
~~ sudut pandang luchifer ~~
Aku, sasha, marina, dan yang lain nya duduk di bar guild dan memesang beberapa makanan dan minuman, sasha terus saja menggerutu sedang kan aku hanya bisa diam sambil memakan roti bakar yang ku pesan.
“apa kita harus mengambil quest lain ya?”tanya ku.
“itu bukan ide yang bagus, saat ini marina masih belum siap untuk menjalankan quest dengan tingkat bahaya tinggi”kata sasha sambil menghela nafas.
*kling
Aku menoleh ke belakang dan menatap anak berambut putih dengan armor yang penuh dengan noda darah masuk ke dalam guild sambil membawa sebuah keranjang berukuran besar di tangan kanan nya, ia kemudian meletakan keranjang itu di hadapan resepsionis yang sangat terkejut dengan hasil buruan nya.
“total ada 20 telinga goblin dengan tambahan satu telinga goblin king, lalu 25 tanduk serigala bertanduk, dan satu cangkang rock turtle”
Aku dan yang lain nya membelalakan mata setelah mendengar jumlah yang di sebutkan oleh nya, resepsionis melihat isi keranjang itu dan menatap anak berambut putih itu dengan syok, bukan hanya resepsionis namun semua semua petualang yang ada di sini juga nampak syok setelah mendengar apa yang di sebutkan anak itu.
“kau pasti bercanda kan”kata sasha yang tak bisa menyembunyikan rasa terkejut nya.
Resepsionis kemudian mengeluarkan sebuah telinga besar berwarna hijau dan menatap nya dengan tak percaya.
“i...i..ini sungguhan telinga goblin king”kata resepsionis dengan terbata-bata.
Suasana guild petualang menjadi sangat riuh karena telinga goblin king yang di pegang oleh resepsionis, seluruh petualang berbondong-bondong ingin melihat benda itu dari dekat, bahkan bukan hanya para petualang namun juga beberapa prajurit kota dan penduduk kota juga ingin melihat benda itu.
“ini sungguhan telinga goblin king”
“sulit di percaya, goblin king kalah dengan anak umur 16 tahun”
“ini adalah berita paling mengagetkan di kota”
Saat semua orang sibuk unuk melihat lebih dekat telinga goblin king itu, anak laki-laki itu menghela nafas dan berjalan ke arah bar dan menatap ku yang duduk di salah satu meja bersama sasha, marina, dan yang lain nya.
“yuuta ini sungguhan kau bukan?”tanya ku sambil menatap yuuta yang berdiri di depanku dengan armor penuh noda darah.
“ya ini aku yuuta”kata yuuta dengan sangat ringan.
Sasha, marina dan teman teman nya hanya bisa terkejut karena orang yang mengalahkan goblin king adalah yuuta, dengan santai yuuta duduk di samping ku dan menoleh menatap orang orang berkerumun untuk melihat telinga goblin king dari dekat.
“ku pikir tak akan jadi masalah bila aku membawa telinga goblin king, ternyata perkiraan ku salah besar”kata yuuta dengan tak semangat.
Yuuta menghela nafas melihat kerumunan orang yang memadati meja resepsionis dan mengeluarkan sebuah lap dan mulai mengelap pedang hitam yang ada di pinggang nya.
“yuuta apa kau sungguhan membunuh goblin king dengan pedang berdebu di tangan mu itu?”tanya sasha.
“tentu saja mana mungkin aku pakai ranting pohon untuk mengalahkan nya”jawab yuuta.
Sasha nampak terkejut dengan jawaban yuuta dan memilih untuk tidak bertanya lagi kepada yuuta, semakin lama semakin banyak orang yang datang ke guild untuk melihat telinga goblin king.
Saat suasana guild sedang ramai-ramainya pintu masuk guild terbuka dan nampak beberapa ksatria dengan armor perak masuk ke dalam guild dan membuat semua orang yang ada di dalam sana menjauh dari meja resepsionis, mereka menatap telinga goblin king yang di pegang resepsionis dan mengamati semua orang yang ada di tempat ini.
“siapa di antara kalian yang membawa telinga goblin king itu?”tanya salah satu dengan suara lantang.
Semua orang termasuk aku dan sasha diam tak menjawab pertanyaan orang itu, kemudian yuuta bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan ke arah pintu keluar tanpa mempedulikan beberapa ksatria yang saat ini berdiri di depan meja resepsionis.
“oi bocah mau kemana kau?”tanya salah satu ksatria kepada yuuta.
“berburu monster lagi”jawab yuuta.
“berani nya kau mengabaikan kami ksatria suci, apa kau bosan hidup?”tanya ksatria itu sambil menatap yuuta dengan tatapan merendahkan.
“justru kalian lah yang sudah bosan hidup dengan berani nya menghalangi jalan ku”kata yuuta dengan suara datar.
Setelah mendengar kata kata itu dari yuuta semua ksatria yang ada di dalam guild mencabut pedang mereka dan mengacungkan nya kepada yuuta.
“cepat lah kau bersujud dan memohon ampun kepada kami semua”kata ksatria yang saat ini berdiri di depan meja resepsionis.
“aku menolak”kata yuuta dengan santai.
Sasha, marina, dan teman-teman nya terkejut mendengar penolakan yuuta yang cukup frontal.
“apa anak itu tak punya rasa takut sama sekali?”tanya sasha.
“tenang saja dia akan baik-baik saja”kata ku sambil meminum teh yang ku pesan.
“kenapa kau bisa semudah itu berkata begitu?”tanya sasha.
“kalian perhatikan saja apa yang di lakukan yuuta”kata ku.
Sasha menatap ku dengan heran dan mengamati yuuta yang masih berdiri dengan santai.
~~ sudut pandang yuuta ~~
aku memperhatikan seluruh ksatria suci yang mengacungkan senjata mereka pada ku dengan seksama, total ada 5 ksatria suci yang saat ini mengacungkan senjata mereka pada ku.
“kalian sudah membuat sebuah kesalahan besar berhadapan dengan ku”kata ku dengan nada serius.
Setelah mengatakan hal itu aku mengarahkan tangan ku ke hadapan ku, tanpa mengucapkan mantra sebuah lingkaran sihir pemanggil muncul dan dari dalam lingkaran itu keluarlah sosok ksatria dengan armor serba hitam dengan longsword dan perisai di kedua tangan nya.
“i..i..i..itu black knight”
“anak itu adalah pemilik special job class grand black knight”
“aku tak bisa percaya kalau anak itu orang nya”
Para ksatria suci itu terdiam menatap ku yang memanggil black knight di hadapan mereka, black knight yang ku panggil kemudian mencabut pedang nya dan mengarahkan nya kepada para ksatria suci itu.
“berani sekali ksatria suci rendahan seperti kalian mengacungkan senjata kalian kepada master”kata black knight kepada semua ksatria suci.
Ucapan black knight itu bagaikan sambaran petir bagi para ksatria suci itu, kaki mereka gemetar seketika setelah aku dan black knight itu mengeluarkan knight aura bersamaan.
“jadi apakah kalian akan bersujud dan memohon ampun pada ku?”tanya ku menatap lima ksatria suci yang saat ini mematung ketakutan.
Dengan segera setelah aku mengatakan hal itu seluruh ksatria suci yang tadi nya mengacungkan senjata mereka pada ku langsung bersujud di hadapan ku dan memohon ampun pada ku.
“baiklah aku memaafkan kalian, tapi bila aku dengar kalian mengulangi hal ini lagi bersiaplah kesatuan tempat kalian bertugas akan ku ratakan dengan tanah”kata ku dengan nada ancaman kepada mereka.
“b.b...b..baiklah”kata lima ksatria suci itu.
Kemudian mereka berlima bangkit dan bergegas untuk pergi dari hadapan ku, setelah mereka pergi dari hadapan ku aku kemudian menghela nafas dan meminta black knight yang ku panggil untuk kembali ke tempat nya.
“merepotkan sekali”kata ku sambil mengacak-acak rambut ku.
Kemudian aku berjalan menuju ke pintu dan keluar dari sana meninggalkan semua orang yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi barusan.