
~~ sudut pandang yuuta ~~
Pagi ini aku berdiri di depan cermin sambil membenarkan posisi equipment yang kemarin ku beli, hari ini aku ingin pergi ke guild untuk menjalankan quest sekalian untuk mencoba menaikan level ku sebisa mungkin, kebetulan hari ini akademi sihir libur karena ini hari sabtu jadi aku memutuskan untuk berburu seharian hari ini.
“sepertinya anda ingin berburu hari ini”kata tuan sean yang menatapku saat masuk ke dalam.
“ya, aku berpikir untuk menaikan level ku seharian ini”kata ku.
“begitu ya, lalu apa anda akan menggunakan bahamut hari ini?”tanya tuan sean.
“kurasa tidak, mungkin dalam perjalanan nanti aku akan membeli pedang”kata ku.
“kalau begitu anda tunggu di sini, saya akan carikan senjata yang sekira nya cocok untuk anda”kata tuan sean.
Aku menatap tuan sean yang berjalan keluar dari kamar ku dan aku duduk di kursi meja belajar ku untuk menunggu tuan sean yang sedang mencarikan senjata untuk ku, sepuluh menit kemudian tuan sean kembali ke kamar ku sambil membawa sebuah pedang hitam dengan sarungnya yang tertutupi oleh debu.
“maaf karena pedang ini nampak kotor tuan yuuta”kata tuan sean sambil memberikan pedang itu kepada ku.
“tak masalah yang terpenting aku memiliki senjata untuk berburu hari ini”kkata ku sambil menerima pedang itu.
Aku mengamati pedang itu dengan seksama dan menggunakan appraisal untuk melihat status pedang itu.
[nama: black white cross sword
Rarity: super rare
Dmg: 9.500
Dur: 500
Bonus abillity: sharp blade: meningkatkan ketajaman pedang hingga maksimum]
Aku sedikit terkejut karena bonus abillity pedang ini membuat bilah pedang menjadi sangat tajam, dengan santai kemudian aku memasangkan pedang itu ke pinggang ku dan mengecek kembali persiapan ku seperti persediaan potion, anti racun, dan sebuah belati kecil untuk berjaga-jaga,
Setelah di rasa semua hal yang ku perlukan sudah beres kemudian aku berpamitan dengan tuan sean dan segera berangkat menuju ke guild petualang, setelah keluar dari gerbang rumah aku berjalan dengan santai sambil menikmati udara pagi yang sangat segar hari ini.
“kalau ku ingat-ingat aku masih belum mengambil job class, mungkin sesampai nya di guild aku ambil job class dulu”batin ku.
~~ sudut pandang luchifer ~~
Aku saat ini berada di guild petualang bersama dengan marina, hari ini aku berencana untuk pergu berburu monster bersama dengan sasha dan teman-teman nya.
“marina apa ayah mu tak masalah soal ini?”tanya ku kepada marina yang berdiri di sebelah ku dengan gugup.
“ayah bilang tak masalah, selama aku tidak menjalankan quest yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi”kata marina.
Aku hanya bisa menghela nafas dan berdiri di dekat papan quest menunggu sasha dan teman-teman nya datang hari ini, sesaat kemudian pintu masuk guild petualang terbuka dan nampak seorang anak laki laki berambut putih yang mengenakan black iron leather armor, black leatherhand glove,dan reinforced black leather boots masuk kedalam guild.
“itu bukan nya yuuta, penampilan nya nampak berbeda sekali”kata marina.
Yuuta berjalan menuju ke meja resepsionis dan nampak berbicara dengan resepsionis, di pinggang nya tergantung sebuah pedang hitam yang berbeda dari bahamut.
“pedang itu kalau tak salah white cross black sword, pedang dengan tingkat rarity super rare”kata marina.
“tunggu darimana kau tahu nama pedang itu?”tanya ku.
“aku menggunakan appraisal kepada pedang itu, dan dapat melihat status pedang itu dengan detail”kata marina.
“begitu ya”kata ku dengan santai.
Aku terus mengamati yuuta dari kejauhan, ia nampak tak menyadari aku sedang mengamati nya dari jauh, saat tengah mengamati yuuta tiba tiba sebuah tangan meraih pundak ku dan marina.
“apa yang sedang kalian lihat?”tanya sasha.
“tidak ada”jawab ku dan marina serempak.
Sasha memiringkan kepala nya dan melipat tangan nya di dada dan menyandarkan punggung nya di dinding, kemudian ia menyadari seorang anak laki laki yang cukup mudah di kenali sedang berada di depan meja resepsionis.
“aku tak menyangka anak itu berniat berburu juga hari ini”kata sasha sambil mengamati yuuta.
Aku hanya bisa menghela nafas dan berharap yuuta tak terkena masalah hari ini, mengingat beberapa hari lalu ia selalu kena masalah terus.
~~ sudut pandang yuuta ~~
“aku ingin mengambil job class”kata ku kepada resepsionis sambil menunjukan kartu guild ku.
Resepsionis itu nampak terkejut karena aku baru hendak mengambil job class, dia kemudian menerima kartu guild ku dan mengamati nya sejenak, kemudian ia meraih sebuah buku besar dan memberikan nya pada ku.
“pilih lah job class yang ada di buku itu, setelah kau menentukan pilihan mu kau akan mendapatkan job yang kau pilih”kata resepsionis itu.
Aku membuka buku itu dan mengamati job class yang ada di buku itu, dengan ragu aku terus membalikan halaman buku itu dan tertarik pada job class paladin dan grand knight.
“umm resepsionis san apa seseorang dapat memilih dua job sekaligus?”tanya ku.
“itu tidak bisa, namun bila memiliki job class khusus yang biasanya gabungan dari dua atau tiga job class masih memungkinkan walau rasionya sangat kecil”kata resepsionis san.
“begitu ya apa kau bisa jelaskan soal grand knight pada ku?”tanya ku.
“ah tentu saja, job class grand knight adalah job class puncak dari job knight, grand knight memiliki kemampuan mensummon knight yang level nya bervariasi tergantung level pemilik job class ini, dan juga menguasai knight swordmanship art series yang di golongkan pada series skill”kata resepsionis san.
“begitu ya”kata ku.
Kemudian aku kembali merenungkan keputusan ku terhadap dua job class yang membuat ku tertarik ini, saat aku tengah memikirkan pilihan ku tiba tiba terlintas sebuah job class yang memiliki tingkat yang hampir sama dengan grand knight.
“apa aku bisa pilih grand black knight?”tanya ku pada resepsionis.
Resepsionis tampak terkejut dengan job class yang ku pilih dan hendak menjawab pertanyaan ku itu, namun saat ia hendak membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan ku tubuh ku di selimuti cahaya putih yang tiba-tiba muncul.
nama: yuuta hibiki
umur: 16 tahun
ras: manusia,half elf,demi God
element: api, air, angin, tanah, cahaya, kegelapan.
Job class: grand black knight
title: -
Lvl :300
HP: ∞
MP: ∞
STR: - VIT: - INT: - AGI: - DEX: - Luc: -
Skill unique: astral knight,unlimited magic,mana controling, Manipulation, knight aura,warcry.
Skill: sword art master,mind reader, appraisal, imperial black knight swordmanship art series, summon black knight.
Aku tersenyum kecut karena aku mendapatkan job class grand black knight, resepsionis menatap kartu guild ku dengan sangat terkejut, ku pikir sedikit mustahil untuk memiliki job class ini namun sepertinya memang tidak mustahil bila dengan level dan status ku saat ini.
“s..s..s..selamat kau m..m..mendapatkan special job class grand black knight”kata resepsionis dengan terbata-bata.
Seketika semua petualang yang ada di dekat meja resepsionis berbondong-bondong melihat kartu guild ku, mereka menatap kartu guild ku dengan sangat tak percaya karena aku mendapatkan job class grand black knight.
Aku hanya bisa menghela nafas menatap para petualang yang melihat kartu guild ku, kemudian aku mendekati meja resepsionis dan mengambil kartu guild ku kembali dan berjalan mendekati papan quest untuk memilih quest.
“lebih baik ambil dua atau tiga quest sekaligus lalu pergi dari tempat ini”batin ku.
Aku kemudian mengambil tiga quest acak dan melaporkan nya ke resepsionis, setelah itu berjalan pergi dari sana agar tak terjadi keributan lain.
~~ sudut pandang luchifer ~~
Aku berjalan di jalan setapak yang berada di padang rumput yang ada di barat kota bersama sasha, marina, dan yang lain nya, quest yang kami ambil adalah berburu plain boar yang hidup di padang rumput ini, kami semua terus menyusuri padang rumput untuk mencari plain boar namun tak satu pun dari mereka yang terlihat.
“dimana para plain wild boar itu, bukankah ini musim mereka berkembang biak”kata sasha.
“mungkinkah ada petualang yang memburu mereka lebih awal dari kita?”tanya marina.
“kurasa tidak, bila ada petualang lain pastinya akan ada keributan di sini”kata sasha.
“benar juga sih, oh ya marina kau kan punya skill long sense kenapa tidak kau gunakan saja?”tanya ku.
“benar juga ya”kata marina.
“long sense”
Kami semua berhenti dan menatap marina yang sedang mencari keberadaan plain wild boar atau petualang lain di tempat ini, kemudian marina menggelengkan kepala nya pertanda ia tak menangkap apapun di tempat ini.
“kita kembali saja, sudah mau makan siang”kata sasha.
Kami semua mengangguk mendengar saran sasha dan memutuskan untuk kembali ke kota, dengan sedikit kecewa aku berjalan mengikuti sasha dan yang lain nya, kami semua terus berjalan selama 20 menit dan akhirnya kami tiba di dekat gerbang kota.
Dengan tak semangat kami memutuskan beristirahat di bawah sebuah pohon dekat gerbang kota, aku hanya bisa duduk dan mendengarkan sasha yang tak henti-henti nya menggerutu karena tak dapat buruan sama sekali.
“hei luchifer apa yuuta saat ini sedang berburu?”tanya marina.
“sepertinya iya, melihat kekuatan nya mungkin dia menjalankan quest rank silver keatas”kata ku.
“begitu ya, mungkin dia sedang bersenang-senang saat ini”kata marina.
“aku juga berpikir begitu”kataku sambil merapatkan kedua lutut ku.
*di tempat lain
~~ sudut pandang yuuta ~~
“black cutter”
Aku mengayunkan pedang ku secara horizontal kearah seekor goblin yang saat ini terdiam kaku di depan ku, seketika kepala goblin itu terpenggal dan dengan santai aku menatap mayat goblin itu.
“satu sudah ku bunuh, tinggal 19 lagi”kata ku sambil menatap ke arah semak semak.
Gerombolan goblin keluar dari semak semak dan sedang berlari kearah ku, dengan santai aku melesat dengan kecepatan tinggi kearah mereka dan segera membunuh mereka satu persatu.
“kiikk!!!”
“ngiikk!!!”
“kieek!!”
Satu persatu goblin yang menyerang ku terbunuh, tak sampai lima menit kemudian gerombolan goblin itu sudah tergeletak tak bernyawa, dengan santai aku mengumpulkan mayat mereka dan memotong telinga mereka sebagai bukti yang akan ku serahkan kepada guild.
“goblin memang tidak memiliki kecerdasan yang tinggi, namun mereka itu cukup cerdik”gumam ku sambil menatap mayat goblin yang berserakan di tanah.
kemudian aku mengumpulkan mayat mereka dan menumpuknya menjadi gunungan mayat, setelah itu aku merapal sihir api dan menembakan nya kearah gunungan mayat goblin di hadapan ku.
Tanpa menunggu gunungan mayat goblin itu terbakar habis aku segera melesat pergi untuk mencari goblin lain nya yang ada di sekitar tempat ku.
“masih ada dua quest lagi, semangat yuuta”gumam ku untuk memberi semangat pada diriku sendiri