
~~ sudut pandang yuuta~~
Aku menatap orang yang dulu selalu merendahkan ku saat aku masih ada di bumi, tachibana izaya anak brandalan sekolah yang selalu mengganggu ku di sekolah mulai dari menyembunyikan bangku ku, mencoret-coret buku catatanku, bahkan membakar sepatuku.
“jadi kau adalah orang yang menyerang demonlord itu dan menyebabkan semua kekacauan ini”ucap ku kepada tachibana.
“kau sudah tahu soal demonlord itu huh, dia tidak seharusnya berada di sini”ucap tachibana.
“dari dulu kau tidak berubah, masih sama bodohnya”ucap ku dengan santai.
“apa maksud mu mengatakan itu kepada ku, kau itu bukan siapa-siapa disini”ucap tachibana dengan kesal.
“aku memang bukan siapa-siapa disini, tapi apa yang kau lakukan itu sudah berlebihan”ucap ku.
“huh?”tanya tachibana dengan keheranan.
“seharusnya kau paham apa yang kau lakukan itu bisa menjadi pemicu perang antara manusia dan kerajaan iblis lagi”ucap ku.
“kau tidak punya hak untuk mengaturku”ucap tachibana dengan kesal.
Saat itu tachibana langsung berlari kearah ku sambil mengarahkan pedang yang ia bawa kearahku, aku yang melihat itu menghela nafas lalu memejamkan mataku sambil bersiap dengan pedang katana milik ku.
*zrashhh....
Saat tachibana sudah berada di dekat ku dengan sangat cepat aku mencabut pedang ku dan menebas lengan kanan nya hingga putus, tachibana langsung terjatuh di tanah sambil berteriak kesakitan karena lengan kanan nya terpotong.
“kemampuanmu bahkan jauh lebih buruk dari pada petualang pemula”ucap ku sambil memasukan pedang katana ku kembali.
Tachibana yang merintih kesakitan nampak semakin kesal lalu mencoba untuk bangkit, aku yang melihat itu tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi dan langsung menebas salah satu kakinya.
“y-yuuta hentikan, kau sudah berlebihan”ucap luchifer kepada ku.
“ini masih belum cukup, setelah semua yang ia lakukan sebelumnya”ucap ku.
Aku mencabut pistol ku lalu menembak kaki nya yang masih utuh hingga membuat nya berteriak kesakitan, aku menatap tachibana sejenak lalu dengan santai mengarahkan pistol ku tepat ke kepalanya.
*dorr...
Tanpa ragu aku kemudian menekan pelatuk dan menembak kepala tachibana hingga membuatnya tewas seketika, aku menatap mayat tachibana sejenak kemudian memejamkan mataku lalu menjentikan jari ku untuk menghidupkan kembali tachibana.
Sebuah lingkaran sihir menelan mayat tachibana lalu tak lama kemudian dari lingkaran sihir itu keluar tachibana dalam keadaan hidup, dengan nafas tersengal-sengal tachibana meraba-raba sekujur tubuh nya dengan tidak percaya.
“bagaimana rasanya mati tachibana?”tanya ku kepada tachibana.
“b-bagaimana bisa, bukan kah aku sudah mati?”tanya tachibana dengan tidak percaya.
“aku yang menghidupkan mu kembali”ucap ku kepada tachibana.
“tidak mungkin, orang sepertimu tidak mungkin melakukan nya”ucap tachibana tidak percaya.
Aku menghela nafas lalu menembak kepala tachibana sekali lagi lalu menghidupkan nya kembali, raut wajah tachibana langsung berubah menjadi ketakutan dan keringat dingin mengalir dari dahinya.
“apa kau masih tidak percaya dengan ucapan ku barusan, kalau kau tidak percaya aku akan menembak mu lagi?”tanya ku kepada tachibana.
“a-aku percaya dengan mu, ku mohon jangan lakukan itu lagi”ucap tachibana sambil memohon kepadaku.
Aku dengan tenang kemudian menyarungkan kembali pistol yang ku bawa lalu menghela nafas panjang, aku sebenarnya tidak ingin untuk melakukan nya namun hanya ini cara untuk membuat orang seperti tachibana untuk diam.
“y-yuuta?”
Aku berbalik lalu menatap hanabi yang nampak terkejut saat melihatku, saat itu juga hanabi langsung memeluk ku dan menangis sambil memeluk ku dengan sangat erat.
“lama tidak ketemu, hanabi”ucapku sambil tersenyum.
“hah... kenapa ada saja masalah saat aku sedang pergi”keluhku sambil menyandarkan punggung ku di kursi.
“jangan tanya kami, kami juga tidak tahu itu akan terjadi”ucap sasha.
“setidaknya tidak ada yang terluka, oh ya yuuta pergi kemana kau barusan?”tanya luchifer.
“menemui seseorang untuk membicarakan sesuatu, dia juga yang memberitahu ku kalau hanabi ada disini”ucap ku sambil menatap hanabi.
“huh memberi tahu mu aku ada di dunia ini?”tanya hanabi dengan terkejut.
“ya, dia juga menjelaskan keadaan kalian semua yang terpecah menjadi dua tak lama setelah kalian tiba di dunia ini”ucapku.
Hanabi awalnya menatap ku dengan heran karena tahu soal keadaan teman sekelas nya namun saat itu juga ia sadar siapa orang yang kumaksud barusan, saat itu juga tiba-tiba saja sebuah portal muncul di tengah ruangan dan dari dalam portal itu keluar kakek dan nenek.
“ah kakek dan nenek sudah kembali, kalian melewatkan banyak hal tadi”ucap ku kepada kakek.
“ah ternyata kau sudah berada di sini huh ku pikir kau dan yang lain nya masih berada disana, dan kenapa banyak sekali petualang datang kesini?”tanya kakek kepada ku.
“mereka teman-temanku yang di panggilke dunia ini”bisik ku kepada kakek.
Kakek terlihat terkejut saat mendengar itu lalu mengamati mereka semua dengan seksama, aku kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada maria dan yang lain nya tadi.
“hahaha hanya orang bodoh yang berani memprovokasi issabella”ucapk kakek sambil tertawa.
“kakek tahu tentang perempuan itu?”tanya ku.
“tentu saja, dia itu adik istrinya paman mu”jawab kakek dengan santai.
“tunggu sebentar adiknya istri paman?, kau tidak pernah bercerita kalau aku punya seorang paman”tanya ku dengan keheranan.
Kakek kemudian mengeluarkan sebuah foto kepadaku, itu adalah foto dua anak SMA saat hari pertama masuk sekolah, aku mengenali salah satu dari mereka adalah ayah ku namun aku menatap anak laki-laki berwajah dingin yang berfoto bersama ayahku.
“itu paman dan ayah mu saat hari pertama masuk SMA dulu”ucap kakek.
“aku tidak pernah ingat tentang paman sebelumnya”ucap ku sambil mengembalikan foto itu.
Kakek kemudian menunjukan sebuah foto dimana terlihat seorang laki-laki sedang menggendong bayi laki-laki sambil tersenyum senang, aku mengamati foto itu sejenak lalu membalik foto itu dan mendapati sebuah nama yang tertulis di balik foto itu.
“Raymond herscharf?”ucap ku dengan heran.
Saat itu semua orang yang ada di penginapan terkejut ketika aku menyebut nama itu, aku kemudian menatap maria, marina, sasha, dan luchifer yang juga nampak terkejut sekaligus ketakutan.
“R-raymond herscharf?”ucap marina dengan suara bergetar.
‘ “huh apa kau tahu tentang nya?”tanya ku kepada marina.
“apa kau tidak tahu, dia adalah sang raja iblis yang sangat di takuti itu”ucap maria.
Setelah mendengar itu aku langsung menatap kakek ku dengan tidak percaya, ya paman ku adalah sang raja iblis dan alasan kenapa kakek dan nenek tidak ikut hari ini adalah untuk menemuinya.
“kenapa kau tidak pernah menceritakan tentang dirinya kepada ku?”tanya ku kepada kakek.
“itu adalah permintaan nya sendiri, jadi aku tidak menceritakan tentang nya kepada mu”ucap kakek tanpa rasa bersalah.
Kakek kemudian mengatakan kepadaku kalau dia ingin sekali bertemu dengan ku secara langsung, jadi kakek pergi menemuinya untuk menentukan waktu yang tepat agar kami sekeluarga bisa berkumpul bersama.
“jadi itu alasan kakek dan nenek pergi huh”ucap ku sambil menghela nafas.
Kami semua kemudian memutuskan untuk beritirahat di penginapan setelah semua hal yang terjadi hari ini walaupun aku melewatkan banyak hal tadi, sambil bersantai aku menatap gelang lumiere nova yang ada di pergelangan tangan ku sejenak lalu menghela nafas panjang.