
~~ sudut pandang yuuta ~~
saat ini aku duduk bersama dengan luchifer, marina, maria, sasha, dan bibi irene untuk makan siang bersama, sambil makan aku asyik memperhatikan buku sejarah yang ku bawa dari rumah.
“yuuta kalau kau makan fokus ke makanan mu”kata luchifer.
“baiklah tapi sebentar lagi”kata ku sambil membalikan halaman.
Luchifer yang terlihat sudah kesal kemudian merebut buku milik ku lalu melempar nya sangat jauh, setelah itu dia duduk dengan tenang sambil melanjutkan makan siang nya.
“hei luchifer apa-apaan maksud mu melempar buku ku tadi?”tanya ku sambil menatap luchifer.
“itu salah mu sendiri”kata luchifer.
Aku menghela nafas dan tak berniat untuk menyangkal hal itu lalu memutuskan untuk menghabiskan makan siang ku saja, bibi irene hanya bisa menahan tawa nya melihat apa yang di lakukan oleh luchifer kepada ku.
“umm ngomong-ngomong yuuta kurasa aku akan mencoba mencari toko jam sepulang dari sini nanti, a-apa kau tidak masalah ikut dengan ku?”tanya sasha dengan malu-malu.
“ah tidak masalah, kebetulan aku memiliki waktu luang sepulang latihan nanti”kata ku dengan santai.
“sepertinya kalian berdua merencanakan sesuatu, yuuta apa sasha mengajak mu pergi kencan sepulang latihan nanti?”tanya bibi irene.
“i-ibu a-aku bukan mengajak yuuta untuk pergi kencan”sangkal sasha dengan wajah memerah.
“apa yang sasha katakan itu benar, aku hanya menemaninya pergi ke toko jam untuk memperbaiki jam milik nya”jawab ku dengan tenang.
“ah begitu ya, sepertinya aku sudah salah sangka”kata bibi irene.
Aku tersenyum menatap sasha yang menundukan kepala nya dengan wajah memerah malu, kurasa bibi irene memang sengaja menggoda sasha sampai ia jadi salah tingkah.
“oh ya ku dengar dari kepala sekolah dan tuan karls katanya grand master akan datang ke sini untuk melihat kita”kata bibi irene.
“eh sungguh...?”tanya luchifer dengan semangat.
“itu artinya kakek akan berkunjung kesini”kata marina.
“huh kakek?”tanya ku dengan sedikit penasaran.
“sejak kecil luchifer, sasha, marina, dan maria memanggil grand master dengan panggilan kakek”kata bibi irene.
“begitu ya, aku penasaran orangnya seperti apa grand master itu”kata ku dengan tenang.
Tiba-tiba saja ponsel ku berbunyi cukup kencang dan bergetar, dengan santai aku mengambil ponsel ku dan menatap siapa yang menghubungi ku saat ini.
“eh inikan nomor telepon kak naomi”kata ku sambil menatap siapa yang menghubungi ku.
Dengan santai sekaligus heran aku kemudian mengangkat panggilan dari kak naomi, jarang sekali kakak ku menelepon ku kecuali bila ada sesuatu hal yang penting.
“halo ini aku yuuta”kata ku dari balik telepon.
“y-yuuta akhirnya aku bisa menghubungi mu”kata kak naomi sambil terlihat menahan perasaan senang nya.
“ada apa , apa terjadi sesuatu kepada kakek dan nenek?”tanya ku dengan sedikit khawatir.
“ah tidak mereka berdua baik-baik saja di sini”kata kak naomi.
“lalu untuk apa kakak menghubungi ku kalau kakek dan nenek baik-baik saja?”tanya ku dengan sedikit heran.
“kau itu tidak berubah dari dulu, apa kau tidak merindukan kakak mu ini di sana?”tanya kak naomi.
Seketika aku baru teringat kalau kakak perempuan ku satu ini memiliki sindrom brocon tingkat lanjut, aku menghela nafas karena baru ingat soal hal ini.
“langsung saja pada intinya, dasar brocon akut”kata ku dengan sedikit kesal.
“hah... selalu saja tidak suka basa-basi, kakek ingin kau pulang untuk ikut kami pergi ke suatu tempat bersama nya”kata kak naomi.
“h-huh pergi ke suatu tempat?”kata ku dengan penasaran.
“ya, apa kau bisa pulang ke rumah kakek?”tanya kak naomi.
Seketika keringat dingin mengalir deras di dahi ku, bagaimana aku menjelaskan kepada kakak ku ini kalau aku sudah mati dan saat ini berada di dunia lain.
“haduh... baru ingat kalau aku udh modar dan sekarang ada di dunia lain”batin ku.
“yuuta ada apa?”tanya kak naomi dari balik telepon.
“errr sepertinya aku t-tidak bisa pulang kesana saat ini”kata ku dengan ragu.
“huh memangnya ada apa?”tanya kak naomi dengan penasaran.
“ummm a-aku saat ini sedang berada di luar kota selama beberapa hari j-jadi aku tidak bisa pulang kesana dan ikut dengan kalian semua”kata ku dengan terbata-bata.
“ah begitu ya, kalau begitu aku akan mengatakan nya kepada kakek”kata kak naomi.
“aku minta maaf karena tidak bisa ikut”kata ku kepada kak naomi.
“tidak apa-apa kau pastinya sibuk jadi tidak ada alasan untuk memaksa mu ikut, kalau begitu sampai jumpa yuuta”kata kak naomi.
Panggilan kami berdua berakhir dan aku dengan santai memasukan ponsel ku kembali ke dalam saku celana ku, bibi irene dan luchifer menatap ku dengan tatapan penasaran dengan siapa aku berbicara tadi.
“siapa barusan yang menghubungi mu itu?”tanya luchifer dengan penasaran.
“ah kakak perempuan ku barusan menelepon ku tadi”kata ku dengan tenang.
“apa terjadi sesuatu di dalam keluarga mu?”tanya luchifer.
“ah tidak mereka baik-baik saja saat ini”kata ku.
“begitu ya, syukurlah kalau begitu”kata luchifer lega.
Setelah menghabiskan makan siang ku dengan tenang aku membantu bibi irene dan luchifer membereskan peralatan makan, bersama dengan luchifer aku membawa peralatan makan menuju sumber air yang ada di dekat danau untuk mencucinya.
“y-yuuta apa kau tidak masalah membantu ku mencuci peralatan makan ini?”tanya luchifer.
“tenang saja aku sudah terbiasa melakukannya”kata ku dengan tenang.
“apa kau tidak malu membantu ku mencuci peralatan makan?”tanya luchifer.
“ahahaha... untuk apa aku malu, justru malulah ketika kau tidak bisa melakukan nya”kata ku dengan santai.
Setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya kami berdua tiba di sumber air yang di maksud, setelah melepaskan jas seragam dan melipat lengan kemeja ku dengan santai aku mulai mencuci peralatan makan bersama dengan luchifer.
Terlihat beberapa murid terkejut melihat ku sedang mencuci peralatan makan bersama dengan luchifer, setelah semua nya bersih kami berdua kemudian kembali sambil membawa peralatan makan yang sudah bersih.
“terimakasih sudah membantu ku”kata luchifer kepada ku.
“tidak masalah, aku senang bisa membantu”kata ku dengan santai.
setelah membantu luchifer membereskan semua nya aku kemudian memutuskan untuk duduk di atas rumput sambil mengamati marina yang sedang berlatih, di saat yang bersamaan ponsel ku berbunyi dan nampak sebuah pesan yang dikirim oleh kak naomi kepada ku.
Kepada yuuta
Kakek sedikit kecewa ketika aku memberitahu nya kalau kau tidak bisa pulang saat ini, namun ia tahu kalau kau sedang sibuk di luar sana jadi kami akan tetap pergi tanpa mu.
Kau tahu kakek berharap bisa melihat mu lagi setelah kau memutuskan untuk sekolah SMA di kota tempat kita tinggal dulu bersama ayah dan ibu, yah kau tahu tsubaki dan yang lain nya selalu berkumpul di rumah kakek untuk menunggu mu pulang.
Ingat lah yuuta kakek dan yang lainnya akan selalu menerima mu dengan tangan terbuka jadi jangan lupa untuk sesekali kembali ke sini, kami semua merindukan mu.
Dari kak naomi
Aku memejamkan mataku sambil menggenggam ponsel ku setelah membaca pesan itu kemudian aku mengetikan jawaban singkat lalu membalas pesan itu, setelah itu dengan berbaring di atas rerumputan sambil menghela nafas panjang.
“hah... bagaimana cara ku menjelaskan nya kepada kak naomi kalau aku sudah mati ya?”batin ku.
Saat tengah berbaring tiba-tiba saja aku mendengar keributan yang tidak jauh dari tempat ku, dengan penasaran aku bangkit dan menatap tempat sumber keributan itu yang tak lain adalah tempat maria melatih marina berpedang.
Dari kejauhan aku dapat melihat murid-murid bangsawan sedang mengganggu marina lagi, aku yang melihat itu menghela nafas panjang lalu berjalan menghampiri mereka.
~~ sudut pandang marina ~~
Aku menatap anak-anak bangsawan yang tadi menggangguku datang kembali ingin menganggu ku lagi, maria berdiri di depan ku sambil berhadapan dengan anak-anak itu.
“mau apa kalian datang lagi kesini?”tanya maria sambil menatap anak-anak itu.
“wih galak sekali, kau tahu urusan kita tadi masih belum selesai gara-gara penganggu itu”kata salah satu dari mereka.
“siapa yang kau bilang penganggu huh?”
Anak-anak itu dengan terkejut berbalik kebelakang dan menatap yuuta yang berjalan kearah mereka, mereka berdecak kesal lalu pergi setelah melihat kedatangan yuuta.
“hah... mereka masih terus saja mengganggu kalian ya”kata yuuta sambil menatap anak-anak itu.
“yah begitulah”kata maria.
Yuuta menghela nafas kemudian menatap ku sejenak lalu mengalihkan tatapan nya kepada maria dengan penasaran.
“jadi bagaimana latihannya sejauh ini, apa ada kendala?”tanya yuuta sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada.
“marina memiliki satu kendala ketika berlatih denganku”kata maria.
“huh kendala apa itu?”tanya yuuta dengan penasaran.
“marina tidak percaya diri dengan kemampuan nya sendiri, dan juga dia tidak memiliki keberanian untuk melawan anak-anak itu”kata maria.
Aku hanya bisa menundukan kepala ku ketika mendengar perkataan maria itu, apa yang di katakan oleh maria itu benar aku hanya lah seorang penakut yang tidak bisa melakukan apa-apa.
“kalian tidak usah repot-repot membantu ku berlatih, tidak ada gunanya mencoba melatih anak penakut seperti diriku ini”kataku sambil menangis.
“marina jangan bilang seperti itu, kau tidak seburuk yang kau pikirkan”kata maria.
Yuuta memejamkan mata nya lalu menghela nafas setelah mendengar apa yang barusan ku katakan, dia kemudian berjalan kearah ku dan menatap ku sambil mendekatkan wajah nya kepada ku.
“apa kau akan tetap seperti ini?”tanya yuuta dengan nada serius.
Aku kemudian diam dan menundukan wajah ku tidak berani menjawab pertanyaan itu, yuuta kemudian memegang pundak ku dan dengan ragu aku kembali menatap wajah yuuta.
“marina tolong jawab aku”kata yuuta.
“a-aku... aku tidak tahu”kata ku sambil menangis.
Yuuta menghela nafas lalu tersenyum kepada ku, dengan tenang ia kemudian menghapus air mataku.
“marina jangan menyerah seperti itu, ingat lah kau masih memiliki luchifer, sasha, maria, dan aku di sini jadi kau tidak perlu takut”kata yuuta sambil tersenyum kepada ku.
“t-tapi aku adalah orang yang lemah, aku tidak yakin aku bisa melakukan nya”kata ku dengan ragu.
“marina kau tidak perlu ragu, percaya lah pada dirimu kalau kau bisa melakukan nya”kata yuuta.
Aku terdiam ketika mendengar ucapan itu dari yuuta melihat bagaimana dirinya memberi ku motivasi untuk bangkit, terbesit di benak ku untuk kembali mencoba mengubah diri ku.
“yuuta tolong ajari aku untuk menjadi lebih kuat dan lebih baik dari diriku saat ini”kataku dengan penuh keyakinan.
Maria menatap ku dengan terkejut melihat ku kembali bersemangat sedangkan yuuta menyilangkan tangan di dada sambil tersenyum menatap ku.
“baiklah mulai sekarang aku akan melatih mu, jadi bersiap lah”ucap yuuta dengan tegas.
“baik”jawab ku dengan yakin.
Yuuta kemudian mengambil pedang kayu lain dari dalam magic bag milik nya lalu menatap ku sambil menancapkan pedang kayu nya di tanah.
“sebelum nya aku ingin menguji mu terlebih dahulu, marina cobalah untuk menyerang ku”kata yuuta sambil mengangkat pedang kayu nya.
“e-eh menyerang mu?”tanya ku dengan terkejut.
“kau tidak perlu ragu, cobalah untuk menyerang ku”kata yuuta sambil meyakinkan ku.
Dengan ragu aku menatap maria yang mengangguk menandakan dia ingin aku melakukan nya, aku kemudian mengangkat pedang kayu ku lalu mulai menyerang yuuta menggunakan pedang ku.
“jangan tegang ketika kau mengayunkan tebasan, cobalah untuk lebih rileks”kata yuuta sambil menangkis serangan ku.
“b-baiklah”kata ku.
Setelah bertukar serangan selama beberapa menit dengan nafas tersengal-sengal aku perlahan mundur lalu berhenti untuk menarik nafas dan memulihkan tenaga ku, yuuta menancapkan pedang nya ke tanah lalu menatap ku sambil menyilangkan tangan nya di dada.
“hmm sejauh ini tidak terlalu buruk, kau harus mengatur nafas mu saat menyerang lawan mu agar kamu tidak kehabisan stamina di tengah pertarungan”kata yuuta dengan santai.
“b-begitu ya”kata ku sambil menundukan kepala ku setelah mendengar perkataan yuuta dengan tidak semangat.
Saat aku sedang memikirkan tentang itu tiba-tiba saja ada seseorang mengelus kepala ku dengan lembut, dengan perlahan aku mengangkat kepala ku dan menatap yuuta yang mengelus kepala ku sambil tersenyum.
“kau harus percaya diri dengan kekuatan mu”kata yuuta dengan santai.
Aku terdiam sejenak menatap yuuta yang tersenyum kepada ku, di balik ekspresi wajah dingin dan sorot matanya yang terkesan sangat serius dan menakutkan dia masih bisa tersenyum hangat kepada orang lain.
“ada apa marina, apa ada sesuatu di wajah ku?”tanya yuuta dengan penasaran.
Aku tersadar kalau sedari tadi aku fokus mengamati wajah yuuta, dengan cepat aku kemudian menutupi wajah ku yang memerah malu dengan kedua tangan ku.
“wajah mu memerah, apa kau demam?”tanya yuuta sambil mendekatkan wajah nya kepada ku.
“a-ah t-t-tidak aku tidak sedang demam, k-kalau begitu aku i-ingin menemui bibi irene”kata ku.
Dengan cepat aku berbalik lalu berlari pergi dari sana meninggalkan yuuta yang nampak kebingungan, setelah berlari pergi dari sana aku mulai memikirkan tentang apa yang tadi ku rasakan.
“perasaan apa ini, apa aku benar-benar jatuh cinta pada nya?”batin ku dengan ragu.
Perasaan ini sebenarnya sudah muncul semenjak bertemu dengan yuuta saat dia menolongku dan marina saat pesta waktu itu, namun entah kenapa perasaan ini semakin lama semakin kuat.
“kurasa aku harus menceritakan ini kepada bibi irene”gumam ku.
Dengan tenang aku kemudian memutuskan untuk menuju ke tempat bibi irene untuk meminta bantuan bibi irene soal masalah ini.
~~ sudut pandang yuuta ~~
“huh ada apa dengan marina?”tanya ku dengan heran sambil menggaruk kepala ku.
Saat aku sedang kebingungan maria menghampiri ku lalu menginjak kaki ku, sambil menahan rasa sakit di kaki ku aku menatap maria dengan heran sekaligus sedikit kesal.
“ouw apa maksud mu menginjak kaki ku?”tanya ku kepada maria.
“hmph entah lah”kata maria pura-pura marah sambil memalingkan wajah nya.
“apa kau tidak suka melihatku mengelus kepala marina tadi?”tanya ku dengan ragu.
Maria mendengus kesal karena aku baru menyadari alasan nya melakukan hal itu kepada ku tadi, aku menghela nafas lalu mendekati maria lalu mengelus kepala nya sama seperti marina.
“a-apa yang kau lakukan?”tanya maria dengan terkejut.
“tentu saja mengelus mu, bila kau tidak menyukai nya aku bisa berhenti melakukan nya”kata ku dengan santai.
“apa kau pikir dengan melakukan nya pada ku aku akan memaafkan mu hmph”kata maria.
“oh begitu ya, baiklah aku akan berhenti mengelus mu”kata ku sambil mengangkat tanganku dari kepala maria.
Maria kemudian menarik tanganku kembali dan meletakannya ke atas kepala nya tidak ingin aku berhenti mengelus nya, aku hanya tersenyum kecil melihat apa yang di lakukan oleh maria.
“marina terlihat sedikit aneh tadi, apa sebaiknya kita menyusul nya ke tempat bibi irene?”tanya ku kepada maria.
“hmm kurasa itu bukan ide yang buruk, dia memang jadi sedikit aneh tadi aku khawatir terjadi sesuatu pada nya”kata maria.
Kami berdua kemudian berjalan menuju ke tempat bibi irene berada, saat di tengah jalan tiba-tiba saja ponsel ku berdering sehingga membuat ku harus berhenti untuk mengangkat nya.
“ada apa?”tanya maria.
“ah ada panggilan masuk bila kau mau duluan pergi saja, aku akan menyusul nanti”kata ku kepada maria.
“ah baiklah kalau begitu aku pergi dulu”kata maria.
Setelah maria pergi aku dengan sedikit heran mengambil ponsel ku lalu mengangkat panggilan itu, orang yang menghubungi ku tidak lain adalah tuan sean yang nampak nya membawa kabar buruk untuk ku.
“halo ini aku, ada apa tuan sean?”tanya ku kepada tuan sean.
“maaf karena saya menghubungi anda secara tiba-tiba, baru saja saya mendapatkan informasi kalau tentara bayaran saat ini sedang bergerak”kata tuan sean.
“huh siapa orang yang memerintahkan mereka dan siapa target mereka?”tanya ku.
“saat ini saya sedang mencoba menggali informasi lebih lanjut tentang orang yang memerintahkan mereka, sasaran mereka adalah tuan karls, tuan wilhelm serta keluarga mereka”kata tuan sean.
“tunggu itu artinya luchifer, sasha, marina, dan maria sedang dalam bahaya”kata ku.
“ya itu benar”jawab tuan sean.
“hah... baiklah terimakasih tentang informasi nya, aku akan pergi ke tempat mereka semua berada”kata ku.
“sama-sama tuan, anda harus berhati-hati karena saya yakin para tentara bayaran itu sudah menyebar ke seluruh tempat untuk mencegah orang lain masuk”kata tuan sean.
“ya aku tahu itu, kalau begitu sampai jumpa”kata ku sambil menutup panggilan itu.
Aku memasukan ponsel ku kembali ke dalam saku celana ku lalu bergegas menuju ke tempat maria dan yang lain nya berada, di tengah jalan aku menghentikan langkah ku dan bersembunyi di balik semak-semak setelah melihat salah satu dari tentara bayaran sedang berjalan menyusuri jalan setapak yang ku lewati.
“tck jadi apa yang di katakan oleh tuan sean itu benar, kalau begini aku tidak bisa sampai di sana dan membantu mereka”batin ku dengan kesal.
[kenapa tidak coba memanggil pasukan black knight anda untuk mengalihkan perhatian mereka?]
“hmm ide yang bagus, tapi aku ragu ini akan berjalan lancar”kata ku dengan ragu.
[tidak ada waktu untuk ragu, kita harus menggunakan kesempatan ini untuk menyelamatkan mereka]
“hah... baiklah ayo kita coba”kata ku kepada system.
Dengan santai aku kemudian memanggil para pasukan black knight dan mereka langsung berlutut memberi hormat kepada ku setelah aku memanggil mereka, seorang black knight yang sepertinya merupakan komandan dari para black knight lain.
“salam tuan, ada apa anda memanggil kami ke sini?”tanya komandan black knight itu.
“aku punya tugas untuk kalian semua”kata ku dengan serius.
“perintah anda adalah yang utama. Tugas apa itu tuan?”tanya komandan black knight itu.
“aku butuh bantuan kalian untuk mengalihkan perhatian tentara bayaran yang sedang berjaga di sekitar sini”kata ku kepada komandan black knight itu.
“anda bisa menyerahkan tugas itu kepada kami tuan, kami akan mengalihkan perhatian mereka”jawab komandan black knight itu.
“bagus, sekarang laksanakan”perintah ku.
“siap laksanakan”jawab mereka semua.
Para black knight kemudian menyebar ke segala penjuru tempat untuk memulai tugas mereka, tanpa membuang-buang waktu aku kemudian melanjutkan perjalanan ku melewati hutan untuk menghindari para tentara bayaran yang berpatroli.
“aku harap mereka semua baik-baik saja”batinku.
Setelah berlari menembus hutan pada akhirnya aku sampai di dekat tempat berkumpulnya semua murid, dengan berhati-hati aku kemudian bersembunyi di balik semak-semak dan mengamati apa yang terjadi.
Aku terkejut melihat tuan karls terduduk di tanah dengan penuh luka sambil menggenggam pedang milik nya, di hadapan nya berdiri seorang laki-laki dengan jas kerajaan dan seorang laki-laki dengan armor pasukan ksatria suci.
“tck nampak nya aku terlambat”gumam ku.
Aku kemudian mengalihkan perhatian ku menatap luchifer, sasha, maria, tuan wilhelm dan bibi irene sedang di sandera bersama dengan murid-murid yang lain, melihat apa yang terjadi di sini nampaknya aku datang terlambat.
“sial mereka juga menyandera luchifer dan yang lain nya, dengan ini aku tidak bisa langsung bertindak seenaknya”gumam ku dengan sedikit kesal.
Sambil mengamati situasi di tempat ini aku mulai memikirkan cara untuk menyelamatkan mereka semua, karena situasi nya sangat mendesak aku memutuskan untuk menggunakan semua kemampuan yang ku bisa.
“creation: M82A1 magic anti material modification”
Setelah menciptakan senapan itu dengan tenang kemudian merunduk di tanah dan mulai membidik bersiap untuk menembak, sambil menunggu kesempatan aku mencoba untuk mengetahui apa yang di bicarakan oleh dua orang itu kepada tuan karls.
“grand duke karls apa kau pikir aku tidak tahu siapa orang yang mengirim mata-mata untuk membongkar kejahatan yang ku lakukan selama ini?”kata laki-laki itu.
“aku tidak pernah mengirim mata-mata untuk mencari tahu soal itu, namun dari omongan mu itu kecurigaan kerajaan ternyata benar kau telah melakukan penggelapan pajak negara”kata tuan karls.
Aku yang mendengar itu terdiam sejenak dan mulai menyadari penyebab semua ini terjadi yang tidak lain adalah perintahku kepada tuan sean waktu itu, laki-laki itu kemudian menendang tuan karls dengan kesal setelah mendengar tuduhan itu.
“nampaknya aku tidak punya pilihan lain untuk melakukan nya, bawa gadis itu ke hadapan ku”perintah laki-laki itu kepada salah satu ksatria bawahan nya.
Tak lama kemudian seorang ksatria nampak sedang menyeret paksa seorang anak perempuan dan membawa nya ke hadapan tuan karls, aku sangat mengenali anak perempuan itu yang tidak lain adalah marina.
Marina jatuh tersungkur ke tanah setelah ksatria itu melemparnya ke tanah dengan kasar, tuan karls yang melihat itu tidak bisa membendung amarah nya melihat putri kesayangan nya di perlakukan seperti itu.
“BERANI NYA KALIAN, lepaskan putri ku sekarang juga”kata tuan karls dengan penuh amarah.
Aku yang melihat marina berniat hendak keluar dari persembunyian ku, namun system mencegah ku karena bila aku melakukan nya situasi nya akan jadi jauh lebih buruk.
~~ sudut pandang marina ~~
Aku hanya bisa diam ketakutan menatap laki-laki bangsawan yang saat ini berdiri di hadapan ayah, ksatria yang tadi menyeret ku ke sini kemudian mengarahkan bilah pedang nya ke leher ku bersiap untuk memotong leher ku.
“lepaskan putri ku, dia tidak terlibat dalam masalah ini”kata ayah dengan murka.
“tuan karls aku memiliki sebuah kesepakatan untuk mu: putri mu akan tetap hidup namun kau harus menutup mulut soal kejahatan yang barusan ku beberkan atau bila kau tetap mengatakan nya kepada kerajaan kau tidak akan bisa melihat putri mu untuk selama nya”ancam laki-laki bangsawan itu kepada ayah.
Aku yang mendengar itu hanya bisa diam sambil menatap ayah yang sedang memikirkan kesepakatan itu, setelah diam beberapa saat ayah kemudian memejamkan matanya lalu menghela nafas.
“baiklah aku akan tutup mulut, sekarang lepaskan dia”kata ayah dengan pasrah.
“ayah jangan terima penawaran itu”kata ku kepada ayah.
“maaf marina, ayah sudah berjanji pada ibumu untuk melindungi mu”kata ayah dengan pasrah.
“kalau ayah menerima tawaran itu sama saja ayah melakukan kejahatan juga”kata ku dengan suara keras.
Ayah nampak terkejut mendengar apa yang barusan ku katakan, bangsawan itu kemudian tertawa mendengar perkataan ku kepada ayah.
“bisakah mulut besar mu itu diam saja bocah”kata bangsawan itu.
“bukan kah yang harus diam itu adalah mulut kotor dari orang seperti mu”balas ku dengan kasar.
Bangsawan itu terkejut dan nampak tidak terima dengan balasan yang dia dapatkan dari ku, ayah nampak menatap ku dengan sangat heran sekaligus terkejut karena ini pertama kali nya aku mengatakan hal sekasar itu.
“berani nya kau berkata seperti itu kepada ku, prajurit cepat habisi gadis itu”perintah bangsawan itu dengan emosi.
Ayah nampak terkejut dengan apa yang di perintahkan oleh laki-laki bangsawan itu dan mencoba untuk mencegah bawahan nya membunuh ku namun tidak bisa karena tubuh nya di penuhi luka, dengan pasrah aku menatap bawahan bangsawan itu mencabut pedang nya dan mulai mengangkat pedang nya bersiap untuk menebas leher ku.
“hentikan, jangan bunuh putri ku”teriak ayah.
aku menatap ksatria yang akan mengeksekusi ku lalu memejamkan mata ku sambil berdoa kepada tuhan agar seseorang menolong kami, saat ini aku sudah pasrah dengan keadaan ku demi mempertahankan martabat ayah dan keluarga ku.
“yuuta maafkan aku ini akan menjadi pertemuan terakhir kita”batinku.
Tanpa sadar aku mulai meneteskan air mata ketika memikirkan tentang yuuta, saat ini aku sudah pasrah dan berpikir ini akan menjadi akhir dari ku tiba-tiba saja aku bisa mendengar suara yuuta untuk terakhir kali nya di antara hembusan angin.
“dewa sudah mengabulkan doa mu itu marina”
*DOR...