
~~ sudut pandang yuuta ~~
Aku duduk di dekat jendela sambil membaca sebuah buku sihir di tangan ku, saat sedang asyik membaca tiba-tiba saja seseorang mengetok pintu kamar ku.
“masuk saja, pintunya tidak terkunci”kataku dengan suara keras.
Pintu kamar ku terbuka dan sasha berjalan masuk ke dalam kamar ku, dengan santai aku kemudian menutup buku ku lalu menatap sasha yang berdiri di depan ku sambil memainkan rambut nya.
“ada apa sasha?”tanya ku kepada sasha.
“aku hanya ingin memeriksa keadaan mu saja, oh ya ngomong-ngomong apa kau tidak masalah menemani ku pergi memperbaiki arloji ku besok?”tanya sasha sambil memainkan rambut nya.
“aku tidak masalah, kebetulan juga aku memiliki banyak waktu senggang”jawab ku dengan santai.
“begitu ya, kalau begitu besok pagi setelah kita akan bertemu di bawah jadi jangan terlambat”kata sasha.
“ya aku tahu itu”kata ku dengan santai kepada sasha.
“kalau begitu sebaiknya aku kembali ke kamar, ingat jangan sampai terlambat”kata sasha.
Sasha kemudian berjalan pergi kembali ke kamar nya, setelah sasha pergi dan mengunci pintu kamar dengan santai aku menjatuhkan diri ke atas kasur.
“hari yang sangat melelahkan, sebaiknya aku istirahat malam ini”gumam ku.
Aku kemudian mematikan lampu lalu setelah itu menarik selimut ku dan mengatur alarm di ponsel ku setelah itu bergegas tidur.
~ skip scene ~
*brakk...
Aku terbangun karena suara benda jatuh yang asal nya dari depan kamar ku, dengan waspada aku kemudian meraih pedang katana ku lalu berjalan mendekati pintu untuk memeriksa keadaan.
“siapa disana”tanya ku sambil membuka pintu kamar ku.
Aku terkejut ketika melihat murid-murid perempuan berkumpul di depan kamar ku masih mengenakan piyama mereka, mereka semua kemudian langsung berlari pergi ketika melihat ku muncul.
“ada apa dengan mereka?”tanya ku dengan heran.
Dengan santai aku kemudian menutup pintu kamar ku kembali lalu mengambil ponsel ku yang tergeletak di meja dekat ranjang, aku menatap ponsel ku lalu menghela nafas panjang karena alarm ku sudah berbunyi 5 menit yang lalu.
“hah... terlambat lima menit ya, sepertinya aku tidur terlalu nyenyak semalam”kata ku.
Aku kemudian meletakan ponsel ku lalu mengambil handuk ku dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian aku bergegas keluar dari kamar lalu berjalan turun ke bawah untuk sarapan.
Di bawah nampak bibi irene, kepala sekolah, dan luchifer yang sudah berada di meja makan.
“selamat pagi yuuta”sapa luchifer.
“selamat pagi”balas ku.
Aku kemudian duduk bersama mereka sambil menunggu yang lain nya bangun, sambil menunggu aku menyandarkan punggung ku ke kursi lalu menyalakan ponsel ku dan melihat-lihat pesan yang belum sempat ku baca.
“ngomong-ngomong yuuta apa yang akan kau lakukan hari ini?”tanya luchifer.
“hmm aku dan sasha akan pergi ke toko jam setelah sarapan nanti”jawab ku sambil menatap luchifer.
“a-ah begitu ya”kata luchifer dengan tidak bersemangat.
“memang nya kenapa?”tanya ku kepada luchifer.
“t-t-tidak ada, hanya ingin tahu saja”kata luchifer sambil memalingkan wajah nya dari ku.
“kau tahu yuuta luchifer ingin mengajak mu jalan-jalan berdua hari ini”kata bibi irene.
“i-ibu kenapa mengatakan nya kepada yuuta”kata luchifer dengan wajah memerah malu.
“begitu ya, hmm mungkin nanti sore aku ada waktu senggang”kata ku sambil mengusap dagu ku.
“aku tidak keberatan nanti sore”kata luchifer dengan semangat.
Aku sedikit terkejut melihat luchifer yang nampak sangat bersemangat, sedangkan wajah luchifer seketika memerah malu setelah mengatakan itu kepada ku sedangkan bibi iren hanya tertawa kecil melihat luchifer.
Tak lama kemudian tuan karls dan yang lain nya tiba di bawah dan langsung duduk di meja makan, setelah itu makanan sarapan kami datang dan kami langsung menyantap sarapan kami seperti biasa.
Setelah sarapan aku memutuskan untuk kembali ke kamar untuk bersiap-siap pergi bersama sasha, sambil berjalan aku mulai memikirkan pakaian apa yang akan ku pakai nanti.
“hmm kurasa meminta saran kepada tuan sean tidak masalah, kebetulan dia kan ada di sini”gumam ku.
~ skip scene ~
~~ sudut pandang sasha~~
Aku saat ini sedang menunggu yuuta di lantai bawah sambil memperbaiki penampilan ku, saat sedang menunggu tiba-tiba saja beberapa murid bangsawan yang sering menganggu marina dan luchifer menghampiri ku.
“apa ada yang salah dengan ku huh?”tanya ku kepada mereka dengan nada dingin.
“tidak ada hanya sedikit terkejut dengan penampilan mu hari ini, apa kau hendak pergi dengan seseorang?”tanya salah satu dari mereka.
“ya”jawab ku singkat.
“ayolah jangan terlalu dingin seperti itu, bukan kah lebih baik kau bergabung dengan kami semua”kata anak bangsawan itu.
“maaf aku sudah berjanji dengan nya untuk pergi berdua hari ini”kataku dengan tenang.
Tak lama kemudian nampak seorang anak laki-laki yang mengenakan sebuah kemeja putih dengan waistcoat hitam berjalan menuruni tangga, semua murid yang ada disini nampak terkejut ketika melihat penampilan anak laki-laki yang tidak lain adalah yuuta.
“maaf aku agak lama tadi, apa kau sudah lama menunggu ku di sini?”tanya yuuta yang berdiri di hadapanku.
“a-ah tidak juga, k-kalau begitu ayo kita berangkat”kataku sambil menarik tangan yuuta.
Aku bergegas manarik tangan yuuta lalu berjalan pergi dari sini, setelah berjalan selama beberapa menit keluar dari penginapan kami kemudian tiba di alun-alun kota yang nampak sangat ramai.
“umm bukankah kita akan pergi memperbaiki jam mu, kenapa kau menarik ku kesini?”tanya yuuta dengan wajah datar nya.
“u-umm... aku dengar dari teman-teman ku di kota ini ada beberapa spot wisata yang cukup bagus”kata ku dengan ragu-ragu.
“hmm jadi kau ingin mencoba pergi ke sana?”tanya yuuta sambil menatap ku dengan tenang.
“y-ya, apa kau tidak masalah?”tanyaku sambil menahan rasa malu ku.
Yuuta memasang ekspresi wajah serius memikirkan tentang saran ku barusan, awal nya aku berpikir kalau yuuta akan menolak nya namun setelah memikirkan saran ku itu dia bersedia ikut.
“baiklah aku tidak masalah kebetulan juga aku penasaran dengan spot wisata yang kau maksud itu”kata yuuta dengan santai.
Mendengar itu dengan senang aku kemudian merangkul lengan yuuta lalu kami berdua berjalan untuk pergi ke spot wisata yang ku maksud.
“jadi seperti apa tempat yang akan kita kunjungi?”tanya yuuta sambil berjalan di sampingku.
“para penduduk menyulap pinggiran danau menjadi taman bunga yang cukup indah, kau tahu di sana mereka juga menanam beberapa tanaman langka”kataku.
“kedengaran nya itu adalah tempat yang cukup indah”kata yuuta.
Setelah kami berjalan selama beberapa menit aku dan yuuta pada akhirnya tiba di taman bunga yang ku maksud, yuuta nampak terkejut dan kagum melihat hamparan bunga yang cukup indah di tempat ini.
“bagaimana kau suka dengan tempat ini?”tanyaku kepada yuuta.
“ya aku menyukai nya, seleramu tidak buruk juga”kata yuuta kepada ku.
Kami berdua kemudian berjalan menyusuri tempat ini sambil melihat-lihat hamparan bunga dan pemandangan pinggir danau yang indah, sambil berjalan sesekali aku memperhatikan yuuta yang hari ini nampak berbeda.
Gaya pakaian nya yang hanya memakai kemeja putih berlengan panjang dengan sebuah waistcoat berwarna hitam terlihat sederhana dan berkelas, di tambah wajah dingin dan tatapan tajam yuuta membuat nya sangat cocok menggunakan pakaian itu.
“sasha dari mana kau mendapat arloji tua yang selalu kau bawa itu?”tanya yuuta.
“arloji ini adalah hadiah dari ibunya maria saat ulang tahun ku yang ke-6”kata ku.
“begitu ya, pantas saja kau tidak mau membeli yang baru”kata yuuta.
Aku dan yuuta kemudian memutuskan untuk duduk di bangku taman yang menghadap kearah danau, sambil duduk aku menatap yuuta yang sedang memikirkan sesuatu.
“apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu yuuta?”tanya ku kepada nya.
“a-ah tidak ada, aku hanya sedang memikirkan tentang seseorang saja”kata yuuta.
“apa kau memikirkan tentang maria, kalau kau mencemaskan nya seharusnya kau tidak pergi denganku hari ini”kata ku dengan sedikit tidak semangat.
“aku bukan memikirkan tentang maria”kata yuuta menyangkal ucapan ku itu.
“lalu siapa yang sedang kau pikirkan saat ini?”tanya ku kepada yuuta.
Yuuta memejamkan matanya lalu menghela nafas panjang, ia kemudian menoleh menatap ku sambil menggaruk belakang kepala nya.
“sebelum aku memberitahu mu ku minta kau agar tidak terkejut dan juga tidak salah paham”kata yuuta.
Aku menatap yuuta dengan kebingungan sekaligus penasaran siapa orang yang sedang di pikirkan olehnya.
“sebenarnya aku punya seorang anak perempuan yang tinggal bersama dengan kakek dan nenek ku”kata yuuta.
Seketika aku terdiam setelah yuuta memberitahu ku kalau dia memiliki seorang anak perempuan yang ikut dengan kakek dan nenek nya, dengan tak percaya aku menatap yuuta yang duduk di sebelah ku..
“j-jadi kau sudah menikah dan memiliki anak”kata ku tak percaya.’
“jangan salah paham dulu, aku masih belum menikah”kata yuuta.
“lalu siapa anak perempuan yang kau maksud itu?”tanya ku dengan sedikit kesal.
Yuuta memalingkan wajah nya sejenak lalu menghela nafas berat, dia kemudian menatapku dengan wajah sedih.
“aku mengadopsi nya”kata yuuta tanpa ada keraguan.
Aku tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut ku setelah yuuta mengatakan hal itu, yuuta menghela nafas lalu mengangkat kepala nya menatap langit biru yang membentang di atas kami.
“dihari itu umur ku masih 12 tahun dan waktu itu aku berjalan pulang ke asrama setelah membeli bahan makanan, saat aku berjalan melewati sebuah gang kecil tidak sengaja aku mendengar suara tangisan bayi”kata yuuta.
“aku yang mendengar itu spontan langsung mencari sumber suara itu dan menemukan seorang bayi perempuan menangis di dalam sebuah kardus di dekat tumpukan sampah”lanjut yuuta.
Di saat yuuta hendak melanjutkan ceritanya tiba-tiba saja dia langsung mengangkat kepalanya lalu bangkit berdiri sambil memfokuskan pendengaran nya dan mengamati sekitar.
“yuuta ada apa?”tanya ku dengan kebingungan.
“aku mendengar suara yang sangat kukenali”jawab yuuta.
Tanpa memberi tahu ku apa yang sebenarnya ia dengar yuuta dengan cepat melesat pergi, aku yang melihat itu kemudian bergegas mengikuti kemana dia pergi.
“sebenarnya apa yang terjadi?”tanya ku dalam hati.
Setelah berjalan selama beberapa menit akhirnya yuuta menghentikan langkah kaki nya, aku yang masih tidak mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh yuuta kemudian secara samar-samar mendengar suara anak kecil yang nampak ketakutan.
“apa suara ini yang di dengar oleh yuuta?”batin ku.
Melihat itu yuuta kemudian berjalan menghampiri laki-laki itu lalu dengan santai menepuk pundak nya, tepat saat laki-laki itu membalikan badan nya yuuta melayangkan sebuah pukulan kepada laki-laki itu hingga membuat nya terpental cukup jauh.
Setelah menghajar laki-laki itu yuuta kemudian membalikan badan nya lalu tersenyum menatap anak perempuan itu, dengan sedikit ketakutan dan terkejut anak perempuan itu mengamati yuuta sejenak lalu langsung memeluknya.
“ayah!!”kata anak perempuan itu sambil memeluk yuuta.
Aku seketika terkejut setelah mendengar anak perempuan itu memanggil yuuta dengan panggilan ayah, dengan penasaran aku kemudian menghampiri yuuda dan gadis kecil itu.
“yuuta siapa anak perempuan ini?”tanya ku kepada yuuta.
“ah ini putriku yang ku ceritakan padamu tadi, namanya Aoi hibiki”jawab yuuta dengan santai.
Aku menatap yuuta dengan tidak percaya, jadi suara yang tadi dia dengar itu adalah suara putrinya sendiri yang sedang berusaha untuk melepaskan diri dari pria yang mencoba untuk menculik nya.
“bagaimana ayah bisa tahu kalau aku ada disini, kata bibi naomi ayah tidak bisa pulang kerumah kakek buyut?”tanya Aoi dengan penasaran kepada yuuta.
“kakek buyut?”tanya ku dengan sedikit penasaran.
“Aoi biasa memanggil kakek ku seperti itu”kata yuuta.
“begitu ya”kata ku.
“ayah siapa kakak perempuan ini?”tanya Aoi sambil menatap ku.
“dia teman ayah, oh ya apa kau tadi bersama dengan kakek sebelum di tangkap oleh laki-laki tidak di kenal tadi?”tanya yuuta kepada Aoi.
Aoi mengangguk setelah yuuta menanyakan itu kepada nya, yuuta kemudian memejamkan matanya sambil memikirkan sesuatu lalu menatap ku yang sedari tadi berada di dekat nya.
“sasha apa kau tidak keberatan Aoi ikut dengan kita?”tanya yuuta kepada ku.
“aku tidak keberatan, terlebih lagi lebih aman bila dia tetap bersama dengan mu”jawab ku.
“baiklah, terimakasih sasha”kata yuuta dengan lega.
Aku bersama yuuta dan aoi kemudian berjalan menuju ke toko jam seperti niat kami di awal, sambil berjalan aku menatap yuuta yang terlihat sangat dekat dengan putri kecil nya.
“ayah kemana kita akan pergi?”tanya Aoi kepada yuuta.
“kita akan pergi ke toko jam”jawab yuuta.
“toko jam?, aku tidak melihat ayah memakai jam”kata Aoi.
“ah bukan ayah, tapi teman ayah yang ingin kesana”kata yuuta sambil menunjuk ku.
perhatian semua orang tertuju pada kami bertiga yang berjalan sambil mencari toko jam, setelah berjalan berkeliling kota pada akhirnya kami bertiga menemukan sebuah toko jam antik.
“akhirnya ketemu juga”kata yuuta sambil menatap toko itu.
“setelah berputar-putar akhirnya ketemu juga, kalau begitu ayo kita masuk”kata ku.
Aku, yuuta, dan Aoi kemudian membuka pintu toko itu lalu berjalan masuk ke dalam, di dalam kami bertiga di sambut oleh seorang laki-laki tua yang tersenyum ramah kepada kami.
“ada perlu apa kalian datang kesini anak muda?”tanya laki-laki tua itu.
“ah teman ku ingin memperbaiki jam nya yang rusak”kata yuuta.
Dengan santai aku kemudian memberikan arloji milik ku kepada laki-laki tua itu untuk di lihat, laki-laki tua itu mengamati arloji ku dengan seksama dan nampak terkejut saat memeriksa arloji milik ku.
“arloji ini sudah cukup lama, dan banyak komponen yang hilang dan aus”kata laki-laki tua itu.
“apa itu masih bisa di perbaiki?”tanya ku kepada laki-laki tua itu.
“tentu saja aku hanya perlu mengganti beberapa komponen yang hilang dan aus, tapi ini mungkin membutuhkan waktu agak lama untuk melakukan nya apa kau tidak masalah?”tanya laki-laki tua itu.
“aku tidak masalah”kata ku kepada laki-laki tua itu.
Setelah itu aku menghampiri yuuta yang sedang mencoba untuk menghubungi seseorang menggunakan ponsel miliknya, yuuta kemudian memasukan ponsel nya dengan kesal lalu menghela nafas.
“ada apa yuuta?”tanya ku kepada yuuta.
“aku mencoba untuk menghubungi kakak ku tapi tidak ada jawaban, oh ya bagaimana?”tanya yuuta kepada ku.
“dia bilang butuh beberapa waktu untuk memperbaiki nya”jawab ku.
“begitu ya”kata yuuta sambil menyilangkan tangan nya di dada.
Aku kemudian menatap Aoi yang sedang mengamati deretan jam yang di pajang di etalase toko, Aoi kemudian menatap kearah ku dan yuuta lalu tersenyum senang di saat yang bersamaan aku tiba-tiba mendapat sebuah ide untuk menghabiskan waktu sambil menunggu arloji ku selesai di perbaiki.
“hei yuuta ayo jalan-jalan lagi”kata ku kepada yuuta.
“huh, lalu arloji mu bagaimana?”tanya yuuta.
“kita bisa meninggalkan nya disini selagi di perbaiki, toh juga memperbaikinya membutuhkan waktu yang cukup lama”kata ku.
Yuuta nampak sedikit ragu-ragu namun pada akhirnya dia mau, aku kemudian menghampiri Aoi dan mengajak nya untuk pergi jalan-jalan bersama selagi menunggu arloji ku selesai di perbaiki.
~ sementara itu di penginapan ~
~~ sudut pandang luchifer ~~
Aku saat ini sedang duduk bersama dengan ibu dan yang lain nya di bar penginapan, sambil duduk aku menghela nafas dan mulai memikirkan tentang yuuta dan sasha yang saat ini mungkin saja sedang bersenang-senang.
“oh ya apa kakek akan tetap datang hari ini, bukan kah sekarang kita libur?”tanya ku kepada tuan karls.
“ya dia akan tetap datang, kalian tahu dia bilang akan membawa keluarga nya juga”jawab tuan karls.
“aku tidak sabar bertemu dengan mereka”kata ibu.
Tak lama kemudian pintu penginapan terbuka dan seketika semua orang yang ada di penginapan menjadi histeris, terlihat seorang laki-laki dan perempuan tua dengan jubah kehormatan berdiri di dekat pintu masuk.
“kakek reiga”kata marina dengan senang.
Mereka berdua tidak lain adalah pahlawan reiga dan reina, di belakang mereka terlihat enam anak perempuan dan yang sepertinya adalah keluarga mereka berdua.
“akhirnya guru datang, apa ada kendala saat datang kesini?”tanya tuan karls.
“hah... di jalan banyak sekali orang yang ingin melihat kami”keluh kakek reiga.
Mendengar keluhan itu ayah dan tuan karls hanya tertawa cukup kencang, bagaimana tidak kakek reiga dan nenek reina adalah pahlawan yang di panggil ke dunia ini beberapa tahun lalu untuk melawan raja iblis bersama teman-teman nya.
Dan karena keberhasilan kakek reiga mengalahkan raja iblis membuat nya menjadi sangat terkenal di semua kerajaan, oleh karena itulah dia menjadi idola semua orang dan memiliki penggemar.
“oh ya maaf karena aku membawa banyak orang kesini”kata kakek reiga.
“tidak masalah, oh ya apa mereka semua adalah keluarga anda?”tanya tuan karls.
“tidak juga, yang tertua di antara mereka adalah cucu perempuanku naomi”kata kakek reiga sambil menunjuk ke arah seorang perempuan yang usia nya kelihatan lebih tua dari kami bertiga.
“namaku naomi hibiki salam kenal”kata kak naomi memperkenalkan diri nya.
Aku sedikit terkejut ketika kak naomi mengenalkan dirinya kepada kami, dia memiliki nama marga yang sama dengan yuuta yaitu marga keluarga hibiki.
“oh ya karls maaf karena aku tidak membawa cucu laki-laki ku ikut kesini seperti yang ku janjikan”kata kakek reiga.
“tidak masalah guru, apa dia sibuk sekarang?”tanya tuan karls.
“aku tidak tahu namun nampak nya begitu, sudah satu tahun dia memutuskan untuk hidup sendiri”kata kakek reiga.
Aku bisa melihat kakek reiga sangat merindukan cucu laki-laki nya, nenek reina mengamati sekeliling lalu menatap kakek reiga dengan wajah panik.
“reiga dimana Aoi?”tanya nenek rena.
Kakek reiga seketika bangkit lalu mengamati penjuru tempat untuk menemukan seseorang bernama Aoi, tuan karls dan ayah mencoba untuk menenangkan kakek reiga yang sudah sangat panik.
“nenek reina siapa itu Aoi?”tanya ku kepada nenek reina yang masih bisa tetap tenang.
“dia adalah putri nya cucu laki-laki ku”jawab nenek reina.
Aku, maria, dan marina terkejut ketika nenek reina mengatakan itu kepada kami, di saat semua orang sedang panik pintu penginapan terbuka dan terdengar suara tawa anak kecil dari pintu.
“nenek reina”
Aku menatap sasha yang sedang menggandeng seorang anak perempuan di samping nya, sasha kemudian menghampiri kakek reiga dan nenek reina yang duduk di meja bersama kami.
“Aoi”kata kakek reiga ketika melihat anak perempuan yang bersama dengan sasha.
“kakek buyut”kata anak perempuan itu langsung memeluk kakek reiga.
Sasha terlihat terkejut mengetahui anak perempuan itu mengenal kakek reiga, dengan sedikit kebingungan ia kemudian menatap ku dan yang lainnya, Nenek reina kemudian memeluk sasha dengan senang yang terlihat masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“n-nenek reina apa yang sebenarnya terjadi?”tanya sasha yang nampak kebingungan.
Selagi sasha mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi kakek reiga kemudian menatap Aoi dengan khawatir.
“syukurlah kau bertemu dengan sasha, maafkan kakek karena tidak hati-hati tadi”kata kakek reiga dengan khawatir.
“tidak apa-apa, tadi ayah dan kak sasha yang menemukan ku”kata Aoi.
Kakek reiga dan nenek reina terkejut ketika mendengar perkataan Aoi, aku mengamati sekitar lalu menyadari kalau yuuta tidak ada di sini bersama dengan sasha dan Aoi.
“hei sasha dimana yuuta?”tanya ku kepada sasha.
Tepat setelah aku bertanya soal itu kepada sasha tiba-tiba saja pintu penginapan terbuka dan nampak yuuta yang berdiri di dekat pintu, ia terlihat terkejut ketika melihat nenek reina yang sedang memeluk sasha.
“huh nenek?”
Nenek reina melepaskan pelukan nya dari sasha dan terlihat terkejut saat melihat yuuta yang berdiri di dekat pintu.
“yuuta?”kata nenek reina dengan terkejut.
Kakek reiga langsung bangkit dari tempat nya duduk dan menatap yuuta dengan wajah terkejut sekaligus tak percaya, kakek reiga kemudian memejamkan matanya lalu menatap yuuta dengan wajah serius.
“sudah lama sekali ya, kakek”kata yuuta dengan wajah datar.
Semua orang nampak terkejut melihat yuuta yang kelihatan sudah sering bertemu dengan kakek reiga sebelum nya, kakek reiga menghela nafas lalu menatap yuuta sambil tersenyum.
“kau tidak berubah semenjak kecil, selalu penuh kejutan yuuta”kata kakek reiga.
Kakek reiga kemudian menghampiri yuuta lalu memeluknya, semua orang yang ada berada di penginapan ini terlihat terkejut dan tidak percaya dengan pemandangan yang kami lihat disini.
“tunggu sebentar tuan reiga apa anda mengenal yuuta?”tanya tuan karls.
Kakek reiga melepaskan pelukan nya lalu menatap tuan karls sambil tersenyum percaya diri.
“tentu saja dia adalah cucu laki-laki ku yang sering ku ceritakan kepada kalian semua”kata kakek reiga.
Tuan karls terlihat sangat terkejut dan dengan tak percaya menatap kakek reiga yang terlihat tenang, sedangkan yuuta hanya memalingkan wajah nya sambil menyilangkan tangan nya di dada lalu menghela nafas.