My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 05: tawaran untuk mendaftar ke akademi sihir dan skill tambahan baru



"jadi yuuta apa kau bersedia untuk bergabung dengan akademi ini?"tanya kepala sekolah.


yuuta diam beberapa saat dan menatap kepala sekolah.


"biarkan aku memikirkan soal itu"kata yuuta.


"baiklah ku tunggu jawaban mu"kata kepala sekolah.


Luchifer membopong yuuta dan berjalan keluar dari ruangan itu, yuuta terlihat sangat serius memikirkan ajakan kepala sekolah untuk masuk ke akademi.


"yuuta apa kau tak suka masuk ke akademi?"tanya luchifer.


"bukan nya tak suka sih hanya ragu aja"kata yuuta.


"begitu ya"kata luchifer.


setelah hampir berjalan selama 30 menit mereka berdua tiba di kamar tempat yuuta terbangun, yuuta segera duduk di atas kasur dan menghela nafas panjang.


"bila kau butuh sesuatu tinggal bunyikan bel di dekat pintu"kata luchifer.


"baiklah aku mengerti"kata yuuta.


luchifer berjalan keluar dari kamar meninggalkan yuuta sendirian di sana, yuuta berbaring dan memejamkan mata nya sambil menghela nafas.


"rasanya keadaan ku mulai berubah setelah mengaktifkan kekuatan bahamut"gumam yuuta.


yuuta mengamati sekitar dan menatap ponsel milik nya yang ada di atas meja kecil dekat kasur, ia meraih nya dan menyalakan nya untuk melihat berita apa yang terjadi di dunia lama nya.


*kringg


sebuah panggilan masuk ke ponsel nya, dengan santai yuuta menatap panggilan itu dan mengangkatnya.


"halo yuuta sepertinya kau baik baik saja di sana"kata kakek dewa.


"ah ya aku baik baik saja di sini dan ada apa menghubungi ku?"tanya yuuta.


"tak ada apa apa hanya ingin mengecek keadaan mu setelah mengalahkan monster besar itu"kata kakek dewa.


"begitu ya"kata yuuta.


"oh ya yuuta aku memberimu beberapa skill tambahan untuk mu, mungkin kau bisa mengecek nya nanti"kata kakek dewa.


"baiklah akan ku cek nanti kalau begitu sampai jumpa lagi"kata yuuta.


yuuta menutup panggilan itu dan menghela nafas, ia masih memikirkan keputusan untuk masuk ke akademi ini.


"hah kurasa tak ada pilihan lain selain menerima nya"gumam yuuta.


yuuta menatap langit langit dan menghela nafas panjang.


"sebaiknya aku mengecek Status milik ku"gumam yuuta.


yuuta bangkit dan duduk di atas kasur.


"Status"


nama: yuuta hibiki


umur: 16 tahun


title: -


job class: -


LV: 500


ras: manusia,half elf,half god


HP: -


MP: -


STR: - VIT: - INT: - AGI: - DEX: - LUC: -


unique skill: astral knight,unlimited magic,mana controling, Manipulation, all command, creation.


skill: sword art skill master,mind reader.


yuuta mengamati Status nya dengan teliti dan menatap dua skill yang tampak nya baru di tambahkan oleh kakek dewa.


"creation dan all command?"tanya yuuta.


yuuta membuka ponsel nya dan mencari tahu soal dua skill itu.


creation: skill ini memungkinkan pengguna nya untuk menciptakan apapun baik itu makhluk hidup atau pun makhluk tidak hidup.


all command: skill ini memungkinkan penggunanya untuk mengendalikan semua makhluk hidup termasuk ras iblis.


yuuta menatap penjelasan itu dan menghela nafas sambil memejamkan mata nya.


"kakek dewa anda mau ngelawak ya"gumam yuuta.


yuuta meletakkan ponsel nya dan pintu kaamr terbuka, di depan nya luchifer berdiri sambil membawa semangkuk sup untuk nya.


"eh luchifer?"tanya yuuta.


"anu ku pikir kau lapar jadi ku bawakan sup ini"kata luchifer.


"begitu ya"kata yuuta.


luchifer meletakkan mangkuk sup itu di atas meja dan menatap yuuta yang sedang duduk di atas kasur.


"apa kau tak suka aku membawakan sup itu?"tanya luchifer.


"ah tidak justru aku harus berterima kasih karena kau membawakan nya, kebetulan aku juga cukup lapar sekarang"kata yuuta.


"begitu ya syukurlah"kata luchifer.


"bagaimana rasanya?"tanya luchifer.


"enak sih tapi kau kebanyakan memasukan garam ke sup ini"kata yuuta.


"eh?!"seru luchifer.


yuuta menatap luchifer yang terlihat Panik mendengar pendapat nya.


"padahal hanya kebanyakan garam tapi panik nya seperti ketemu Shin megami tensei"gumam yuuta.


yuuta segera menghabiskan sup itu dan menatap luchifer.


"hei luchifer apa kau bisa jelaskan kepada ku soal akademi ini?"tanya yuuta.


"ah tentu saja"jawab luchifer.


yuuta duduk sambil mendengarkan penjelasan luchifer soal akademi ini, akademi tempat yuuta berada adalah akademi yang didirikan oleh kerajaan khusus untuk anak dengan bakat sihir yang tinggi. yuuta memejamkan matanya dan menatap luchifer yang duduk di samping kasur nya.


"hei luchifer apa akademi ini khusus untuk bangsawan atau semua orang boleh masuk ke sini?"tanya yuuta.


"akademi didirikan untuk semua kalangan jadi di sini tak hanya ada bangsawan saja"kata luchifer.


"hmm begitu ya "kata yuuta.


yuuta memejamkan matanya dan memikirkan penjelasan luchifer, ia menghela nafas dan menatap luchifer dengan santai.


"kurasa mungkin besok aku akan bicara kepada kepala sekolah soal tawaran nya tadi"kata yuuta.


"begitu ya, kalau begitu aku pergi dulu karena aku masih ada urusan lain"kata luchifer.


"baiklah sampai jumpa besok dan terimakasih soal sup nya"kata yuuta.


"ah ya sama sama"kata luchifer.


luchifer bergegas keluar dari sana dan yuuta membaringkan tubuhnya di kasur sambil memejamkan mata nya.


"entah kenapa aku malah teringat dengan hanabi sekarang"gumam yuuta.


*in another place*


"hah akhirnya jam istirahat juga"gumam hanabi.


hanabi memasukan buku pelajaran nya dan mengambil kotak bekal nya, ia membuka kotak bekal itu dan segera memakan nya, sudah beberapa hari setelah Kematian yuuta karena kecelakaan waktu itu.


hanabi memakan bekal nya dan menghela nafas, ia masih tak bisa melupakan yuuta yang telah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan nya.


"andai kau berada di sini"gumam hanabi.


hanabi menoleh dan menatap kearah sebuah bangku kosong di belakang, ia menatap bangku itu dan menghela nafas panjang.


"aku harus semangat hari ini"gumam hanabi.


hanabi menghirup nafas dan bergegas menghabiskan bekal nya, setelah itu ia meraih buku catatan nya dan mulai membaca nya untuk pelajaran berikut nya.


"hai hanabi"


hanabi mengarahkan pandangan nya ke sumber suara itu, seorang anak perempuan berdiri di samping bangku nya sambil tersenyum, dia adalah kanzaki Kaori sahabat hanabi sejak kelas 6 sekolah dasar.


"ah Kaori ada apa?"tanya hanabi.


"tidak ada hanya ingin menyapa mu saja"kata Kaori.


"begitu ya"kata hanabi.


hanabi mengedarkan pandangan nya ke penjuru kelas dan menghela nafas, tak lama kemudian pintu kelas terbuka dan seorang anak laki laki dengan jas sekolah masuk dan menghampiri hanabi yang duduk di bangku nya.


"hai hanabi "kata anak itu.


anak itu bernama kazumaki Kazuya ketua OSIS di sekolah dan ketua kelas di kelas hanabi, anak itu berdiri di dekat bangku hanabi sambil menunjukan senyuman santai.


"ah Kazuya ada apa?"tanya hanabi.


"apa kau ingin makan siang bareng siang ini?"tanya Kazuya.


"hm kurasa tidak, aku ingin ke perpustakaan sehabis ini"kata hanabi.


"begitu ya sayang sekali"kata Kazuya.


saat Kazuya hendak berjalan pergi tiba tiba beberapa anak di kelas berteriak, di tengah ruang kelas muncul lingkaran aneh yang bercahaya, lingkaran itu meluas hingga sekeliling kelas. hanabi menatap lingkaran itu dengan ketakutan sedangkan Kazuya mencoba menenangkan kepanikan di kelas karena lingkaran itu, hanabi merangkul Kaori dengan takut dan menatap lingkaran itu.


"apa yang terjadi ?"tanya hanabi.


"aku juga tak tahu"kata Kaori.


terdengar teriakan yang sama di beberapa ruangan di sekolah, lingkaran itu kemudian memancarkan cahaya yang menelan semua murid di kelas itu.


~~ sudut pandang hanabi ~~


aku membuka mata ku dan mengamati sekitar ku, aku bangkit berdiri dan menatap teman teman sekelas ku yang terbaring di tempat itu.


"dimana aku?"tanya ku dengan tak percaya.


lingkaran misterius itu telah membawa kami semua ke sebuah tempat yang sangat asing bagiku, aku mengedarkan pandangan ku ke sekitar dan bergegas menghampiri Kaori yang terbaring di dekat ku.


"hei Kaori "kata ku sambil menggoyang goyangkan pundak nya.


setelah mencoba membangunkan nya akhirnya Kaori sadar dan menatap diriku dengan bingung.


"apa yang terjadi hanabi?"tanya Kaori.


"aku juga tak tahu"kata hanabi.


aku dan Kaori mengedarkan pandangan ku ke sekitar dan menatap seorang laki laki dengan jubah panjang berjalan menghampiri kami.


"selamat datang di dunia kami para pahlawan"kata laki laki itu.