
~~ sudut pandang yuuta ~~
Aku duduk di sebuah kursi kecil sambil memukul-mukul
pedang katana ku dengan palu pada anvil, saat ini aku sedang memperbaiki pedang
ku di bengkel besi pribadi ku.
“ternyata menempa pedang masih
menyenangkan juga”gumam ku.
Setelah menempa pedang katana ku selama hampir 2,5 jam
akhirnya proses perbaikan pedang ku selesai, dengan santai aku meletakan palu
di tangan ku lalu meraih pedang katana ku dan mengamati nya.
[Nama: yuuta hibiki’s spiritual blade
Rarity: unique
Dmg: 4.500 -12.250
Dur: 500
Keterangan: pedang buatan yuuta hibiki yang terbuat
dari campuran scarlet ore dan spirit ore yang mampu beresonasi dengan kekuatan
spiritual seseorang.]
Aku tersenyum senang melihat pedang ku sudah kembali
seperti semula, dengan santai aku memasukan nya ke dalam sarung pedang nya lalu
bangkit dari tempat ku duduk dan berjalan keluar untuk menuju ke kamar ku.
“hmm mungkin besok aku akan
mengupgrade pedang katana ini”kata ku sambil berjalan di lorong.
Setelah berjalan menaiki tangga dan berjalan beberapa
menit akhirnya aku tiba di depan kamar ku, dengan santai aku membuka pintu dan
masuk ke dalam, Dengan santai aku meletakan pedang katana ku di atas sebuah rak
pajangan lalu menatap jam yang ada di kamar ku yang menunjukan jam 11 malam.
“sudah selarut ini kah,
sepertinya aku terlalu asyik memperbaiki pedang ku tadi”gumam ku.
Aku menghela nafas memutuskan untuk tidur malam ini
karena besok aku masih harus sekolah dan mengajari luchifer teknik pernafasan
air, dengan santai aku membaringkan tubuh ku lalu tak lama kemudian tertidur
pulas.
~ keesokan pagi ~
~~ sudut pandang luchifer ~~
Aku membuka mata ku dan menatap sinar matahari yang
masuk ke kamar ku melewati celah jendela kamar ku, dengan agak ngantuk aku
bangkit dari tidur ku lalu merenggangkan tubuh ku.
“ughh sudah pagi ya?”gumam ku.
Dengan masih agak mengantuk aku bangkit dari kasur ku
dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membasuh muka ku dan mandi, lima menit
kemudian aku keluar dari kamar mandi lalu segera memakai seragam ku.
Setelah memakai seragam ku dengan santai aku berjalan
keluar dari kamar ku menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi ini, sesampai nya
di sana aku menatap ayah dan ibuku yang sudah duduk di tempat mereka sambil
minum teh.
“selamat pagi ayah ibu”sapa ku
kepada ayah dan ibuku.
“selamat pagi juga luchifer”balas
ayah dan ibu bersamaan.
Dengan santai aku kemudian duduk di kursi ku dan
meminum teh yang telah di hidangkan di hadapan ku.
“luchifer hari ini kau
terlihat lebih semangat dari hari-hari biasanya, apa ada sesuatu hari ini?”tanya
ayah sambil meletakan cangkir teh nya dan menatap ku.
“tidak ada apa-apa kok”kata ku
sambil meminum teh ku.
“apa kau hari ini janjian
pergi dengan anak laki-laki bernama yuuta itu?”tanya ibuku.
“t..tidak, hari ini suasana
hati ku sedang bagus itu saja”sangkal ku.
“fufu sepertinya anak ibu ini
sudah besar ya”goda ibuku.
“ibu ayolah jangan godain aku”kata
ku dengan sedikit kesal.
“sudah lah irene jangan godain
luchifer biarkan dia melakukan apa yang ia suka bersama anak itu”kata ayah
dengan santai.
“ibu jadi penasaran dengan
anak laki-laki bernama yuuta itu”kata ibuku.
“yah sayang sekali anak itu
tidak bisa hadir di acara makan malam kemarin”kata ayah sambil menghela nafas.
Kemudian pintu ruang makan terbuka dan nampak sasha
berdiri di dekat pintu sambil menatap kami semua, ia kemudian berjalan menuju
ke kursi nya dan duduk.
“apa kalian sedang
membicarakan sesuatu?”tanya sasha sambil menatap kami bertiga.
“tidak kami hanya membicarakan
sesuatu yang tidak terlalu penting saja”kata ibuku.
“biar ku tebak kalian sedang
membicarakan soal yuuta kan?”tanya sasha.
“apa kau mengenal nya juga
sasha?”tanya ibuku.
“tentu saja aku mengenal nya, aku
dan luchifer satu kelas dengan nya”kata sasha sambil menyilangkan tangan nya di
dada dan memalingkan wajah nya.
“begitu rupanya”kata ibu
sambil meminum teh nya.
Aku meraih cangkir teh ku lalu meminum nya, setelah
itu aku meletakan cangkir teh ku di meja lalu menghela nafas, entah kenapa pagi
ini terasa sedikit aneh bagiku.
“oh ya sepertinya ibu akan
menonton kalian berdua berlatih nanti”kata ibuku
“eh!!”seru ku dan sasha
bersamaan.
“tapi bukan kah kesehatan ibu
sedang tidak bagus saat ini?”tanya sasha.
“kalian tahu sangat
membosankan terus-terusan berada dirumah, sesekali ibu juga ingin mencari udara
segar di luar”kata ibu dengan santai.
“tapi nanti bila terjadi
sesuatu kepada ibu bagaimana?”tanya ku dengan cemas.
Sasha mengangguk setuju mendengar perkataan ku, ibu
hanya tersenyum melihat kami berdua yang mencemaskan dirinya.
“tenang saja ayah akan bersama
dengan ibu mu, toh juga ibumu harus menemui kepala sekolah untuk mengecek soal
kesehatan nya”kata ayah sambil menatap kami berdua.
Aku dan sasha menghela nafas panjang dengan pasrah
karena ibu bersikeras untuk keluar rumah di saat kesehatan nya memburuk, tak
lama kemudian para pelayan masuk ke ruang makan sambil membawa sarapan kami
pagi ini.
“oh ya apa anak bernama yuuta
itu akan ikut berlatih juga hari ini?”tanya ibu sambil memakan makanan nya.
“tenang saja dia juga ikut
berlatih hari ini”kata ayah.
“kenapa ibu sebegitu nya
penasaran soal anak itu sih”kata sasha dengan agak kesal.
“habisnya ibu dengar kalian
berdua cukup dekat dengan anak itu”kata ibu.
“k...kata siapa kami dekat
dengan anak aneh itu”sangkal sasha sambil memalingkan wajah nya.
“benarkah begitu luchifer?”tanya
bu sambil menoleh menatap ku.
“i..itu benar, mungkin”jawab
ku sambil menggaruk tengkuk ku.
“fufufu reaksi kalian aneh
sekali”kata ibu sambil cekikikan.
“sudah lah jangan godain mereka
terus, lebih baik kita santap sarapan kita pagi ini”kata ayah.
“benar juga, ayo kita makan”kata
ibu sambil menatap kami berdua.
Kami semua kemudian mulai memakan sarapan kami pagi
ini, sambil memakan sarapan ku aku memikirkan soal permintaan ku kepada yuuta
kemarin.
“apa dia sungguh ingin
mengajari ku ya?”gumam ku.
~ sementara itu di rumah yuuta ~
~~ sudut pandang yuuta ~~
pagi ini aku sedang duduk di sofa yang ada di kamar ku
sambil membersihkan pedang katana ku dengan sebuah kain lap, setelah itu aku
meletakan pedang ku di atas meja yang ada di depan ku lalu menyandarkan
punggung ku ke sofa sambil menghela nafas.
*kringg..kringg
Tiba-tiba ponsel ku berdering dan dengan santai aku
mengangkat panggilan yang masuk ke padaku.
“halo dengan yuuta di sini”kata
ku di balik ponsel ku.
“selamat pagi yuuta ini aku
dewa, sepertinya kau sudah sedikit terbiasa di sana ya”kata kakek dewa.
“yah walau masih belum sepenuh
nya terbiasa, ada apa anda menghubungi ku?”tanya ku kepada kakek dewa.
“hanya ingin mengecek keadaan
mu saja, dan ku lihat kau sudah paham dasar-dasar untuk menggunakan skill
creation”kata kakek dewa.
“ya cara menggunakan skill itu
cukup simpel jadi aku bisa mengerti cara kerja nya”kata ku.
“aku lega karena kau mengerti
tentang skill itu, kau tahu dengan skill itu kau bisa melakukan apa pun yang
kau ingin kan”kata kakek dewa.
“ya ya aku tahu itu tapi saat
ini aku lebih memilih untuk menggunakan skill creation untuk keadaan mendesak
saja”kata ku.
“kau itu terlalu menahan diri
mu, cobalah sesekali kau mewujudkan salah satu keinginan mu dengan skill itu”kata
kakek dewa.
“baiklah mungkin aku akan
mencoba nya nanti, ah aku harus berangkat ke sekolah dulu sampai nanti”kata ku
kepada kakek dewa.
“baiklah sampai jumpa, semoga
beruntung”kata kakek dewa.
panggilan itu berakhir dan aku kemudian menyandarkan
punggung ku ke sofa sambil memikirkan perkataan kakek dewa kepada ku tadi.
“kenapa tiba-tiba kakek dewa
membahas soal keinginan ku ya?”gumam ku.
Aku memasukan ponsel ku ke saku celana ku lalu meraih
pedang katana milik ku dan berjalan keluar untuk berangkat ke akademi sihir
pagi ini, sambil berjalan menyusuri lorong rumah ku aku memikirkan percakapan
ku tadi dengan kakek dewa.
“hmm keinginan ya, entah
kenapa firasat ku saat ini tidak enak soal ini ya”batin ku.
Aku kemudian membuang pikiran buruk itu lalu berjalan
menuruni tangga dengan cepat dan sesampai nya di bawah aku bergegas menuju ke
pintu depan untuk keluar dan berangkat ke akademi.
~ sementara itu di alam dewa ~
Kakek dewa nampak sedang duduk minum teh sambil
menonton sebuah berita di televisi tua milik nya, ia meletakan cangkir teh nya
lalu menghela nafas panjang.
“anak itu terlalu menahan diri
untuk menggunakan skill creation, padahal dengan skill itu dia bisa menciptakan
apapun sesuka hati nya”kata kakek dewa.
Kakek dewa kemudian kembali menyeruput teh nya lalu
meletakan nya di atas meja lalu menghela nafas, beliau kemudian mengganti
saluran televisi lalu mulai memikirkan beberapa hal tentang yuuta.
“mungkin saja ada hal yang
bisa ku lakukan untuk membuat nya senang”kata kakek dewa.
Kakek dewa memejamkan matanya sambil memikirkan hal
yang dapat membuat yuuta senang, setelah berpikir beberapa saat akhirnya kakek
dewa mendapat sebuah ide untuk memberi yuuta kejutan.
“semoga saja anak itu senang
dengan kejutan dari ku ini”kata kakek dewa.
~ kembali ke tempat yuuta saat ini ~
~~ sudut pandang yuuta ~~
“ah sungguh hari yang tenang”gumam
ku sambil berjalan menuju ke akademi sihir.
Dengan santai aku berjalan sambil sesekali mengamati
memejamkan mata dan menghela nafas panjang.
Sepanjang jalan orang-orang nampak mengamati diriku
yang berjalan sambil membawa pedang katana di pinggang ku, aku menghela nafas
dan mempercepat langkah ku menuju ke akademi sihir tanpa mempedulikan tatapan
mereka kepada ku.
Setelah berjalan selama hampir 20 menit akhirnya aku
tiba di depan gerbang akademi sihir, dengan santai aku meraih ponsel ku untuk
melihat jam lalu menghela nafas lega.
“syukurlah aku tidak terlambat”gumam
ku.
Dengan lega aku memasukan ponsel ku ke saku celana ku lalu
berjalan santai memasuki halaman akademi sihir sambil menikmati udara pagi yang
cukup segar hari ini, sambil berjalan aku terus memikirkan apa yang tadi kakek
dewa katakan kepada ku tadi.
Aku memejamkan mataku dan menghela nafas lalu
meneruskan langkah ku di koridor sekolah menuju ke kelas pagi ini, setelah
berjalan selama beberapa menit akhirnya aku tiba di depan kelas.
Dengan santai aku membuka pintu dan berjalan masuk ke
dalam kelas, semua murid yang ada di kelas seketika menatap ku ketika aku masuk
ke dalam kelas dan berjalan menuju ke bangku ku.
Dengan santai aku segera duduk di bangku ku lalu
menghela nafas lega, aku menyandarkan punggung ku ke kursi lalu memejamkan mata
ku sambil memikirkan apa yang akan ku lakukan nanti.
“kurasa nanti aku akan mencoba
membuat sesuatu dengan skill creation ”gumam ku.
Aku kemudian mengeluarkan buku pelajaran ku lalu mulai
membacanya selagi menunggu bel masuk berbunyi, dari luar aku dapat mendengar
dengan jelas suara beberapa langkah kaki yang sedang berjalan menuju ke kelas.
Tak lama kemudian pintu kelas terbuka dan luchifer
berjalan masuk ke kelas di ikuti oleh sasha dan marina di belakang nya, mereka
lalu pergi menuju ke bangku mereka masing-masing dan duduk untuk menunggu
pelajaran hari ini di mulai.
Sambil duduk aku sesekali melirik luchifer yang sedari
tadi diam saja dan terlihat cemas, kemudian aku menutup buku pelajaran ku lalu
meletakan nya di hadapan ku untuk mengajak nya mengobrol.
“kau sepertinya sedang memikirkan
sesuatu”kata ku kepada luchifer.
“ah ya hanya memikirkan
beberapa hal saja”kata luchifer sambil memalingkan wajah nya.
“begitu ya, apa kau ada
masalah keluarga lagi dengan sasha?”tanya ku.
“eh t..tidak, kami sudah
sedikit berbaikan sekarang”kata luchifer.
“begitu kah, lalu kenapa kau
terlihat sangat cemas hari ini?”tanya ku.
Luchifer memejamkan matanya lalu menghela nafas
panjang dan menatap ku.
“ini soal ibuku”kata luchifer.
“memang nya ada apa dengan
ibumu?”tanya ku lagi.
“hah, dia akan menonton kita
semua latihan nanti”kata luchifer.
“lalu apa masalah nya soal
itu?”tanya ku dengan sedikit heran.
“beberapa hari ini kesehatan
ibuku sedang tidak bagus, seharusnya dia istirahat di rumah tapi orang nya
memaksa untuk menonton latihan”kata luchifer.
“begitu ya, pantas saja sedari
tadi ku lihat kau dan sasha jadi lebih pendiam dari pada biasanya, ku pikir
terjadi sesuatu di antara kalian”kata ku.
*ting...tong
Bel berbunyi dan seluruh anak segera duduk di bangku
mereka untuk mengikuti pelajaran, tak lama kemudian bu mira masuk ke dalam
bersama dengan kepala sekolah.
“selamat pagi semua nya hari
ini kita akan berlatih bersama lagi dengan murid-murid akademi ksatria seperti
kemarin”kata kepala sekolah.
seketika semua murid yang ada di kelas serentak
mengeluh setelah mendengar perkataan kepala sekolah, kepala sekolah nampak
tersenyum melihat semua nya dan mulai menepuk tangan nya untuk meminta
perhatian sebentar dari semua nya.
“dan juga aku punya kabar
bagus untuk kalian”kata kepala sekolah.
Mendengar perkataan kepala sekolah semua murid segera
diam dan menatap kepala sekolah dengan sangat penasaran.
“hari ini kalian dan semua
murid akademi ksatria akan berlatih di dekat moonlight lake valley”kata kepala
sekolah.
Mendengar itu seketika semua murid bersorak senang,
sedangkan aku menatap kepala sekolah dengan bingung karena aku tidak tahu
tempat yang di maksud oleh kepala sekolah, dengan penasaran aku mengangkat
tangan ku untuk bertanya kepada kepala sekolah.
“Ya ada apa yuuta?”tanya
kepala sekolah.
“apa itu moonlight lake valley?”tanya
ku.
Seketika semua anak menoleh dan menatap ku dengan
tatapan sinis, beberapa anak menatap ku sambil berbisik-bisik.
“itu adalah lembah dekat
dengan moonlight lake yang berada di antara pegunungan timur, di pinggir danau
juga terdapat sebuah kota kecil yang cukup bagus untuk istirahat setelah
latihan”kata kepala sekolah.
“hmm begitu ya aku mengerti”kata
ku.
“baiklah, kalau begitu
bersiaplah karena sebentar lagi kita akan berangkat bersama menuju ke gerbang
timur untuk bergabung dengan murid-murid dari akademi ksatria”kata kepala
sekolah.
“baiklah!!!”jawab semua anak
serempak.
Setelah itu kepala sekolah dan bu mira berjalan keluar
dari kelas, setelah kepala sekolah dan bu mira keluar dari kelas semua murid
kemudian mulai mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa untuk latihan
hari ini.
Dengan santai aku menghela nafas lalu memasukan buku
pelajaran ku kedalam magic bag dan mulai mengecek semua barang-barang yang akan
ku bawa hari ini, saat tengah memeriksa barang-barang ku tiba-tiba luchifer
menepuk pundak ku hingga membuat ku sedikit terkejut.
“ada apa luchifer?”tanya ku.
“umm apa kau mau pergi bersama
dengan ku, sasha, dan marina ke tempat yang lain nya berkumpul?”tanya luchifer.
“hmm bila kau tidak keberatan
aku ikut”kata ku.
“baiklah kalau begitu ayo”kata
luchifer sambil menatap ku.
Dengan santai aku berjalan mengikuti luchifer
menuju ke tempat sasha dan marina menunggu, sambil berjalan aku mulai membayangkan
tempat seperti apa yang akan menjadi tempat latihan bersama hari ini.
“oh ya
luchifer nanti kita naik apa kesana?”Tanya ku.
“hm kurasa
kita akan naik kereta kuda yang sudah di siapkan oleh kerajaan untuk menuju ke
sana”kata luchifer.
“hmm begitu
ya, oh ya luchifer soal ibumu itu memang nya dia sakit apa?”Tanya ku.
“kenapa kau
bertanya seperti itu?”Tanya luchifer balik.
“hanya
penasaran saja, mungkin saja aku atau tuan sean bisa sedikit membantu soal
penyakit ibumu”kata ku.
“begitu ya,
sebenarnya aku tidak tahu dengan pasti soal penyakit itu tapi biasanya bila
penyakitnya kumat biasanya ibu menjadi sangat lemas dan pucat”kata luchifer.
“hmm lemas
dan pucat huh?, apa ibumu terkadang merasa lebih cepat lelah dan sering
merasakan sakit kepala dan nyeri di dada nya?”Tanya ku.
“ya kurang
lebih seperti itu, dan juga terkadang telapak tangan ibu terasa sangat dingin
saat ku sentuh”kata luchifer.
Mendengar itu aku memejamkan mata ku sambil
menganalisa gejala penyakit yang di derita oleh ibunya luchifer.
“mungkin saja
ibumu mengidap penyakit anemia”celetuk ku sambil terus memikirkan tentang
gejala penyakit yang di derita oleh ibu nya luchifer.
“anemia…?”tanya
luchifer dengan kebingungan.
“ah bagaimana
mau menjelaskan nya ya, karena aku tidak terlalu yakin soal ini kurasa nanti
aku akan meminta tuan sean untuk meninjau ulang hasil analisa ku soal penyakit
yang di derita oleh ibumu”kata ku.
“b-begitu ya”kata
luchifer dengan wajah kebingungan.
Kami berdua terus berjalan hingga tiba di
halaman depan akademi sihir, di dekat air mancur Nampak sasha dan marina sudah
berdiri menunggu kami berdua.
“luchifer
akhirnya kau datang lama sekali”kata sasha.
“hehe maaf”kata
luchifer.
“dan kenapa
yuuta juga bersama mu?”Tanya sasha sambil menatap ku.
“ku pikir
mengajak nya berangkat bersama kita tidak masalah, toh juga ayah tidak
keberatan bila yuuta ikut bersama kita berempat”kata luchifer.
“y-ya b-benar
juga sih, tapi a-apa kau yakin mengajak nya?”Tanya sasha dengan sedikit
ragu-ragu.
“apa kau tidak suka mengajak
yuuta sasha?”tanya luchifer.
“eh b-bukan begitu”sangkal
sasha.
“sudah lah toh juga ibu ingin
sekali bertemu dengan yuuta”kata luchifer.
“aku tahu itu tapi bukan kah
waktu nya tidak tepat?”tanya sasha.
“sudah lah ada satu hal yang
harus kau tahu, yuuta tau sedikit tentang penyakit yang di derita ibu”kata
luchifer.
“ya tuhan padahal aku masih
belum yakin soal penyakit itu”batin ku.
Tiba-tiba saja sasha melesat ke hadapan ku lalu
mencengkeram kerah jas seragam ku dan menatap ku dengan sangat bersemangat dan
mengguncang-guncang tubuh ku.
“kau sungguh tau soal penyakit
ibu ku?”tanya sasha sambil mengguncang-guncang tubuh ku.
“a-a-aku tidak terlalu yakin
soal itu t-t-tapi aku tahu seseorang yang mungkin tahu soal penyakit ibumu”kata
ku dengan agak terputus-putus karena sasha mengguncang-guncang tubuh ku.
Mendengar itu sasha kemudian melepaskan cengkeraman
nya lalu menatap luchifer sambil mengacungkan jempol nya.
“aku tidak keberatan mengajak
nya pergi bersama kita”kata sasha.
“kalau begitu ayo kita pergi,
yang lain nya pasti sudah menunggu”kata luchifer.
Dengan sangat cepat sasha meraih kerah jas seragam ku
lalu menarik ku untuk pergi mengikuti luchifer yang sudah jalan duluan di depan
kami, aku hanya bisa pasrah kemana sasha menarik ku pergi.
“kenapa harus berakhir dengan
di tarik paksa ya, yassalam”batin ku.
author note; sorry update nya lama, lagi banyak tugas, gak ada ide, dan yang lain sebagai nya
sekali lagi maaf karena lama gak update