
~~ sudut pandang yuuta ~~
aku memalingkan wajah ku sambil menyilangkan tangan di dada lalu menghela nafas, tuan karls tiba-tiba saja mencengkram pundak ku agak keras dan menatap ku dengan tidak percaya.
“kenapa kau tidak bilang kalau kau adalah cucu nya guru reiga?”tanya tuan karls.
“sejujurnya aku belum memberi tahu nya soal ini, bukan begitu yuuta?”kata kakek sambil menoleh menatap ku.
“i-itu benar, aku saja tidak tahu kalau anda mengenal kakek ku”kata ku kepada tuan karls.
tuan karls kemudian melepaskan cengkeraman nya setelah mendengar itu dari ku, belum sempat menghirup nafas lega tiba-tiba saja maria mencengkram kerah kemeja ku dan menatap ku dengan tatapan tajam.
“yuuta bisa jelaskan soal Aoi kepadaku, kau tidak pernah bilang kalau kau sudah punya anak sebelum nya”kata maria dengan nada serius.
“m-maria tenanglah, akan ku jelaskan soal itu”kata ku dengan terbata-bata.
Belum sempat aku membuka mulut ku tiba-tiba sasha memegang tangan maria yang mencengkram kerah baju ku lalu memintanya untuk melepaskan ku.
“gadis kecil itu bukan anak kandung yuuta”kata sasha sambil memelankan suaranya kepada maria.
“t-tunggu bukan anak kandung yuuta?”tanya maria dengan suara pelan.
“bila kau ingin tahu lebih jelas tunggu sampai Aoi tidur atau tidak berada di dekat sini”kata sasha.
Walau masih nampak tidak mengerti maria kemudian melepaskan tangan nya dari kerah kemeja ku, aku menghela nafas lega lalu menatap Aoi yang sedang duduk di samping luchifer sambil memakan biskuit buatan bibi irene.
“sepertinya ada petualang yang sedang kelaparan”kata bibi irene sambil menatap Aoi yang makan biskuit buatan nya dengan sangat lahap.
“padahal Aoi tadi sudah menghabiskan dua roti bakar dan tiga kentang kukus, sepertinya itu masih tidak cukup”kata ku sambil tersenyum kecut.
Dalam hitungan menit biskuit buatan bibi irene habis tidak tersisa setelah semua nya di makan oleh Aoi, luchifer, dan marina nampak terkejut melihat keranjang biskuit yang sudah kosong sedangkan bibi irene hanya tertawa senang melihat biskuit buatan nya habis tak tersisa.
Aku kemudian mengeluarkan sapu tangan ku dan mendekati Aoi untuk membersihkan remah-remah biskuit yang menempel di wajah nya, setelah membersihkan wajah Aoi aku kemudian menatap lima anak perempuan yang sedari tadi mengamati ku.
“kalian semua juga ada disini?”tanya ku dengan terkejut.
Mereka terdiam sejenak lalu secara bersamaan langsung memeluk ku sambil menangis, mereka berlima adalah anak-anak perempuan yang ku urus saat masih di asrama dulu.
“yuuta apa kau mengenal mereka semua?”tanya kepala sekolah.
“a-ah mereka adalah anak perempuan yang dulu ku urus di asrama”jawab ku dengan santai.
Kepala sekolah nampak sedikit kebingungan dengan maksud perkataan ku, kakek kemudian menyilangkan tangan nya sambil menatap kepala sekolah.
“dulu yuuta di beri tugas untuk mengawasi dan mengurus semua kebutuhan para anak-anak perempuan di asrama sekolah nya dulu, yah bisa di bilang mereka berlima adalah yang paling dekat dengan yuuta”kata kakek reiga.
Luchifer, marina, sasha, dan maria menatap ku dengan sangat terkejut setelah mendengar penjelasan dari kakek, mereka berlima kemudian melepaskan pelukan mereka dari ku.
“oh ya biar ku perkenalkan mereka kepada kalian, anak perempuan berambut putih yang ada di samping ku namanya shizuhara haruka dia teman masa kecil ku dan juga murid kesayangan kakek”kata ku memperkenalkan kazuha.
“lalu anak perempuan berambut violet gelap namanya kamizumi saaya”kata ku sambil menunjuk ke arah saaya.
“untuk anak perempuan berambut pink sakura namanya aihara shiori, oh ya dia juga sedikit pemalu jadi mungkin akan sulit untuk berbicara dengan nya”kata ku sambil mengelus kepala shiori.
“lalu untuk anak perempuan berambut pirang yang sok jual mahal yang berdiri di samping saaya namanya claudia richford, dia adalah putri bangsawan dan juga seorang tsundere pecinta fujoshi akut”kata ku sambil menatap claudia.
“eh anak sialan kau niat memperkenalkan ku atau tidak sih?”tanya claudia dengan kesal.
“oh ya dia juga punya tempramen yang tinggi jadi mudah sekali marah”tambah ku.
Kakek hanya bisa menahan tawa nya ketika aku memperkenalkan claudia seperti itu, sedangkan claudia nampak sedang mencoba untuk menahan emosi nya.
“dan yang terakhir adalah shizuhara makoto, dia adalah kakak nya haruka dan juga pelayan pribadi claudia dan juga umur nya satu tahun lebih tua dari ku”kata ku sambil menatap kak makoto.
Setelah memperkenalkan mereka berlima kepada luchifer dan yang lain nya kakek kemudian meminta ku untuk ikut dengan nya sebentar karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan dengan ku.
Kami berdua kemudian berjalan pergi meninggalkan penginapan dan menuju ke gang kecil samping penginapan, setelah sampai di sana kakek kemudian menatap ku dan menghela nafas.
“jadi orang itu sungguhan membawa mu ke dunia ini ya”kata kakek.
“apa yang kakek maksud itu adalah dewa?”tanya ku dengan nada datar.
“ya kurasa kau sudah mengenalnya bukan, dia bilang kau berada di dunia ini”kata kakek.
“begitu ya, lalu apa dia memberitahu kakek apa alasan ku ada di sini?”tanya ku dengan penasaran.
“orang itu bisa dengan mudah mengubah takdir dan kenyataan tanpa kesulitan, dari surat itu dia bilang kau di panggil ke dunia ini sebagai pahlawan tapi aku tidak bisa percaya begitu saja dengan apa yang dia katakan”kata kakek.
Aku meraih sepucuk surat itu dan membacanya dengan seksama, dari apa yang ku lihat kakek dewa sepertinya mencoba untuk tidak membuat panik kakek dan yang lain nya.
“oleh karena itulah aku mengajak mu kesini, apa kau bisa beritahu apa yang sebenarnya terjadi kepada dirimu?”tanya kakek.
“aku terbunuh karena sebuah kecelakaan saat menyelamatkan teman sekelas ku waktu itu, setelah itu aku bertemu dengan dewa dan dia mereinkarnasi ku kesini”jawab ku sambil memalingkan wajahku.
Kakek nampak terkejut mendengar jawaban ku itu memejamkan matanya lalu menghela nafas panjang.
“jadi begitu ya, untung lah kau bertemu dengan karls, wilhelm dan yang lain nya di sini”kata kakek nada lega.
Di saat yang bersamaan tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dari dalam penginapan, dengan cepat aku dan kakek bergegas kembali ke penginapan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Saat keluar dari gang aku melihat beberapa orang keluar dari penginapan sambil membawa seorang anak kecil yang tidak lain adalah Aoi pergi, tanpa pikir panjang aku langsung memanggil para black knight dan memerintahkan mereka untuk mengejar mereka semua.
Selagi para black knight mengejar kawanan penculik itu aku dan kakek bergegas masuk ke dalam penginapan, di dalam seluruh meja dan kursi yang ada di dalam berserakan dalam keadaan hancur karena ledakan barusan.
Ledakan itu cukup besar namun semua pengunjung dan murid tidak ada yang terluka karena nenek dan kepala sekolah sempat mengeluarkan sebuah sihir pelindung, aku kemudian menghampiri luchifer dan yang lain nya untuk mencari tahu apa yang terjadi barusan.
“hei luchifer apa yang terjadi di sini?”tanya ku kepada luchifer.
“tadi ada beberapa orang yang menembak Aoi dengan anak panah bius lalu merebut nya dari kami, setelah itu salah satu dari mereka menggunakan sihir untuk meledakan tempat ini”kata luchifer.
“mereka nampak nya sudah mengincar Aoi sejak awal”kata kepala sekolah.
“jangan-jangan orang itu yang memerintahkan mereka untuk menculik Aoi lagi”kata sasha.
“tunggu sebentar siapa orang yang kau maksud itu?”tanya kepala sekolah.
“sebelum aku bertemu dengan Aoi tadi ada seorang laki-laki yang hendak menculik nya”kata ku dengan serius.
Disaat itu juga tiba-tiba saja salah seorang black knight yang tadi ku perintahkan untuk mengikuti orang-orang itu datang dan mendekati ku.
“mereka membawa putri anda ke sebuah tempat pelelangan budak, black knight yang lain saat ini sedang mengintai tempat itu tuan dan menunggu perintah dari anda”kata black knight itu.
Murid-murid akademi sihir dan ksatria yang ada tempat ini nampak terkejut ketika black knight itu memanggil ku dengan sebutan tuan, aku diam sejenak lalu menatap black knight itu dengan tatapan serius.
“kepung tempat itu dan pastikan tidak ada yang bisa pergi meninggalkan tempat itu, setelah itu kembalilah dan antar aku kesana”perintah ku.
“baik tuan”jawab nya dengan suara lantang.
Setelah menerima perintah dari ku black knight itu kemudian pergi dari hadapan ku untuk menyampaikan perintah itu, aku kemudian memanggil black knight lebih banyak lagi untuk ikut dengan ku ke tempat itu.
“aku akan pergi menjemput Aoi”kata ku kepada luchifer dan yang lain nya.
Setelah mengatakan itu black knight yang barusan mendatangi ku kembali lagi ke penginapan ini untuk mengantar kesana, namun di saat aku ingin pergi tiba-tiba saja haruka menahan ku dengan menarik kerah baju ku.
“kau tidak akan pergi sendirian, aku ikut dengan mu”kata haruka.
“tidak, ini sangat berbahaya”kata ku kepada haruka.
“apapun yang terjadi aku akan tetap ikut dengan mu, ini bukan hanya masalah mu tapi masalah kita semua”kata haruka.
Aku diam menatap haruka yang bersikeras untuk ikut dengan ku, pada akhirnya aku memutuskan untuk mengalah dan membiarkan nya ikut dengan ku karena percuma saja aku tidak memperbolehkan nya.
“kalau haruka ikut aku juga harus ikut”kata claudia.
“kenapa tidak kalian berlima saja yang pergi, kita tidak punya waktu lagi untuk menyelamatkan Aoi”kata kak naomi.
“itu benar, aku dan yang lain nya akan menyusul setelah menyelesaikan urusan yang ada di sini”kata kakek.
“ya, luchifer dan yang lain nya juga bisa ikut membantu mu”kata bibi irene.
Aku menghela nafas dan memutuskan menggunakan saran dari kakek dan bibi irene, aku tidak punya waktu lagi karena bila terlambat maka Aoi akan terjual dan di jadikan budak di sini.
“baiklah, kalau begitu ayo kita pergi”kata ku kepada haruka dan luchifer.
Tanpa banyak bicara aku langsung berbalik dan berjalan mengikuti satu prajurit black knight ku menuju ke tempat pelelangan budak tempat di mana Aoi berada, sambil berjalan aku tidak henti-henti nya memikirkan tentang Aoi yang pasti sangat ketakutan saat ini.
“tenang lah Aoi, ayah akan datang menjemput mu”batin ku.