
~~ sudut pandang yuuta ~~
Pagi ini aku membantu sarah untuk memotong beberapa balok kayu yang akan di simpan sebagai persediaan untuk menyalakan penghangat dan juga tungku untuk memasak, setelah selesai memotong aku membawa potongan kayu yang tadi ku potong kedalam ruang penyimpanan.
“fiuh akhirnya selesai juga”ucap ku sambil menutup ruang penyimpanan.
“jumlah balok kayu yang bisa di potong jauh lebih banyak dari yang biasanya ku potong, apa kau sudah terbiasa melakukan nya yuuta?”tanya sarah kepada ku.
“ya biasanya aku melakukan nya sepanjang musim dingin bersama kakek ku”jawab ku sambil meletakan kapak di kotak peralatan.
Setelah selesai memotong beberapa balok kayu aku dan sarah kemudian masuk kembali ke dalam rumah, dengan tenang aku mencoba melihat kembali peta yang di berikan oleh bibi mary untuk ku kemarin.
“tempat ini jauh lebih luas dari yang pikirkan, kurasa aku akan memotret peta nya di ponsel ku”ucap ku sambil mengeluarkan ponselku dari saku celana ku.
Setelah memotret peta itu aku mengambil jaket musim dingin, ransel, dan juga bahamut yang ku letakan di kamar, aku bertemu dengan bibi mary yang sedang duduk di ruang tamu bersama dengan neneknya sarah.
“ah yuuta mau pergi kemana?”tanya bibi mary.
“aku pikir aku akan menjelajahi semua tempat yang ada di peta, kalian tidak perlu khawatir karena aku membawa perbekalan yang cukup”jawab ku.
“ah begitu ya, jangan terlalu memaksakan diri kalau kau sudah tidak bisa meneruskan perjalanan mu dan kembalilah kesini”ucap bibi mary.
“baiklah aku mengerti, kalau begitu aku pergi sekarang”ucap ku kepada bibi mary.
Dengan bersemangat aku kemudian berjalan keluar dari rumah, sebelum itu aku kembali melihat peta dan memutuskan untuk pergi kearah utara dimana ada gunung bersalju tertinggi berada.
[baiklah selain menjelajah kau berniat untuk mencari anak perempuan misterius itu huh]
“ya mungkin saja aku bisa mencoba bicara dengan nya”ucap ku kepada system.
Dengan santai aku berjalan meninggalkan kota untuk mencoba menjelajahi tempat ini, aku terus berjalan sampai pada akhirnya aku berhasil menemukan sumber mata air panas alami.
“whoa sumber mata air panas di tempat sedingin ini, kebetulan sekali”ucap ku dengan terkejut.
Kebetulan aku berada di sini aku mengeluarkan beberapa makanan kaleng untuk ku celupkan kedalam kolam air panas, selagi menunggu aku melepas sepatu ku lalu merendam kaki ku ke dalam kolam air panas alami itu.
“ahh rasanya luar biasa”ucap ku.
Dengan santai aku kemudian mengambil makanan kaleng yang tadi telah ku hangat kan di dalam kolam air panas alami itu, saat aku baru membuka makanan kaleng itu aku mendengar suara dahan patah yang membuat ku secara spontan menoleh ke belakang.
“huh?”
Tidak jauh dari tempat ku duduk aku bisa melihat seorang anak perempuan dengan gaun dan jubah berdiri tidak jauh dari tempat ku duduk, aku hanya bisa terdiam ketika melihat anak perempuan itu.
*kuurkk...
Aku bisa mendengar suara perut yang agak keras dari anak perempuan itu, ketika itu aku dengan santai kemudian menyodorkan makanan kaleng ku kepada anak perempuan itu.
“makan lah, kau terlihat sangat kelaparan”ucap ku kepada anak perempuan itu.
Anak perempuan misterius itu terkejut ketika aku menawarkan nya makanan lalu dengan ragu berjalan mendekati ku untuk menerima makanan kaleng itu, setelah anak perempuan itu menerima makanan kaleng yang ku bawa itu ia langsung memakan nya dengan sangat lahap.
“kelihatan nya dia sangat kelaparan, aku tidak tahu kapan dia terakhir kali makan”gumam ku.
[kalau di lihat sepertinya sudah tiga hari dia tidak makan]
“entah lah kurasa kau benar”ucap ku kepada system.
Dengan santai aku mengambil makanan kaleng lain yang ku rendam di dalam air panas kemudian membukanya lalu memakan nya, saat aku sedang makan anak perempuan itu menarik-narik jaket ku untuk meminta makanan lagi.
Aku kemudian membukakan makanan kaleng lain yang ku bawa lalu memberikanya kepada anak perempuan itu, sekali lagi anak perempuan itu meminta makanan lagi kepada ku untuk ketiga kalinya.
[gila aku tidak pernah melihat orang selapar ini sebelumnya]
“a-aku juga demikian, aku mulai berpikir dia sudah tidak makan selama seminggu lebih”ucap ku kepada system.
Kupikir dia akan berhenti untuk meminta makanan lagi namun apa yang ku pikirkan barusan itu salah, dia terus meminta makanan kepada ku hingga lima kali berturut-turut.
[satu makanan kaleng kalau ku ingat bisa membuat mu kenyang seharian, selapar apa dia sampai-sampai bisa menghabiskan lima makanan kaleng dalam sehari]
“aku tidak tahu kapan dia terakhir makan sampai-sampai dia bisa menghabiskan lima makanan kaleng ku dalam sehari”ucap ku kepada system
Aku pikir dia akan meminta makanan kepada ku lagi namun setelah menghabiskan makanan kaleng kelima yang ku berikan ia menatap ku lalu bergegas berjalan pergi meninggalkan ku.
“dia langsung pergi”ucap ku sambil menatap anak perempuan itu.
[kurasa dia sudah kenyang, gila anak perempuan itu memiliki selera makan yang mengerikan]
“yah separuh makanan kaleng ku habis, kurasa aku akan kembali ke kota untuk beristirahat”ucap ku kepada system sambil menatap isi ransel ku.
Aku kemudian membereskan sisa makanan kaleng ku dan anak perempuan itu lalu berjalan kembali menuju ke kota, setelah berjalan cukup lama aku pada akhirnya sampai di rumah sarah.
“oh kau sudah kembali yuuta, apa kau menemukan sesuatu?”tanya bibi mary yang sedang berada di ruang tamu.
“huh apa dia memakai gaun dan jubah?”tanya bibi mary.
“ya itu benar, tadi dia bertemu dengan ku dan meminta makanan kepadaku”ucap ku.
“lalu apa kau memberinya makanan?”tanya bibi mary.
“ah ya kebetulan aku membawa makanan jadi aku memberinya makanan yang ku bawa”ucap ku.
Satu hal yang pasti untuk berjaga-jaga aku berpikir akan membawa makanan kaleng dengan jumlah jauh lebih banyak dari sebelumnya bila aku bertemu dengan nya lagi, aku kemudian duduk di sofa lalu menghela nafas panjang setelah mengingat-ingat selapar apa anak perempuan itu.
“bibi mary apa kau tahu soal anak perempuan itu?”tanya ku kepada bibi mary.
“aku masih belum tahu apapun soal anak perempuan itu, selama ini aku mencoba untuk mendekatinya namun dia selalu lari”ucap biibi mary sambil menghela nafas.
“begitu ya, lalu apa bibi mary tahu soal rumor buruk tentang anak perempuan itu?”tanya ku lagi.
“sebenarnya rumor itu tidak benar, dia tidak akan membekukan apapun kecuali dia merasa terancam”jawab bibi mary.
“jadi itulah yang terjadi kemarin, ia merasa terancam karena bibi mary mencoba melakukan kontak fisik dengan anak perempuan itu”ucap sarah yang datang sambil membawa cokelat hangat.
Aku diam sejenak lalu mulai memikirkan tentang anak perempuan misterius itu, saat itu pintu terbuka dan emily datang menghampiri kami bertiga dengan terburu-buru.
“ada apa emily?”tanya ku kepada Emily.
“anak perempuan misterius itu kembali ke kota dan para penduduk berniat untuk mengusir anak perempuan misterius itu”ucap emily.
Aku yang mendengar itu langsung memakai jaketku kembali kemudian berlari menuju ke tempat anak perempuan itu berada sambil membawa bahamut, dari kejauhan aku bisa melihat anak perempuan misterius itu berdiri diam seperti sedang menunggu seseorang.
Setelah berlari selama beberapa saat pada akhirnya aku tiba di tempat anak perempuan misterius itu berada, saat itu aku tiba anak perempuan itu mengulurkan tangan nya memberiku sebuah snowflake crystal yang sangat indah kepadaku.
“h-huh kau memberiku ini?”tanya ku dengan kebingungan.
Anak perempuan misterius itu menganggukan kepala setelah mendengar pertanyaan ku barusan, aku menatap snowflake crystal yang di berikan anak perempuan itu sejenak lalu tersenyum.
“ini terlihat sangat bagus, terimakasih”ucap ku kepada anak perempuan misterius itu.
Ketika itu aku bisa melihat anak perempuan misterius itu tersenyum dari balik kain penutup wajahnya, dari kejauhan aku bisa melihat para penduduk kota berbondong-bondong datang sambil membawa tongkat kayu, sapu, dll.
“hei apa yang ingin kalian lakukan pada nya?”tanya ku kepada para penduduk.
“kami tidak ingin anak perempuan ada disini, pergilah dasar perempuan jahat”ucap salah seorang penduduk.
“hei dia bukan orang jahat, dia datang kesini tidak ingin mencelakai kalian”ucap ku kepada para penduduk.
“sebaiknya kau jangan dekat-dekat dengan nya atau dia akan mencuci otak mu”ucap seorang pria tua.
“lihatlah perempuan itu telah mencuci otak pahlawan kita, sebaiknya kita usir saja perempuan jahat itu dari sini”ucap salah seorang dari kerumunan penduduk.
Para penduduk kemudian mulai melempari anak perempuan misterius itu dengan batu dan barang-barang yang bisa di lempar, dengan tenang aku menggunakan sihirku untuk melindungi anak perempuan itu dari lemparan batu.
Aku menoleh kebelakang dan bisa melihat anak perempuan itu nampak ketakutan melihat apa yang di lakukan para penduduk, saat itu aku memutuskan untuk melakukan hal yang cukup sulit untuk para penduduk kota.
“ice spike”
Jarum es yang tajam muncul mengelilingi tempat ku berdiri dan membuat para penduduk spontan mundur menjauh dari kami berdua, para penduduk nampak terkejut ketika melihat jarum es yang tiba-tiba muncul.
“apa yang kalian lakukan itu sangat berlebihan, padahal dia tidak berniat melakukan sesuatu yang jahat kepada kalian semua”ucap ku kepada para penduduk.
Aku mengatakan itu berdasarkan apa yang di ceritakan oleh bibi mary dan juga sarah, anak perempuan itu tidak akan membekukan apa yang ada di dekatnya apabila tidak merasa terancam.
“dan juga kalian harus tahu aku juga memiliki kemampuan yang sama sepertinya, kemampuan untuk mengendalikan dan menciptakan es”ucap ku kepada para penduduk.
Para penduduk terlihat terkejut dengan apa yang ku katakan barusan, yang di takutkan oleh para penduduk bukanlah kehadiran anak perempuan itu tapi ialah kemampuan nya yang bisa membekukan apapun yang ada di dekatnya.
“jadi kau memilih untuk melindungi anak perempuan itu, padahal kau adalah pahlawan kami kenapa kau malah membelanya?”tanya salah seorang penduduk.
“aku hanya orang asing yang kebetulan berada disini karena satu tujuan, aku membelanya karena dia tidak melakukan hal buruk kepadaku saat pertama kali bertemu dengan nya”ucap ku dengan nada tegas.
Para penduduk terdiam ketika mendengar apa yang ku ucapkan barusan, saat itu aku menggunakan sihir creation untuk menciptakan sebuah smartphone beserta sebuah buku petunjuk lalu menghampiri bibi mary yang ada tidak jauh dari ku.
“bibi mary aku berikan benda ini, anda tidak perlu khawatir karena aku sudah membuatkan buku panduan untuk menggunakan nya”ucap ku kepada bibi mary sambil memberikan smartphone yang ku ciptakan.
“tunggu yuuta kenapa kau memberi ku ini?”tanya bibi mary kepadaku.
“aku memutuskan untuk pergi bersama dengan anak perempuan itu dari sini, aku akan memastikan dia tidak akan kembali lagi kesini dan merepotkan anda”ucap ku kepada bibi mary.
Para penduduk kota nampak terkejut mendengar apa yang ku katakan kepada bibi mary barusan, aku mengangkat tangan ku keatas lalu memanggil pasukan black knight ku sebelum pergi.
“selama aku pergi pasukan black knight ku akan menjaga kota, mereka memang terlihat menakutkan tapi mereka adalah orang baik”ucap ku kepada para penduduk.
Setelah mengatakan itu aku menatap anak perempuan misterius itu yang berdiri terkejut dengan keinginanku lalu tersenyum, kami berdua kemudian berjalan pergi meninggalkan kota itu.