
[di akademi]
aku berdiri di depan sebuah meja dan di sana seorang perempuan berambut pirang sedang menatap ku dengan senang.
"luchifer apa kau berhasil membunuh beruang yang meresahkan itu?"tanya perempuan itu.
"maaf kepala sekolah tapi ada seseorang yang sudah mengalahkan nya"kata ku.
"eh sungguh bila dia bisa berarti dia setingkat dengan mu"kata kepala sekolah.
"yah bisa jadi sih"kata ku.
kepala sekolah bangkit dan menatap ku dengan penuh harapan.
"bisakah kau membawa nya ke hadapan ku,aku penasaran dengan nya"kata kepala sekolah.
\[di sebuah Padang rumput\]
~~~~ sudut pandang yuuta ~~~~
aku menebas kan pedang ku dan berhasil membunuh molerat yang sedang menginvasi Padang rumput dekat peternakan di kota,total aku sudah membunuh hampir 45 ekor dan mungkin ini yang terakhir.aku duduk di tanah dan menatap langit dengan sangat lelah,tadi di guild aku menerima sebuah misi khusus untuk ku yaitu menangani molerat di Padang rumput ini.
"mereka monster yang benar benar merugikan"kata ku.
molerat merupakan monster kelas C tapi bila jumlah mereka banyak kejadian ini di kategorikan kelas A karena ku lihat mereka agak kuat di sini,mereka hidup dengan memakan hasil pertanian dan beberapa unggas di peternakan oleh karena itu misi ini ada di guild yang memang di perintahkan oleh walikota secara langsung.aku bangkit dan berjalan kembali ke guild untuk melaporkan hasil dari pembasmian ini,hari yang cukup melelahkan tapi ku pikir hadiah 5 koin setiap ekor membuat ku berpikir dua kali bila ingin menolak nya.kulihat petualang petualang yang lain juga berjalan kembali ke kota setelah membasmi hama yang sama,dengan sedikit lelah aku berjalan menuju ke kota untuk melaporkan hasil ku.
\[satu jam kemudian\]
aku duduk di alun alun dengan pakaian yang basah karena keringat ku,sungguh berjalan dua jam dari peternakan itu membuat ku ingin mati saja.aku menatap kantong koin yang tadi ku ambil dari guild sebagai hadiah,total ada 65 Koin perak yang berhasil ku dapat dengan hasil seperti ini membuat ku sedikit senang karena uang itu untuk keperluan lain nanti.
aku bangkit dan berjalan untuk mencari makan karena dari tadi pagi aku masih belum makan,aku berjalan pergi dari alun alun sambil menatap sebuah kios roti bakar di dekat alun alun.dengan sangat lapar aku membeli roti bakar itu dan memakan nya di alun alun.
\(kruuurk\)
aku menatap perut ku yang sudah memberontak minta di beri makanan,apa boleh buat dari pada aku pingsan di jalan lebih baikm makan roti bakar saja untuk mengganjal perut ku.setelah membeli roti bakar itu aku kembali ke bangku taman ku dan memakan roti bakar itu dengan santai,hidup di dunia lain bukan lah ide yang buruk kecuali bila kau membuat semua orang tahu soal kekuatan mu.
aku bangkit dan berjalan menuju ke penginapan untuk istirahat.
"yuuta !!"panggil luchifer.
aku berbalik dan menatap luchifer yang sudah memegang pedang ku dan di belakang nya beberapa anak perempuan dengan seragam yang sama memegang karung.
"\*\*\*\* apa yang akan terjadi pada ku ini"kata ku dalam hati.
aku memutar tubuh ku dan mulai berlari di kota dengan sangat kencang,yah aku tak berpikir kalau luchifer akan menculik ku hari ini.aku melompat keatas atap dan berlari dari sana,untung aku memiliki skill assassin jadi aku santai saja soal ini.
\(dumms\)
aku berhenti dan atap di depan ku sudah hancur karena sesuatu,aku menoleh kebelakang dan menatap seorang gadis dengan rapier yang sekarang sudah terdapat lingkaran sihir di bilah pedang nya.
"ok ini mungkin agak lama lagi"kata ku.
"baiklah luchifer bila kau ingin membawa ku buat aku pingsan dulu dengan cara mu"kata ku.
sihir pada pedang luchifer sudah mulai terlihat dan aku hanya bisa melongo karena dari pedang itu muncul seekor Phoenix besar yang sekarang menatap ku.
"Phoenix blast"
Phoenix itu bergerak menuju ke arah ku dan dengan santai aku mengarahkan tangan kanan ku ke arah Phoenix itu,sebuah lingkaran hitam muncul dan aku hanya bisa menghela nafas karena mengeluarkan sihir itu.
"unlimited space time"
Phoenix itu masuk ke dalam lubang hitam itu dan dengan cepat lubang itu tertutup,lumayan juga buatan ku untuk perlindungan dadakan.
\(sriiing\)
aku melompat dan tepat ku berpijak sudah terkena sebuah tebasan yang cukup kuat,aku menatap kearah lain dan ku lihat seorang gadis dengan katana nya sedang menatap ku.
"teknik pernafasan angin kah"kata ku.
aku mendarat dan langsung memegang gagang pedang ku,aku menarik nafas dan menatap gadis itu.
"teknik pernafasan air ke 10 stream Edge"
pedang ku mengeluarkan air dan air itu membentuk pusaran air besar yang langsung mengarah pada gadis itu,aku memanfaatkan momen itu dan kabur dari sana.hari ini cukup banyak masalah yang terjadi di depan ku,aku terus melompat lompat di atap rumah dan ku rasa aku sudah agak jauh dari luchifer dan teman teman nya.
"fiuh leganya"kata ku.
aku berhenti dan duduk di atap sambil menatap langit,yah suasana nya cukup bagus untuk sebuah hari yang lumayan sibuk.
\(grrroaarrr\)
aku tersentak mendengar Auman yang cukupk keras itu,sihir pencari ku menemukan seekor monster yang memiliki kekuatan yang sangat besar sedang mengacau di area kota.aku berpikir untuk membantu tapi nanti aku malah tertangkap oleh luchifer,aku diam dan ponsel ku berdering.
"halo dengan siapa ini?"tanya ku.
"ah yuuta kau masih ingat dengan suara orang tua ini ?"tanya dewa.
"astaga dewa ada apa sampai sampai anda repot repot menghubungi ku?"tanya ku.
"kau pasti sudah mendengar raungan keras dikota itu bukan?"kata dewa.
"ya aku dengar memang kenapa?"tanya ku.
"apa kau bisa menyelamatkan nyawa orang orang yang ada di sana?"tanya dewa.
"......."
aku terdiam mendengar kata kata dewa,kurasa ia meminta ku untuk menyelamatkan kota ini dari monster itu.aku dapat merasakan dengan jelas aura sihir yang mungkin aku kenali,luchifer dan teman teman nya sedang bertarung menahan monster itu.kali ini aku menutup mata ku dan menatap arah sumber suara itu.
"akan ku usahakan"kata ku.
aku menutup telepon dan mulai bersiap untuk bergerak menuju ke sana dan membantu luchifer melawan monster itu.