
~~ sudut pandang yuuta ~~
“ahh akhirnya bisa kembali ke akademi”kata ku dengan lega.
“sepertinya hari ini cukup melelahkan bagi mu ya yuuta”kata luchifer.
“ya hari yang cukup melelahkan”kata ku sambil tersenyum kecut.
Setelah selama dua jam berlatih bersama murid-murid akademi ksatria pada akhirnya kami di perbolehkan kembali ke akademi masing-masing, aku berjalan di barisan terdepan bersama kepala sekolah, tuan karl, maria, sasha, luchifer, dan marina.
“bosan sekali kurasa aku harus mengecek shop”batin ku.
“open shop”
Sebuah bilah berisi daftar barang yang di jual shop muncul di depan ku, dengan santai aku melihat-lihat isi shop untuk mencari beberapa skill atau perlengkapan yang mungkin berguna, saat melihat-lihat tatapan ku tertuju pada beberapa skill book yang di tampilkan di beranda shop.
[smithing skill book (basic)
Rarity: common
Dengan skill ini pemilik skill dapat membuat dan memperbaiki senjata atau armor sendiri, sangat cocok ketika sedang melakukan perjalanan jauh.
Harga: 20 shop token
Unlock skill: enchant : skill untuk memperkuat senjata atau armor dengan efek khusus
Repair: skill untuk memulihkan durability senjata atau armor, banyak nya durability yang di pulihkan tergantung dari tingkat LUC dan tingkat skill smithing pemilik]
[dual wielding skill book (basic)
Rarity: rare
Dengan skill ini pemilik skill dapat menggunakan dua pedang sekaligus dan menggunakan skill untuk dua pedang.
Bonus effect: meningkat kan kecepatan serangan sebanyak 20% saat menggunakan dua pedang.
Meningkatkan kekuatan serangan sebanyak 20% saat menggunakan dua pedang.
Harga: 50 shop token
Unlock skill: dual sword dance art: dengan skill ini pengguna dapat menggunakan seni tarian pedang ganda yang memiliki dua belas bentuk gerakan.]
Aku menatap dua skillbook itu dan memutuskan untuk membeli nya, setelah proses pembelian selesai aku menutup shop dan kembali berjalan seperti biasa.
[tuan yuuta apa anda tidak mau mempelajari dua skill itu sekarang?]
“bila aku melakukan nya di sini nanti terjadi keributan”kata ku kepada system.
[ah benar juga ya, bodoh nya aku]
Aku menghela nafas mendengar kata-kata system yang mengutuk diri nya sendiri karena kebodohan nya, setelah berjalan beberapa menit akhirnya kami semua tiba di depan akademi sihir dan berpisah dengan murid akademi ksatria.
Dengan santai aku melesat lebih dulu meninggalkan teman-teman ku di belakang untuk menuju ke kelas, sesampai nya di kelas aku segera duduk di bangku ku dan meletakan kepala ku di atas meja dengan lega.
“akhirnya sampai juga”kata ku lega.
“mouu kau itu terburu-buru sekali mau kembali ke kelas”kata luchifer yang berdiri di depan pintu sambil menatap ku.
Luchifer kemudian masuk ke dalam dan duduk di samping ku sambil menghela nafas panjang dan menyandarkan punggung nya di kursi.
“sepertinya bukan aku saja yang ingin cepat-cepat kembali ke kelas”kata ku kepada luchifer.
“t..tentu saja bodoh”kata luchifer sambil memalingkan wajah nya.
Aku menghela nafas lalu mengangkat kepala ku kembali dan mengeluarkan dua skill book yang ku beli dari magic bag, berhubung semua murid masih belum masuk ke kelas cepat-cepat aku segera mempelajari dua skill book itu.
[selamat anda telah mempelajari smithing skill book, mulai sekarang anda dapat menggunakan keahlian ini]
[skill baru telah di tambahkan: enchant : skill untuk memperkuat senjata atau armor dengan efek khusus.
Repair: skill untuk memulihkan durability senjata atau armor, banyak nya durability yang di pulihkan tergantung dari tingkat LUC dan tingkat skill smithing pemilik]
[selamat anda telah mempelajari dual wielding skill book, mulai sekarang anda dapat menggunakan dua pedang sekaligus]
[skill baru telah di tambahkan: dual sword dance art : dengan skill ini pengguna dapat menggunakan seni tarian pedang ganda yang memiliki dua belas bentuk gerakan]
Setelah pemberitahuan itu muncul aku menghela nafas lega, tepat setelah mempelajari dua skill itu semua murid mulai memasuki kelas dan duduk di bangku mereka masing-masing.
“cepat sekali kalian berdua sampai di kelas”kata sasha yang telah masuk ke kelas bersama sasha dan hendak duduk di bangku nya.
Setelah semua murid masuk dan duduk di bangku mereka masing-masing bu mira masuk ke dalam sambil membawa buku dan tongkat sihir, setelah meletakan buku dan tongkat sihir nya di atas meja bu mira mengamati kami semua untuk memastikan tidak ada anak yang masih belum masuk ke kelas.
“baiklah kita mulai pelajaran nya”kata bu mira.
Dengan santai aku mengeluarkan buku pelajaran sihir ku dan membuka nya, bu mira kemudian segera memulai pelajaran hari ini.
** skip scene **
Aku duduk sambil menyandarkan kepala ku kepada tangan ku dan menatap keadaan kelas yang jadi sedikit senggang karena banyak murid yang pergi ke kantin untuk makan siang, dengan bosan aku beranjak dari tempat ku duduk dan berjalan keluar dari kelas.
“duh bosan nya”gumam ku sambil berjalan di koridor akademi.
Sekarang aku tidak tahu harus pergi kemana, sambil berjalan aku memikirkan tempat yang mungkin bisa ku kunjungi hari ini.
“hmm kurasa taman di halaman depan akademi tak masalah”gumam ku.
Dengan santai aku berjalan menuju ke taman yang ada di halaman depan akademi untuk bersantai menghabiskan waktu istirahat ku, setelah berjalan beberapa menit akhirnya aku tiba di taman yang ada di halaman depan akademi.
Taman nampak ramai dengan murid-murid yang sedang bersantai, aku mengamati sekitar dan memutuskan untuk duduk di bangku taman yang berada di bawah pohon.
“hmm enak nya ngapain ya di sini?”tanyaku pada diriku sendiri.
Aku memejamkan mataku dan memikirkan hal yang mungkin bisa ku lakukan di taman ini, saat ini aku merasa sangat bosan karena tak ada hal yang bisa ku lakukan, aku menghela nafas panjang dan beranjak dari tempat ku duduk untuk kembali ke kelas.
“oii yuuta!!!”
Aku membalikan tubuh ku dan menatap sasha yang berlari menghampiri ku, dengan santai aku menatap nya yang berhenti di hadapan ku dengan nafas terengah-engah.
“ada apa?”tanya ku dengan nada datar.
“hei yuuta apa kau sepulang sekolah ada kegiatan?”tanya sasha.
“banyak”jawab ku dengan santai.
Sasha yang mendengar kata-kata ku nampak membeku di tempat, tanpa mempedulikan sasha aku kemudian berjalan pergi untuk kembali ke kelas.
[tuan yuuta apa anda tak berlebihan menolak gadis itu?]
“itu tidak masalah, toh aku juga sepulang sekolah ingin melakukan sesuatu di rumah”kata ku kepada system.
[memang nya anda mau melakukan apa dirumah sepulang sekolah ini?]
“aku ingin membuat katana, sudah lama aku tidak membuat senjata”kata ku kepada system.
[ehh padahal anda bisa menciptakan senjata dengan skill creation anda, kenapa anda mau repot-repot membuat senjata]
“lalu bagi mu itu untuk apa aku mempelajari skill smithing huh, lagipula aku juga tak bisa terlalu bergantung kepada skill creation terus-menerus kan?”kata ku kepada system.
[kata-kata anda ada benar nya juga, dewa pastinya ingin anda tidak terlalu bergantung dengan skill pemberian nya]
“ya itu benar, oleh karena itu lah aku berencana untuk membuat senjata hari ini”kata ku kepada system
.
[begitu ya, aku paham]
“tapi sebelum itu aku harus mencari logam mineral untuk di jadikan bahan dasar”kata ku kepada system.
“oh benar kah dimana lokasi nya?”tanya ku kepada system.
[di puncak bukit yang ada di utara kota artesia anda dapat menemukan banyak sekali logam mineral di sana]
“begitu ya terimakasih telah memberi tahu ku”kata ku kepada system.
[sama-sama]
Telepati ku terputus dan aku meneruskan perjalanan ku kembali ke kelas dengan tenang sambil memasukan kedua tangan ku kedalam saku celana ku, setelah berjalan beberapa menit akhirnya aku tiba di kelas dan dengan segera duduk di bangku ku.
Tak lama kemudian luchifer dan marina masuk ke dalam kelas dan segera duduk di bangku mereka masing masing, aku duduk sambil membaca buku pelajaran untuk menunggu bel masuk.
“oh ya dari pada diam saja seperti ini sebaiknya aku mengecek pedang katana ku”gumam ku.
Dengan santai aku meletakan buku pelajaran lalu membuka magic bag dan mengeluarkan pedang katana ku yang tadi ku gunakan untuk mengecek keadaan nya.
[Nama: yuuta hibiki’s spiritual blade
Rarity: unique
Dmg: 4.500 -12.250
Dur: 120/500
Keterangan: pedang buatan yuuta hibiki yang terbuat dari campuran scarlet ore dan spirit ore yang mampu beresonasi dengan kekuatan spiritual seseorang.]
Aku yang melihat status durability pedang katana ku ini hanya bisa tersenyum kecut, ku pikir ketika di bawa kedunia ini dewa sudah memulihkan durability nya tapi ternyata pikiran ku salah.
“yah kurasa sepulang sekolah nanti ku sempatkan untuk memperbaiki pedang ini di rumah”batin ku.
Aku kemudian memasukan pedang katana ku kedalam magic bag dan memejamkan mata ku sambil menyandarkan punggung ku ke kursi ku, saat tengah memejamkan mata ku tiba-tiba ada sesuatu yang menarik lengan jas ku.
Aku membuka mata ku lalu menoleh ke samping kanan ku dan menatap luchifer yang menarik lengan jas ku dengan bingung.
“ada apa luchifer?”tanya ku.
“umm anu apa kau sepulang sekolah nanti ada kegiatan?”tanya luchifer.
“ada sih, memang nya ada apa?”tanya ku dengan penasaran.
“malam ini ayah mengundang mu untuk makan malam bersama di rumah ku, ah bila kau ada urusan kau tak perlu memaksakan untuk datang kok”kata luchifer.
“begitu ya, sayang sekali aku sepulang sekolah nanti akan pergi ke utara untuk mencari logam untuk membuat senjata”kata ku kepada luchifer.
“jadi begitu ya”kata luchifer dengan tidak semangat.
“maaf ya”kata ku kepada luchifer.
“tidak apa-apa, tak perlu meminta maaf aku bisa mengerti kalau kau sibuk hari ini”kata luchifer.
setelah luchifer mengatakan itu ia bangkit dari bangku nya dan berjalan pergi dari kelas, aku yang menatap luchifer merasa tak enak karena menolak undangan makan malam itu.
“apa dia berharap bisa makan malam bersama ku ya?”tanya ku dalam hati.
Aku kemudian kembali memejamkan mata ku dan menyandarkan punggung ku ke bangku ku sambil memikirkan luchifer yang pergi keluar tadi.
**ditempat lain**
Luchifer berdiri menatap cermin yang ada di kamar mandi perempuan, ia kemudian membasuh wajah nya dengan air lalu menghela nafas panjang sambil memejamkan mata nya.
“sayang sekali yuuta tak bisa datang malam ini”gumam luchifer.
Luchifer membuka matanya dan menatap dirinya di cermin, ia kemudian merapikan rambut nya lalu menghela nafas panjang.
“sebaiknya aku kembali ke kelas, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi”gumam luchifer.
Luchifer kemudian berjalan keluar dari kamar mandi untuk kembali ke kelas, setelah berjalan beberapa menit akhirnya ia tiba di kelas dan dengan segera duduk di bangku nya sembari menunggu bel masuk.
Tak lama setelah duduk di bangku nya bel berbunyi dan semua murid segera duduk di bangku mereka masing-masing untuk melanjutkan pelajaran hari ini.
Luchifer kemudian mengeluarkan buku pelajaran nya dan menatap yuuta yang sedang duduk santai sambil membaca buku pelajaran nya kembali, kemudian pintu kelas terbuka dan bu mira masuk ke dalam kelas untuk melanjutkan pelajaran.
** skip scene **
~~ sudut pandang yuuta ~~
Aku memasukan buku pelajaran ku kembali ke magic bag lalu mengeluarkan pedang katana ku dari dalam sana, beberapa anak mulai keluar dari kelas untuk pulang kerumah mereka masing-masing.
“hei yuuta apa kau yakin pergi ke utara sendirian nanti?”tanya luchifer yang berdiri di samping ku.
“ya, memang nya ada apa?”tanya ku balik.
“tidak ada apa-apa, hanya ingin memastikan saja”kata luchifer.
“begitu rupanya”kata ku.
Setelah memastikan tidak ada barang-barang kami yang tertinggal aku dan luchifer kemudian berjalan keluar dari kelas untuk pulang pulang bersama, sambil berjalan aku menatap pedang katana milik ku dengan seksama.
“ada apa yuuta?”tanya luchifer yang berjalan di samping ku.
“ah tidak ada apa-apa, hanya mengingat beberapa hal dari pedang ini”kata ku buru-buru memasang pedang katana ku ke pinggang.
“apa pedang itu sangat berharga untuk mu?”tanya luchifer.
“pedang ini cukup berharga untuk ku karena dalam pedang ini tersimpan kenangan ku di masa lalu bersama seseorang”kata ku sambil menatap langit.
“seseorang?, siapa dia?”tanya luchifer.
“hanya teman masa kecil itu saja”kata ku.
“hmm begitu ya”kata luchifer.
Saat tengah berjalan tiba-tiba luchifer menghentikan langkah kaki nya, dengan bingung aku berhenti lalu berbalik menatap nya.
“ada apa luchifer?”tanya ku dengan bingung.
“um ano... apa kau bisa mengajari ku teknik pedang yang kau gunakan saat pertandingan persahabatan tadi?”tanya luchifer dengan sedikit malu.
“eh... aku tak salah dengar kan?”batin ku dengan tak percaya.
Mendengar permintaan luchifer membuat ku terdiam, luchifer menatap ku menunggu jawaban dari ku soal permintaan nya ini, aku menghela nafas lalu menatap luchifer sambil tersenyum kecil.
“baiklah aku akan mengajari mu”jawab ku.
“eh sungguh?”tanya luchifer semangat.
“ya jadi persiapkan dirimu besok”kata ku.
Mendengar jawaban ku luchifer melompat-lompat senang, kami berdua kemudian kembali melanjutkan perjalanan pulang kami yang sempat terhenti sejenak tadi.
Setelah berjalan beberapa menit kami berdua akhirnya tiba di depan gerbang rumah luchifer, sesampai nya di sana luchifer berdiri di depan gerbang sambil menatap ku dengan senang.
“terimakasih telah mengantarku pulang hari ini”kata luchifer.
“ya sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu”kata ku sambil melambaikan tangan kepada luchifer.
Aku pun berbalik dan berjalan pergi meninggalkan rumah luchifer, sambil berjalan aku memikirkan rencana ku untuk pergi ke utara.
“kurasa aku pulang dulu untuk memperbaiki pedang ku ini dan bersiap-siap pergi ke utara”gumam ku.
Dengan santai aku berjalan pulang ke rumah ku untuk memperbaiki pedang ku dan bersiap-siap untuk berangkat ke utara, sambil berjalan aku menatap langit yang sudah berubah menjadi oranye karena matahari sudah hampir tenggelam.
author note:
maaf novel ini lama gak update, author lagi kehabisan ide buat lanjut ni novel.