
~~ sudut pandang yuuta~~
aku, luchifer, maria, marina, sasha, dan yang lain nya saat ini berada di gerbang kota untuk mengantar kakek untuk pulang kembali ke bumi, di sana kakek segera membuka portal untuk kembali sedangkan nenek sedang berpelukan dengan bibi irene, dan kepala sekolah.
“jadi kalian akan kembali ke bumi sekarang huh?”tanya ku kepada kakek.
“ya, tapi besok aku akan kembali ke sini”jawab kakek.
“jadi kakek sungguhan akan datang ya”kata ku sambil menghela nafas.
Aku kemudian mengalihkan pandangan ku kearah Aoi yang sedang bermain maria dan marina, kakek yang berdiri di samping ku menyilangkan tangan nya di dada dan menatap Aoi.
“4 tahun lalu dia itu masih sangat kecil saat kau memungutnya dan sekarang dia telah tumbuh menjadi anak yang ceria”kata kakek.
“ya, tidak terasa waktu sudah berlalu dengan sangat cepat bukan”celetuk ku sambil menatap Aoi.
Saat itu juga aku teringat kembali dengan ayah dan ibuku yang sudah tiada dan tersenyum, tiba-tiba saja Aoi berbalik menatap ku dan berlari kearah ku lalu memeluk ku.
“ayah ada apa, kenapa ayah terlihat sedih seperti itu?”tanya Aoi sambil menatap ku.
“tidak ada apa-apa, hanya teringat dengan kakek dan nenek mu saja”jawab ku sambil tersenyum kepada Aoi.
Di saat itu haruka berjalan menghampiri ku yang sedang bersama dengan Aoi, dia kemudian berdiri di samping ku.
“aku terkejut kau sudah berada di sini lebih awal dari kami semua”kata haruka.
“A-ah itu karena aku ingin memberi kejutan untuk Aoi”ucap ku sambil menggaruk kepala ku.
“penuh kejutan, dari dulu kau memang tidak pernah berubah”kata haruka sambil tertawa.
Aku bersama haruka dan Aoi kemudian menghampiri kakek yang sudah selesai dengan semua persiapan yang di perlukan dan menunggu di depan portal, ekspresi Aoi seketika berubah menjadi murung ketika melihat portal buatan kakek.
“Aoi ada apa?”tanya ku.
“apa ayah akan ikut dengan Aoi pulang ke rumah kakek?”tanya Aoi kepada ku.
Aku seketika terdiam saat Aoi bertanya seperti itu kepada ku, sambil tersenyum aku mengelus kepala nya.
“ayah tidak ikut pulang dengan kakek buyut”jawab ku dengan nada sedikit berat.
*hiks... hiks...
Di saat itu juga Aoi langsung menangis setelah mendengar jawabanku itu dan memeluk ku, aku yang melihat itu kemudian berlutut ke tanah dan mencoba untuk menenangkan Aoi.
“aku tidak ingin pulang, Aoi ingin ikut dengan ayah”ucap Aoi sambil terisak.
“tidak Aoi, tempat ini terlalu berbahaya untuk mu jadi kau harus ikut dengan kakek”kata ku kepada Aoi.
“aku tidak ingin pulang”ucap Aoi sambil menangis lebih kencang.
Aku dan haruka mencoba untuk membujuk Aoi untuk ikut dengan kakek namun dia tetap ingin ikut dengan ku, di saat aku mencari cara untuk membuat nya mau ikut dengan kakek tiba-tiba saja bibi irene menghampiri Aoi.
“jangan menangis seperti itu, besok kakek buyut mu akan kembali lagi kesini bersama dengan yang lain nya”kata bibi irene kepada Aoi.
“apa itu sungguhan?”tanya Aoi kepada ku.
“apa yang di katakan bibi irene itu benar, kakek akan kembali ke sini besok”jawab ku.
Dengan tenang aku kemudian mengusap air mata Aoi dengan sapu tangan ku dan mengelus kepala nya.
“jangan murung seperti itu, ayah tidak akan pergi kemana-mana lagi selain di sini”ucap ku sambil mengelus lembut kepala Aoi.
Aku kemudian menggandeng tangan Aoi lalu kami berdua berjalan menghampiri kakek serta yang lain nya yang sudah menunggu, sebelum Aoi masuk aku memasangkan sebuah pin rambut ke rambut Aoi dan mengelus kepala nya.
“ayah janji tidak akan pergi kemana-mana dan tetap di sini”kata Aoi sambil mengacungkan jari kelingking kecil nya kepada ku..
“ya ayah janji kepada Aoi”ucap ku sambil melingkarkan kelingking ku ke kelingking Aoi.
Aku kemudian berdiri menatap kakek yang berdiri di hadapan ku, kakek meraih tangan ku dan meletakan sebuah bola cahaya berwarna biru di atas telapak tangan ku.
“kakek... apa ini?”tanya ku dengan sedikit terkejut.
“itu adalah fragment world portal skill aku sudah bicara dengan dia soal ini sebelum nya dan dia memperbolehkan ku menurunkan skill itu kepada mu, jadi jangan lupa untuk sesekali pulang ke rumah”kata kakek sambil tersenyum.
Mendengar ucapan itu aku memejamkan mataku lalu langsung memeluk kakek dengan sangat erat, setelah itu kakek dan yang lain nya satu persatu masuk ke dalam portal dan kemudian portal itu secara perlahan menghilang dari hadapan kami semua.
Saat itu juga tuan karls menepuk pelan pundak ku dan mengajak ku untuk kembali ke penginapan karena hari sudah mau malam, setelah berjalan selama beberapa menit kami semua akhirnya sampai di penginapan.
Sesampai nya di penginapan aku langsung berjalan menaiki tangga untuk kembali ke kamar ku, di kamar aku langsung menjatuhkan tubuh ku ke kasur lalu menghela nafas panjang.
“hari yang sangat melelahkan”gumam ku.
Sambil berbarik di kasur aku kemudian mengamati bola cahaya berwarna biru yang barusaja di berikan oleh kakek tadi.
“bagaimana cara ku menggunakan nya ya?”batinku.
[itu adalah skill orb, anda harus menyerap nya untuk bisa mendapatkan skill yang ada di bola itu]
“huh bagaimana cara ku untuk menyerap nya?”tanya ku kepada system.
[seingatku semua mahkluk hidup memiliki skill bawaan bernama absorbtion skill, kedengaran nya asing karena jarang sekali ada orang yang bisa mendapatkan skill orb dan menggunakan nya]
“absorbtion skill huh, kurasa aku akan mencoba nya saja”ucap ku.
Aku menggenggam bola cahaya itu lalu menghela nafas dan bersiap untuk merapalkan mantra skill itu.
“absorbtion!”
Tepat setelah aku merapalkan mantra itu tiba-tiba saja sebuah lingkaran sihir muncul di telapak tangan ku dan menyerap kekuatan skill orb itu, sedikit demi sedikit aku bisa merasakan sesuatu masuk ke dalam tubuh ku.
Proses itu tidak berlangsung sangat lama dari yang ku bayangkan dan skill orb itu berhasil ku serap sepenuh nya.
“apakah itu berhasil?”batin ku.
[kurasa mencobanya sekarang adalah ide yang bagus]
Aku diam sejenak memikirkan saran dari system lalu memutuskan untuk mengikuti saran dari system, aku mengulurkan tangan ku ke depan lalu bersiap untuk merapalkan skill itu.
“world portal”
Di depan ku kemudian muncul sebuah lubang yang ukuran nya cukup besar untuk ku masuki, dengan sedikit khawatir dan penasaran aku memasukan tangan ku ke dalam lubang portal itu.
“rasanya seperti memasukan tangan ku ke air”gumam ku.
Dengan penasaran aku kemudian memasukan kepala ku ke dalam portal itu, aku kemudian mendapati diriku sudah berada di halaman depan rumah kakek.
“sepertinya percobaan nya berhasil”gumam ku.
Aku kemudian menarik kepala ku keluar dari portal dan kemudian menutup nya kembali, setelah itu aku kemudian mengalihkan tatapan ku kearah jam yang sudah menunjukan jam 5 sore.
“ah lebih baik aku segera mandi lalu turun ke bawah untuk makan malam bersama dengan yang lain nya”gumam ku sambil bangkit dari kasur.
Tanpa membuang waktu ku aku langsung mengambil handuk dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
~ sementara itu di lantai bawah ~
Kepala sekolah dan bibi irene nampak sedang duduk berdua sambil memakan camilan ringan dan menikmati secangkir teh, di saat itu juga luchifer dan marina berjalan menuruni tangga di susul oleh sasha dan maria di belakang nya.
“yuuta masih belum turun?”tanya luchifer.
“belum, mungkin dia masih ada di kamar nya”jawab kepala sekolah.
“dia selalu saja datang terlambat makan malam”kata sasha sambil mendengus kesal.
Mereka berempat kemudian duduk sambil menunggu yuuta turun kebawah untuk makan malam, tak lama kemudian nampak yuuta berjalan menuruni tangga namun para anak perempuan langsung mengerumuninya.
“sepertinya yuuta jadi sangat populer di kalangan anak perempuan saat ini”ucap bibi irene.
Maria yang sedari tadi duduk dan memperhatikan yuuta kemudian bangkit dari kursi nya dan berjalan menghampiri yuuta yang sedang dikelilingi para anak perempuan, dengan kesal maria kemudian menggapai kerah baju yuuta lalu menarik nya pergi dari sana.
“e-eh m-maria?”tanya yuuta dengan terkejut.
Maria langsung mendudukan yuuta secara paksa di samping tempatnya duduk sebelum nya, setelah itu dia berdiri di hadapan yuuta sambil menunjukan wajah marah super menyeramkan nya.
“kau nampak nya sangat menikmatinya tadi”kata maria sambil menatap yuuta.
“u-umm m-maria aku tidak melakukan apapun tadi, m-mereka yang tiba-tiba mengerumuni ku”kata yuuta dengan terbata-bata.
Yuuta tidak bisa berkutik melihat maria yang terlihat sangat marah dan hanya bisa diam menerima omelan dari maria, bibi irene dan kepala sekolah hanya bisa tertawa melihat kelakuan mereka berdua.
Tak lama kemudian tuan karls dan tuan wilhelm datang dan langsung menghampiri kepala sekolah dan yang lain nya di sana.
“uhh apa yang terjadi dengan yuuta?”tanya tuan karls sambil menatap yuuta yang sedang di omeli maria.
“maria tidak senang melihat yuuta di kelilingi para anak-anak perempuan tadi, dan yah ini lah yang terjadi”jawab kepala sekolah.
Tuan karls mengangguk paham mendengar jawaban dari kepala sekolah lalu menggeleng-gelengkan kepala nya melihat kelakuan maria.
“tidak ibu tidak anak, mereka berdua sama saja”ucap tuan karls.
Lima menit kemudian maria kembali duduk di kursinya setelah puas mengomeli yuuta yang duduk diam di samping nya.
“bila aku melihatmu bersama anak perempuan selain kami berempat dan teman-teman perempuan mu, aku tidak akan segan untuk menghukum mu”ucap maria yang masih sedikit kesal.
“b-baiklah, aku mengerti”jawab yuuta sambil menghela nafas.
Setelah itu maria memalingkan kepala nya dari hadapan yuuta, tak lama kemudian seorang pelayan datang ke meja sambil membawa makan malam dan mereka semua langsung menyantap makanan itu.
~ keesokan hari nya ~
~~ sudut pandang yuuta ~~
Aku berdiri di depan cermin sambil memakai seragam akademi ku yang biasa ku pakai, setelah memastikan tidak ada barang-barang yang tertinggal dengan santai aku meraih pedang katana milik ku dan berjalan keluar dari kamar penginapan ku.
“yo selamat pagi”sapa ku kepada mereka berempat.
“selamat pagi yuuta”balas luchifer.
Maria nampak memalingkan wajah nya tidak mempedulikan keberadaan ku, melihat itu aku hanya menghela nafas karena maria masih marah kepadaku gara-gara yang kemarin.
“ngomong-ngomong kemana kepala sekolah dan yang lain nya?”tanyaku kepada mereka berempat.
“mereka masih di hubungi oleh kantor pusat pasukan ksatria kerajaan soal masalah kemarin, hah... katanya mereka akan mendatangkan divisi ke 3 ksatria kerajaan untuk menjaga kita saat latihan bersama nanti”kata sasha.
“begitu ya, kelihatan nya masalah ini masih belum selesai huh”kata ku sambil menyilangkan tangan ku.
“ya, bangsawan itu juga masih belum tertangkap dan keberadaan nya tidak di ketahui saat ini”kata luchifer.
Aku menghela nafas setelah mendengar ucapan luchifer barusan, kabar belum tertangkap nya bangsawan itu membuat ku menjadi sedikit khawatir dengan keselamatan luchifer dan yang lain nya.
“tapi ayah bilang seluruh pasukan yang ada di wilayah kerajaan di kerahkan untuk mencari bangsawan itu”kata maria.
“itu artinya dia jadi buronan kerajaan huh?”tanya ku.
“ya, seperti itulah”jawab maria singkat.
Aku menyandarkan punggung ku ke kursi dan menghela nafas panjang, di saat itu juga tiba-tiba saja sebuah portal muncul di dekat meja kami berlima.
“ayah!!”
Aoi keluar dari portal itu lalu berlari kearah ku dan langsung memeluk ku dengan senang, kak naomi kemudian keluar dari dalam portal sambil membawa sepiring makanan hangus di tangan nya lalu menatap Aoi yang sedang memeluk ku.
“Aoi kau masih belum menghabiskan sarapan mu”kata kak naomi.
“aku tidak ingin makan masakan bibi itu tidak enak, aku ingin masakan ayah”kata Aoi.
Melihat makanan hangus membuat teringat kalau kakak perempuan ku sangat buruk dalam memasak, sasha, luchifer, maria, dan marina nampak terdiam melihat masakan hangus itu.
“Aoi apa kau setiap hari makan makanan hangus itu?”tanya luchifer dengan penasaran.
“ya, rasa masakan bibi naomi sangat mengerikan”jawab Aoi.
Mendengar itu aku menghela nafas lalu bangkit dari tempat ku duduk dan melipat lengan jas ku.
“sepertinya memang harus aku yang memasak di rumah huh”ucap ku dengan santai.
“eh tapi bukan nya kau akan sarapan disini?”tanya kak naomi.
“tenang saja tuan karls dan yang lain nya sedang ada urusan jadi mereka akan terlambat sarapan”kata ku dengan tenang.
Aku dengan santai kemudian berbalik dan menatap luchifer, sasha, maria, dan marina yang masih duduk di meja makan, ku pikir mengajak mereka sarapan bersama bukan ide yang buruk.
“kalau kalian berempat tertarik kalian bisa ikut”tawarku.
“aku ikut!”ucap maria dengan semangat.
“kami bertiga ikut, aku akan mencari tuan karls dan yang lain nya dulu untuk minta izin”kata sasha yang kemudian berjalan pergi.
Setelah beberapa menit pergi sasha pada akhirnya kembali dan kami semua masuk ke dalam portal dan sampai lah kami di ruang depan, untuk pertama kali nya aku menginjakan kaki ku kembali di rumah kakek setelah sekian lama.
Aku dan yang lain nya kemudian berjalan menuju ke ruang makan dan di sana haruka serta yang lain nya udah ada di sana, mereka terlihat terkejut ketika melihat ku datang.
“y-yuuta bukan nya kau ada di sana?”tanya haruka dengan terkejut.
“aku tidak terlalu yakin ketika melihat masakan hangus kak naomi, jadi aku ke sini untuk memasakan sarapan seperti biasa”kata ku dengan santai.
Aku kemudian meminta luchifer dan yang lain nya untuk duduk menunggu di sana selagi aku pergi ke dapur untuk memasak, setelah itu aku bergegas menuju dapur lalu membuka kulkas untuk melihat sisa bahan makanan yang ada.
“hmm telur, daging, wortel, kubis, yah kurasa aku tahu apa yang harus ku lakukan”gumamku.
Dengan santai aku kemudian mengambil celemek yang biasa ku pakai untuk memasak dan mulai mengambil bahan-bahan yang di perlukan dari kulkas untuk segera memasakan sarapan.
~~ sudut pandang maria ~~
Aku berjalan mengamati penjuru ruang makan dan terkejut melihat sebuah lemari berisi banyak sekali piala dan mendali di salah satu sudut ruangan, dengan penasaran aku bangkit lalu mengamati deretan piala itu.
“juara 1 lomba memanah tingkat sekolah, juara 1 karate tingkat nasional?”gumam ku dengan sedikit kebingungan.
“kau pasti penasaran dengan semua piala yang ada di lemari itu”kata kak naomi.
“umm apa semua ini milik kak naomi?”tanya ku.
“bukan, itu semua adalah piala dan mendali milik yuuta”jawab kak naomi.
Mendengar jawaban itu membuat ku tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut ku, sepanjang hidupku aku tidak pernah melihat seseorang pernah memiliki piala dan mendali sebanyak ini sebelumnya.
“b-b-bagaimana bisa dia memiliki piala sebanyak itu?”tanya sasha tak percaya.
“hahaha sepertinya kalian tidak pernah melihat orang yang memiliki piala sebanyak itu”kata kak naomi sambil tertawa.
Kak naomi kemudian menatap deretan piala-piala itu lalu menghela nafas, saat itu juga dia mengambil sebuah foto dimana di sana ada nenek reina, kakek reiga, dirinya dan yuuta yang saat itu masih umur 5 tahun.
“asal kalian tahu saja semenjak kematian ayah dan ibuku yuuta berubah menjadi sangat pendiam dan hampir tidak pernah tersenyum sedikit pun”kata kak naomi dengan wajah murung.
Aku dapat melihat kak naomi mulai menangis setelah dia menceritakan tentang hal itu, kak naomi mengusap air matanya dan menghela nafas panjang untuk menahan tangisan nya.
“kejadian itu membuat yuuta sangat trauma karena saat kecelakaan itu dia berada di sana, saat itu juga yuuta tidak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri karena kematian ayah dan ibuku”kata kak naomi.
Aku, luchifer, marina dan sasha seketika terdiam setelah mendengar itu, walau kami berempat sudah mendengar cerita itu dari dirinya sendiri tetap saja aku tidak bisa membayangkan apa yang saat itu dia rasakan.
“tapi sekarang dia sudah berubah, jauh lebih baik daripada dirinya yang dulu”kata haruka.
“ya dia jauh lebih terbuka sekarang, tidak seperti dirinya dulu yang selalu menjauhi semua orang”kata kak naomi.
“hmm sepertinya ada banyak orang yang datang ya naomi?”
Kami semua memalingkan kepala kami kearah pintu ruang makan, terlihat anak laki-laki berwajah datar dan dingin berdiri di dekat pintu ruang makan.
“ryouji kau kembali”ucap kak naomi dengan senang.
“k-kak naomi siapa dia?”tanyaku.
“ah dia izuchi ryouji murid kesayangan kakek dan teman masa kecil ku”kata kak naomi memperkenalkan anak laki-laki itu.
“halo salam kenal”sapa kak ryouji kepada kami semua dengan nada datar.
“maaf karena dia terdengar sangat tidak bersemangat, dari dulu dia selalu begini”kata kak naomi.
“hei naomi kau masak hari ini?”tanya kak ryouji.
“a-ah aku memasak tapi gagal”jawab kak naomi.
Kak ryouji kemudian menatap sepiring makanan gosong yang ada di atas meja, tanpa pikir panjang dia langsung mengambil makanan gosong itu lalu memakan nya.
“masakan mu masih enak seperti biasanya”kata kak ryouji.
Aku, sasha, marina, dan luchifer terdiam melihat kak ryouji yang memakan masakan gosong buatan kak naomi, kak naomi terlihat salah tingkah ketika mendengar pujian dari kak ryouji.
Melihat bagaimana kak ryouji yang memakan masakan gosong buatan kak naomi sepertinya dia sudah biasa memakan masakan buatan kak naomi, tak lama setelah kedatangan kak ryouji yuuta kembali dari dapur sambil membawa beberapa piring makanan.
“sebentar sejak kapan kau ada di sini?”tanya yuuta kepada kak ryouji.
“sejak tadi”jawab kak ryouji singkat.
Yuuta meletakan semua makanan yang ia buat untuk sarapan pagi ini, aku, luchifer, sasha, dan marina terdiam melihat masakan buatan yuuta yang terlihat sangat enak.
“yuuta apa nama makanan ini?”tanyaku.
“ah itu namanya omurice, cobalah rasanya cukup enak”jawab yuuta dengan senang.
Karena perut ku sudah sangat lapar dengan sedikit ragu aku mengambil sedikit omurice lalu memakan nya, saat itu juga aku dapat merasakan rasa yang berbeda dari semua masakan yang pernah ku makan selama ini.
“i-ini makanan paling enak yang pernah ku makan”ucap ku dengan tidak percaya.
“syukurlah kalau kau menyukai nya”kata yuuta dengan lega.
Kami semua kemudian mulai menyantap sarapan yang dibuat oleh yuuta bersama-sama, saat kami semua sedang memakan sarapa n kami tiba-tiba saja pintu terbuka dan enam anak laki-laki berdiri di depan pintu.
“yo kami sudah datang, eh tunggu sebentar yuuta?!?!”kata salah satu dari mereka dengan terkejut menatap yuuta.
“eh ryuta, haruto ,hiroto , kazuki, william, ryuu, sedang apa kalian ada di sini?”tanya yuuta dengan terkejut.
“kakek mu mengajak kami semua pergi dengan nya, katanya ke tempat yang cukup bagus untuk bersantai”kata kazuki dengan santai.
“kak naomi apa kakek yakin mengajak mereka semua?”tanya yuuta sambil menoleh kepada kak naomi.
“ya kakek menghubungi mereka semalam”jawab kak naomi.
“b-begitu ya, oh ya apa kalian sudah sarapan?”tanya yuuta kepada mereka berenam.
“tenang kami sudah sarapan mie cup instan tadi”jawab kazuki sambil mengacungkan jempolnya.
“kalian itu tidak berubah dari dulu ya”kata yuuta sambil tersenyum kecil.
Singkat cerita setelah menghabiskan sarapan kami semua berkumpul di halaman belakang rumah kakek reiga, yuuta bersiap hendak membuka kembali portal menuju ke penginapan namun sebelum itu ia berbalik dan menatap keenam teman nya.
“oh ya bisakah kalian merahasiakan ini dari semua orang, ini akan menjadi masalah kalau ada yang mengetahui nya?”tanya yuuta kepada keenam sahabat nya.
“tenang saja kau bisa percayakan hal itu kepada kami”kata william dengan yakin.
“ok aku percaya kepada kalian, sebaiknya kalian bersiap”kata yuuta.
Dengan tenang yuuta kemudian merapalkan mantra untuk membuka portal kembali menuju ke dunia tempat ku berasal, keenam teman yuuta nampak terkejut ketika melihat yuuta membuka sebuah portal.
“daripada berlama-lama ayo kita masuk, tuan karls, tuan wilhelm, dan kepala sekolah pasti sudah menunggu kita di sana”kata yuuta.