My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter19,2 : perjalanan menuju ke moonlight lake valley #2



\~\~sudut pandang yuuta\~\~


Aku saat ini sedang berjalan bersama sasha, luchifer, dan marina menuju ke tempat anak-anak yang


lain berkumpul, sambil berjalan aku merapikan jas ku dan menatap sasha dan


luchifer yang terlihat sedang mengobrol santai.


“rasanya lega melihat mereka jadi sedikit lebih akur sekarang”gumamku.


“apa kau senang melihat mereka seperti ini?”Tanya marina.


“tentu saja, begini lebih baik daripada saling membenci satu sama


lain”kata ku dengan santai.


“kata-kata mu kurasa ada benar nya”kata marina sambil menatap luchifer


dan sasha.


Sambil berjalan aku meraih ponsel ku dari saku jas ku dan membuka nya untuk mengecek apakah kakek


dewa mengirimkan pesan aneh kepada ku lagi, saat sedang mengecek kotak masuk


pesan dengan santai tiba-tiba saja marina menarik-narik lengan jas ku.


Dengan bingung aku menoleh menatap marina yang terlihat seperti sedang ketakutan, aku menghentikan


langkah kaki ku dan mencoba mencari tahu kenapa ia ketakutan.


“a-ada apa marina?”Tanya ku kepada marina.


“aku merasa ada yang mengikuti kitadi belakang”kata marina.


Aku kemudian berbalik ke belakang dan mencari tahu apakah ada orang-orang mencurigakan yang terlihat


mengikuti kami sedari tadi, setelah mengamati keadaan sekitar dan memastikan


keadaan aman aku kemudian menatap marina dan mengelus kepala nya.


“tenang saja, sepertinya mereka sudah pergi ketika kau menyadari


keberadaan mereka”kata ku.


“ada apa yuuta?”Tanya sasha yang menghampiri ku di ikuti oleh luchifer di


belakang nya.


“tadi sepertinya ada yang mengikuti marina dari belakang”kata ku.


“eh mengikuti marina, apa jangan-jangan anak bangsawan itu mencoba


melukai marina lagi?”Tanya luchifer.


“entah lah tapi sedari tadi memang ada yang sedang mengamati dan


mengikuti kita dari belakang”kata ku.


Aku berbalik lalu mencoba memfokuskan semua indera ku untuk mencari tahu siapa orang yang sedang


mengikuti marina hingga membuat nya ketakutan.


[tuan yuuta arah jam


dua belas, di gang kecil dekat rumah bata berwarna merah]


Dengan cepat aku mengikuti arahan system dan berhasil melihat seseorang tidak di kenal dengan


jubah hitam sedang mengamati tempat kami berempat, orang misterius itu kemudian


terkejut menatap ku dan bergegas pergi memasuki gang kecil yang ada di sebelah


rumah bata berwarna merah yang di maksud oleh system.


“yuuta ada apa?”Tanya sasha.


“kalian berdua tetap lah bersama marina dan jaga dia”kata ku.


Setelah mengatakan itu aku kemudian berlari meninggalkan marina bersama sasha dan luchifer untuk


mengikuti sosok misterius itu, teriakan luchifer dan sasha terdengar cukup


jelas tapi aku tidak mengidahkan nya dan terus berlari untuk menyusul sosok


misterius itu.


Sesampai nya di gang kecil tempat sosok misterius itu melarikan diri, aku hanya menemukan lorong


gang kecil nan sempit yang sepi dan sunyi.


“ah hah, sial orang misterius itu sudah melarikan diri”kata ku sambil menghirup nafas setelah berlari cukup kencang.


Aku mengatur nafas ku lalu mencoba mengamati keadaan sekitar ku untuk mencari sedikit petunjuk tentang


sosok misterius itu.


“apa orang itu tidak meninggalkan petunjuk sedikit pun ya, aku yakin ada petunjuk


walau pun itu bukan hal penting”gumam ku.


Di saat bersamaan tiba-tiba hidung ku mencium aroma parfume yang tercium sangat jelas di sepanjang lorong


gang kecil ini.


“aroma ini kan parfume perempuan, apa sosok misterius itu seorang perempuan ya?”tanya


ku dengan heran.


Saat tengah mencerna petunjuk yang ku temukan di sini tiba-tiba saja sebuah batu bata jatuh dari


atas dan menghantam kepala ku dengan sangat keras hingga aku berlutut di tanah


sambil memegangi kepala ku.


“aw sakit sekali, kenapa di saat seperti ini aw”ucap ku sambil meringis kesakitan.


“yuuta!!!”


Aku menoleh dan melihat sasha, luchifer, dan marina yang bergegas berlari kearah ku, tiba-tiba saja tubuh


ku terasa lemas dan pandangan ku berubah menjadi buram hingga pada akhirnya pandangan


ku berubah menjadi hitam.


~skip scene~


\~\~sudut pandang luchifer\~\~


Saat ini aku sedang menatap yuuta yang saat ini terbaring pingsan di pangkuan ku dengan kepala yang di


balut perban, tadi kami bertiga menemukan yuuta yang tiba-tiba saja pingsan setelah


kepalanya di hantam sebuah batu bata dari atas.


Di samping ku nampak marina yang terlihat khawatir dengan keadaan yuuta karena ia sudah pingsan hampir setengah


jam lama nya, saat ini kami berada di atas kereta kuda yang menuju ke moonlight


lake valley.


“seharusnya aku tidak mengatakan nya kepada yuuta bila tahu ini akan terjadi pada nya”kata


marina dengan sangat menyesal.


“tenang lah ini semua bukan salah mu”kata ku kepada marina.


Aku menghela nafas lalu menatap wajah yuuta yang nampak datar dan dingin, pasti yuuta telah banyak


melewati masa-masa sulit dalam hidup nya hingga dia selalu menampakan ekspresi


wajah seperti itu.


“yuuta kumohon bangun lah”kata ku sambil menatap yuuta.


“hei luchifer”


Aku menoleh kearah sumber suara yang tidak lain adalah sasha yang saat ini sedang berada di luar


kereta kuda, rombongan kami saat ini sedang berhenti untuk beristirahat sejenak


“apa kau tidak mau turun?, ibu membuat sup jamur kesukaan kita untuk


makan siang”kata sasha.


“umm kurasa nanti saja, aku saat ini masih belum lapar”kata ku.


“hmm ayo lah ibu sudah menunggu mu, setidaknya makan lah walau hanya


sedikit toh juga marina bisa menjaga yuuta untuk sementara waktu “kata sasha.


Aku memejamkan mata ku lalu menghela nafas mendengar perkataan sasha, kurasa ini bukan ide buruk


karena marina berada di sini.


Dengan perlahan aku memindahkan kepala yuuta ke gulungan kain sebagai bantalan untuk kepala nya dan


melompat turun dari atas kereta, dengan sedikit ragu aku berjalan mengikuti sasha


menuju ke tempat ibu dan yang lain nya


beristirahat.


“apa kau ragu untuk meninggalkan yuuta di sana?”Tanya sasha sambil


berjalan di samping ku.


“tentu saja aku ragu, sampai saat ini dia masih belum sadar dari pingsan


nya aku takut terjadi hal-hal buruk kepada diri nya”kata luchifer.


“yah jujur saja aku juga berpikir begitu, aku sedikit terkejut karena dia


dapat menyadari dimana orang itu berada dan berusaha mengejar nya”kata sasha.


“kenapa di saat-saat seperti ini masalah selalu datang menghampiri


yuuta”kata ku.


Kami berdua terus berjalan hingga pada akhirnya sampai di tempat ibu dan ayah beristirahat untuk


makan siang di bawah sebuah pohon oak, terlihat juga kepala sekolah dan tuan karls


yang sedang duduk sambil minum teh dan


bersandar di batang pohon.


“ah akhirnya kalian datang juga, ayah mu hampir menghabiskan semua sup jamur


nya”kata tuan karls yang sedang minum teh.


Aku dan sasha kemudian duduk dan mengambil semangkuk sup jamur yang telah di siapkan oleh ibu, dengan santai aku memakan nya sambil memikirkan yuuta yang masih pingsan saat ini.


“bagaimana keadaan yuuta luchifer?”tanya ibu.


“dia masih belum sadar dari pingsan nya”kata ku sambil menghela nafas.


“begitu ya, lalu apa kau meninggalkan nya sendirian di kereta kuda?”tanya tuan karls.


“tidak juga, disana ada marina yang bisa menjaga nya”kata ku.


“begitu ya”kata tuan karls sambil menghela nafas.


aku kemudian melanjutkan makan siang ku agar aku bisa kembali ke kereta, dengan tenang aku menyantap sup


jamur ku sambil mengamati semua anak yang sedang memakan bekal makan siang


mereka.


“oh ya luchifer apa kau merasa banyak anak yang tidak menyukai yuuta di


akademi?”tanya sasha.


“ ya aku juga berpikir begitu”kata ku.


“mungkin saja mereka iri dengan yuuta”kata ibu.


“hmm kalau di pikir-pikir perkataan ibu itu ada benar nya, dia itu cukup hebat dalam


sihir dan berpedang”kata sasha.


Apa yang di katakan oleh ibu itu ada benar nya, yuuta memiliki kemampuan sihir dan berpedang yang luar


biasa, dan pastinya ada orang-orang yang tidak suka melihat yuuta berada lebih


tinggi dari mereka.


“oh ya beberapa hari lalu beberapa keluarga bangsawan melaporkan tentang tindakan


yuuta terhadap anak mereka”kata kepala sekolah.


“oh itu pasti anak bangsawan yang mencoba membunuh marina waktu itu”kata sasha.


“tunggu membunuh marina?”tanya tuan karls.


“ya waktu itu kami berdua di serang saat sedang berada di dekat air mancur yang ada


di taman”kata sasha.


“lalu apa yang terjadi selanjutnya?”tanya ibu.


“waktu itu aku tak bisa menahan sihir tingkat tinggi yang di rapal oleh anak itu saat


melindungi marina dan terluka, saat marina mencoba mengobati ku dia terkena


serangan dari anak itu dan terpental menjauh, di saat bersamaan saat aku hendak


menghampiri marina yang tersungkur di tanah sebuah penghalang muncul dan


menahan ku”kata sasha.


“tapi di saat aku sudah kehabisan cara untuk menolong marina tiba-tiba saja yuuta


datang sambil menyerang anak itu hingga tangan nya terpotong, dia juga yang


mengobati luka kami dan memberi pelajaran kepada anak itu”lanjut sasha.


“begitu ya, kurasa yuuta tak bisa di salahkan soal ini, dia memiliki alasan yang kuat


untuk menyerang anak bangsawan itu”kata kepala sekolah.


“apa kepala sekolah percaya dengan laporan mereka?”tanya ku.


“tentu saja tidak, pihak akademi masih harus mengumpulkan bukti dan beberapa hal untuk


bisa menjatuhkan hukuman kepada yuuta soal ini”kata kepala sekolah.


“begitu ya syukurlah”kata ku lega.


“hanya kau saja yang mencemaskan dia, apa kau suka dengan nya?”tanya ibu.


“e-e-eh b-bukan begitu”sangkal ku.


Ibu nampak tertawa kecil setelah menggoda ku sedangkan kepala sekolah dan tuan karls hanya


menggeleng-gelengkan kepala mereka menatap ibu.


“ayolah jangan menggoda ku terus ibu”kata ku dengan kesal.


“maaf-maaf melihat mu membuat ibu tak tahan untuk menggoda mu”kata ibu.


“oh ya luchifer bukan kah kau kembali ke kereta untuk menjaga yuuta?”tanya kepala


sekolah.


Setelah kepala sekolah mengatakan hal itu aku teringat yuuta yang masih ada di kereta, dengan sedikit terburu-buru aku segera menghabiskan sup ku agar aku bisa kembali ke kereta.


“oh ya luchifer jangan lupa suruh marina kesini”kata tuan karls.


“baiklah kalau begitu aku kembali ke kereta dulu”kata ku.


Dengan santai aku bangkit berdiri


lalu berjalan meninggalkan mereka dan berjalan menuju ke ke kereta kuda untuk


menjaga yuuta lagi.


“semoga saja dia nanti bangun”kata ku dengan santai