
~~ sudut pandang yuuta ~~
Saat ini aku duduk bersama dengan kakek dewa di rumah nya, kakek dewa terlihat sangat berbeda dari pertama kali aku bertemu dengannya.
“terimakasih karena mau repot-repot datang kesini hanya untuk orang tua seperti ku”ucap kakek dewa.
“tidak masalah, kupikir apa yang ingin kakek dewa bicarakan itu itu cukup penting jadi aku datang kesini”ucap ku.
“kalau begitu kurasa langsung saja pada intinya saja, seorang dewi ingin bertemu denganmu jadi aku memanggil mu kesini”ucap kakek dewa.
“h-huh dewi?”tanya ku dengan terkejut.
“kau tahu dirimu cukup populer di kalangan para dewi, yah itu karena ulah ku sendiri menceritakan tentang dirimu kepada mereka”ucap kakek dewa sambil menggaruk belakang kepalanya.
“ah shots here we go again”batin ku.
Di saat yang bersamaan tiba-tiba saja sebuah portal yang sama muncul di samping kami berdua dan dari dalam portal itu keluar seorang perempuan cantik dan elegan, dia terlihat terkejut ketika melihat ku setelah keluar dari dalam portal.
“ah kau sudah datang luna, aku membawanya seperti yang ku janjikan”ucap kakek dewa sambil menatap perempuan itu.
“errr apa dia dewi yang anda maksud kakek dewa?”tanya ku dengan penasaran.
“ya biar ku perkenalkan kepada mu yuuta, lumiere iruna dewi bulan dan pengetahuan”ucap kakek dewa.
“n-namaku lumiere iruna, salam kenal”ucap dewi iruna.
“namaku yuuta hibiki salam kenal”balasku.
Kami bertiga kemudian duduk bersama sambil menikmati teh yang di hidangkan oleh kakek dewa, aku meminum teh ku lalu setelah itu menatap kakek dewa dan dewi iruna.
“ngomong-ngomong bagaimana kehidupan mu du dunia itu yuuta?”tanya kakek dewa dengan santai.
“hidup ku jauh sedikit lebih tenang di sana karena aku tidak perlu memikirkan semua tanggung jawabku sebelumnya di bumi”jawab ku.
Aku kemudian mengalihkan perhatian ku kepada dewi iruna yang mengamati pedang katana milik ku dengan seksama.
“darimana kau mendapatkan pedang ini?”tanya dewi iruna.
“ah aku membuat pedang itu sendiri”jawab ku.
“apa aku boleh meminjamnya sebentar?”tanya dewi iruna.
“tentu saja”jawabku.
Aku kemudian memberikan pedang katana ku kepada dewi iruna, dia memperhatikan pedang katana milik ku dengan seksama lalu menarik nya keluar dari sarungnya.
“ngomong-ngomong apa ada hal lain yang ingin anda bicarakan dengan ku kakek dewa?”tanya ku.
“hmm ah ya ini soal para pahlawan dari dunia lain yang ku panggil tidak lama ini”ucap kakek dewa.
“h-huh memang nya ada apa dengan mereka?”tanya ku dengan penasaran.
“sebenarnya alasan ku memanggil mereka bukan untuk melawan raja iblis lagi, namun agar mereka bisa belajar dari pengalaman mereka di sana”ucap kakek dewa.
“begitu ya, lalu apa yang ingin kakek dewa katakan kepada ku?”tanya ku lagi.
“aku ingin kau mengawasi mereka, baru-baru ini mereka terpecah menjadi dua kelompok yang memiliki misi berbeda”ucap kakek dewa.
“kurasa anda bisa mengandalkan ku soal itu, tapi aku tidak tahu dimana mereka”ucap ku.
“kau hanya perlu mencari anak perempuan bernama ichinose hanabi, kurasa kau mengenal nya bukan”ucap kakek dewa dengan tenang.
Aku langsung menoleh menatap kakek dewa dengan terkejut setelah mendengar nama itu, saat itu tiba-tiba saja ponsel ku berdering singkat lalu aku segera meraih ponsel ku untuk melihat pesan yang barusaja masuk.
Kepada yuuta
Yuuta kami butuh bantuan, ku mohon datang lah!!
Dari kak naomi
Aku membaca pesan singkat dengan terkejut lalu bangkit dari tempat duduk ku untuk pergi, kakek dewa menatap ku dengan terkejut melihat ku yang terlihat khawatir cemas.
“apa yang terjadi?”tanya kakek dewa.
“kakak ku mengirimi ku pesan, terjadi sesuatu di tempat nya saat ini”ucap ku.
“sebaiknya kau segera kembali kesana sebelum terlambat”ucap kakek dewa.
Aku menggangguk dan dewi iruna memberikan pedang katana ku kembali lalu bergegas membuka world portal untuk kembali ke tempat latihan, saat aku hendak masuk ke dalam portal tiba-tiba saja dewi iruna menahan ku.
“aku ingin memberikan sesuatu kepada mu”ucap dewi iruna.
Tiba-tiba saja sebuah cahaya melingkar muncul di pergelangan tangan kanan ku, tak lama kemudian cahaya itu berubah bentuk menjadi sebuah gelang perak dengan ornamen indah dan kristal biru di tengah nya.
“eh apa ini?”tanya ku.
“itu lumiere nova bracelet, gelang itu dapat berubah menjadi apapun sesuai kehendak pemilik nya, dengan itu kau memiliki resistensi tambahan terhadap sihir apapun”ucap dewi iruna.
“b-begitu ya, terimakasih”ucap ku kepada dewi iruna.
“kalau begitu pergi lah nak, mereka membutuhkan mu”ucap kakek dewa.
Setelah menerima gelang itu aku langsung bergegas masuk ke dalam portal, sesaat kemudian aku tiba di tempat latihan namun tempat ini berubah menjadi sebuah medan perang.
“apa yang terjadi di sini, dan di mana yang lainnya?”tanyaku dalam hati.
Aku bergegas pergi untuk mencari di mana luchifer dan yang lain nya berada, saat sedang fokus menyusuri daerah sekitar ku tiba-tiba saja terlihat sebuah ledakan besar tidak jauh dari tempat ku berada.
“buset dah apaan itu tadi?”tanya ku dalam hati.
Tanpa berlama-lama aku kemudian mencoba untuk mendekati tempat di mana ledakan itu berasal, aku terkejut saat melihat tuan karls, kepala sekolah, dan tuan wilhelm bertarung melawan seorang perempuan yang kelihatan nya seumuran dengan ku.
“siapa orang yang mereka bertiga lawan itu?”
[dia adalah demonlord kesebelas isabella lytonia, adik dari demon lord kelima lycia lytonia]
“huh demonlord ?”tanya ke dengan terkejut.
[ya , di lihat dari dampak pertarungan kurasa mereka sudah bertarung cukup lama di sini]
Saat ini yang ku pikirkan adalah untuk apa seorang demonlord berada di sini, kalau ku ingat tempat ini masih bagian dari kerajaan arsenia.
“seharusnya dengan kekuatan ku aku bisa memukul mundur perempuan itu, namun bisa saja kalau aku yang turun langsung kerajaan iblis bisa menganggap tindakan ku sebagai provokasi”gumam ku.
“lalu apa yang harus ku lakukan saat ini?”tanya ku dengan bingung.
Di saat sedang bersembunyi dan memikirkan cara untuk meredakan situasi tiba-tiba saja sebuah serangan bola api raksasa melesat kearah ku yang membuat ku secara spontan langsung mengaktikan perisai sihir untuk melindungi diri.
“sepertinya aku ketahuan”gumamku.
Dengan ragu aku keluar dari tempat persembunyian ku sambil mengangkat kedua tangan ku, tuan karls, tuan wilhelm, dan kepala sekolah nampak terkejut saat menyadari kehadiran ku.
“y-yuuta k-kau sudah kembali, sejak kapan kau berada di sini?”tanya tuan karls.
“uhh karena kak naomi mengirim kan sebuah pesan singkat kepada ku, jadi ku pikir ada sesuatu yang terjadi di sini”ucap ku.
Perempuan itu nampak terkejut saat melihat ku dan memberiku sebuah tatapan tajam, kurasa dia melihat kehadiran ku sebagai sebuah ancaman untuk dirinya.
“umm bukan kah ras iblis dan manusia sudah menyepakati genjatan senjata, k-kenapa kalian bertarung di sini?”tanya ku.
“hmm kau tahu tentang perjanjian itu huh, ku pikir para manusia telah melupakan kesepakatan itu”ucap perempuan itu sambil menurunkan senjata nya.
“y-yuuta walau begitu dia adalah seorang demonlord”ucap tuan karls.
“semua hal bisa di selesaikan dengan cara damai, tidak ada asap bila tidak ada api”ucap ku dengan tenang.
Tuan karls, tuan wilhelm, dan kepala sekolah masih tetap bersiaga dengan senjata mereka masing-masing, seperti apa yang kuduga meredakan ketegangan di tempat ini sedikit jauh lebih sulit.
“aku harus melakukan sesuatu untuk meredakan ketegangan di sini”
Setelah sesaat memikirkan cara pada akhirnya aku memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini.
“baiklah kurasa aku akan langsung ke intinya saja, apa yang sebenarnya terjadi di sini?”tanya ku dengan nada serius.
“ada sebuah party yang mengaku sebagai party pahlawan yang menyerang ku, aku tidak punya pilihan untuk menyerang mereka balik dengan kekuatan ku”jawab perempuan itu.
“huh party pahlawan kalau ku ingat mereka sudah kembali kedunia asal mereka, apa kau yakin soal party tidak di kenal itu?”tanya ku balik.
“aku berani bersumpah atas nama raja iblis, mereka mengaku sebagai party pahlawan saat bertemu dengan ku”jawab perempuan itu dengan sungguhan.
Aku dan yang lain nya tentu saja kebingungan dengan jawaban dari perempuan itu, terlebih lagi aku yakin teman-teman kakek sudah kembali ke bumi tidak mungkin ada yang masih tetap tinggal di sini.
“tuan karls bukan kah aneh ada yang mengaku-ngaku party pahlawan setelah perang besar berakhir?”tanya ku kepada tuan karls.
“hmm kalau di pikir-pikir memang aneh”jawab tuan karls.
“ya aku juga berpikir begitu”ucap tuan wilhelm dan kepala sekolah.
Dengan tenang aku kemudian menghampiri perempuan itu untuk bertanya lebih banyak soal party tidak di kenal itu.
“apa kau ingat ciri-ciri salah satu dari mereka?”tanya ku kepada nya.
“hmm kalau tidak salah salah satu dari mereka terluka parah karena melawan ku”jawab perempuan itu.
“huh salah satu dari mereka terluka, tunggu sebentar jangan-jangan anak laki-laki yang tadi mendarat di tempat semua nya latihan dengan tubuh penuh luka”ucap tuan karls.
Perempuan itu mengangguk mengiyakan perkataan tuan karls, hmm kurasa sekarang semua nya jelas kenapa ini terjadi.
“tuan karls apa kau tahu kemana anak laki-laki itu pergi?”tanya ku.
“kalau tidak salah dia ikut bersama dengan maria dan luchifer pergi dari sini menuju ke kota”jawab tuan karls.
Aku terkejut mendengar jawaban dari tuan karls barusan, kurasa semua ini hanya lah sebuah miskomunikasi karena tuan karls dan yang lain nya tidak memahami situasi.
“kurasa aku tahu harus pergi kemana”ucap ku sambil mengalihkan perhatian ku ke arah kota.
Tanpa pikir panjang aku menggunakan skill fly untuk terbang menyusul mereka lebih cepat, sambil terbang aku mengamati keadaan sekitar dan dari kejauhan aku dapat melihat maria dan teman-teman ku yang lain sedang bertarung melawan monster.
“itu mereka”gumam ku.
*sementara itu di tempat lain
~~ sudut pandang maria ~~
sasha melepaskan sebuah bola api kearah gerombolan monster yang terus berdatangan, ini sudah hampir satu jam kami semua menahan serangan monster yang datang tanpa henti.
“huft-huft aku sudah tidak sanggup lagi”ucap sasha dengan nafas tersengal-sengal.
“aku juga, gerombolan ini terus berdatangan tidak peduli sebanyak apa kita berhasil membunuh mereka”ucap luchifer yang ada di samping ku.
“kuharap yuuta ada di sini”ucap haruka.
Hampir semua murid sudah kelelahan setelah menghadapi banyak sekali gerombolan monster yang datang, kalau terus seperti ini kami tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.
“thunder strike”
Tiba-tiba sebuah petir yang sangat kuat menyambar para monster yang mencoba untuk mendekat, saat itu juga seorang anak laki-laki tiba-tiba saja mendarat hingga membuat semua monster terlempar menjauh.
“yuuta”ucap haruka dengan senang.
“yo maaf aku datang terlambat, kelihatan nya disini sibuk sekali ya”ucap yuuta sambil menatap gerombolan monster yang datang.
Yuuta mengangkat tangan nya lalu merapalkan sebuah sihir Es dan angin, aku dan yang lain nya memutuskan untuk mundur menjauh dari yuuta karena aku merasa sihir itu sangat berbahaya.
“frost vortex”
Tiba-tiba saja sebuah pusaran badai es yang sangat besar muncul di tempat yuuta berdiri, pusaran badai es itu sangat kuat dan aku dapat melihat monster-monster yang berdatangan langsung membeku dan hancur berkeping-keping.
“frost spike”
Di sisi lain sebuah jarum es tiba-tiba muncul di bawah monster-monster yang berhasil bertahan dan langsung menusuk mereka, gerombolan monster yang masih tersisa memutuskan untuk kabur setelah melihat kemampuan yuuta, yuuta berdiri menatap para monster yang kabur lalu berbalik menatapku.
“apa kalian semua baik-baik saja?”tanya yuuta.
“k-kami semua baik-baik saja, kami hanya kelelahan setelah menghadapi mereka semua”jawabku.
“syukurlah kalau begitu”ucap yuuta lega.
aku berniat untuk mengajak yuuta mendatangi tempat kak naomi dan yang lain nya bersembunyi namun tiba-tiba saja sebuah jarum hitam melesat kearah yuuta, yuuta yang sudah tahu soal itu langsung mencabut pedang katana nya untuk menangkis jarum-jarum hitam itu.
Saat itu aku mengalihkan perhatian ku dan menatap anak laki-laki yang tadi kami tolong berdiri menatap yuuta sambil menggenggam pedang di tangan nya, dari sorot matanya aku dapat merasakan rasa benci yang sangat dalam.
“yuuta hibiki”ucap anak laki-laki itu.
“lama tidak melihat mu tachibana”ucap yuuta dengan nada dingin.