
~~ sudut pandang yuuta ~~
Pagi ini aku duduk bersama dengan maria dan yang lainnya sambil menyantap sarapan kami pagi ini, sambil makan aku menatap Aoi yang sedang menyantap makanan nya dengan sangat lahap.
“lihat lah Aoi sangat lahap memakan sarapan nya”ucap bibi irene.
“rasanya seperti kembali melihat sasah dan luchifer saat masih kecil dulu”ucap tuan wilhelm.
“hahaha aku bersyukur masih hidup untuk melihat ini, sayang sekali kakek dan nenek tidak bisa melihat ini”ucap kakek.
“kalau mereka melihat ini ayah dan ibu pasti akan senang”ucap ku sambil tersenyum.
“ayah lain kali aku ingin mengunjungi makam kakek dan nenek”ucap Aoi kepada ku.
“ah baiklah kebetulan ayah dan kakek buyut mu sudah lama sekali tidak kesana”ucap ku kepada Aoi sambil mengelus kepalanya.
Terakhir kali aku mengunjungi makam ayah dan ibuku adalah sebelum aku memutuskan untuk pindah dari rumah kakek dulu, setelah menghabiskan sarapan aku dan yang lainnya memutuskan untuk bersantai hari ini semenjak karena hari ini latihan di tunda kembali.
“hei ayah aku bosan berada disini, ayo kita ke alun-alun kota”ucap Aoi.
“baiklah kebetulan ayah juga merasa bosan disini, ngomong-ngomong maria apa kau mau ikut dengan ku dan juga Aoi?”tanya ku kepada maria.
“baiklah aku ikut, aku juga akan mengajak sasha, marina, dan luchifer”ucap maria.
Aku, Aoi, maria, marina, sasha, dan luchifer kemudian berjalan keluar dari penginapan menuju ke alun-alun kota, saat sampai di alun-alun kota aku menatap Aoi yang sedang bermain bersama dengan marina dan luchifer.
“Aoi adalah anak perempuan yang sangat aktif”ucap sasha.
“yah, teman-teman ku biasanya memang mengajak Aoi bermain hingga membuatnya jadi sangat aktif”ucapku.
“aku tidak percaya kalau kedua orang tua nya menelantarkan anak seperti Aoi padahal dia sangat lucu dan imut”ucap maria.
“yah saat itu umur Aoi masih dua tahun, tentu saja aku tidak bisa meninggalkan nya di sana dan tumbuh bersama dengan orang yang salah”ucap ku.
Melihat bagaimana Aoi tumbuh sekarang membuat ku senang, semua keluarga dan teman-temanku juga paham tentang situasi Aoi dan mau menerimanya dengan tangan terbuka.
Saat aku sedang mengawasi Aoi yang sedang bermain tidak jauh dari tempatku duduk aku melihat beberapa orang bertudung yang sedang berkumpul di tempat ini, aku mengamati mereka karena aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan gerak-gerik mereka.
Semuanya berjalan cukup normal di sini namun situasi nya berubah ketika salah satu dari orang-orang bertudung itu mengeluarkan belati dan menusuk para penduduk yang sedang beraktifitas, melihat itu aku langsung memanggil black knight dan meminta maria, luchifer, marina, dan sasha tetap bersama dengan Aoi.
“b-black knight sial pasukan kerajaan ada disini”ucap salah satu orang-orang bertudung itu.
para orang-orang bertudung itu mencoba menyerang black knight bawahan ku namun mereka malah berakhir dengan di lumpuhkan oleh black knight, saat itu tuan karls dan tuan wilhelm keluar dari penginapan bersama dengan kakek.
“orang-orang bertudung itu, kelompok kriminal black lotus mereka ada disini”ucap tuan karls.
“kelompok kriminal black lotus?”tanya maria dengan kebingungan.
“mereka adalah kelompok kriminal yang bertanggung jawab atas pembantaian kecil di beberapa kerajaan, mereka adalah buronan paling di cari di seluruh kerajaan”ucap tuan wilhelm.
“kalau begitu tidak ada salah nya aku langsung memanggil black knight kesini”ucap ku.
Para orang-orang bertudung itu pada akhirnya berhasil di lumpuhkan dan di amankan oleh black knight ku, sambil menunggu pasukan kerajaan yang berjaga datang aku mengawasi mereka bersama tuan karls dan tuan wilhelm.
“mereka berniat untuk membantai warga kota ini, untunglah kau berada di sini yuuta”ucap tuan karls.
*“mungkinkah dia adalah pemimpin mereka?”*tanyaku dalam hati.
“apa yang telah kalian lakukan kepada bawahan ku?”tanya orang bertudung itu kepada kami bertiga.
“jadi kau adalah pemimpin mereka huh, kali kau tidak akan bisa lolos dari kejaran kerajaan pasukan tangkap orang itu”perintah ku kepada para black knight ku.
“cih aku tidak sudi untuk di tangkap, kalian semua akan binasa di tangan ku”ucap orang bertudung itu.
Orang bertudung itu kemudian mengeluarkan sebuah belati dan menusuk dirinya sendiri, aku terkejut melihat apa yang ia lakukan dan saat itu sebuah lingkaran sihir berwarna ungu muncul di dadanya dan menghisap dirinya.
“i-ini sihir dimensional rift”ucap tuan karls dengan terkejut.
Lingkaran sihir itu kemudian berubah menjadi celah dimensi yang menghisap apapun yang ada di dekatnya, aku langsung merapalkan sihir gravity field untuk mencegah semua orang yang ada di alun-alun terhisap kedalam celah dimensi itu.
“sial dia menggunakan inti sihirnya sendiri untuk di jadikan pemicu untuk celah dimensi itu”ucap ku sambil berusaha menahan diri agar tidak terhisap.
“mereka juga memiliki sihir ini sulit di percaya”ucap tuan wilhelm.
“kita harus segera menutup celah dimensi itu, kalau tidak itu akan bisa menghisap semua yang ada disini”ucap tuan karls.
Saat itu aku menoleh kebelakang menatap maria yang mematung menatap celah dimensi itu, ketika itu aku mendapat sebuah ide untuk menutup celah dimensi itu namun sebelum itu aku berjalan menghampiri maria dan yang lainnya.
“hei maria apa kau pernah berpikir kalau ibumu masih hidup?”tanya ku kepada maria.
“ya aku sangat yakin dia masih hidup, kenapa kau bertanya tentang itu?”tanya maria balik kepada ku.
“aku berniat untuk menutup celah itu dengan membiarkan diriku terhisap kedalam celah itu”ucap ku sambil tersenyum.
“itu adalah ide bodoh yuuta jangan lakukan itu”ucap maria kepada ku.
“bila aku tidak melakukan nya semua orang yang ada di sini akan terhisap ke dalam celah itu”ucap ku kepada maria untuk meyakinkan nya.
Aku tahu itu adalah ide bodoh namun bila celah itu di biarkan begitu saja celah itu akan menghisap semua yang ada disini, aku menghela nafas lalu berjalan menghampiri celah dimensi itu.
“yuuta apa yang kau lakukan, jangan dekati celah dimensi itu”teriak tuan karls.
Aku berdiri menatap celah dimensi itu lalu merapalkan sihir penghalang terkuat untuk mencegah orang lain mendekati ku, saat itu aku berbalik menatap maria dan yang lainnya mencoba untuk mencegah ku untuk melakukan hal ini.
“kakek aku titip Aoi dan yang lainnya disini, tolong jaga mereka selama aku pergi”ucap ku kepada kakek.
Sebelum aku masuk ke dalam celah dimensi itu aku mengeluarkan pedang katana milik ku lalu menancapkan nya ke tanah, setelah itu aku menonaktifkan sihir gravity field dan saat itu aku langsung terhisap kedalam celah itu dan saat itu aku langsung tidak sadarkan diri tepat setelah aku masuk ke dalam celah dimensi itu.
~~ sudut pandang maria ~~
“yuuta!!”teriak ku melihat yuuta yang terhisap ke dalam celah dimensi itu.
Celah dimensi itu langsung tertutup setelah menghisap yuuta ke dalam nya, saat itu aku tidak bisa berkata-kata apapun saat celah dimensi itu menghilang dari hadapan kami semua.
Dengan tidak percaya aku berjalan mendekati pedang katana milik yuuta yang tertancap di tanah, aku mencabut pedang katana itu dan hanya bisa terduduk di tanah sambil menangis memeluk pedang katana milik yuuta.
“padahal kau sudah berjanji kepada ku untuk tidak pergi lagi”ucap ku sambil menangis memeluk pedang katana itu.