My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
Chapter 23 : pertandingan pertama yuuta dan rencana pembunuhan



\~\~sudut pandang maria\~\~


Saat ini aku sedang menonton yuuta bertanding bersama dengan luchifer, sasha, marina, dan bibi irene, terlihat beberapa murid terlihat bersemangat menonton pertandingan persahabatan hari ini.


“hei apa kalian semua percaya dengan cerita yuuta tadi?”tanya ku kepada mereka berempat.


“maria apa kau tidak mempercayai yuuta?”tanya bibi irene.


“aku ragu untuk mempercayai nya”kata ku.


“apa ini karena di hati mu sudah ada anak bertopeng misterius itu?”goda bibi irene.


“a-a-apa maksud bibi?!?!?!”sangkal ku dengan wajah memerah.


Bibi irene tertawa kecil melihat ku yang cepat-cepat menyangkal tentang hal itu, dia kemudian mengalihkan tatapan nya menatap yuuta yang akan bertarung hari ini dengan tatapan sedih.


“sejak kecil yuuta harus menghadapi takdirnya yang kejam, walau aku bukan ibu kandung nya tapi aku bisa merasakan seperti apa penderitaannya selama ini”kata bibi irene sambil menatap yuuta.


Aku kemudian menatap yuuta yang sedang berdiri menunggu lawan nya, sebenarnya apa yang di katakan oleh bibi irene itu ada benar nya dia memang terlihat baik-baik saja, namun di balik itu dia menyembunyikan semua penderitaan nya dari semua orang.


“ada apa maria, kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu?”tanya bibi irene.


“entah kenapa ketika berada di dekat yuuta rasanya seperti berada di dekat nora”kata ku.


“mungkin saja itu hanya perasaan mu saja”kata bibi irene sambil tersenyum.


Mungkin saja perkataan bibi irene ada benar nya, sepertinya itu hanya perasaan ku saja yang masih kepikiran tentang nora.


“hah.... kurasa bibi benar, sepertinya aku terlalu banyak pikiran”kata ku sambil menghela nafas.


Aku kemudian menatap yuuta dan memperhatikan nya dengan seksama, yuuta terlihat tenang menunggu lawan nya datang, aku tidak melihat keraguan sedikit pun di benak nya.


“oh ya tumben sekali kau memakai kalung di leher mu, ku pikir jarang sekali kau mau memakai yang seperti itu”kata bibi irene sambil menatap kalung yang ku pakai.


“a-ah... aku pikir sesekali memakai nya tidak masalah”kata ku sambil memalingkan wajah ku.


“aku penasaran siapa yang memberikan kalung itu kepada mu”kata bibi irene.


Aku memalingkan wajah ku sambil menggenggam kalung pemberian nora malam itu, sebenarnya sampai sekarang aku masih tidak percaya kalau aku bertemu dengan nora dan dia memberikan kalung ini kepada ku.


“kalau di lihat-lihat yuuta sangat mirip sekali dengan nora, dari cara bicara mereka berdua sangat mirip satu sama lain”gumam ku.


Aku mulai berpikir kalau hal itu bukan lah sebuah kebetulan, terlebih sifat ya kepada ku yang seperti sudah tahu seperti apa aku sebenarnya.


“kurasa aku harus menyelidikinya”gumam ku.


\~\~sudut pandang yuuta\~\~


Aku berdiri sambil menyilangkan kedua tangan ku di dada sambil menunggu lawan ku hari ini, entah kenapa aku mulai kesal sekali menunggu anak bernama albert itu datang ke sini.


“bisa tidak sedikit lebih cepat lagi, aku sudah bosan berdiri di sini seperti orang-orangan sawah kampret”batin ku.


Aku memejamkan mata ku lalu menghela nafas, dengan santai kemudian aku menoleh dan menatap luchifer, sasha, marina, dan maria yang sedang menonton di pinggir.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang sedang menuju ke arah ku, dengan tidak tertarik aku mengalihkan pandangan ku dari pinggir ke sumber suara itu, terlihat seorang anak laki-laki dengan armor perak yang berkilau sedang berjalan memasuki tempat bertanding.


“jadi kau anak yang bernama albert itu ya, lama sekali kau datang”kata ku dengan nada dingin.


“heh.. untuk anak yang sudah membuat masalah dengan para bangsawan kau berani juga, ku pikir kau akan memilih pulang dari pada bertarung”ucap anak bernama albert itu dengan nada ejekan.


“justru ku pikir kau lah yang akan pulang”balas ku dengan santai.


Anak itu dan semua murid terkejut mendengar balasan ku itu, dia kemudian menggertakan gigi nya dan menatap ku dengan marah karena tidak terima dengan perkataan ku barusan.


“baiklah semua nya sudah berada di sini, pertandingan akan di hentikan bila salah satu dari kalian berdua menyerah atau tidak bisa bertarung, bila kalian sudah siap mak pertandingan akan segera di mulai dalam”


“...3....”


“...2....”


“...1....”


Tepat setelah hitungan terakhir anak itu kemudian melesat dengan cepat sambil menghunuskan tombak milik nya kearah ku, dengan tenang aku mencabut pedang katana ku lalu membelah tombak itu menjadi dua dengan sangat cepat.


“menyedihkan”kata ku sambil memasukan kembali pedang katana ku.


semua orang yang menonton pertandingan ku seketika terdiam setelah melihat ku membelah tombak itu menjadi dua dengan sangat mudah, anak itu terlihat mematung sambil memegang tombak yang sudah terbelah menjadi dua hingga ke ujung pegangan nya.


“c-cepat sekali gerakan nya”


“tombak milik murid paling kuat ke-2 di akademi ksatria dapat dengan mudah di belah oleh pedang milik anak itu, seberapa tajam pedang milik nya itu?”


“aku tidak pernah melihat teknik pedang secepat itu sebelum nya”


Aku menghela nafas lalu berjalan pergi meninggalkan anak bernama albert itu di sana.


“hei mau pergi kemana kau, pertandingan nya belum selesai”teriak anak itu kepada ku.


“oh kau masih merasa belum kalah ya?”tanya ku dengan nada dingin.


Dalam sekejab aku sudah berada di hadapan anak itu sambil mengarahkan pedang katana ku ke ke leher nya dan menatap tajam kearah nya, dia terlihat terkejut dan ketakutan melihat ku sudah menghunuskan pedang ku ke leher nya bersiap untuk menebasnya.


“kurasa kau tahu apa yang terjadi apabila aku meneruskan nya bukan?”tanya ku dengan nada dingin.


Anak bernama albert itu dengan tubuh gemetar ketakutan kemudian mengangkat kedua tangan nya keatas memberi isyarat bahwa dia sudah menyerah.


“pertandingan telah selesai, pemenang nya adalah yuuta hibiki dari akademi sihir”


Setelah itu dengan santai aku kemudian mengibaskan pedang ku ke samping lalu dengan tenang memasukan nya kembali, aku kemudian dengan santai berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


\~\~sudut pandang  maria\~\~


Semua orang yang menonton pertandingan persahabatan tadi tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut mereka setelah melihat bagaimana yuuta membelah tombak itu menjadi dua, ayunan pedang nya sangat cepat bahkan sampai-sampai para instruktur dari akademi ksatria tidak bisa berkata apa-apa.


Saat ini aku sedang duduk bersama marina, luchifer, dan sasha sambil memakan cemilan yang ku bawa dari rumah, ku lihat luchifer sedang mengamati sekitar seperti sedang mencari sesuatu.


“ada apa luchifer?”tanya marina.


“umm apa kalian tahu kemana pergi nya yuuta?”tanya luchifer.


“hmm tidak, memang nya kenapa?”tanya ku.


“hah... aku penasaran sekali bagaimana dia mendapatkan volume ke-3 dari novel the crying princess and a mysterous prince itu”kata luchifer.


“bukan kah volume terbaru novel itu akan terbit hari minggu nanti”kata ku.


“ya aku tahu itu, tapi aku agak ragu kalau itu palsu”kata luchifer.


“kalau kau ragu kenapa kau tidak mencari nya lalu menanyakan tentang novel itu?”tanya sasha sambil membaca buku sihir nya.


“hmm kurasa ide bagus, marina apa kau mau ikut?”tanya luchifer kepada marina.


“aku ikut, bagaimana kalian berdua?”tanya marina sambil menatap ku dan sasha.


“kurasa tidak masalah ikut”kata ku.


“hah.. baiklah aku ikut, ayo kita cari anak aneh itu”kata sasha sambil menutup buku sihir nya.


Kami berempat kemudian berjalan pergi untuk mencari yuuta, kalau ku ingat-ingat dia langsung pergi entah kemana setelah dia memenangkan pertandingan nya tadi.


“oh ya apa kalian memperhatikan gerakan yuuta saat mencabut pedang nya tadi?”tanya marina.


“ya, hah... jujur saja sampai sekarang aku masih terkejut melihat yuuta membelah tombak anak itu menjadi dua hanya dengan satu gerakan saja”kata ku.


“apa kau mengetahui sesuatu tentang teknik yang di pakai oleh yuuta tadi?”tanya luchifer.


Aku menghela nafas lalu menggeleng-gelengkan kepala karena aku tidak pernah melihat teknik seperti itu sebelum nya, kami semua terus berjalan sambil mengamati sekitar untuk mencari yuuta.


“kemana pergi nya anak itu?”tanya sasha dengan heran.


“yuuta itu sepertinya lebih suka menyendiri dari pada bergaul dengan murid-murid lain”kata ku.


“dia itu mirip sekali dengan mu yang selalu menyendiri”kata sasha.


Kami berempat terus berjalan hingga pada akhirnya kami memutuskan berhenti di pinggir danau untuk beristirahat sejenak, di saat mereka bertiga beristirahat aku mengamati sekitar dan dari kejauhan melihat seorang anak laki-laki yang tidak lain adalah yuuta sedang duduk di bawah sebuah pohon yang ada di pinggir danau dengan sambil menatap kearah danau.


“bukan kah itu yuuta”gumam ku.


Aku menoleh menatap marina, luchifer, dan sasha lalu tanpa sepengetahuan mereka berjalan pergi menuju ke tempat yuuta, tiba-tiba saja firasat ku merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi.


Aku mengamati sekitar dan tidak jauh di belakang yuuta terlihat beberapa orang misterius sedang mengamatinya dari kejauhan, dengan cepat aku kembali ke tempat luchifer, marina, dan sasha beristirahat.


“maria dari mana saja kau?”tanya luchifer ketika aku sampai di sana.


“tadi aku melihat beberapa orang tidak di kenal sedang mengamati yuuta dari kejauhan, kurasa mereka berniat mencelakai yuuta”kata ku.


“t....tunggu apa kau bilang?!?!?”tanya luchifer dengan terkejut.


“itu artinya dia dalam bahaya”kata marina dengan panik.


“ini tidak bagus, kita harus melaporkan ini kepada kepala sekolah dan yang lainnya”kata sasha.


“kalau begitu aku akan pergi ke tempat yuuta untuk memperingatkan nya, kalian bertiga beritahu ayah dan yang lain nya”kata ku.


Mereka bertiga mengangguk lalu bergegas pergi meninggalkan ku, aku kemudian berlari ke tempat yuuta untuk memperingatkan nya tentang orang-orang yang berniat untuk mencelakai nya.


“ada apa maria?”tanya yuuta.


“yuuta sebaiknya kau cepat pergi dari sini”kata ku sambil menatap nya.


“memang nya kenapa?”tanya nya lagi.


“ada beberapa orang yang berniat untuk mencelakai mu, oleh karena itu sebaiknya kau pergi”kata ku.


Yuuta terlihat terkejut sejenak lalu menghela nafas panjang, dia kemudian tersenyum dengan santai setelah aku mengatakan itu kepada nya, aku menatap nya dengan heran karena dia terlihat sangat tenang dan tidak berniat untuk lari sekalipun.


“ku pikir ada sesuatu yang penting, ternyata hanya karena hal itu”kata yuuta dengan santai sambil memejamkan matanya.


“eh?”celetuk ku dengan kebingungan.


Yuuta menghela nafas lalu berbalik kebelakang lalu menatap tajam kearah semak-semak yang ada di belakang nya.


“apa kalian tidak lelah diam di situ saja, aku sudah tahu kalian di sana keluarlah!!!!”kata yuuta dengan suara lantang.


Tepat setelah yuuta mengatakan itu beberapa orang dengan penutup wajah keluar dari dalam semak-semak, jumlah mereka ada sekitar 6 orang dan mereka terlihat sudah bersiap untuk menyerang yuuta.


“dasar kalian membuang-buang waktu hanya dengan mengamati ku saja, apa kalian itu terlalu takut untuk menyerang ku?”tanya yuuta dengan nada sinis.


“sungguh kata-kata yang cukup berani untuk orang yang sebentar lagi akan menjadi mayat”kata salah satu dari mereka.


Aku terkejut mendengar perkataan salah satu dari mereka, di saat bersamaan aku juga bisa merasakan aura membunuh yang sangat kuat dari mereka berenam, kurasa mereka adalah assassin tingkat tinggi yang memang secara khusus di sewa untuk membunuh yuuta.


Tubuh ku sedikit bergidik ketika merasakan aura mereka namun ku lihat yuuta tetap berdiri dengan tenang seolah-olah tidak terpengaruh oleh aura membunuh mereka, yuuta memejamkan mata nya lalu menghela nafas panjang.


“hah... kurasa aku akan mengembalikan kata-katamu tadi”kata yuuta dengan tenang.


Para pembunuh itu terkejut lalu salah satu dari mereka maju kearah yuuta untuk menyerang nya, aku yang melihat itu hendak mencabut pedang ku namun secara tiba-tiba aku tidak bisa menggerakan tubuh ku sendiri.


Di saat yang bersamaan aku melihat salah satu dari assassin itu sudah menghunuskan belati nya kearah yuuta.


“yuuta awas!!!”teriak ku kepada yuuta.


yuuta diam di tempat lalu dengan tenang menarik nafas panjang saat assassins itu sudah berada di dekat nya, lalu dalam satu tarikan nafas yuuta mencabut pedang nya dengan sangat cepat dan melancarkan tebasan kilat kearah assassins itu.


Tebasan itu berhasil mengenai assassins itu hingga membuat kedua tangan nya putus, assassins itu kemudian terjatuh ke tanah sambil mengerang kesakitan setelah yuuta menebas tangan nya.


Kelima asssassins yang tadi nya sangat percaya diri dengan kemampuan mereka terdiam setelah melihat apa yang terjadi pada teman mereka, yuuta lalu menoleh dan menatap kelima assassins dengan tatapan tajam.


“selanjutnya adalah kalian”kata yuuta dengan nada dingin.


Dengan sangat cepat tiba-tiba saja yuuta menghilang dan muncul di hadapan kelima assassins itu sambil menghunuskan pedang nya dengan sangat cepat kearah mereka, para assassins itu terkejut dan berniat untuk melindungi diri mereka namun mereka tidak sempat melakukan nya karena tebasan demi tebasan yang sangat cepat dari yuuta sudah mengenai mereka terlebih dahulu.


Kelima assassins itu kemudian tersungkur di tanah dengan keadaan tubuh penuh dengan luka tebasan, yuuta membuang nafas lalu memasukan pedang nya kembali dengan tenang kemudian menatap keenam assassins yang sudah tersungkur di tanah dengan tatapan dingin.


“s-s-sialan t-tadi itu cepat sekali, siapa kau sebenarnya?”tanya salah satu assassins itu.


“kalian tidak perlu tahu siapa aku, sekarang katakan siapa yang memerintahkan kalian untuk membunuh ku?”tanya yuuta dengan nada serius.


“heh... apa kau pikir kami akan memberitahumu, sekalipun kami mati tidak akan memberitahu mu”kata salah satu assassins itu.


setelah selama beberapa saat tidak dapat menggerakan tubuh ku akhirnya aku bisa menggerakan tubuh ku kembali, dengan sangat heran aku mengamati diriku sejenak lalu menatap yuuta yang berdiri di hadapan mereka berenam.


Di saat yang bersamaan terdengar suara orang-orang berlari ke tempat kami berada saat ini, aku menoleh dan menatap ayah dan tuan wilhelm datang bersama dengan luchifer, sasha, dan marina.


“hei yuuta apa kau baik-baik saja?”tanya luchifer sambil menghampiri yuuta.


“ah ya aku baik-baik saja, dan juga aku sudah membereskan mereka semua” kata yuuta sambil menatap keenam assassins yang tadi hendak membunuh nya sudah tergeletak di tanah.


“syukurlah kalau begitu”kata luchifer dengan sangat lega.


Aku terdiam karena kepala ku masih tidak bisa menerima semua yang terjadi barusan di tempat ini, para assassins itu terlihat terkejut ketika melihat ayah dan tuan wilhelm lalu segera bangkit dan berlutut di hadapan ayah.


“kalian bukan nya anggota pasukan assassins kerajaan”kata ayah dengan nada tinggi.


“G-grand duke elinstone”ucap salah satu assassins itu dengan suara gemetar.


“tuan karls apa anda mengenali mereka berenam?”tanya yuuta dengan wajah datar.


“ya, mereka adalah assassins kerajaan yang biasanya bekerja untuk melayani keluarga kerajaan”kata ayah.


“hmmm jadi begitu, kurasa salah satu keluarga bangsawan mengirim mereka untuk mencoba membunuh ku”kata yuuta sambil menghela nafas.


“t-t-tunggu grand duke apa anda mengenal pengkhianat kerajaan ini?”tanya salah satu assassins dari mereka.


“huh, pengkhianat kerajaan?”tanya yuuta dengan kebingungan.


“siapa yang bilang dia adalah pengkhianat kerajaan, dia itu peringkat pertama kelas S akademi sihir kerajaan”kata sasha dengan heran.


Aku menatap Yuuta yang nampak terkejut sekaligus heran sedangkan ayah terlihat sangat terkejut setelah mendengar perkataan salah satu assassins itu, yuuta kemudian menatap para assassins itu lalu menghela nafas.


“hah.... sepertinya masalah ku dengan para bangsawan semakin rumit saja, aku tidak percaya kalau mereka sampai mengirim pembunuh untuk melenyapkan ku”kata yuuta dengan nada serius.


“apa mungkin ini karena yuuta yang menolong ku dan sasha waktu itu”kata marina.


“kurasa masalah nya bukan hanya itu saja, hei yuuta kalau kau ingat waktu kita mau pulang bareng setelah ujian seleksi akademi sihir kita berdua di hadang oleh salah seorang keluarga bangawan”kata luchifer sambil menatap yuuta.


“ah ya aku ingat, kakak dari anak bangsawan yang ku kalahkan waktu ujian praktek bersama dengan beberapa prajuritnya menghadang kami berdua saat hendak pulang”kata yuuta dengan santai.


“dan juga waktu kita berdua pertama kalinya bertemu, kau mencoba membantu luchifer yang sedang di ganggu oleh teman-teman ku”kata sasha.


“ya ya aku ingat tentang itu, nampak nya aku tidak bisa membiarkan mereka begitu saja”kata yuuta dengan serius.


Yuuta memejamkan matanya dan terlihat sedang memikirkan sesuatu, ia kemudian mengambil sebuah benda berwarna hitam dari dalam saku celana nya setelah itu menekan benda itu beberapa kali lalu mendekatkan nya ke telinganya.


“benda apa itu?”tanya ku dengan penasaran.


“benda itu namanya adalah smartphone, dia bilang itu adalah alat sihir yang di berikan oleh seseorang”kata marina.


“smartphone huh?”celetuk ku dengan sangat penasaran tentang benda itu.


Dari jauh aku dapat mendengar suara yuuta sedang berbicara dengan seseorang melalui benda yang di sebut smartphone itu, setelah ia berbicara melalui smartphonenya selama beberapa menit yuuta kemudian memasukan smartphone milik nya kembali ke saku celana nya.


“yuuta tadi kau berbicara dengan siapa tadi?”tanya luchifer.


“ah tadi aku berbicara dengan tuan sean, aku meminta nya mencari tahu siapa orang yang mengirim mereka berenam untuk melenyapkan ku”kata yuuta dengan santai.


“begitu ya, sepertinya itu akan menjadi tugas yang sulit untuk tuan sean”kata luchifer.


“hmm tidak juga, tuan sean akan mengirim para ninja bawahan ku untuk melakukan nya”kata yuuta dengan santai.


Kami semua terdiam ketika yuuta mengatakan itu, aku hanya bisa terkejut setelah mendengar perkataan nya barusan, sekarang aku mulai bertanya-tanya siapa anak anak ini sebenarnya.


“t-t-tunggu kau memiliki bawahan ninja, siapa kau sebenarnya padahal kau bukan seorang bangsawan?”tanya salah satu assassins itu kepada yuuta.


“biar ku perkenalkan diriku namaku yuuta Hibiki, saat ini aku memegang tanggung jawab sebagai kepala keluarga di dalam keluarga Hibiki”kata yuuta dengan tenang.


“t-t-tunggu itu artinya kau memegang kendali penuh keluarga mu saat ini?”tanya ayah dengan tidak percaya.


“ya kurang lebih seperti itu”kata yuuta sambil menggaruk belakang kepala nya.


“bukankah terlalu cepat untuk mu menjadi kepala keluarga di keluarga mu”kata tuan wilhelm.


“yah mau bagaimana lagi, sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga ku mau tidak mau aku harus memikul tanggung jawab itu”kata yuuta.


Kami semua hanya bisa terdiam setelah dia berkata seperti itu, yuuta kemudian menghampiri keenam assassins itu lalu merapalkan sebuah sihir kepada mereka semua.


Perlahan luka di sekujur tubuh mereka menghilang dan kedua tangan assassins yang tadi tangannya terpotong menjadi utuh kembali, kami semua menatap yuuta dengan terkejut karena dia mampu mengobati mereka secara bersamaan.


“semua luka di tubuh ku menghilang”kata salah satu assassins dengan tidak percaya.


“kedua tangan ku, mereka kembali seperti semula”kata assassins yang tadi kehilangan kedua tangan nya dengan senang.


Luchifer, sasha, dan marina kemudian menatap yuuta terlihat terkejut sekaligus penasaran dengan kekuatan yuuta, ayah dan tuan wilhelm kemudian meminta para assassins itu untuk kembali ke markas mereka.


Setelah para assassins itu pergi kami semua kemudian bisa menghela nafas lega karena masalah ini tidak menjadi jauh lebih buruk lagi.


“hah... yang benar saja, mereka sangat merepotkan sekali”kata yuuta sambil menghela nafas.


“jangan terlihat seperti orang susah seperti itu, ini juga karena ulah mu sendiri”kata sasha.


“ya-ya aku tahu itu, oh ya bukan kah kita seharusnya kembali ke tempat yang lain nya?”tanya yuuta.


“ah benar juga, ayo kita semua kembali sepertinya yang lainnya sudah menunggu kita”kata ayah.


Dengan santai kami kemudian berjalan pergi meninggalkan tempat ini kembali ke tempat bertanding, sambil berjalan di belakang aku masih memikirkan alasan kenapa tubuh ku tadi tidak bisa ku gerakan.


“Tadi itu aneh sekali”gumam ku kebingungan.


Aku kemudiam mengalihkan perhatian ku kepada yuuta yang berjalan di depan, masih banyak hal yang masih dia sembunyikan dari semua orang.


“kurasa tidak masalah mencari tahu tentang itu”batin ku.


Kami terus berjalan menuju ke tempat murid-murid yang lain menunggu, langit sudah berubah menjadi oranye dan kami harus segera kembali ke kota karena hari sudah mau gelap.