My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
prologue




"Yo hanabi Chan!"sapa ku kepada hanabi


Pagi hari itu hanabi sudah menunggu ku di depan rumahku,hanya dia yang mau menunggu ku selama ini.


"Yuuta Kun ayo!!"tarik hanabi dengan semangat


Itu lah cara hanabi untuk membangkitkan semangat ku,agar aku mau berangkat sekolah dengan hati yang senang


Jujur aku sudah membaca perilaku itu dan aku sudah memakluminya,dan orang tua hanabi yang tak lain adalah teman masa SMA ayah ku mereka bahkan tahu kalau aku butuh sesuatu,sebenarnya aku agak tidak suka tapi alasan mereka membuatku harus berpikir dua kali.



Kami berjalan menuju ke sekolah kami yang jaraknya tak jauh dari komplek perumahan kami,hanabi selalu terlihat senang bila ia berangkat dengan ku.


"Hanabi Chan kau terlihat agak beda hari ini"kataku


"Lho aku ini masih sama tau"kata hanabi


Kami akhirnya sampai disekolah,dengan cepat kami masuk kedalam kelas dan duduk di bangku kami masing masing.



Aku kemudian membuka buku catatan ku dan membaca nya,dari jauh beberapa murid mulai membicarakan ku.hal itu wajar karena aku adalah seorang otaku,dikelas ku otaku di pandang sebagai pengecut dan penakut. jujur aku sebenarnya sudah agak jengkel tapi aku selalu ingat kata kata hanabi.


"Jangan didengarkan mereka hanya iri dengan mu"kata kata dari hanabi yang selalu teringat di kepala ku saat semua anak sedang mengganggu ku.



Kemudian bel sekolah berbunyi dan semua murid mulai duduk di tempat mereka masing masing,pak guru kemudian masuk kedalam dengan tumpukan kertas yang agak tebal.


Itu adalah hasil ulangan seminggu lalu,kemudian satu persatu anak di panggil kedepan oleh pak guru.


"Yuuta nilai mu selalu bagus semangat belajarnya ya nak"kata pak guru sambil memberikan kertas ulangan ku.semua anak menatap ku dengan tatapan benci karena selalu mendapat nilai bagus.



Setelah itu pak guru mulai menjelaskan materi baru,setelah hampir tiga jam akhirnya bel istirahat berbunyi dan pak guru berjalan keluar.aku kemudian mengambil camilan ku yang ku bawa dari rumah dan memakannya.



Setelah itu aku berjalan keluar untuk mencari udara segar,aku terus berjalan menuju ke taman sekolah.aku kemudian duduk di bawah pohon dan mulai menatap danau di tengah taman,entah kenapa aku rasanya tidak memiliki gairah hidup.kemudian aku membuang nafas dan bangkit dari duduk ku dan berjalan kembali ke kelas,didepan sudah menunggu tiga anak yang selalu menggangguku.



"Hei lemah kau ternyata masih bisa berjalan juga ya"kata anak anak itu


Aku hanya bisa menatap ketiga anak itu dengan tak tertarik.setelah itu aku mulai berjalan melewati mereka bertiga,dan tiba tiba sebuah kaleng minuman di lempar ke arahku.


"Pergi sana dasar otaku"kata anak anak itu


Sebuah lemparan hampir mengenai ku,tetapi seorang anak laki laki dengan beberapa temannya berhasil menangkis kaleng minuman itu.


"Hoi kalian kembali kesini!"teriak shinji senpai


"Yuuta apa kau tak apa apa ?"tanya Shiro senpai


"Ya aku tak Apa apa"jawabku


"Anak nakal itu tak ada kapoknya "kata pak kagedawa


"Yah aku sepertinya harus mencatatnya di death note kesiswaan dan bimbingan konseling"kata pak Yamato


Mereka adalah orang yang selalu saja ada bila anak itu menggangu ku,pak kagedawa guru olahraga yang dikenal sangat galak,pak Yamato sang maha guru bimbingan konseling,Shiro senpai dan Shinji senpai yang merupakan seksi ketertiban OSIS disekolah.



Setelah itu mereka semua pamit dan pergi mencari anak anak yang tadi menggangguku,aku kemudian melanjutkan perjalanan ku kembali ke kelas.aku kemudian duduk di bangku ku dan melanjutkan membaca buku catatan ku,dengan agak bosan aku kemudian menengok ke luar jendela dan diluar ketiga anak yang tadi menggangguku sedang kejar kejaran dengan Shiro senpai dan Shinji senpai.




~~~~ sudut pandang hanabi ~~~~


Yuuta masih terus saja diganggu oleh ketiga anak itu,dengan agak sedih aku duduk dan memikirkan yuuta yang selalu di sakiti.setelah itu aku mulai membuka buku catatan ku dan menulis sebuah puisi.menulis puisi adalah hobi ku sejak kecil,bahkan dengan puisi ku aku bisa membuat yuuta tersenyum senang karena isinya yang selalu ku buat dengan sedikit bumbu komedi didalam nya.



Yuuta adalah teman masa kecil ku sekaligus sahabatku yang selalu ada untuku,jujur aku agak tertarik dengan sifat yuuta yang agak tertutup,ibaratkan sebuah dia itu seperti peti harta Karun yang masih terkunci.kita dibuat penasaran dengan isinya hal itu lah yang sekarang ada dalam benakku.jujur aku agak tidak terima dengan ejekan teman teman ku kepada yuuta yang memandang hobinya,yaitu menonton anime,membaca manga,dan membaca light novel.



Semua anak memandang yuuta sebagai sampah karena hobinya itu,aku bahkan sampai harus menutup telingaku ketika anak anak mulai membicarakan orang tua yuuta,ada yang bilang yuuta yang membunuhnya,dan ada juga yang bilang yuuta adalah anak buangan.sebenarnya kedua orang tua yuuta meninggal karena kecelakaan lalu lintas saat perjalanan pulang dari rumah kakek dan nenek nya. Yuuta masih hidup karena waktu itu kedua orang tua nya melindungi nya saat kecelakaan terjadi. itulah yang kutahu dari ayahku yang tak lain adalah teman SMA ayahnya yuuta dulu,aku memutuskan menjadi teman yuuta karena kata ibuku yuuta sudah beberapa kali ingin bunuh diri karena tekanan batin nya dan sampai sekarang aku menjadi sahabat yuuta dan tempat yuuta mencurahkan isi hatinya.



Aku berjalan pulang bersama yuuta,kami selalu pulang bersama karena rumah kami yang bersebelahan dan juga itu atas permintaan ayahku untuk menemani yuuta.


"Yuuta Kun apa kau sekarang tak berpikir untuk melawan anggapan teman teman yang lainnya?"tanyaku kepada yuuta


"Rasanya bakalan percuma bila aku bertindak deh"kata yuuta dengan nada bicara yang agak dingin.


Aku kemudian memikirkan kata kata yuuta,memang ada benarnya sih kata kata yuuta tentang hal itu.entah kenapa hatiku rasanya hangat sekali berada di dekat yuuta, setelah bertanya tanya aku kemudian tersenyum ke arah yuuta.



~~~~sudut pandang yuuta ~~~~


Aku masih berjalan dengan hanabi,hingga sampai pada pertigaan dekat perumahan kami.kami berdua kemudian menyebrang jalan,tetapi tiba tiba hanabi berhenti dan mengikat tali sepatunya.


"Hanabi cepatlah sebelum ada mobil yang lewat!"teriak ku kepada hanabi


Dari kejauhan sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan mengarah ke arah hanabi,spontan aku berlari kearah hanabi dan mendorongnya ke seberang jalan.tetapi aku kemudian tertabrak mobil itu dan tergeletak di jalan.


Dengan sisa kesadaran ku aku masih bisa melihat langit sore hari itu,dan kemudian hanabi memelukku dengan erat.


"Yuuta!!"teriak hanabi sambil menangis


"Ugh,hanabi sepertinya ini akan jadi pertemuan terakhir kita "kataku dengan suara ku yang lemah


"Jangan bilang begitu yuuta bertahanlah!"teriak hanabi


"Hanabi,bisa kau katakan pada sensei dan senpai aku sangat berterimakasih kepada mereka karena selalu membela ku"kataku sambil mencoba tersenyum di hadapan hanabi


Aku bisa merasakan air mata hanabi menetes mengenai wajahku.


"Yuuta jangan pergi "kata hanabi menangis


"Terimakasih telah menjadi sahabatku hanabi,dan sekarang kau harus mencari sahabat baru dan memulai hidup mu tanpa ku"kataku sambil memegang tangan nya


"Yuuta,aku sebenarnya menyukai mu!"kata hanabi sambil menangis di hadapan ku


"Hanabi terimakasih untuk perasaan mu dan puisi mu waktu itu"kataku dengan suara yang makin melemah.


Ditempat itu beberapa orang mencoba menolongku,tapi kurasa aku sudah tak bisa bertahan lagi dengan situasi ini.


"Nak bertahanlah "kata seorang laki laki kepada ku


"Yuuta bertahan lah ambulan sedang menuju kesini"kata hanabi sambil menggenggam tangan ku


"Terimakasih kalian semua kalian semua sangat baik dan hanabi bawalah gantungan kunci ku sebagai kenang kenangan kita,aku akan selalu ada bersama mu dimana pun kau berada"kata ku sambil memberikan gantungan kunci buatan ku sendiri kepada hanabi


"Dan terimakasih aku juga menyukaimu hanabi"kataku


Setelah mengucapkan kata kata itu kesadaran ku mulai hilang dan aku tak bisa mendengar suara hanabi lagi.



To be continued.