My Life In Another World As Otaku

My Life In Another World As Otaku
chapter 10 : hari pertama bersekolah di dunia lain!



~~ sudut pandang yuuta ~~


Aku berdiri di depan rumah luchifer untuk menunggu nya, pagi ini aku sudah berada di depan rumah luchifer dengan bantuan gate sambil mengamati ponsel ku aku terus bersandar di tembok pagar untuk menunggu luchifer.


“y..yuuta bagaimana kau di sini?”tanya luchifer yang sudah berdiri di depan gerbang sambil menatap ku dengan terkejut.


“aku tadi datang pakai gate untuk menjemput mu”kata ku sambil memasukan ponsel ku ke dalam saku celana ku.


“eh kenapa kau repot repot menjemput ku padahal kau bisa berangkat lebih awal dari ku?”tanya luchifer.


“setelah ku pikir pikir lebih baik berangkat bersama mu saja, toh juga seorang perempuan tak boleh berangkat sendirian”kata ku.


“begitu ya”kata luchifer.


Kami berdua kemudian berjalan bersama menuju ke akademi pagi ini, hari ini adalah hari pembukaan akademi dan seluruh siswa di minta hari ini hadir untuk mengikuti upacara pembukaan, aku menghela nafas dan menatap seragam luchifer yang berwarna putih dengan corak biru dengan lencana dan lambang akademi dada kanan nya.


“lencana mu memiliki pola yang sedikit unik”kata ku sambil mengamati lencana perak di pundak kanan nya.


“pola di lencana kita itu melambangkan hasil pengukuran energi sihir di akademi, semakin banyak pola berarti semakin tinggi energi sihir seseorang”kata luchifer.


“begitu ya pantas saja pola di lencana ku cukup aneh dan bervariasi”kata ku.


Aku masih mengenakan jas seragam yang di berikan pada ku waktu itu yang telah di pasang atribut akademi seperti lencana dan lambang akademi di saku dada ku, ku lihat anak anak seumuran ku berjalan dengan seragam yang sama seperti ku dan luchifer.


“oh ya di mana sasha kupikir ia akan berangkat dengan mu?”tanya ku.


“dia tadi sudah berangkat duluan”kata luchifer.


“jadi begitu ya”kata ku.


Kami berdua terus berjalan selama 30 menit dan akhirnya tiba di akademi, aku dan luchifer berjalan mendekati papan pengumuman yang ada di dekat pintu masuk, aku mengamati pengumuman yang ada di sana dan menatap luchifer.


“kurasa kita berdua sekelas”kata ku.


“benarkah, kalau begitu tujuan kita sama”kata luchifer.


“ya dan ayo kita harus bergegas ke kelas sebelum bel masuk”kata ku.


Aku dan luchifer bergegas menuju ke kelas kami berdua, kami berdua masuk di kelas yang paling tinggi yaitu kelas S yang khusus untuk anak dengan potensi sihir yang sangat tinggi di akademi, setelah kami berdua berjalan cukup lama akhirnya kami sampai di depan kelas.


“jadi ini kelas paling tinggi ya, pantas saja aura nya beda sekali”kata ku.


“kau bisa merasakan aura sihir seseorang?”tanya luchifer.


“ya aku bisa dan juga aku merasakan kekuatan sasha di dalam sana, mungkin saja dia masuk kelas ini juga”kata ku.


“bila di lihat dari segi kekuatan nya ia sudah pasti masuk ke kelas ini”kata luchifer.


“yah dari pada memikirkan hal itu lebih baik kita segera masuk saja”kata ku.


Aku membuka pintu dan kami berdua masuk ke dalam kelas, seketika semua murid yang hadir menatap ku yang masuk ke kelas ini, aku tak mempedulikan tatapan mereka dan segera duduk di bangku paling belakang bersama dengan murid murid berseragam putih yang sama dengan ku dan luchifer.


“lihat itu anak yang membunuh karld dengan satu jentikan tangan saja”


“aura anak itu berbeda sekali, rasanya seperti bertemu dengan raja iblis saja”


“dia anak yang secara tiba tiba menduduki peringkat teratas kelas S menggeser sasha ishgar”


Aku tak mempedulikan bisikan mereka dan duduk dengan santai sambil menatap jam di dinding, tak lama kemudian bel berbunyi dan semua anak segera duduk di bangku mereka masing masing.


Tak lama kemudian seorang guru perempuan masuk ke dalam, ia menatap semua anak sebelum memperkenalkan dirinya.


“namaku mira warther mulai tahun ini aku akan menjadi walikelas kalian”kata bu mira.


Setelah memperkenalkan diri ia kemudian segera menuliskan sesuatu di papan tulis, aku menatap tulisan yang cukup jelas di papan dan menghela nafas, bu mira berbalik menatap kami semua dan mengambil buku pelajaran sihir milik nya sambil meminta semua nya membuka buku sihir.


“hari ini kita akan langsung memulai pelajaran tentang pengendalian sihir”kata bu mira.


Aku mengaktifkan sihir dimensional storage yang ku pelajari dua minggu lalu dan meraih buku pelajaran ku, beberapa anak menatap ku dengan terkejut karena menggunakan dimesional storage tanpa kesulitan, bu mira kemudian berbalik menatap kami dan menjelaskan hal hal seputar pengendalian sihir.


“ini akan menjadi hari yang membosankan”gumam ku.


**skip scene**


“sungguh tiga jam yang membosankan”kata ku.


“apa kau sudah bisa mengendalikan sihir mu hingga berkata seperti itu”kata luchifer.


“tuan sean mengajari ku banyak hal selama dua minggu sebelum tes masuk, salah satu nya adalah pengendalian sihir”kata ku.


Aku menyandarkan tubuh ku di kursi dan menghela nafas panjang, aku masih duduk di di kelas bersama dengan luchifer yang mengeluarkan bekal nya, aku menatap bekal luchifer dan menyesal tak minta di bawakan bekal.


“apa kau tak bawa bekal hari ini?”tanya luchifer.


Aku mengangguk dan menatap luchifer yang menyodorkan sebuah biskuit kepada ku, aku menatap luchifer dengan sangat bingung dengan maksud tindakan nya.


“kebetulan aku bawa biskuit untuk bekal hari ini, makan lah aku masih punya banyak”kata luchifer.


Aku menerima biskuit pemberian luchifer dan memakan nya, ku lihat luchifer cukup senang melihat aku menerima biskuit pemberian nya dan memakan nya, jujur saja saat pertama menggigit biskuit ini aku terdiam karena rasanya sangat enak.


“biskuit ini rasanya luar biasa”puji ku.


“sykurlah kau menyukai nya”kata luchifer.


Aku segera menghabiskan biskuit itu dan mengamati keadaan kelas yang agak sepi, hanya ada beberapa anak saja yang masih di kelas karena sebagian murid pergi ke kantin atau berkeliling akademi.


“oh tuan ranking satu tak pergi ke kantin untuk membeli makan, apa kau tak punya uang”


Aku menoleh dan menatap sasha yang berdiri di samping ku, di belakang nya teman teman bangsawan nya menatap ku dengan tatapan tak suka, sebenarnya aku tak mau meladeni nya tapi cewek ini pasti akan tambah menjadi jadi bila ku diam kan.


“tidak aku ada uang namun aku malas mau menggunakan nya”kata ku dengan santai.


“mungkin uang nya hanya sedikit, diakan orang biasa bukan bangsawan”kata teman nya sambil menatap ku.


Aku menghela nafas dan merogoh saku ku dan mengeluarkan sebuah koin platinum dan memperlihatkan nya kepada sasha dan teman teman nya.


“kau yakin ini hanya sedikit?”tanya ku.


“dari mana kau mendapatkan koin itu?”tanya sasha.


“ah aku membawa nya dari rumah, kebetulan aku masih punya hampir 1000 koin platinum di rumah ku”kata ku santai.


Seketika semua anak bangsawan yang ada di kelas terdiam mendengar kata kata ku, mereka terlihat tak percaya seorang anak biasa yang memiliki uang sebanyak itu di rumah nya, aku memasukan koin platinum itu ke saku ku dan menyadarkan punggung ku di kursi sambil memejamkan mata.


**teng..teng**


Bel sekolah berbunyi dan semua anak bergegas duduk di bangku mereka, sasha duduk di bangku nya dengan masih terkejut dengan uang yang ku bawa, kemudian bu mira masuk sambil membawa tongkat sihir kecil di tangan nya dan melanjutkan pelajaran.


Sambil memperhatikan penjelasan bu mira aku juga mengamati sihir sihir yang di contoh kan di hadapan kami, kami semua mengikuti penjelasan penjelasan yang di berikan kepada kami dan tak terasa hari sudah sore, bu mira mengakhiri kelas dan semua murid beranjak dari bangku mereka dan bergegas pulang.


“hei yuuta apa kau akan pulang menggunakan gate?”tanya luchifer.


“hmm kurasa tidak hari ini, memang kenapa?”tanya ku.


“tidak ada apa apa hanya ingin tahu saja”kata luchifer.


Aku dan luchifer berjalan untuk pulang kerumah kami, aku berjalan sambil mengamati sekitar ku dang menghela nafas.


“yuuta tunggu sebentar”kata bu mira.


Aku berhenti dan berbalik menatap bu mira yang berjalan menghampiri ku.


“ada apa?”tanya ku.


“kepala sekolah menitipkan ini untuk mu”kata bu mira sambil memberikan sebuah surat untuk ku.


Aku menatap surat itu dengan bingung dan menatap bu mira yang berdiri di depan ku.


“ini surat apa?”tanya ku.


“entahlah tadi beliau meminta ku untuk memberikan nya pada mu”kata bu mira.


“begitu ya kalau begitu terimakasih dan sampai besok”kata ku.


Aku kembali berjalan dan meninggalkan bu mira setelah mengucapkan terimakasih pada nya, dengan heran aku mengamati surat itu dan memasukan nya ke dalam saku jas ku.


“apa itu?”tanya luchifer.


“entahlah kepala sekolah yang memberikan nya”balas ku.


Kami berdua berjalan di bawah langit yang menampakan rona oranye menandakan hari akan gelap, aku terus memikirkan surat itu dan tanpa sadar luchifer menarik jas ku, aku menatap wajah nya dan ia menunjuk sesuatu di depan, aku menatap kedepan dan mendapati seorang anak laki laki menangis.


“ada apa dengan nya?”tanya ku.


“mungkin dia tersesat”kata luchifer.


Luchifer berjalan mendahului ku dan membungkukan di hadapan anak itu, aku mengikuti luchifer dan menatap luchifer.


“siapa nama mu?”tanya luchifer pada anak itu.


Anak itu berhenti menangis sejenak dan mengamati luchifer tak lama kemudian ia kembali menangis tanpa membalas pertanyaan luchifer, aku menatap luchifer yang terlihat bingung harus apa kepada anak itu.


“biar ku coba”kata ku.


Aku membungkuk di hadapan anak itu dan mengelus kepala anak itu, anak itu terkejut dan menatap ku yang mengelus kepala nya.


“siapa nama mu?”tanya ku.


“namaku nino”kata anak itu.


“baiklah apa kau tadi bersama ibu atau ayah mu sebelum tersesat?”tanya ku lagi.


“tadi aku bersama ibu ku”kata nino.


“begitu ya”kata ku.


Aku meraih ponsel ku dan membuka peta untuk mencari ibu nya nino, aku menunggu beberapa saat setelah aku memasukan ibu nino pada kolom pencarian peta dan terlihat titik merah tempat ibu nino berada muncul di peta.


“baiklah ayo kita menemui ibu mu”kata ku sambil mengelus kepala anak itu.


Aku sambil mengamati peta, bersama luchifer dan anak itu berjalan menuju ke tempat ibu nya berada, kami berjalan selama dua puluh menit dan akhirnya tiba di tempat ibu nino berada yang tak lain adalah pos penjaga, nino segera berlari menghampiri seorang wanita yang terlihat panik di depan para penjaga dan memeluk nya.


Aku dan luchifer menghela nafas lega karena anak itu sudah bertemu dengan ibu nya, ibu nya menghampiri kami berdua dan berterimakasih setelah itu berjalan pergi bersama nino, aku menatap mereka yang berjalan dari kejauhan kemudian menatap luchifer.


“kurasa sekarang kita pakai gate saja agar lebih cepat”kata ku.


“ya kurasa kau benar”kata luchifer.


Luchifer memegang tangan ku dan aku merapal gate sesaat kemudian kami sudah berada di depan rumah luchifer, luchifer melambaikan tangan nya kepada ku dan dengan segera aku merapal gate lagi untuk pulang ke rumah, aku berdiri di depan pintu utama dan bergegas masuk ke dalam.


“ah tuan akhirnya anda pulang”kata tuan sean.


“maaf terlambat dan apa surat yang di tangan mu itu?”tanya ku.


“ah ini tadi ada seorang yang mengantarkan surat ini ke sini, sebaiknya anda lihat sendiri”kata tuan sean.


Aku menerima surat yang di berikan oleh tuan sean kemudian aku merobek amplop dan membaca isi surat itu, aku terkejut melihat isi surat itu adalah undangan pesta dari keluarga ishgar, sambil berdiri aku mengamati undangan itu dan menghela nafas panjang.


“ada apa tuan?”tanya tuan sean kepada ku.


“tuan sean apa aku punya pakaian pesta?”tanya ku.


“tentu saja ada sebaiknya anda mandi dan makan malam dulu setelah itu memilih baju untuk anda kenakan di pesta itu”kata tuan sean.


“baiklah kalau begitu aku naik dulu”kata ku sambil melangkahkan kaki untuk menaiki tangga menuju ke kamar ku.


Aku berjalan menaiki tangga dan menghela nafas panjang, aneh sekali keluarga ishgar mengundang ku ke pesta mereka, sambil berjalan aku kemudian teringat surat yang di titipkan kepada bu mira untuk ku, aku meraih surat itu dan membuka nya sambil berjalan.


Aku mengamati surat itu dan terdiam saat melihat alamat yang ada di undangan itu, surat itu meminta ku hadir ke rumah keluarga isghar yang sama seperti undangan yang di kirim ke rumah ku tadi.


“ini akan jadi malam yang panjang”gumam ku.