatakan itu para bandit langsung berlari kearah ku berniat untuk mengeroyok ku, melihat mereka dengan tenang mencabut bahamut lalu berniat untuk menggunakan kekuatan ku yang pernah ku gunakan di kota artesia waktu itu.
“dark saber”
Bahamut berubah menjadi pedang besar berwarna hitam yang pernah ku gunakan sebelumnya, saat itu aku mengangkat bahamut lalu mengayunkan nya kearah para bandit itu.
“dark void blast”
Para bandit itu nampak tidak memiliki waktu untuk menghindar dan pada akhirnya harus terkena serangan dark void blast, serangan itu menjadi jauh lebih dahsyat dari sebelum nya dan berhasil meluluhlantakan para bandit itu.
“whoa ini terlalu besar dari yang sebelumnya”ucap ku dengan terkejut.
Dari sedahsyat apa serangan ku barusan aku bisa pastikan para bandit itu tidak ada yang berhasil selamat, aku memasukan kembali bahamut lalu membebaskan para penduduk yang tadi sempat di kurung oleh para bandit itu.
“b-baiklah para bandit itu sudah tidak ada, jadi kalian bisa bebas sekarang”ucap ku kepada para penduduk.
Saat itu sarah dan emily datang menghampiri ku dan nampak terkejut ketika melihat bekas serangan dari ku tadi, setelah berhasil mengalahkan para bandit itu para penduduk sangat berterimakasih kepada ku karena telah menolong mereka.
Ketika para penduduk sedang berterimakasih kepada ku seorang wanita berjalan menghampiri ku, saat itu aku tahu dia sedang mengamati ku dengan seksama dan terlihat terkejut.
“maaf kalau aku tidak sopan apa aku boleh tahu dari mana kau mendapatkan syal yang kau pakai itu?”tanya wanita itu.
“ah syal ini aku menemukan nya terikat pada dahan pohon mati di gunung bersalju tadi”ucap ku sambil menunjuk kearah gunung tempat ku terbangun.
Ketika aku memberi tahu nya dia nampak terlihat terkejut karena aku menunjuk kearah gunung bersalju itu, saat itu aku mengamati wanita itu dengan seksama dan sadar akan sesuatu lalu mengambil kalung dengan bingkai foto yang ku temukan di gunung tadi.
“apa anda adalah pemilik kalung ini?”tanya ku sambil menyodorkan kalung itu kepadanya.
“k-kalung itu, kau berhasil menemukan nya”ucap wanita itu dengan terharu.
Melihat bagaimana reaksi wanita itu aku bisa katakan yang saat ini berada di hadapan ku adalah ibunya maria dan marina, setelah semua kekacauan disini wanita itu kemudian mengajak ku pergi menuju ke sebuah rumah bersama dengan sarah dan emily untuk mengobrol lebih banyak.