My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 19 : perjalanan menuju moonlight lake valley #1



~~ sudut pandang yuuta ~~


Aku duduk di sebuah kursi kecil sambil memukul-mukul


pedang katana ku dengan palu pada anvil, saat ini aku sedang memperbaiki pedang


ku di bengkel besi pribadi ku.


“ternyata menempa pedang masih


menyenangkan juga”gumam ku.


Setelah menempa pedang katana ku selama hampir 2,5 jam


akhirnya proses perbaikan pedang ku selesai, dengan santai aku meletakan palu


di tangan ku lalu meraih pedang katana ku dan mengamati nya.


[Nama: yuuta hibiki’s spiritual blade


Rarity: unique


Dmg: 4.500 -12.250


Dur: 500


Keterangan: pedang buatan yuuta hibiki yang terbuat


dari campuran scarlet ore dan spirit ore yang mampu beresonasi dengan kekuatan


spiritual seseorang.]


Aku tersenyum senang melihat pedang ku sudah kembali


seperti semula, dengan santai aku memasukan nya ke dalam sarung pedang nya lalu


bangkit dari tempat ku duduk dan berjalan keluar untuk menuju ke kamar ku.


“hmm mungkin besok aku akan


mengupgrade pedang katana ini”kata ku sambil berjalan di lorong.


Setelah berjalan menaiki tangga dan berjalan beberapa


menit akhirnya aku tiba di depan kamar ku, dengan santai aku membuka pintu dan


masuk ke dalam, Dengan santai aku meletakan pedang katana ku di atas sebuah rak


pajangan lalu menatap jam yang ada di kamar ku yang menunjukan jam 11 malam.


“sudah selarut ini kah,


sepertinya aku terlalu asyik memperbaiki pedang ku tadi”gumam ku.


Aku menghela nafas memutuskan untuk tidur malam ini


karena besok aku masih harus sekolah dan mengajari luchifer teknik pernafasan


air, dengan santai aku membaringkan tubuh ku lalu tak lama kemudian tertidur


pulas.


~ keesokan pagi ~


~~ sudut pandang luchifer ~~


Aku membuka mata ku dan menatap sinar matahari yang


masuk ke kamar ku melewati celah jendela kamar ku, dengan agak ngantuk aku


bangkit dari tidur ku lalu merenggangkan tubuh ku.


“ughh sudah pagi ya?”gumam ku.


Dengan masih agak mengantuk aku bangkit dari kasur ku


dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membasuh muka ku dan mandi, lima menit


kemudian aku keluar dari kamar mandi lalu segera memakai seragam ku.


Setelah memakai seragam ku dengan santai aku berjalan


keluar dari kamar ku menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi ini, sesampai nya


di sana aku menatap ayah dan ibuku yang sudah duduk di tempat mereka sambil


minum teh.


“selamat pagi ayah ibu”sapa ku


kepada ayah dan ibuku.


“selamat pagi juga luchifer”balas


ayah dan ibu bersamaan.


Dengan santai aku kemudian duduk di kursi ku dan


meminum teh yang telah di hidangkan di hadapan ku.


“luchifer hari ini kau


terlihat lebih semangat dari hari-hari biasanya, apa ada sesuatu hari ini?”tanya


ayah sambil meletakan cangkir teh nya dan menatap ku.


“tidak ada apa-apa kok”kata ku


sambil meminum teh ku.


“apa kau hari ini janjian


pergi dengan anak laki-laki bernama yuuta itu?”tanya ibuku.


“t..tidak, hari ini suasana


hati ku sedang bagus itu saja”sangkal ku.


“fufu sepertinya anak ibu ini


sudah besar ya”goda ibuku.


“ibu ayolah jangan godain aku”kata


ku dengan sedikit kesal.


“sudah lah irene jangan godain


luchifer biarkan dia melakukan apa yang ia suka bersama anak itu”kata ayah


dengan santai.


“ibu jadi penasaran dengan


anak laki-laki bernama yuuta itu”kata ibuku.


“yah sayang sekali anak itu


tidak bisa hadir di acara makan malam kemarin”kata ayah sambil menghela nafas.


Kemudian pintu ruang makan terbuka dan nampak sasha


berdiri di dekat pintu sambil menatap kami semua, ia kemudian berjalan menuju


ke kursi nya dan duduk.


“apa kalian sedang


membicarakan sesuatu?”tanya sasha sambil menatap kami bertiga.


“tidak kami hanya membicarakan


sesuatu yang tidak terlalu penting saja”kata ibuku.


“biar ku tebak kalian sedang


membicarakan soal yuuta kan?”tanya sasha.


“apa kau mengenal nya juga


sasha?”tanya ibuku.


“tentu saja aku mengenal nya, aku


dan luchifer satu kelas dengan nya”kata sasha sambil menyilangkan tangan nya di


dada dan memalingkan wajah nya.


“begitu rupanya”kata ibu


sambil meminum teh nya.


Aku meraih cangkir teh ku lalu meminum nya, setelah


itu aku meletakan cangkir teh ku di meja lalu menghela nafas, entah kenapa pagi


ini terasa sedikit aneh bagiku.


“oh ya sepertinya ibu akan


menonton kalian berdua berlatih nanti”kata ibuku


“eh!!”seru ku dan sasha


bersamaan.


“tapi bukan kah kesehatan ibu


sedang tidak bagus saat ini?”tanya sasha.


“kalian tahu sangat


membosankan terus-terusan berada dirumah, sesekali ibu juga ingin mencari udara


segar di luar”kata ibu dengan santai.


“tapi nanti bila terjadi


sesuatu kepada ibu bagaimana?”tanya ku dengan cemas.


Sasha mengangguk setuju mendengar perkataan ku, ibu


hanya tersenyum melihat kami berdua yang mencemaskan dirinya.


“tenang saja ayah akan bersama


dengan ibu mu, toh juga ibumu harus menemui kepala sekolah untuk mengecek soal


kesehatan nya”kata ayah sambil menatap kami berdua.


Aku dan sasha menghela nafas panjang dengan pasrah


karena ibu bersikeras untuk keluar rumah di saat kesehatan nya memburuk, tak


lama kemudian para pelayan masuk ke ruang makan sambil membawa sarapan kami


pagi ini.


“oh ya apa anak bernama yuuta


itu akan ikut berlatih juga hari ini?”tanya ibu sambil memakan makanan nya.


“tenang saja dia juga ikut


berlatih hari ini”kata ayah.


“kenapa ibu sebegitu nya


penasaran soal anak itu sih”kata sasha dengan agak kesal.


“habisnya ibu dengar kalian


berdua cukup dekat dengan anak itu”kata ibu.


“k...kata siapa kami dekat


dengan anak aneh itu”sangkal sasha sambil memalingkan wajah nya.


“benarkah begitu luchifer?”tanya


bu sambil menoleh menatap ku.


“i..itu benar, mungkin”jawab


ku sambil menggaruk tengkuk ku.


“fufufu reaksi kalian aneh


sekali”kata ibu sambil cekikikan.


“sudah lah jangan godain mereka


terus, lebih baik kita santap sarapan kita pagi ini”kata ayah.


“benar juga, ayo kita makan”kata


ibu sambil menatap kami berdua.


Kami semua kemudian mulai memakan sarapan kami pagi


ini, sambil memakan sarapan ku aku memikirkan soal permintaan ku kepada yuuta


kemarin.


“apa dia sungguh ingin


mengajari ku ya?”gumam ku.


~ sementara itu di rumah yuuta ~


~~ sudut pandang yuuta ~~


pagi ini aku sedang duduk di sofa yang ada di kamar ku


sambil membersihkan pedang katana ku dengan sebuah kain lap, setelah itu aku


meletakan pedang ku di atas meja yang ada di depan ku lalu menyandarkan


punggung ku ke sofa sambil menghela nafas.


*kringg..kringg


Tiba-tiba ponsel ku berdering dan dengan santai aku


mengangkat panggilan yang masuk ke padaku.


“halo dengan yuuta di sini”kata


ku di balik ponsel ku.


“selamat pagi yuuta ini aku


dewa, sepertinya kau sudah sedikit terbiasa di sana ya”kata kakek dewa.


“yah walau masih belum sepenuh


nya terbiasa, ada apa anda menghubungi ku?”tanya ku kepada kakek dewa.


“hanya ingin mengecek keadaan


mu saja, dan ku lihat kau sudah paham dasar-dasar untuk menggunakan skill


creation”kata kakek dewa.


“ya cara menggunakan skill itu


cukup simpel jadi aku bisa mengerti cara kerja nya”kata ku.


“aku lega karena kau mengerti


tentang skill itu, kau tahu dengan skill itu kau bisa melakukan apa pun yang


kau ingin kan”kata kakek dewa.


“ya ya aku tahu itu tapi saat


ini aku lebih memilih untuk menggunakan skill creation untuk keadaan mendesak


saja”kata ku.


“kau itu terlalu menahan diri


mu, cobalah sesekali kau mewujudkan salah satu keinginan mu dengan skill itu”kata


kakek dewa.


“baiklah mungkin aku akan


mencoba nya nanti, ah aku harus berangkat ke sekolah dulu sampai nanti”kata ku


kepada kakek dewa.


“baiklah sampai jumpa, semoga


beruntung”kata kakek dewa.


panggilan itu berakhir dan aku kemudian menyandarkan


punggung ku ke sofa sambil memikirkan perkataan kakek dewa kepada ku tadi.


“kenapa tiba-tiba kakek dewa


membahas soal keinginan ku ya?”gumam ku.


Aku memasukan ponsel ku ke saku celana ku lalu meraih


pedang katana milik ku dan berjalan keluar untuk berangkat ke akademi sihir


pagi ini, sambil berjalan menyusuri lorong rumah ku aku memikirkan percakapan


ku tadi dengan kakek dewa.


“hmm keinginan ya, entah


kenapa firasat ku saat ini tidak enak soal ini ya”batin ku.


Aku kemudian membuang pikiran buruk itu lalu berjalan


menuruni tangga dengan cepat dan sesampai nya di bawah aku bergegas menuju ke


pintu depan untuk keluar dan berangkat ke akademi.


~ sementara itu di alam dewa ~


Kakek dewa nampak sedang duduk minum teh sambil


menonton sebuah berita di televisi tua milik nya, ia meletakan cangkir teh nya


lalu menghela nafas panjang.


“anak itu terlalu menahan diri


untuk menggunakan skill creation, padahal dengan skill itu dia bisa menciptakan


apapun sesuka hati nya”kata kakek dewa.


Kakek dewa kemudian kembali menyeruput teh nya lalu


meletakan nya di atas meja lalu menghela nafas, beliau kemudian mengganti


saluran televisi lalu mulai memikirkan beberapa hal tentang yuuta.


“mungkin saja ada hal yang


bisa ku lakukan untuk membuat nya senang”kata kakek dewa.


Kakek dewa memejamkan matanya sambil memikirkan hal


yang dapat membuat yuuta senang, setelah berpikir beberapa saat akhirnya kakek


dewa mendapat sebuah ide untuk memberi yuuta kejutan.


“semoga saja anak itu senang


dengan kejutan dari ku ini”kata kakek dewa.


~ kembali ke tempat yuuta saat ini ~


~~ sudut pandang yuuta ~~


“ah sungguh hari yang tenang”gumam


ku sambil berjalan menuju ke akademi sihir.


Dengan santai aku berjalan sambil sesekali mengamati


memejamkan mata dan menghela nafas panjang.


Sepanjang jalan orang-orang nampak mengamati diriku


yang berjalan sambil membawa pedang katana di pinggang ku, aku menghela nafas


dan mempercepat langkah ku menuju ke akademi sihir tanpa mempedulikan tatapan


mereka kepada ku.


Setelah berjalan selama hampir 20 menit akhirnya aku


tiba di depan gerbang akademi sihir, dengan santai aku meraih ponsel ku untuk


melihat jam lalu menghela nafas lega.


“syukurlah aku tidak terlambat”gumam


ku.


Dengan lega aku memasukan ponsel ku ke saku celana ku lalu


berjalan santai memasuki halaman akademi sihir sambil menikmati udara pagi yang


cukup segar hari ini, sambil berjalan aku terus memikirkan apa yang tadi kakek


dewa katakan kepada ku tadi.


Aku memejamkan mataku dan menghela nafas lalu


meneruskan langkah ku di koridor sekolah menuju ke kelas pagi ini, setelah


berjalan selama beberapa menit akhirnya aku tiba di depan kelas.


Dengan santai aku membuka pintu dan berjalan masuk ke


dalam kelas, semua murid yang ada di kelas seketika menatap ku ketika aku masuk


ke dalam kelas dan berjalan menuju ke bangku ku.


Dengan santai aku segera duduk di bangku ku lalu


menghela nafas lega, aku menyandarkan punggung ku ke kursi lalu memejamkan mata


ku sambil memikirkan apa yang akan ku lakukan nanti.


“kurasa nanti aku akan mencoba


membuat sesuatu dengan skill creation ”gumam ku.


Aku kemudian mengeluarkan buku pelajaran ku lalu mulai


membacanya selagi menunggu bel masuk berbunyi, dari luar aku dapat mendengar


dengan jelas suara beberapa langkah kaki yang sedang berjalan menuju ke kelas.


Tak lama kemudian pintu kelas terbuka dan luchifer


berjalan masuk ke kelas di ikuti oleh sasha dan marina di belakang nya, mereka


lalu pergi menuju ke bangku mereka masing-masing dan duduk untuk menunggu


pelajaran hari ini di mulai.


Sambil duduk aku sesekali melirik luchifer yang sedari


tadi diam saja dan terlihat cemas, kemudian aku menutup buku pelajaran ku lalu


meletakan nya di hadapan ku untuk mengajak nya mengobrol.


“kau sepertinya sedang memikirkan


sesuatu”kata ku kepada luchifer.


“ah ya hanya memikirkan


beberapa hal saja”kata luchifer sambil memalingkan wajah nya.


“begitu ya, apa kau ada


masalah keluarga lagi dengan sasha?”tanya ku.


“eh t..tidak, kami sudah


sedikit berbaikan sekarang”kata luchifer.


“begitu kah, lalu kenapa kau


terlihat sangat cemas hari ini?”tanya ku.


Luchifer memejamkan matanya lalu menghela nafas


panjang dan menatap ku.


“ini soal ibuku”kata luchifer.


“memang nya ada apa dengan


ibumu?”tanya ku lagi.


“hah, dia akan menonton kita


semua latihan nanti”kata luchifer.


“lalu apa masalah nya soal


itu?”tanya ku dengan sedikit heran.


“beberapa hari ini kesehatan


ibuku sedang tidak bagus, seharusnya dia istirahat di rumah tapi orang nya


memaksa untuk menonton latihan”kata luchifer.


“begitu ya, pantas saja sedari


tadi ku lihat kau dan sasha jadi lebih pendiam dari pada biasanya, ku pikir


terjadi sesuatu di antara kalian”kata ku.


*ting...tong


Bel berbunyi dan seluruh anak segera duduk di bangku


mereka untuk mengikuti pelajaran, tak lama kemudian bu mira masuk ke dalam


bersama dengan kepala sekolah.


“selamat pagi semua nya hari


ini kita akan berlatih bersama lagi dengan murid-murid akademi ksatria seperti


kemarin”kata kepala sekolah.


seketika semua murid yang ada di kelas serentak


mengeluh setelah mendengar perkataan kepala sekolah, kepala sekolah nampak


tersenyum melihat semua nya dan mulai menepuk tangan nya untuk meminta


perhatian sebentar dari semua nya.


“dan juga aku punya kabar


bagus untuk kalian”kata kepala sekolah.


Mendengar perkataan kepala sekolah semua murid segera


diam dan menatap kepala sekolah dengan sangat penasaran.


“hari ini kalian dan semua


murid akademi ksatria akan berlatih di dekat moonlight lake valley”kata kepala


sekolah.


Mendengar itu seketika semua murid bersorak senang,


sedangkan aku menatap kepala sekolah dengan bingung karena aku tidak tahu


tempat yang di maksud oleh kepala sekolah, dengan penasaran aku mengangkat


tangan ku untuk bertanya kepada kepala sekolah.


“Ya ada apa yuuta?”tanya


kepala sekolah.


“apa itu moonlight lake valley?”tanya


ku.


Seketika semua anak menoleh dan menatap ku dengan


tatapan sinis, beberapa anak menatap ku sambil berbisik-bisik.


“itu adalah lembah dekat


dengan moonlight lake yang berada di antara pegunungan timur, di pinggir danau


juga terdapat sebuah kota kecil yang cukup bagus untuk istirahat setelah


latihan”kata kepala sekolah.


“hmm begitu ya aku mengerti”kata


ku.


“baiklah, kalau begitu


bersiaplah karena sebentar lagi kita akan berangkat bersama menuju ke gerbang


timur untuk bergabung dengan murid-murid dari akademi ksatria”kata kepala


sekolah.


“baiklah!!!”jawab semua anak


serempak.


Setelah itu kepala sekolah dan bu mira berjalan keluar


dari kelas, setelah kepala sekolah dan bu mira keluar dari kelas semua murid


kemudian mulai mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa untuk latihan


hari ini.


Dengan santai aku menghela nafas lalu memasukan buku


pelajaran ku kedalam magic bag dan mulai mengecek semua barang-barang yang akan


ku bawa hari ini, saat tengah memeriksa barang-barang ku tiba-tiba luchifer


menepuk pundak ku hingga membuat ku sedikit terkejut.


“ada apa luchifer?”tanya ku.


“umm apa kau mau pergi bersama


dengan ku, sasha, dan marina ke tempat yang lain nya berkumpul?”tanya luchifer.


“hmm bila kau tidak keberatan


aku ikut”kata ku.


“baiklah kalau begitu ayo”kata


luchifer sambil menatap ku.


Dengan santai aku berjalan mengikuti luchifer


menuju ke tempat sasha dan marina menunggu, sambil berjalan aku mulai membayangkan


tempat seperti apa yang akan menjadi tempat latihan bersama hari ini.


“oh ya


luchifer nanti kita naik apa kesana?”Tanya ku.


“hm kurasa


kita akan naik kereta kuda yang sudah di siapkan oleh kerajaan untuk menuju ke


sana”kata luchifer.


“hmm begitu


ya, oh ya luchifer soal ibumu itu memang nya dia sakit apa?”Tanya ku.


“kenapa kau


bertanya seperti itu?”Tanya luchifer balik.


“hanya


penasaran saja, mungkin saja aku atau tuan sean bisa sedikit membantu soal


penyakit ibumu”kata ku.


“begitu ya,


sebenarnya aku tidak tahu dengan pasti soal penyakit itu tapi biasanya bila


penyakitnya kumat biasanya ibu menjadi sangat lemas dan pucat”kata luchifer.


“hmm lemas


dan pucat huh?, apa ibumu terkadang merasa lebih cepat lelah dan sering


merasakan sakit kepala dan nyeri di dada nya?”Tanya ku.


“ya kurang


lebih seperti itu, dan juga terkadang telapak tangan ibu terasa sangat dingin


saat ku sentuh”kata luchifer.


Mendengar itu aku memejamkan mata ku sambil


menganalisa gejala penyakit yang di derita oleh ibunya luchifer.


“mungkin saja


ibumu mengidap penyakit anemia”celetuk ku sambil terus memikirkan tentang


gejala penyakit yang di derita oleh ibu nya luchifer.


“anemia…?”tanya


luchifer dengan kebingungan.


“ah bagaimana


mau menjelaskan nya ya, karena aku tidak terlalu yakin soal ini kurasa nanti


aku akan meminta tuan sean untuk meninjau ulang hasil analisa ku soal penyakit


yang di derita oleh ibumu”kata ku.


“b-begitu ya”kata


luchifer dengan wajah kebingungan.


Kami berdua terus berjalan hingga tiba di


halaman depan akademi sihir, di dekat air mancur Nampak sasha dan marina sudah


berdiri menunggu kami berdua.


“luchifer


akhirnya kau datang lama sekali”kata sasha.


“hehe maaf”kata


luchifer.


“dan kenapa


yuuta juga bersama mu?”Tanya sasha sambil menatap ku.


“ku pikir


mengajak nya berangkat bersama kita tidak masalah, toh juga ayah tidak


keberatan bila yuuta ikut bersama kita berempat”kata luchifer.


“y-ya b-benar


juga sih, tapi a-apa kau yakin mengajak nya?”Tanya sasha dengan sedikit


ragu-ragu.


“apa kau tidak suka mengajak


yuuta sasha?”tanya luchifer.


“eh b-bukan begitu”sangkal


sasha.


“sudah lah toh juga ibu ingin


sekali bertemu dengan yuuta”kata luchifer.


“aku tahu itu tapi bukan kah


waktu nya tidak tepat?”tanya sasha.


“sudah lah ada satu hal yang


harus kau tahu, yuuta tau sedikit tentang penyakit yang di derita ibu”kata


luchifer.


“ya tuhan padahal aku masih


belum yakin soal penyakit itu”batin ku.


Tiba-tiba saja sasha melesat ke hadapan ku lalu


mencengkeram kerah jas seragam ku dan menatap ku dengan sangat bersemangat dan


mengguncang-guncang tubuh ku.


“kau sungguh tau soal penyakit


ibu ku?”tanya sasha sambil mengguncang-guncang tubuh ku.


“a-a-aku tidak terlalu yakin


soal itu t-t-tapi aku tahu seseorang yang mungkin tahu soal penyakit ibumu”kata


ku dengan agak terputus-putus karena sasha mengguncang-guncang tubuh ku.


Mendengar itu sasha kemudian melepaskan cengkeraman


nya lalu menatap luchifer sambil mengacungkan jempol nya.


“aku tidak keberatan mengajak


nya pergi bersama kita”kata sasha.


“kalau begitu ayo kita pergi,


yang lain nya pasti sudah menunggu”kata luchifer.


Dengan sangat cepat sasha meraih kerah jas seragam ku


lalu menarik ku untuk pergi mengikuti luchifer yang sudah jalan duluan di depan


kami, aku hanya bisa pasrah kemana sasha menarik ku pergi.


“kenapa harus berakhir dengan


di tarik paksa ya, yassalam”batin ku.


author note; sorry update nya lama, lagi banyak tugas, gak ada ide, dan yang lain sebagai nya


sekali lagi maaf karena lama gak update