
~~ sudut pandang yuuta ~~
Cahaya matahari menembus masuk melalui jendela kamar penginapan ku, dengan masih sangat ngantuk aku membuka mataku sedikit lalu membenamkan wajah ku kembali ke bantal.
“sudah pagi ya”gumam ku.
Dengan sedikit mengantuk aku kemudian bangun dan beranjak dari kasur sambil merenggangkan tubuh ku, dengan santai aku kemudian mengambil handuk lalu bergegas berjalan menuju ke kamar mandi untuk mandi.
Lima menit kemudian aku keluar dari kamar mandi dan bergegas memakai seragam ku, setelah selesai itu dengan santai aku mengambil ponsel dan pedang katana ku lalu berjalan keluar dari kamar.
Dengan tenang aku berjalan menuruni tangga menuju ke lantai bawah untuk sarapan pagi, sesampai nya di bawah ku lihat luchifer, sasha, dan marina sedang duduk menunggu sarapan mereka.
“hei yuuta”panggil marina sambil melambaikan tangan nya kearah ku.
Aku melambaikan tangan ku kepada mereka dan berjalan menghampiri mereka bertiga.
“kau lama sekali datang”kata sasha.
“Ahhh... tadi aku bangun sedikit terlambat, oh ya di mana maria?”tanya ku sambil duduk di kursi.
“entah lah, mungkin saja dia masih tidur di kamar nya”kata marina.
“hmm begitu ya”kata ku sambil menyilangkan tangan ku ke dada.
Tak lama setelah aku duduk bibi irene datang dan duduk bersama kami untuk sarapan, bibi irene mengamati sekitar lalu menatap kami berempat yang sudah duduk di sini sedari tadi.
“apa maria belum turun dari kamar nya?”tanya bibi irene.
“belum, mungkin saja dia masih tidur atau sedang bersiap-siap sekarang”jawab ku sambil menghela nafas.
“begitu ya, yuuta apa kau bisa ke kamar nya dan memeriksa nya?”tanya bibi irene sambil tersenyum kecil.
“a-ah baiklah, aku akan memeriksa nya di kamar nya”kata ku.
Aku kemudian bangkit dari kursi tempat ku duduk lalu berjalan meninggalkan mereka menuju ke kamar maria untuk memeriksa keadaan nya, sambil berjalan aku mulai memikirkan tentang maria dan gelagat aneh dari bibi irene.
“hah.. mungkin saja maria ketiduran”gumam ku mencoba untuk berpikiran positif.
Setelah berjalan selama beberapa menit aku akhirnya tiba di depan kamar maria, dengan tenang aku kemudian mengetuk pintu kamar nya untuk memastikan dia ada di kamar nya.
*tok-tok-tok
Aku mengetuk pintu kamar nya tiga kali namun tidak ada balasan dari nya, dari dalam kamar terdengar suara benda jatuh dan suara langkah seseorang yang terburu-buru.
Pintu terbuka dan terlihat maria yang sedikit terkejut melihat ku berada di depan kamar nya saat ini.
“eh y-yuuta ada apa kau kesini, apa kau butuh sesuatu?”tanya maria dengan sedikit terkejut.
“ah tidak ada apa-apa aku kesini hanya untuk mengecek keadaan mu, semua nya sudah menunggu mu di bawah untuk sarapan bersama”kata ku.
“b-begitu ya, kalau begitu tunggu sebentar”kata maria sambil kembali ke dalam kamar nya.
Tak lama kemudian dia keluar dari kamar nya, setelah maria mengunci kamar nya kami berdua kemudian berjalan menuju tangga untuk turun ke bawah.
“hei maria kau terlihat berbeda hari ini”kata ku dengan santai.
Kalau di lihat-lihat memang maria hari ini jauh terlihat berbeda dari biasanya, wajah maria memerah lalu dia memalingkan wajah nya dari ku.
“k-kau menyadari nya ya, sesekali aku terlihat seperti ini”kata maria.
Setelah menuruni tangga beberapa menit akhirnya kami berdua sampai dibawah, kami berdua kemudian bergegas menghampiri luchifer dan yang lain nya yang sudah duduk di meja makan untuk sarapan.
“nah akhirnya kalian berdua datang, maria kau terlihat sedikit berbeda hari ini”kata bibi irene.
maria hanya bisa tersenyum malu setelah mendengar perkataan bibi irene, aku kemudian duduk di kursi ku kembali lalu memejamkan mataku sambil bersandar di kursi.
Saat sedang duduk bersantai tiba-tiba saja ponsel ku berbunyi, dengan santai aku mengambil ponsel ku dan melihat siapa yang mengirimi ku pesan hari ini.
“yuuta suara apa itu tadi?”tanya luchifer dengan penasaran.
“ah itu suara ponsel ku, sepertinya ada pesan yang masuk”kata ku.
“pesan dari siapa?”tanya maria.
“entah lah, mungkin saja tuan sean”kata ku sambil menyalakan ponsel ku.
Aku menatap layar ponsel ku dan ku lihat pesan singkat itu di kirim oleh tuan sean, dengan santai aku membuka pesan itu dan membacanya dengan seksama.
Kepada: yuuta
Seperti permintaan anda beberapa waktu lalu, saya berhasil menyelidiki orang-orang yang mengirim assassins untuk mencoba membunuh anda, mereka adalah keluarga bangsawan yang sempat memiliki masalah dengan anda.
Dari penyelidikan yang dilakukan oleh agen rahasia yang saya kirim kebanyakan mereka adalah bangsawan bermasalah karena terlibat korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan lain-lain.
Saya sudah mengantongi nama-nama keluarga bangsawan yang terlibat beserta berkas-berkas bukti tentang kejahatan mereka, mungkin saya akan menyusul anda untuk memberikan berkas-berkas nya kepada anda secepatnya.
Dari: tuan sean
Aku kemudian menutup pesan itu lalu memasukan kembali ponsel ku kedalam saku jas ku sambil memejamkan mata ku dan menghela nafas, di samping ku luchifer dan maria menatap ku dengan penasaran.
“apa yang mengirim pesan itu adalah tuan sean?”tanya luchifer.
“ya itu benar, tuan sean sudah menemukan orang yang mengirim assassins untuk melenyapkan ku kemarin”kata ku sambil menyilangkan tangan ku di dada.
“t-tunggu sebentar siapa itu tuan sean?”tanya maria dengan kebingungan.
“ah tuan sean adalah pelayan pribadi yuuta”kata sasha.
“t-tunggu sebentar kau memiliki pelayan pribadi, apa kau seorang bangsawan?”tanya maria dengan penasaran.
“ughh kurang lebih seperti itu”kata ku dengan sedikit ragu.
Maria menatap ku dengan tidak percaya, sasha kemudian menghela nafas lalu menatap maria yang terlihat tidak percaya.
“asal kau tahu saja yuuta tinggal di sebuah mansion besar bersama tuan sean dan para pelayan nya yang lain”kata sasha.
Maria mematung mendengar perkataan sasha barusan, sedangkan aku hanya bisa menggaruk belakang kepala ku sambil tersenyum kecut, tak lama kemudian pelayan datang ke meja kami sambil membawa makanan untuk sarapan pagi ini.
~ skip scene ~
setelah sarapan pagi aku, sasha, luchifer, marina, dan maria berkumpul dengan murid-murid lain yang berkumpul di alun-alun dekat penginapan, di depan kami semua kepala sekolah berdiri di depan kami untuk menjelaskan tentang latihan kami hari ini.
“baiklah hari ini kita akan melakukan latihan bersama seperti yang di rencanakan sebelum nya, oleh karena itu persiapkan diri kalian”kata kepala sekolah
“baiklah!!!!”jawab kami serentak.
Murid-murid yang lain kemudian membubarkan diri dan mulai bersiap-siap untuk latihan bersama nanti, karena aku tidak ada yang bisa ku kerjakan aku dengan santai menghampiri maria, luchifer, marina, dan maria yang sedang bersiap-siap.
“yuuta apa kau tidak bersiap-siap untuk latihan bersama nanti?”tanya sasha sambil memasukan buku-buku sihir nya kedalam magic bag milik nya.
“tidak, aku sudah membawa semua barang-barang yang sekiranya penting di dalam magic bag ku”kata ku dengan santai.
“aku tidak percaya”kata sasha.
“yasudah kalau kau tidak percaya, yang penting aku sudah mengatakan nya pada mu”kata ku sambil mendengus.
Aku menghela nafas lalu menatap para murid-murid bangsawan yang sedang berkumpul membicarakan sesuatu, mereka terlihat mencurigakan namun aku memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan nya.
“hei yuuta apa ada sesuatu yang mengganggu mu?”tanya luchifer.
“ah hanya beberapa hal kecil saja”kata ku sambil menyilangkan tangan di dada.
Di saat bersamaan rombongan kereta kuda mulai berdatangan yang tidak lain pastinya di kirim oleh keluarga bangsawan untuk mengantar anak-anak mereka, namun hari ini sedikit berbeda karena terlihat beberapa pengawal datang bersama dengan rombongan kereta kuda itu.
“para keluarga bangsawan juga mengirim pengawal huh, firasatk ku tidak enak soal ini”batin ku.
Aku mulai merasa curiga dengan semua ini namun aku tidak bisa langsung menilai sesuatu tanpa menyelidiki nya terlebih dahulu, saat tengah memikirkan tentang situasi ini tiba-tiba saja sebuah dropkick mendarat tepat di punggung ku membuatku terpental dan jatuh tersungkur ke tanah.
Dengan kesakitan aku kemudian menoleh kebelakang dan menatap sasha yang terlihat kesal sambil menyilangkan tangan nya di dada.
“apa-apaan maksud mu tadi hah?!”tanya ku dengan sedikit kesal.
“itu salah mu sendiri karena tidak mendengarkan ku”kata sasha.
“huh memang nya kau berbicara kepada ku tadi ya?”tanya ku dengan heran.
Sasha terlihat semakin kesal setelah aku mengatakan itu dan dengan cepat berbalik lalu pergi dari hadapan ku, dengan sedikit heran dan bingung aku menatap sasha yang sepertinya sedang marah.
“eh apa aku melakukan kesalahan?”tanya ku dengan kebingungan.
[anda terlalu sibuk memikirkan soal kecurigaan anda sampai-sampai mengabaikan nya]
“e-eh begitu ya”kata ku kepada system.
[anda harus minta maaf kepada nya, dia terlihat kesal sekali]
“aku juga berpikir seperti itu, namun ini mungkin agak sulit”kata ku kepada system.
[setidaknya anda bisa mencoba nya]
Aku kemudian bangkit berdiri lalu membersihkan debu yang menempel di jasku dan menatap luchifer dan marina yang menatap ku dengan tatapan tajam, dengan sedikit bergidik aku kemudian bergegas menyusul sasha untuk meminta maaf kepada nya.
~ skip scene ~
Aku duduk dengan sedikit canggung sambil menyetir mobil, di sampingku nampak sasha yang masih terlihat kesal dengan ku.
“h-hei sasha aku sungguh minta maaf soal tadi”ucap ku dengan sedikit ragu.
“hmphh!!!”dengus sasha sambil memalingkan wajahnya.
Aku hanya bisa menghela nafas karena sasha masih kesal sekalipun aku sudah meminta maaf kepada nya berulang kali, setelah berkendara selama beberapa menit dari kota akhirnya kami semua sampai di tempat latihan kemarin.
“akhirnya sampai kita sampai juga”kataku dengan lega setelah keluar dari mobil.
Tak lama setelah kami tiba kemudian rombongan kereta kuda yang mengangkut murid-murid datang, semua murid kemudian berkumpul untuk mendengarkan intruksi tentang latihan kami semua hari ini.
“hari ini kalian akan berlatih bersama dengan tim kalian, ketua tim bertanggung jawab tentang anggota tim nya kalian mengerti?”tanya kepala sekolah.
“kami mengerti”jawab ku dan yang lain nya.
Setelah itu aku kemudian menghampiri luchifer, sasha, marina, dan maria yang sedang menunggu bersama dengan bibi irene.
“jadi kalian berlima akan berlatih bersama ya”kata bibi irene.
“ya itu benar”kata ku sambil menghela nafas.
“kalau begitu aku mau mencoba belajar memakai pedang”kata marina.
Luchifer, sasha, maria, dan bibi irene terlihat terkejut mendengar keingingan marina untuk belajar berpedang.
“apa kau yakin soal itu?”tanya sasha.
Marina mengangguk dengan semangat dan sangat yakin tentang keinginan nya, aku menyilangkan tangan ku di dada lalu memikirkan tentang bagaimana cara untuk mengajari marina berpedang.
“hei maria apa kau punya ide soal metode untuk mengajari marina?”tanya ku sambil menoleh ke maria yang sedang berdiri di samping ku.
“tidak, bila aku menerapkan metode latihan yang biasa ayah ajarkan pada ku aku tidak yakin marina akan mampu”kata maria.
“hmm begitu ya”gumamku sambil mengusap dagu ku.
“bagaimana dengan metode belajar yang kau gunakan dulu?”tanya maria sambil menatap ku.
“ughh aku tidak akan menyarankan metode itu untuk marina,metode latihan itu sudah melebihi batas normal manusia biasa, aku tidak yakin marina bisa melakukan nya”kata ku.
“kenapa kalian berdua tidak mengajari nya dasar-dasar nya saja, untuk pengguna senjata jarak jauh seperti marina itu bisa sedikit membantu untuk melindungi diri”saran bibi irene.
Aku kemudian memikirkan saran dari bibi irene, setelah itu memutuskan keputusan ku untuk mengajari nya.
“baiklah kurasa aku bisa mengajari mu teknik berpedang tingkat dasar”kata ku dengan sangat yakin.
“eh apa kau yakin soal ini yuuta?”tanya luchifer tidak percaya.
“ya, tidak masalah bukan mengajarinya sedikit untuk melindungi dirinya”kata ku.
“ya kurasa tidak masalah sih, justru itu bagus”kata luchifer
Dengan santai aku kemudian mengeluarkan dua buah pedang kayu yang biasa ku gunakan untuk berlatih dari dalam magic bag ku, aku kemudian memberikan salah satu pedang kayu itu kepada marina.
“sebelum kita memulai nya, aku ingin melihat seperti apa kau memegang pedang”kata ku kepada marina.
Marina kemudian berdiri dengan tenang sambil memegang pedang kayu nya, lalu ia kemudian menoleh menatap ku dengan sedikit bingung.
“apa benar seperti ini?”tanya marina ragu.
Maria menepuk dahi nya sedangkan aku hanya bisa tersenyum melihat bagaimana marina memegang pedang kayu itu dengan cara terbalik.
Dengan sabar Maria kemudian membenarkan cara marina memegang pedangnya, sementara itu aku menggunakan skill creation untuk membuat sebuah boneka jerami.
“baiklah kurasa ini sudah cukup”kata ku sambil menatap boneka jerami itu.
Aku kemudian menatap maria yang sedang menjelaskan bagaimana cara nya menggunakan pedang kepada marina, sementara itu aku kemudian menatap sasha yang sedang mencoba sebuah sihir bersama dengan luchifer.
Dengan penasaran aku kemudian menghampiri mereka berdua, aku memperhatikan bagaimana sasha mencoba sihir itu berkali-kali dan gagal.
“sebaiknya kau menenangkan diri mu dulu sebelum mencoba sihir itu”kata ku sambil menghampiri sasha.
Sasha kemudian berbalik menatap ku lalu memalingkan wajah nya sambil menyilangkan tangan nya di dada.
“bukan nya kau sedang mengajari marina berpedang”kata sasha.
“ah aku menyerahkan marina kepada maria, ku lihat kau sedikit kesulitan mencoba sihir itu”kata ku sambil menggaruk belakang kepala ku yang tidak gatal.
Perhatian ku kemudian tertuju kepada sebuah buku sihir yang tergeletak di tanah dalam keadaan terbuka, dengan santai aku kemudian mengambil buku itu dan melihat mantra sihir apa yang ingin di coba oleh sasha.
“jangan seenaknya menyentuh barang milik orang lain dasar bodoh”kata sasha sambil mengambil kembali buku sihir nya.
Sasha kemudian kembali mencoba sihirnya lagi tanpa mempedulikan, aku hendak mendekati sasha namun langkah ku terhenti karena bibi irene menahan ku.
“biarkan dia menenangkan dirinya”kata bibi irene.
“t-tapi...”kataku.
“sudah lah dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun untuk saat ini, justru bila kau bersikeras untuk bicara padanya sekarang itu hanya akan membuat suasana hati sasha semakin buruk”potong bibi irene.
Aku kemudian menghela nafas lalu mengurungkan niat ku untuk bicara padanya, dari kejauhan aku hanya bisa melihat sasha yang masih berusaha untuk mempelajari sihir barunya.
“sepertinya dia sangat kesal kepada ku”kata ku
“itu karena kau tadi mengabaikan nya, ini pertama kalinya seseorang mengabaikan nya”kata bibi irene.
“huh pertama kali nya, apa sebelum tidak ada yang mengabaikan sasha?”tanya ku.
“sejauh ini tidak ada yang berani mengabaikan nya, kecuali hanya satu orang yaitu kau”kata bibi irene.
“b-begitu ya”kata ku sambil menatap sasha dari kejauhan.
Yah kupikir-pikir kurasa nanti saja aku bicara dengan sasha, dengan santai aku kemudian mendongakan kepala ku menatap langit lalu menghela nafas sambil memejamkan mataku.
“apa kau sedang memikirkan sesuatu yuuta?”tanya bib irene.
“ah tidak ada, hanya hal tidak penting saja”jawab ku.
Saat sedang menikmati suasana tiba-tiba saja pandangan ku melihat beberapa murid sedang berkumpul di tempat maria dan marina berlatih, dengan santai aku kemudian menghampiri para murid itu.
“bila kalian tidak ada keperluan disini sebaiknya kalian kembali berlatih dengan tim kalian masing-masing”kata ku sambil menghampiri mereka semua.
Para murid itu nampak terkejut ketika mengetahui kedatangan ku lalu pergi dari sini, aku menatap para anak-anak itu sejenak lalu menoleh menatap marina yang menangis sambil memeluk maria.
“apa yang terjadi sesuatu?”tanya ku kepada maria.
“mereka tadi mengganggu marina saat berlatih sendiri”kata maria.
“begitu ya”kata ku sambil menghela nafas.
Aku kemudian menatap pedang kayu yang sudah patah tergeletak di tanah, dengan santai aku kemudian memungut pedang kayu itu lalu menghela nafas.
“apa mereka yang melakukan ini?”tanya ku kepada maria.
“ya, mereka yang melakukan nya tadi”kata maria.
Maria berusaha untuk menenangkan marina yang masih menangis dengan memeluk nya, melihat marina menangis membuat ku sedikit kesal kepada para anak-anak yang mengganggu marina.
“mereka bahkan sampai mematahkan pedang kayu ku”batin ku.
[jangan coba-coba untuk melabrak mereka, itu bukan ide yang cukup bagus]
“ya ya aku tahu itu”kata ku kepada system.
Aku kemudian menatap anak-anak yang tadi mengganggu marina dari kejauhan, mereka terlihat tidak merasa bersalah sedikitpun setelah mengganggu marina hingga membuat nya menangis.
Tiba-tiba saja seseorang menarik lengan jas ku, dengan sedikit terkejut aku kemudian berbalik dan menatap marina berusaha untuk bersikap normal.
“kau tak perlu membalas mereka semua”kata marina.
Aku menatap marina yang masih berusaha untuk tidak membalas perlakuan para anak-anak itu, disaat yang bersamaan tanpa ku sadari aku sudah mengeluarkan aura yang cukup kuat.
“tapi kau tidak bisa hanya diam saja seperti ini”kata ku kepada marina.
“kau tidak perlu khawatir dengan ku aku baik-baik saja”kata marina sambil memaksakan diri untuk tersenyum kepada ku.
Aku memejamkan mataku lalu menghela nafas untuk meredam emosi ku melihat marina yang masih berusaha untuk terlihat normal setelah di ganggu oleh mereka.
“marina kau seharusnya tidak perlu takut kepada mereka, bila kau takut seperti ini mereka akan semakin mengganggu mu”kata maria.
“t-tapi bagaimana aku membalas mereka, aku tidak sekuat mereka”kata marina.
Setelah mendengar itu aku kemudian mulai memikirkan cara untuk membantu marina, saat sedang memikirkan solusi tiba-tiba saja anak-anak itu kembali lagi untuk mengganggu kami bertiga.
“lihatlah dia mengadu pada anak aneh itu”kata salah satu dari mereka.
“padahal dia itu bangsawan namun dia lebih memilih berlindung di balik anak aneh itu”
Aku yang mendengar itu menggenggam erat tangan ku lalu berbalik dan menatap mereka dengan tajam sambil mengeluarkan aura intimidasi yang sangat kuat kepada mereka.
“bisakah mulut kalian itu diam?!?!”bentak ku dengan suara keras.
Tanah yang ku pijak seketika retak dan seketika para anak-anak itu diam membeku ketakutan di tempat ketika merasakan aura intimidasiku yang sangat kuat, tiba-tiba saja marina memeluk ku dengan erat sambil menangis.
“yuuta sudah cukup, hentikan”kata marina.
Aku kemudian memejamkan mataku lalu mencoba untuk meredam emosi ku, aura intimidasi ku secara perlahan menghilang dan para anak-anak itu terduduk di tanah dengan ekspresi tidak percaya sekaligus ketakutan.
“apa yang barusan terjadi di sini?”tanya tuan karls yang baru datang setelah merasakan aura intimidasi ku tadi dari kejauhan.
Marina hanya bisa menundukan kepala nya dengan gemetar ketakutan untuk memberi tahu tuan karls apa yang terjadi di sini, melihat itu aku kemudian dengan tenang menceritakan semua yang terjadi di sini sebelum nya.
Tuan karls menyilangkan tangan nya di dada kemudian menatap marina yang sedang bersembunyi di belakang ku, setelah itu tuan karls menatap anak-anak itu dengan ekspresi serius.
“bila kalian tidak memiliki kepentingan di sini jangan mengganggu latihan tim lain”kata tuan karls dengan suara tegas.
Tuan karls kemudian meminta mereka kembali ke tim mereka masing-masing setelah itu menatap ku sambil tersenyum.
“terimakasih karena sudah menjaga marina”kata tuan karls.
“anda tidak perlu berterimaksih, ini juga adalah tugas ku sebagai ketua tim untuk melindungi marina dan yang lain nya”kata ku dengan tenang.
Tuan karls kemudian kembali ke tempat kepala sekolah, setelah tuan karls pergi aku menghela nafas lalu menoleh kebelakang menatap marina yang saat ini berdiri di samping maria.
“y-yuuta apa kau tidak takut terkena masalah karena membantu ku tadi?”tanya marina.
“kau tidak perlu khawatir soal itu”kata ku sambil tersenyum kepada marina.
Tak lama kemudian luchifer, bibi irene, dan sasha datang menghampiri kam bertiga, dengan penasaran mereka semua menatap ku, maria, dan marina.
“aku tadi merasakan lonjakan kekuatan yang sangat besar disini, apa terjadi sesuatu tadi?”tanya bibi irene.
Aku tersenyum kecut lalu memalingkan wajah ku dari mereka semua, saat aku mencoba untuk menjelaskan situasi yang terjadi sebenarnya tiba-tiba saja luchifer menjewer telinga ku.
“kau tak perlu mencari-cari alasan, hanya ada satu orang yang mampu mengeluarkan kekuatan sebesar itu dan tidak bisa mengendalikan nya yaitu kau sendiri yuuta”kata luchifer sambil menarik telinga ku.
“aw luchifer aku tidak bermaksud untuk mencari-cari alasan, aku barusan ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya”kata ku sambil menahan rasa sakit.
Luchifer kemudian melepaskan jeweran nya lalu menyilangkan tangan nya di dada dengan tatapan serius, dengan tenang aku kemudian menjelaskan semua yang terjadi barusan termasuk tentang anak-anak yang mengganggu marina tadi.
“jadi itu yang sebenarnya terjadi, syukurlah tidak terjadi hal yang buruk pada kalian semua”kata bibi irene dengan lega.
“lain kali kendalikan emosi mu itu, apa kau tidak sadar kalau ini bahkan lebih kuat daripada ketika pulang dari akademi waktu itu”kata luchifer.
“ah ya-ya aku tahu itu”kata ku sambil menggaruk belakang kepala ku.
Aku menghela nafas lalu memasukan kedua tangan ku kedalam saku celana ku di saat yang bersamaan tiba-tiba saja ponsel milik ku berdering, dengan tenang aku kemudian mengambil ponsel ku dan membaca pesan yang barusan masuk.
Kepada yuuta
Halo yuuta tadi aku mengirimkan sesuatu ke rumah mu, karena kau sedang berada di luar kota jadi mungkin saja tuan sean akan mengantarkan nya kepada mu, oh ya selain itu seseorang akan datang ke rumah mu dan mungkin saja akan ikut dengan tuan sean menyusul mu kesana.
Ku harap kau menyukai nya, dan ku beri kau petunjuk kalau yang akan datang adalah anak perempuan.
Sampai jumpa dan semoga beruntung di sana hehe....
Dari dewa
aku seketika terkejut saat membaca kalau akan ada seorang anak perempuan yang datang kerumah ku, tuan sean tidak mengatakan apapun tentang barang ataupun seorang anak perempuan yang datang kepada ku sebelum nya.
“kenapa firasat ku tidak enak soal ini?”batin ku dengan sedikit cemas.
“hei yuuta ada apa?”tanya luchifer yang berdiri di dekat ku.
“a-ah tidak ada apa-apa”kata ku sambil mencoba untuk kembali tenang.
Dengan santai aku memasukan ponsel ku kembali ke dalam saku celana ku lalu menghela nafas, aku kemudian menatap sasha yang memukul-mukul sebuah arloji di tangan nya.
“hei sasha ada apa dengan arloji milik mu?”tanya ku kepada sasha.
“arloji ku macet lagi, ini sudah kesekian kali nya arloji ini bermasalah”kata sasha dengan pasrah.
“apa aku boleh melihat nya?”tanya ku kepada sasha.
Sasha menatap ku dengan sedikit penasaran lalu memberikan arloji nya kepada ku, aku mengamati arloji ini lalu membuka bagian belakang nya untuk melihat kondisi komponen nya.
“aku dapat melihat beberapa bagian sudah dalam keadaan rusak dan juga ada beberapa komponen yang hilang”kata ku sambil menatap arloji milik sasha.
“eh benarkah bagaimana kau tahu kalau ada komponen yang rusak dan hilang?”tanya sasha.
“aku pernah mempelajari mekanisme sebuah jam antik, kurang lebih mekanisme nya sama dengan arloji milik mu”kata ku dengan santai.
“begitu ya, nampak nya aku harus membeli jam baru”kata sasha.
“kurasa kau tidak perlu”kata ku sambil menutup kembali bagian belakang jam arloji itu.
“eh, maksud mu aku masih bisa memperbaikinya?”tanya sasha.
“ya, dengan membeli komponen baru dan beberapa komponen yang hilang kurasa bisa”kata ku sambil mengembalikan arloji itu kepada sasha.
“tapi aku tidak tahu dimana aku bisa membeli komponen arloji ini”kata sasha.
“tidak ada salah nya mencarinya di toko jam, biasanya toko jam juga membuka jasa perbaikan arloji”kata ku dengan santai.
“begitu ya”kata sasha sambil menatap arloji milik nya.
Aku menatap sasha lalu menyadari kalau aku bisa memanfaatkan situasi ini untuk meminta maaf kepada sasha.
“kalau kau tidak keberatan aku bisa menemani mu”kata ku sambil memalingkan wajah ku dari nya.
Sasha terlihat terkejut ketika aku menawarkan diri ku untuk menemani nya pergi ke toko jam, aku kemudian menatap luchifer, marina dan bibi irene yang mengacungkan jempol ke pada ku.
“t-tidak usah aku bisa pergi sendiri”kata sasha dengan wajah memerah.
“aku akan ikut dengan mu, kau tak akan tahu komponen mana saja yang harus di ganti dan di belikan yang baru”kata ku dengan tegas.
Sasha terlihat ingin menolak tawaran ku itu namun ia pada akhirnya diam sejenak lalu menghela nafas dan setuju dengan tawaran ku itu.
“b-baiklah k-kalau kau memaksa”kata sasha dengan terbata-bata sambil memalingkan wajah nya.
Setelah mengatakan itu sasha kemudian berjalan pergi meninggalkan ku dengan terburu-buru, aku menyilangkan tangan ku di dada menatap sasha yang cepat-cepat pergi meninggalkan ku.
[hmm tumben anda peka]
“huh apa yang kau maksud?”tanya ku kepada system.
[sepertinya kalian akan pergi jalan-jalan berdua]
“aku hanya menemani nya memperbaiki jam nya saja”kata ku kepada system.
[yah anda bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta maaf kepada nya]
“aku juga berpikir begitu”kata ku kepada system.